Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Matrealistis Bodoh!


__ADS_3

Ayra tengah berjalan di samping seorang pria yang disebutnya sugar daddy. Mereka menyusuri lorong menuju kamar hotel VVIP yang sudah di pesan sebelumnya. Ayra dengan bangga menenteng beberapa paper bag dari brand kelas dunia.


Jelas terlihat wajah sumringah Ayra. Bagaimana tidak, dia baru saja mendapat tas Hermes keluaran terbaru, juga sepatu Gucci, Gasper Burberry. Tak lupa dia juga membelikan baju untuk sahabatnya, alias Cleo dengan merk kenamaan Balenciaga.


Aku tidak akan melepaskan kamu sebelum aku puas *mengeruk harta mu, my sugar daddy!


Ah! beruntungnya aku! mendapat sugar daddy yang tak hanya tampan, tapi juga kaya raya*.


Ucap Ayra dalam hati.


"Masuk, baby!" ucap pria itu dengan nada yang sudah di penuhi gairah.


"Thank you, Om Asher!" ucap Ayra dengan nada tak kalah menggoda pada pria yang di sebut Ayra bernama Asher itu.


Asher segera mengunci kembali kamar VVIP nya.


"Aku ke kamar mandi sebentar, baby!" ucap Asher meraih pinggang ramping Ayra. "Kamu siapkan tubuh mu untuk ku!" bisik Asher menggoda.


Ayra yang sudah terbiasa melayani laki - laki hidung belang tentu tau apa yang harus dia lakukan.


"Tubuh ku menunggumu, Sayang!" jawab Ayra menggoda.


Asher mendaratkan kecupan di bibir Ayra, lalu melepas tangannya dari pinggang Ayra, dan berlalu ke kamar mandi hotel itu.


Sementara Ayra, dia melepas coat yang sedari tadi melekat di tubuhnya. Menyisakan atasan crop yang hanya menutupi bagian dadanya, dan celana hitam panjang yang melilit sesuai bentuk kakinya.


Beberapa menit berlalu, Asher keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk kimono berwarna putih dengan tali yang melilit di bagian perut.


Asher tersenyum nafsu melihat tubuh Ayra yang memiliki lekuk menggoda bagi kaum adam.


Ayra tengah berdiri menghadap Asher. Dengan siku tangan kari yang bertumpu pada tangan kanan. Dan giginya menggigit ujung kuku jari telunjuknya. Memasang pose menggoda untuk menyambut Asher.


Tak butuh waktu lama bagi laki - laki casanova seperti Asher. Adik kecilnya sudah berdiri sejak tadi, tidak sabar untuk segera di jinakkan. Asher langsung mendekati Ayra dan meraih pinggang rampingnya.


"You're so beautiful!" bisik Asher dengan suara berat, karena sudah di selimuti hawa n*fsu.


"Of course!" jawab Ayra dengan suara basah.


"So sexy!" ucap Asher mendengar suara Ayra.


"Hemm" Ayra tersenyum manis.


"Kita lakukan, tanpa ciuman baby! aku tidak suka berciuman dengan banyak perempuan!"


"I know!" jawab Ayra.


Asher langsung menggendong tubuh Ayra ke atas ranjang. Meski tanpa ciuman, Asher tetap mencium lembut setiap inchi dari wajah Ayra. Dia hanya mengecup singkat bibir mungil Ayra.


Lalu turun ke leher dengan gerakan lidah yang luar biasa menggoda. Ayra mulai menggeliat karena rasa geli bercampur nikm*t.

__ADS_1


Asher menciumi leher dan meninggalkan jejak merah di sana. Lalu turun ke bagian dada atas yang sudah terbuka. Asher mencium, menjil*t dan juga meninggalkan jejak di sana.


Kedua tangan Asher mulai bergerilya di bu*h dad* Ayra yang masih tertutup atasan crop. Merem*s dengan lembut, dan sesekali merem*s dengan kasar.


Sudah puas dengan dada bagian atas, Asher mulai menurunkan atasan crop Ayra beserta br* kembennya. Seketika bukit kembar itu menyembul sempurna tepat di depan mata Asher.


Asher tersenyum tipis melihat dua bukit kembar dimana ada puncak berwarna pink yang sudah sangat menggoda mata dan bibirnya untuk segera di lahapnya habis.


Setelah melihat ekspresi Ayra sekilas, Asher langsung menjil*ti puncak sebelah kanan. Sementara puncak sebelah kiri di mainkan oleh jari jemari tangan Asher sebelah kanan.


Tubuh Ayra menggeliat, menikm*ti sentuhan yang mampu membuatnya terbang melayang. Ayra mencengkeram rambut kepala Asher bagian belakang.


Gesekan dari lidah di Aher di kedua puncak pink nya secara bergantian berhasil membuat Ayra mencapai puncak yang pertama.


Perlahan Asher turun, mencium perut Ayra, sembari melepas celana ketat Ayra. Menyisakan CD berwarna pink.


Asher bermain - main di area itu, hingga CD itu pun raib entah kemana. Lidah Asher dengan lincah bergoyang di bagian inti Ayra yang sudah basah.


Ayra semakin menggelinj*ng, saat kenikm*t*n sempurna kembali ia rasakan. Mata Ayra tak lepas dari kepala Asher yang masih asyik di selang kangan nya.


Asher bangkit, melepas handuk kimono nya dengan cepat dan melemparnya ke segala arah. Asher mendudukkan tubuh Ayra, sementara ia berdiri menggunakan lutut. Mengarahkan senjatanya ke mulut Ayra.


Tak butuh waktu bagi lama untuk Ayra berfikir. Mengingat banyaknya uang yang dia dapat dari laki - laki itu, tentu saja dia melakukan itu dengan senang hati tanpa jijik.


Setelah puas dengan itu, Asher langsung merebahkan tubuhnya ke belakang, dan meminta Ayra untuk naik, dan memimpin permainan di awal.


Dia bahkan tak peduli saat Ayra bertanya bertanya sudah puas atau belum setelah menyelesaikan ronde kedua.


"Tubuhmu sangat nikm*t, baby! aku selalu ingin lagi dan lagi!" ucap Asher kembali memulai permainan ronde ketiga.


Sementara Ayra yang sebenarnya sudah lemas, kembali bergair*h saat kedua puncak pink nya kembali di mainkan oleh Asher.


Setelah permainan ketiga, barulah Asher menjatuhkan tubuhnya di samping Ayra yang sudah lemas dengan mata tertutup.


"Thank you baby!" bisik Asher.


"Hemm!" jawab Ayra tanpa membuka matanya.


Ayra langsung terlelap, bahkan saat belum sempat membersihkan dirinya. Tubuhnya pun masih polos, bahkan tanpa tertutup bedcover.


Asher tersenyum sinis menatap tubuh polos itu. Selain mendapat kepuasan berlipat dari gadis itu, dia juga mendapat bayaran atas apa yang dia lakukan.


Ya! Asher adalah laki - laki hidung belang suruhan Christ. Asher mengambil beberapa foto bug*l Ayra saat tertidur dan kembali mengirimnya pada Christ. Setelah tadi sempat mengirim foto Ayra yang sedang antusias belanja, seolah sengaja memilih brand mahal.


Bahkan di kamar itu, sebuah kamera tersembunyi merekam adegan ranjang mereka tanpa sepengetahuan Ayra.


"Mangkanya, jangan macam - macam dengan Tuan Devan!" gumam Asher lirih.


"Ini semua akan menjadi bom waktu, kalau kamu berani mengkhianati istrinya!" lanjut Asher lirih.

__ADS_1


"Dasar gadis matrealistis! Bodoh pula!" lanjutnya mengangkat sudut bibirnya.


Karena sudah mendapatkan apa yang dia butuhkan, Asher pergi dari kamar itu setelah membersihkan dirinya. Tak lupa dia menutupi tubuh polos Ayra dengan selimut.


Asher meninggalkan Ayra bersama paper bag belanjaan Ayra. Dia pun membuang nomor ponsel yang dia gunakan berkomunikasi dengan Ayra. Karena dia anggap urusan dengan Ayra untuk saat ini sudah selesai.


***


Menjelang tengah malam, tubuh Ayra menggeliat di balik selimut tebal yang menutupi tubuh pol*snya.


Matanya mengerjap, menyesuaikan dengan cahaya lampu kamar hotel itu. Tubuhnya seakan remuk, akibat pertempuran tiga ronde sejak menjelang sore hingga jam tujuh malam.


Yang pertama kali di cari Ayra adalah paper bag belanjaannya, yang memang masih teronggok di sofa.


Ayra bangun, melihat sekitar yang tampak sepi dengan tubuhnya yang sebagian masih tertutup selimut.


"Om?" panggil Ayra mencari laki - laki yang tadi bercinta dengannya.


"Om?" panggil Ayra lagi karena tidak ada jawaban.


"Kemana tuh Om Om?" gumam Ayra melihat jam jam dinding yang menunjukkan pukul setengah dua pagi.


Ayra meraih ponselnya dan langsung membuka sebuah pesan yang berasal dari Asher.


Asher : Tidur yang nyenyak, baby! Mimpi yang indah, seindah percintaan kita tadi! aku harus pergi, ada urusan mendadak. Bye and thanks for you body!


"Dasar Om Om! kalau sudah puas kabur!" umpat Ayra sembari melempar ponselnya ke samping ia duduk.


Ayra langsung bangkit dan membersihkan diri di kamar mandi. Setelah bersih dan kembali memakai pakaian, dia kembali melanjutkan tidurnya. Dan akan pulang jika hari sudah benar - benar pagi.


.


.


.


.


.




Happy reading 🌹🌹🌹



Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya kakak 🥰

__ADS_1


__ADS_2