Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Mana Kawan Mana Lawan


__ADS_3

"Sayang, aku waktunya pulang!" ucap Yocelyn dalam panggilan telponnya.


"Aku sudah dalam perjalanan, Baby!" jawab Devan sambil melajukan mobilnya menuju kampus istrinya.


"Kamu sudah menduga aku akan pulang jam 11?"


"Hanya kira - kira saja, lagi pula tidak ada pekerjaan lagi di kantor!"


"Oh, hehe! oke Sayang, aku tunggu! bye!"


"Iya, Sayang! bye!"


Yocelyn mematikan panggilan di layar ponselnya. Sementara Devan juga langsung melepas headset yang menempel di lubang telinganya.


"Yocelyn, kamu di jemput suami kamu? Tuan Devan?" tanya Lolita yang mendengar samar - samar pembicaraan Yocelyn di telepon.


"Iya!" jawab Yocelyn dengan senyumnya.


"Oh, ya udah! keluar bareng yuk! aku juga di jemput supir!" ucap Lolita.


"Kebetulan, ayo!"


Mereka berdiri bersama dan berjalan ke arah pintu.


"Yocelyn, Lolita! tunggu!" teriak teman Yocelyn dari kursi barisan belakang.


Spontan Yocelyn dan Lolita berhenti dan menoleh ke belakang. Terlihat dua teman Yocelyn sebelumnya berjalan mendekat.


"Kita keluar bareng ya!" ucap gadis pertama yang bernama Cleo.


"Boleh!" jawab Yocelyn dan Lolita bersamaan.


Mereka berempat berjalan bersamaan keluar dari kelas.


"Kalian bawa mobil atau di jemput?" tanya Lolita pada Cleo dan Ayra.


"Di jemput supir!" jawab mereka serempak.


Mereka sampai di gerbang kampus.


"Eh, aku sudah di jemput! duluan ya!" ucap Ayra.


"Oke, Ra!" jawab mereka bertiga.


Aira berjalan ke arah mobilnya, dan langsung masuk di pintu belakang.


"Pak, jangan pergi dulu ya! ada sesuatu yang ingin aku lihat!" ucap Ayra pada supirnya. "Tapi jangan parkir di sini, agar di depan sana! yang penting masih bisa lihat teman - teman aku di sana!" ucap Ayra menunjuk Yocelyn, Lolita dan Cleo yang berdiri di halte penjemputan khusus mahasiswa.


"Baik, Nona!" jawab supirnya.


Ciitt!


Sebuah mobil sport berwarna kuning mengkilap berhenti tepat di depan para mahasiswa yang menunggu, dan mengundang perhatian mereka. Yocelyn menyunggingkan senyumnya karena itu mobil suaminya.


"Suami kamu?" bisik Lolita pada Yocelyn.


"Hemm!" Yocelyn mengangguk sambil menebar senyum. "Aku duluan ya!" ucap Yocelyn pada Cleo dan Lolita.


Yocelyn langsung maju selangkah, bersamaan dengan Devan yang keluar dari pintu kemudi. Dan matanya langsung menangkap wajah cantik istrinya.


Di sisi lain, banyak gadis - gadis yang mengenal Devan, berucap dalam hati merek.


Tuan Devan memang benar - benar tampan!


Ucap Cleo dalam hati.


Kini di mata Devan hanya Yocelyn yang terlihat, meskipun di tempat itu banyak mahasiswa lain, dan bahkan beberapa dari mereka mengenalinya.


Devan berjalan memutar ke arah pintu penumpang, Yocelyn juga berjalan mendekatinya.

__ADS_1


"Selamat siang, istri ku!" ucap Devan menyambut Yocelyn yang sudah berada tepat di depannya.


"Siang juga suamiku!" jawab Yocelyn dengan senyum yang tidak pernah lepas dari bibirnya.


"Ayo!" ucap Devan sambil membuka pintu penumpang untuk istrinya.


Yocelyn masuk ke dalam mobil, dan duduk di kursi penumpang lalu memakai seat belt nya. Devan kembali berjalan ke arah pintu kemudi, tanpa peduli dengan banyaknya mahasiswa yang melihat keberadaannya.


Devan masuk ke dalam mobil tanpa melihat sekitar. Dia langsung menyalakan mesin mobilnya, sambil melirik sang istri yang selalu melihat nya.


Devan melajukan mobilnya meninggalkan area kampus yang di penuhi oleh mahasiswa yang otaknya kini di penuhi pertanyaan, bagaimana bisa gadis tidak pernah bergaul itu mengenal Devander Gibran.


Hebat sekali Yocelyn bisa menaklukkan Tuan Devan!


Ucap Ayra dalam hati. Dia masih mengamati Yocelyn dari dalam mobilnya.


"Jalan pak!" ucapnya kemudian.


"Cleo, kamu yakin suami Yocelyn itu Casanova?" tanya Lolita pada Cleo yang berdiri di sampingnya.


"Masa iya kamu nggak percaya!" jawab Cleo, "kamu sih nggak pernah ke klub!"


"Tapi dia kelihatannya baik! Kelihatan sekali kalau Tuan Devan itu mencintai Yocelyn!"


"Bisa saja itu hanya kamuflase! kamu tau arti kamuflase kan? mungkin saja Tuan Devan kalau sudah bosan dengan Yocelyn dia akan meninggalkan Yocelyn!"


"Kamu jangan ngarang!"


"Ngarang bagaimana? Tuan Devan itu suka dengan sesuatu yang baru! bisa saja dia mendekati Yocelyn, karena Yocelyn terlihat berbeda!"


"Berbeda bagaimana?"


"Ck!" Cleo berdecih, "Yocelyn kan polos dan bahkan belum pernah di sentuh laki - laki manapun! mungkin saja Tuan Devan menikahinya supaya Yocelyn rela keperawanannya yang 100% di ambil Tuan Devan!"


"Ngaco kamu!" ucap Lolita, "buktinya mereka menikah, bahkan kabur berbulan - bulan. Hampir setahun mereka masih bersama!"


"Ck! sok tau kamu Cleo!"


"Terserah deh kalau kamu tidak percaya! yang itulah hasil dari penerawangan ku!"


"Kamu kan bukan dukun!"


"Emang harus dukun yang menerawang!"


"Ck!" Lolita berdecih, lalu memikirkan apa yang di ucapkan Cleo.


Kalau sampai ucapan Cleo benar, kasian sekali Yocelyn!


Ucap Lolita dalam hati.


Cleo mengamati ekspresi Lolita yang terlihat memikirkan ucapannya. Kemudian Cleo mengangkat sudut bibirnya lalu kembali melihat jalan raya yang di penuhi mobil jemputan. Tapi belum juga melihat mobil yang menjemputnya.


*Aku saja belum kesampaian untuk bisa menghabiskan malam dengan Tuan Devan! Masa iya dia udah tobat duluan! Enak banget si Yocelyn dapat Tuan Devan selamanya!


Padahal target ku akhir tahun ini adalah menaklukkan Tuan Devan, dan menikmati hartanya yang tidak akan habis tujuh turunan!


Tapi melihat ekspresi saat bertemu Yocelyn tadi, sepertinya dia sudah tidak menganggap gadis manapun cantik!


Ah! kenapa aku tidak bergerak sedari dulu sih! Ini gara - gara senior yang selalu lebih dulu berhasil menaklukkan Tuan Devan dulu. Ck*!


Ucap Cleo dalam hati.


# # # # # #


"Bagaimana kuliahnya, Sayang?" tanya Devan melirik Yocelyn yang duduk di sampingnya.


"Emm.. seru! sekarang aku punya teman!" ucap Yocelyn girang.


"Teman?" tanya Devan.

__ADS_1


"Iya! namanya Lolita, Cleo dan Ayra!"


"Mereka baik?" tanya Devan.


"Baik?" Yocelyn mengerutkan keningnya.


"Iya! apa mereka tipe teman yang baik atau teman suka mengompori!"


"Hah?" Yocelyn bertanya - tanya dalam hatinya. "Suka mengompori bagaimana?"


"Sayang, teman itu ada banyak tipe! ada benar - benar baik, ada yang di depan baik di belakang busuk! ada juga yang terlihat cuek, tapi justru paling care dengan kita!"


"Kenapa aku tidak memikirkan sejauh itu ya?"


"Karena kamu bilang tidak pernah punya teman sebelumnya kan?" tanya Devan.


"Iya, sih!"


"Mangkanya, mulai sekarang kamu harus menyaring, mana teman yang pantas untuk di jadikan teman dan mana yang tidak! istilahnya kamu harus tau, mana kawan dan mana lawan!"


"Baiklah, Sayang!" jawab Yocelyn. "Aku akan menyaring mereka!"


"Hemm!" Devan mengangguk sambil mengusap puncak kepala Yocelyn.


"Oh ya, tadi Cleo dan Ayra bilang mengenal kamu lo, Sayang!"


"Oh ya?"


"Iya! mereka tau kamu di salah satu klub yang dulu sering kamu kunjungi!" ucap Yocelyn, "apa sebelumnya kamu pernah mengenal nama Ayra dan Cleo?"


"Tidak!" jawab Devan cepat sambil mengingat - ingat nama yang di sebutkan istrinya.


"Yakin?"


"Iya!"


"Tapi mereka seperti sangat mengenal kamu!" ucap Yocelyn, "mereka bahkan tau kamu casanova! dan lagi mereka tau kalau kamu kaya raya! masa kamu nggak kenal!"


"Sayang! banyak orang mengenalku kaya raya, karena aku juga sering muncul di majalah bisnis!" jawab Devan. "Kalau mereka mengenalku di klub itu mungkin karena aku pengunjung paling tampan di klub itu!"


"Hehe! bisa jadi!" jawab Yocelyn.


"Sayang! baik buruk yang mereka katakan kamu tetap harus percaya pada penjelasan ku!"


"Selalu, Sayang!" jawab Yocelyn.


"Good!" jawab Devan sambil terus fokus mengemudikan mobilnya.


.


.


.


.


.


.




***Tebak ya! mana yang jahat mana yang baik! hehe 🤩



Selamat membaca 🌹🌹🌹***

__ADS_1


__ADS_2