
Sejak malam itu, Devan dan Charla sering bergantian datang ke apartemen masing - masing. Untuk sekedar bermain atau menginap, dan tidak selalu melulu tentang berhubungan intim. Bukan berarti pula tidak pernah lagi sejak pertama kali malam itu. Bahkan Charla memberikan sandi apartemennya pada Devan.
Devan adalah seorang Casanova, menaklukkan berbagai tipe gadis adalah kelebihannya. Meskipun sudah ada Charla yang siap kapan saja untuk menemani malam Devan. Tetap saja dalam diri seorang casanova butuh warna lain.
Di kampus mereka seolah berteman biasa. Sehingga masih banyak gadis yang mendekati Devan. Sudah menjadi hal umum jika Devan berjalan kemanapun dengan di dampingi gadis yang berganti - ganti di sampingnya. Dan Devan terlihat biasa saja meskipun saat berpapasan dengan Charla.
Begitu juga Charla, dia sama sekali tidak terlihat keberatan dengan hubungan aneh yang mereka jalani. Status pacar bukan, apalagi suami istri. Dan tidak satu orang pun tau tentang itu kecuali tiga sahabat Devan yang terkadang akan menggoda Charla di kampus.
Tapi Charla bukan gadis yang mudah tertarik dengan rayuan Rakha, Alfred dan Zayn. Rakha hanya sesekali saja menggoda Charla. Berbeda dengan Zayn dan Alfred. Mereka tak jauh berbeda dengan Devan. Hanya saja Devan jauh lebih terkenal di banding mereka berdua.
Alfred Austin
Zayn Harrison
Selain kaya, ketampanan dan karisma seorang Devander Gibran adalah hipnotis tersendiri bagi gadis - gadis di luaran sana.
Empat tahun kemudian, setelah Devan mendapatkan gelar S2 nya, dia kembali ke London. Charla pun ikut kembali ke London. Hanya saja dia memilih tinggal di apartemennya, dari pada bersama Papa dan istrinya.
Di suatu malam, tiba - tiba Devan masuk ke apartemen Charla dengan buru - buru. Saat itu Charla tengah berganti baju tidur di kamarnya. Tiba - tiba Devan membuka pintu kamar Charla dan membantingnya, hingga Charla yang baru memakai baju tipisnya terlonjak kaget.
Tanpa aba - aba, Devan berjalan mendekat pada Charla, mendekap tubuh Charla erat. Kemudian meraih bibir Charla dengan kasar. Dia sangat berambisi dengan ciuman yang dia ciptakan. Charla membalas meskipun sangat kwalahan.
Devan menyingkirkan tali baju dan br* dari pundak Charla. Dan menciumi pundak Charla. Meninggalkan bekas - bekas merah di dada mulus Charla. Charla merangkul punggung Devan. Dengan satu tarikan ke bawah, lingerie tipis Charla jatuh di lantai. Dengan satu tangannya Devan melepas pengait br* Charla hingga menampakkan dada bulat Charla yang semakin hari, semakin terlihat kenyal dan penuh.
Devan mulai memainkan dada Charla dengan satu tangan, tangan lainnya mendekap pinggang ramping Charla. Sementara bibirnya bermain - main di puncak dada yang hanya pernah di nikm*ti Devan itu. Devan mengarahkan Charla ke ranjang tanpa melepas his*pannya. Dan menidurkan Charla dengan sedikit kasar dari biasanya.
Devan memainkam dada Charla dengan sedikit berbeda dari biasanya. Kali ini Devan melakukan dengan kasar dan di penuhi ***** yang membuncah. Devan berdiri dan melepas semua kain yang melekat pada tubuhnya, dengan mata yang tertuju pada benda kenyal yang menarik perhatiannya. Hingga tubuhnya sudah polos.
"Dada mu semakin hari semakin kenyal!" ucap Devan dengan suara beratnya, sambil mengecup singkat bibir Charla, lalu kembali pada dada Charla.
"Untukmu!" jawab Charla mengusap rambut kepala Devan sambil menikmati desiran - desiran hangat di tubuhnya. Hingga akhirnya dia mendekap erat kepala Devan yang tengah memainkan lidahnya di dad*nya.
Setelah Charla merenggangkan dekapannya, Devan turun mencium perut rata Charla, hingga akhirnya mencium inti Charla yang masih tertutup CD. Pelan - pelan Devan menarik CD Charla.
Charla semakin kegelian dengan sentuhan yang di berikan sang Tuan Casanova. Devan memainkan lidah dan bibirnya di area itu hingga Charla kembali mengeluarkan puncak yang kedua.
__ADS_1
"Aah!" ******* Charla saat senjata Devan menyatu sempurna pada intinya, semakin membuat Devan bergairah.
Di bawah selimut tebal, di kamar Charla. Tubuh polos dua anak manusia menempel sempurna setelah menuntaskan hasrat keduanya.
"Devan! kamu ini kenapa? tumben main mu kasar!" tanya Charla setelah Devan menuntaskan hasratnya dengan hentakan - hentakan kasar.
"Aku tadi di Club! dan seorang pel*cur menaruh obat abizia premium di minumanku!" ucap Devan, "aku enggan bermain dengan pel*cur!"
"Haha!" Charla tergelak. "Bukankah jika sedang berhasrat bermain dengan siapapun bisa?"
"Aku tidak berselera dengan pel*cur yang biasa di pakai banyak orang!" jawab Devan, "aku lebih suka dengan gadis bebas yang tidak menjadikan dirinya sebagai pel*cur!"
"Heemm!" Charla mengangguk pelan, "begitu ya Tuan Casanova!" ucap Charla.
Charla bersandar di dada bidang Devan. Dengan lembut Devan membelai rambut pirang Charla. Charla melingkarkan tangan di perut Devan sambil memejamkan matanya. Menikmati belaian lembut tangan Devan.
"Apa selama ini tidak ada penyesalan dalam dirimu melakukan hal bodoh bersamaku?" tanya Devan lembut.
Charla hanya menggeleng, tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan Devan.
"Aku tidak ingin menikah!" jawabnya tanpa membuka matanya.
"Kamu tau?" ucap Devan yang masih membelai lembut rambut Charla, "jika tidak bersamamu, aku juga bermain dengan gadis lain di luar sana! apa kamu tidak merasa sakit hati?"
"Kalau aku sakit hati, sudah dari dulu menjauhi mu!" jawab Charla mendongakkan kepalanya melihat Devan yang menatap langit - langit kamarnya.
"Apa selama empat tahun ini kamu tidak ada perasaan cinta pada ku?" tanya Devan, "atau perasaan ingin memiliki ku?"
"Tidak!" jawab Charla, "aku tidak ingin memiliki mu sepenuhnya!"
"Kenapa?" tanya Devan, "padahal kamu tidak pernah melakukan hubungan dengan laki - laki lain?"
"Aku hanya suka berhubungan denganmu!" jawab Charla kembali menyandarkan kepalanya di dada Devan. "Tapi aku benar - benar tidak ingin memilikimu sepenuhnya! dan aku juga tidak percaya akan pernikahan!" jawab Charla.
Devan tidak lagi bertanya, dia berfikir apapun yang dia ucapkan, tetap saja Charla akan memberi jawaban yang tidak memuaskan. Karena selama empat tahun lebih itulah yang di dapat Devan.
Hubungan aneh antara Devan dan Charla berlangsung hingga bertahun - tahun. Sampai saat ini, hubungan aneh mereka itu sudah terjalin selama 9 tahun. Sejak Devan hampir berusia 21 tahun, hingga kini hampir 30 tahun.
Charla menyadari Devan yang berada di bawah pengaruh obat perangsang, pasti masih ada hasrat di tubuhnya. Charla mencoba memancing hasrat Devan, dengan menjilat puncak dada Devan. Dan satu jarinya bermain di dada satunya. Dan benar saja, Charla berhasil membuat Devan kembali meraih kepalanya dan menciumnya. Dengan tangan yang sudah mulai menggerayangi tubuh polos Charla.
__ADS_1
*Sampai disini kisah masa lalu Devan dan Charla. Kita kembali pada pertemuan tiga sahabat di petang itu.*
Devan membolak balikkan undangan yang sudah tidak lagi menarik perhatiannya. Beberapa saat kemudian dia kembali meletakkan undangan itu di atas meja. Sementara Zayn dan Alfred menatap aneh pada Devan.
"Kau yakin tidak akan datang?" tanya Alfred.
Devan mengangkat kedua pundaknya, sebagai tanda tidak tau, atau belum yakin.
"Apa tidak sayang, kalau kau melewatkan pesta ini?" sahut Zayn.
"Aku akan bawa undangan ini!" ucap Devan, "kalau aku berubah pikiran, aku akan datang!" lanjutnya.
"Oke!" sahut Zayn dan Devan bersamaan.
Devan memasukkan undangan itu ke dalam saku jasnya bagian dalam. Lalu meneguk sedikit jusnya dan menyantap fish & chips miliknya. Begitu juga dengan yang lainnya.
"Aku pergi dulu!" pamit Devan setelah makanan dan minumannya habis.
"Kenapa buru - buru?"
"Ada urusan!"
"Oh!"
Devan berjalan meninggalkan resto. Dengan santainya melenggang menuju parkiran. Tanpa tau kejutan besar sudah menunggunya.
Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentar yang membangun ya.
Terima kasih,
salam Lovallena.
__ADS_1