Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Friday Night part 1


__ADS_3

Sedangkan tiga orang mahasiswa tengah berdiri bersandar pada salah satu mobil yang ada di halaman parkir khusus mahasiswa di kampus itu.


Ya, mereka bertiga menatap kedatangan Ivander yang berjalan dengan santainya. Padahal di mata mereka bertiga dia di nilai sangat terlambat.


"Kemana aja sih!" gerutu Qiandra.


"Kemana lagi kalau bukan gangguin si gadis Maba!" sahut Arga tersenyum jahil.


"Cuma gadis itu yang berhasil membuat saudara ku linglung seperti ini!" sahut Qiandra terkekeh.


"Little honey bunny ..." celetuk Queenara.


"Bisa diam tidak?" jawab Ivander sembari membuka pintu kemudi mobil.


"Hahaha!" Mereka justru terkekeh melihat reaksi Ivander.


Mereka bertiga menyusul masuk ke dalam mobil. Dengan Qiandra yang duduk di bangku penumpang bagian depan. Sedang Arga dan Queenara di bangku belakang.


Dan si tampan Ivander sendiri sudah menyalakan mesin mobilnya. Dengan perlahan mobil itu bergerak menjauh dari area parkir.


Mereka langsung menuju Oxford International Airport. Dimana Jesselyn akan segera mendarat di sana.


"Bagaimana perkembangan pendekatan kalian?" tanya Qiandra saat dalam perjalan.


Ivander tersenyum misterius, seolah enggan menceritakan hal yang baru saja membuat senang.


Ya, kenyataan jika ternyata Little Charla tau jika mereka seharusnya satu tingkat dan seumuran. Hal itu membuat Ivander tersenyum sembari menatap jalanan di depan.


"Rasa di rasa ada perkembangan!" sahut Arga yang melihat pantulan wajah Ivander dari cermin tengah mobil.


"Kepo kalian!" jawab Ivander dengan senyum miring.


"Beneran nih kayaknya!" sahut Queenara.


"Apaan van? cerita dong!" celetuk Qiandra.


"Mereka udah jadian kali, Kak!" celetuk Queenara menyahuti ucapan Qiandra.


"Ra...ha...si...a..." jawab Ivander dengan senyum mengejek yang di tunjukkan untuk tiga saudaranya itu.


"Cih! dasar kau ya!" Qiandra menoyor kepala Ivander pelan.


"Heh, jangan ganggu! aku harus fokus mengemudi!" titah Ivander.


"Berani rahasia - rahasia an dia!" ucap Qiandra menoleh Arga dan Queenara.


"Nggak mau do'a kita dia tuh!" sahut Queenara yang sengaja ngomong sedikit keras tepat di belakang sandaran kemudi, dengan mata yang melirik Ivander.


"Hiiih! kalian ini kepooo banget dah!"


"Ya lah!" sahut bertiga dengan kompak.


"Baiklah! aku akan memberi tau kalian sesuatu!"


"Apa?" ucap mereka bertiga memasang telinga.


"Ternyata dia tau tentang ku" jawab Ivander bangga.


"Tentang apa?" tanya Qiandra.


"Aku sebenarnya seangkatan dengan dia, dan seumuran!"


"Yaaa gitu doang!" celetuk Arga.


"Eh, itu artinya dia juga mencari informasi tentang ku"


"Kirain udah jadian kek! atau mulai berciuaman kek!" sahut Arga lagi.


"Tapi aku tadi sudah menciumnya!"


"Di balas?" tanya Queenara.


"Di balas dengan omelan!"

__ADS_1


"Hahahaha!" tawa ketiga saudaranya.


Tak terasa, obrolan itu berakhir saat mereka turun dari mobil. Dan segera menuju area penjemputan.


Baru juga mereka sampai, Jesselyn juag sampai di terminal penjemputan.


"Kakak!" teriak Jesselyn melihat empat saudaranya.


Jesselyn berlari dan langsung memeluk satu persatu kakaknya.


Mereka meninggalkan area bandara dan langsung membawa Jesselyn ke apartemen untuk bebersih dan istirahat.


***


🍄 Keesokan harinya Jesselyn mengikuti para saudaranya ke kampus. Saat ini ia tengah duduk do kantin kampus bersama Queenara. Mereka tampak asyik mengobrol, sampai akhirnya Queenara berhenti dengan celotehannya.


"Lihat, itu adalah gadis yang di sukai kakakmu, Ivander!" ucap Queenara menunjuk Little Charla yang tengah mengantri makan siangnya.


"Yang pakai baju pink itu?"


"Iya!" Queenara mengangkat kedua alisnya.


"Cantik juga, kak! siapa namanya?"


"Tanya sendiri sama kakakmu!"


"Ah, mana mungkin dia mau jawab!"


"Pasti mau!"


"Daddy harus tau nih!" celetuk Jesselyn.


***


Satu persatu datang menghampiri Queenara dan Jesselyn di kantin. Sampai semua sudah berkumpul.


Tapi Ivander yang duduk di samping Jesselyn tampak tak fokus dengan apa yang sedang mereka bicarakan.


"Pergi deh! pergi deh! aku tau kau tidak fokus sama kita! sana cari si Little honey bunny mu itu!" ucap Arga mengusir Ivander yang sedari tadi hanya melihat kanan kiri saja.


"Tch! apaan sih!" Ivander berdecih sembari meminum jus pesanannya.


Sementara semua saling tatap, dan belum sempat ada yang bicara, Ivander beranjak dari kursinya. Dan berlalu dari mereka semua.


"Nah kan!" celetuk Arga.


# # # # # #


Ivander memasuki Fakultas Seni Rupa dan Desain. Mencari gadis yang membuatnya penasaran. Beberapa mata mahasiswa mulai terbiasa melihat Ivander mencari Charla.


Tap!


Langkah Ivander berhenti saat melihat gadis itu ternyata duduk sendiri di salah satu kursi panjang yang ada di depan ruang kelasnya.


"Benar kan, kamu selalu sendiri!" ucap Ivander yang tiba - tiba duduk di samping Charla.


"Kamu lagi!" Charla terlihat jengah melihat Ivander.


"Mereka tidak mau berteman dengan mu?"


"Aku yang nggak mau!"


"Kenapa? tidak level berteman mahasiswa disini?"


"Bukan! males aja! mending belajar!"


"Oh!" Ivander mengangguk paham. "Eh, ini kan hari jum'at. Kita rayain friday night bareng yuk?" ajak Ivander setelah beberapa saat.


"Aku nggak kenal yang begituan!"


"Ah, cuma makan malam aja!"


"Males ah!"

__ADS_1


"Pokoknya nanti aku jemput!" kekeh Ivander.


"Emang kamu tau, aku tinggal dimana?"


Ivander tersenyum sinis menatap mata Charla yang menatapnya balik. "I know everything about you, girl!" Ivander mentoel hidung mancung Charla.


Wajah Charla berubah menjadi pucat pasi. "Beneran kamu tau aku tinggal dimana?"


"Nggak!" jawab Ivander sekenanya.


"Tch!" Charla berdecih.


Dan saat itu juga dosen Charla datang, sehingga Charla langsung memilih untuk berdiri dan masuk kelas tanpa peduli dengan tatapan Ivander yang kecewa.


"Nggak pamit, main nyelonong aja! dasar cewek!" gumam Ivander.


# # # # # #


Jam setengah 7 malam waktu Inggris, Ivander sudah siap dengan celana berwarna coffee dan kemeja birunya. Sepasang sepatu mahal membalut kakinya yang kokoh. Jam tangan mewah pun sudah melingkar di pergelangan tangan kirinya.


Menjadi Ivander yang merupakan putra seorang Devander Gibran, pemilik perusahaan raksasa FG corp. Tentu sangat mudah mendapatkan barang mewah atau bahkan barang limited edition sekalipun.


Ivander : Jangan mencari ku, aku ada urusan!


Pesan yang di kirim Ivander pada grup chat bersama para saudaranya.


Qiandra : Happy friday night!


Queenara : Aku menunggu kabar baik 😋


Arga : Aku juga menunggu!


Jesselyn : Pada nunggu kabar baik apa sih ini?


Arga : Anak kecil diem deh! 🤗


Ivander hanya membaca ocehan para saudaranya, tanpa berniat untuk membalasnya.


Ivander melajukan mobil sportnya. Membelah keramaian kota Oxford saat malam sabtu. Banyak anak muda bergerombol, atau sepasang muda - mudi tengah asyik bercumbu ala - ala di taman, cafe dan sebagainya.


Ivander tersenyum miring melihat semua itu. Sampai tak terasa dia sudah sampai di gedung apartemen. Dia melangkahkan kakinya menuju sebuah apartemen yang di tinggali seorang gadis.


Ting tong!


Ivander menekan bel, dan langsung sembunyi di pinggir daun pintu. Karena gadis itu pasti mengintip melalui lubang kecil.


Ceklek!


"Siapa sih!" Charla membuka pintu sembari ngedumel.


"Taraaa!" seru Ivander.


"Akh!" Charla tersentak kaget. "Ba.. bagaimana kamu bisa tau aku tinggal di sini?" ucap Charla.


"Seorang Ivander bisa tau apapun yang ia inginkan!" jawab Ivander tersenyum sombong.


"Sorry, aku sibuk!" ucap Charla sembari mencoba untuk menutup pintu.


Belum juga tertutup tangan kokoh Ivander sudah berhasil menahannya dan mendorong pintu itu hingga terbuka lebar.


"Nona kecil yang cantik, Ivander sudah datang! jadi tidak ada penolakan!" ucap Ivander penuh penekanan.


"Hey, jangan sembarangan ya di sini!"


Ivander melangkah masuk melewati Charla yang masih berdiri, tanpa menghiraukan ucapan gadis itu.


"Hey! Tuan muda! jangan sembarangan memasuki apartemen seorang gadis!"


.


.


🪴🪴🪴

__ADS_1


Happy reading 🌹🌹🌹


__ADS_2