
Charla masuk ke dalam kamarnya, dan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Menatap langit - langit kamarnya. Melukiskan wajah tampan Ivander di atas sana.
Dia kembali menyentuh bibirnya, sembari memeluk teddy bear. Seolah tengah memeluk Ivander seperti tadi.
Charla memejamkan matanya dan tersenyum, memasukkan wajahnya pada boneka teddy bear itu. Rasa bahagia bercampur malu menyelimuti hatinya.
Alea seperti ABG yang jatuh cinta untuk pertama kali. Tapi memang benar jika dia jatuh cinta untuk pertama kali. Karena dia belum pernah merasakan perasaan sebahagia ini.
Alea beranjak dari tempat tidurnya. Dia duduk di kursi meja belajarnya. Mengeluarkan sebuah buku yang di lengkapi tombol kode.
Ya, sebuah buku Diary.
Tempatnya mencurahkan isi hati yang tak bisa dia tuliskan di sosial media miliknya. Alea meraih sebuah bolpoin bertinta pink. Sebagai tanda ia tengah jatuh cinta.
Charla membuka lembar pertama, dimana ada selembar foto berukuran kecil di sana. Foto berisi lima orang yang menggunakan almamater yang sama.
Charla memandangi foto itu dengan senyuman. Dia bahagia melihat wajah mommy nya yang tampak sangat bahagia di masa mudanya.
Dear Mommy . . .
Mom, aku tidak menyangka malam ini dia datang ke apartemen ku.
Apartemen peninggalan Mommy ini.
Aku sangat bahagia Mom, laki - laki yang ku sebut Harimau Mesum yang di gilai banyak mahasiswi itu, ternyata tau apartemen mahasiswi cupu seperti Little Charla.
Entah dari mana dia tau.
Yang jelas Charla bahagia.
Mommy tau nggak?
Little Charla akan bercerita, tapi Mommy jangan marah ya? hehe.
Laki - laki bernama Ivander Gibran itu mencium ku, Mom! Mencium bibir ku!
Ciuman pertama ku di ambil olehnya, Mom!
Tapi sungguh Mom, Charla sangat bahagia.
Charla tidak menyesal bibir ini di nikmati olehnya.
Dan Charla juga sangat bahagia . . .
Saat dia menyebut Little Charla hanya akan menjadi miliknya.
Charla bahagia Mommy ❤️❤️❤️
Sangat bahagia!
Tapi Mommy jangan bilang padanya ya? hehe.
Charla malu jika kebahagiaan Charla di lihat olehnya.
Mommy?
Mom merestui kan jika Little Charla, alias putri kecilmu ini jatuh cinta padanya.
Seorang laki - laki yang cerdas, tampan, dan yang pasti kaya raya.
Mommy pasti tau itulah, **hihi**.
Di lembar berikutnya, Charla kembali menuliskan sesuatu dengan bolpoin bertinta biru.
Dear Daddy . . .
Dad, Little Charla jatuh!
Putri kecilmu ini jatuh Dad!
Bukankah Daddy akan selalu menjaga Little Charla agar tidak jatuh.
Tapi Daddy jangan khawatir.
Kali ini Little Charla tidak jatuh dan terluka, Dad!
__ADS_1
Karena kali ini Little Charla jatuh dan mencinta!
***Hehehe!
Little Charla jatuh cinta untuk pertama kalinya Dad***!
Charla sangat bahagia!
Laki - laki itu meminta Charla hanya akan menjadi miliknya!
Apa Daddy mengizinkan jika putri kecilmu dan satu - satunya ini mencintainya?
Daddy pasti mengizinkan kan?
Dad, Charla merindukan mu!
Charla ingin membagi kebahagiaan ini dengan Daddy.
Daddy baik - baik di London, I love you ❤️❤️❤️
Little Charla mengembalikan foto kecil itu pada tempatnya. Dan kembali menutup dan mengunci diary yang sudah menumpuk akan tulisannya, sejak ia berusia 17 tahun. Tepatnya satu tahun yang lalu.
Buku itu di penuhi akan kalimat - kalimat yang seolah tengah bercerita, terutama pada sang ibu, Charla Caroline. Wanita yang paling berharga dalam hidupnya, namun hanya bisa dia lihat melalui sebuah foto.
Charla melepas baju lengan panjangnya, menyisakan hotpants dan tang top saja. Kemudian kembali menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Meraih boneka teddy bear dan memeluknya di balik selimut tebal.
"Good night, Harimau mesum ku!" ucap Charla lirih.
Charla memejamkan matanya dan segera terlelap dalam mimpi yang indah.
# # # # # #
Sementara Ivander yang baru sampai di lobby apartemen, melihat para saudaranya masih asyik mengoceh di cafe yang ada di sana.
Ivander berjalan, menghampiri mereka dan langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa, tepat di samping Jesselyn.
"Anak kecil, bisa kembali ke apartemen dulu tidak?" tanya Ivander pada adik satu - satunya itu.
"Nggak ah! kita cuma beda tiga tahun. Emang mau ngomongin apa nyuruh Jesselyn pergi?" hardik Jesselyn kesal dengan memanyunkan bibirnya menatap sang kakak.
"Wah! kabar baik nih kayaknya!" sahut Queenara.
"Cepet cerita!" ucap Qiandra.
Ivander mengulum senyum dengan menggigit bibi bawahnya bagian dalam. Namun kemudian terkekeh saat melihat satu persatu ekspresi para saudaranya.
"Jangan ketawa aja! cepet ngomong!" seru Argha melempar kacang.
"Ekspresi kalian sangat lucu!" ucap Ivander terkekeh.
"Aku cekik juga nih anak, lama - lama!" ucap Argha.
"Sabar dong brother!" ucap Ivander.
"Pasti udah jadi tuh!" tebak Queenara.
"Bener?" hadir Qiandra dan Argha bersamaan.
Ivander kembali terkekeh melihat ekspresi para saudaranya yang tampak sangat menggemaskan.
"Beneran enggak! ketawa mulu nih bocah!" sahut Qiandra.
"Iya - iya!" jawab Ivander.
"Beneran!" tanya mereka serentak.
"Heh, memang ada gadis yang menolak kita?" tanya Ivander pada Qiandra dan Argha. "Sekali tembak pasti jatuh mereka!"
"Percaya sih!" sahut Queenara.
"Tunggu - tunggu, ini maksudnya kakak sudah punya pacar?" tanya Jesselyn.
"Iya, sayaaaang!" jawab Qiandra, Argha dan Queenara bersamaan.
Jesselyn yang bertanya pada Ivander pun bingung, karena justru para sepupunya yang menjawab dengan kompak.
__ADS_1
"Wah! Daddy dan Mommy harus tau nih!" celetuk Jesselyn dengan polosnya.
Ivander menyebikkan bibirnya, adiknya itu terlalu antusias dengan kabar yang menurutnya sangat langka.
# # # # # #
📨 Ivander : Karena hari ini aku sudah punya pacar, jadi aku akan berangkat ke kampus bersamanya. Kalian berangkat sendiri saja ya, jomblo!
Pesan yang dikirim Ivander pada group chat nya.
Queenara : Baiklah anak muda, pergilah!
Argha : Sang pujangga telah jatuh cinta!
Qiandra : Wahai, pemuda jatuh cinta boleh, tapi ingatlah! anak orang jangan di buat mainan.
Ivander : Tenang saja kakak ku yang tidak kalah tampan dari ku. Hamba akan mendengar perintah paduka.
Qiandra : Hahaha
**Queenara : 🤣🤣
Argha** : Kalas drakor! 😂
Jesselyn : Horor banget obrolan kalian!
Argha : Anak manis, buruan mandi. Ikut ke kampus nggak?
Jesselyn : Iyalah, sebelum di jemput Mommy dan Daddy. Setiap hari aku akan ikut ke kampus kalian.
Qiandra : Aku sudah siap loh!
Jesselyn : Tunggu aku kakak!
Setelah membalas chat, Ivander langsung melajukan mobil sportnya menuju apartemen Little Charla.
Tanpa permisi Ivander langsung menekan tombol di pintu apartemen Charla.
Clek!
Ivander masuk, ruang tamu tampak sepi, bahkan jendela masih tertutup. Ivander melirik jam dinding yang sudah menunjukkan hampir pukul tujuh pagi.
"Apa dia masih tidur?" gumam Ivander melihat pintu kamar Charla.
Pelan - pelan Ivander menekan handel pintu.
Clek!
Pintu terbuka dengan sangat pelan. Mata Ivander langsung tertuju pada tempat tidur Charla. Dimana gadis itu tampak masih terlelap.
Pelan - pelan Ivander mendekat, melihat wajah Charla yang tetap cantik meskipun sedang tidur.
Kriiiing!
Alarm sebuah ponsel di atas nakas berdering. Ivander menoleh ponsel itu, kemudian kembali melihat Charla. Namun Charla tak bergeming dengan bunyi alarm itu.
Ivander tersenyum tipis. Kemudian mematikan alarm di ponsel Charla itu. Ivander kembali menghadap Charla. Menurunkan sedikit selimut yang menutupi tubuhnya secara penuh itu.
"Baby?" panggil Ivander lirih sembari membelai puncak kepalanya.
"Baby?" panggil Ivander lagi.
Ivander memutuskan untuk berbaring di samping Charla yang tak bergeming.
"Baby, wake up!" bisik Ivander.
"Eemmh!" Charla menggeliat, dan merentangkan kedua tangannya. Dan berhenti ketika di rasa tangannya menabrak sesuatu di sampingnya.
.
.
🪴🪴🪴
Happy reading 🌹🌹🌹
__ADS_1
Maaf jika dari kisah Devander berakhir dengan kisah Ivander 🙏
Semoga suka dengan jalan ceritanya 🥰