
Seminggu kemudian . . .
Devan melajukan mobil sportnya meninggalkan gedung apartemennya. Selama seminggu itu, Devan sama sekali tidak membawa Yocelyn keluar apartemen. Matanya berulang kali memantau kaca spion kanan kiri juga tengah.
Karena berdasarkan pengamatan pengawal yang dikirim Devan untuk menjaga Yocelyn, mengatakan, ada beberapa orang yang selalu mengikuti Devan. Dan akan berhenti setelah Devan masuk ke wilayah kantor ataupun apartemennya. Saat Devan keluar kantor kembali ada yang mengikuti.
"Sebenarnya siapa mereka?" tanya Devan pada dirinya sendiri, saat mengamati sebuah mobil yang parkir di depan gedung perusahaannya. Tadi pagi mobil hitam itu mengikutinya sampai dia masuk ke kantornya, tanpa melakukan perlawanan.
"Mereka bahkan tidak berseragam!" lanjutnya sambil menyeruput kopi di cangkir yang ada di tangan kanannya. Devan mengeluarkan ponselnya, dan mendial nomor Christ.
"Halo, Tuan?"
"Christ, perintahkan pengawal untuk memantau mobil hitam yang berhenti di depan kantor!"
"Siap, Tuan!"
"Jangan sampai mereka curiga!"
"Tuan jangan khawatir! serahkan pada kami!"
"Hemm!" Devan mematikan panggilan ponselnya pada Christ. Lalu mendial nomor kekasihnya.
"Halo, Sayang!" suara Yocelyn yang terdengar ceria menjawab panggilan telpon Devan.
"Hai, kesayanganku, Princess Yocelyn" sapa Devan lembut.
"Hehe, kamu tidak sibuk?"
"Tidak," jawab Devan. "Sayang, ingat! hari ini jangan keluar dulu! jangan pernah meninggalkan apartemen tanpa seizin dari ku!"
"Memangnya kenapa sih, Sayang?" tanya Yocelyn, "aku sudah bosan di apartemen sendirian!" lanjutnya manja.
Devan menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.
"Tunggu semua membaik!"
"Membaik?" pekik Yocelyn, "memangnya ada suatu hal yang buruk?" tanya Yocelyn dengan nada panik.
"Tidak, tidak! jangan panik!" jawab Devan spontan, "anak buah ku sedang menyelidikinya, semua pasti akan baik - baik saja!"
"Tapi Sayang, aku jadi takut di apartemen sendirian"
"Sayaang, mana mungkin aku meninggalkan kamu sendirian!" ucap Devan, "sejak awal kamu di apartemen, aku sudah memberi pengawal khusus untuk mengawasi kamu!"
"Hah! serius?" Yocelyn seolah tak percaya dengan ucapan Devan.
"Iya, Sayangku!"
"Tapi kenapa aku tidak merasa di awasi?"
"Karena itu bagian dari tugas pengawal FG corp!"
"Oh, heheh!" Yocelyn merasa senang sekali, ternyata Devan begitu perhatian padanya. "Aku tidak menyangka kamu sama seperti Papa! memberi ku pengawal!"
"Demi keselamatan kamu, Sayang!" jawab Devan bangga.
Kalau kamu tau aku dan Papa mu sama - sama punya background Casanova apa mungkin kamu akan pingsan? tanya Devan dalam hati.
"Bedanya kamu memberiku pengawal yang tidak ribet seperti pengawal Papa!" lanjut Yocelyn.
"Supaya kamu tetap nyaman, dan bisa melakukan apapun yang kamu mau!"
"Hehe! kamu baik banget Sayang!"
"I love you!" ucap Devan.
"I love you too, Muuach!" balas Yocelyn.
"Hahaha! kamu selalu membuatku gemas!" ucap Devan.
"Kamu selalu membuatku semakin mencintaimu!" ucap Yocelyn.
"Hahah!" Devan tergelak. "Apa buktinya kalau kamu mencintai ku?"
"Emmm! nanti deh!" ucap Yocelyn tersenyum kikuk.
"Kenapa harus nanti?"
"Pokoknya nanti, kalau kamu pulang kerja!"
"Baiklah, aku akan pulang lebih awal!"
"Beneran?" tanya Yocelyn antusias.
"Iya, Sayang!"
"Yes!" Yocelyn selalu senang jika Devan pulang lebih awal. Cinta pertama benar - benar membuat tak ingin melewatkan sedikitpun waktu untuk bersama Devan.
__ADS_1
"Ya sudah, aku harus kembali bekerja! kamu jangan kemana - mana, makan siang pesan saja!"
"Siap, Sayang!"
"Bye bye, I love you!"
"Bye, I love you too!"
Devan mengakhiri panggilan telponnya, dan memasukkan ponsel ke dalam saku celananya.
"Aku harus tau, siapa yang menyuruh kalian!" gumam Devan menatap mobil yang masih terparkir di depan kantornya.
Sesaat kemudian, Devan kembali duduk di singgasananya. Dan mulai memeriksa dokumen yang ada di depannya.
# # # # # #
"Mama apa kabar ya?" gumam Yocelyn yang bersantai di kamar apartemennya.
Yocelyn membuka beberapa akun fake miliknya, dan kembali membuka akun Mamanya. Di mana Mama nya selalu menuliskan kesedihannya ayas kehilangannya.
Keanu enggan menggunakan jasa kepolisian untuk menemukan putrinya. Karena jika sampai berita hilangnya sang puteri terdengar, maka akan menjadi kesempatan lawan untuk menjatuhkan pertahanan perusahaan Keanu. Dan hal itu sudah di ketahui oleh Yocelyn, sebelum dia memutuskan untuk meninggalkan Mansion orang tuanya.
"Mama, kalau Yocelyn pulang, Yocelyn akan pulang bersama Devan, kekasih Yocelyn" gumamnya dengan senyum tipis menatap wajah Mamanya di layar ponsel.
"Devan laki - laki yang baik, tampan dan dia sangat menyayangi Yocelyn!"
"Mommy dan Daddy pasti setuju jika Yocelyn kelak menikah dengan nya!"
Yocelyn mengusap beberapa kali layar ponselnya. Tidak di pungkiri jika dia sangat merindukan orang tua nya. Meskipun orang tuanya sangat jarang di rumah, tapi setiap malam mereka pasti menyempatkan diri untuk mampir ke kamar Yocelyn, dan mencium keningnya meskipun Yocelyn telah terlelap.
# # # # # #
"Tuan, sudah seminggu ini kami tidak melihat Tuan Devan berjalan dengan gadis itu atau gadis manapun!" ucap salah seorang pengawal pada Keanu yang tengah berdiri menatap kota London dari ruang kerjanya. "Terakhir kami melihat Tuan Devan membawa gadis itu masuk ke gedung apartemen yang di tempati Tuan Devan. Dan tidak pernah melihatnya keluar lagi!"
"Apa Devan menyimpan gadis itu di apartemennya?"
"Kami tidak tau, Tuan! kami di tolak saat hendak mencoba untuk mengamati lebih dekat tanpa surat perintah dari pihak apartemen yang terkait!" lanjutnya, "yang jelas saat kami mencari Nona Yocelyn di gedung apartemen itu, hanya ada dua nama perempuan lajang sebagai pemilik apartemen di sana. Tapi apartemen itu di sewakan! dan yang menyewa satu laki - laki lajang dan sepasang pasutri! jadi kemungkinan Tuan Devan membawa gadis itu tinggal bersamanya!"
"Aku tidak bisa mengajukan pencarian atas nama Devan di apartemen itu! bisa - bisa Devan akan curiga!" jawab Keanu, "kalian cukup amati Devan dari luar saja!"
"Baik, Tuan!"
"Saat jam makan siang tadi, Tuan Devan hanya keluar dengan asisten pribadinya, Christian! dan mereka hanya makan berdua di restoran yang tidak jauh dari kantornya!" ucap anak buahnya lagi. "Tapi Tuan Devan melakukan panggilan telpon yang kami yakini sebagai gadis itu, karena Tuan Devan berbicara dengan memanggilnya sayang!"
"Sayang?" gumam Keanu lirih, lalu tersenyum dengan sinisnya. "Sepertinya Devan menyimpan rapat gadis itu! aku semakin penasaran saja, gadis seperti apa yang membuat Casanova itu enggan berpaling!"
"Pergilah!"
"Baik, Tuan! permisi!"
Keanu tidak menjawab, juga tidak menoleh sedikitpun pada pengawalnya.
"Gadis bodoh seperti apa yang mau menjadi simpanan Devan di apartemen! hahaha!" ucapnya setelah ruang kerjanya kembali sepi.
"Hanya gadis miskin yang mau di jadikan Devan tempat sampah di apartemennya!"
"Devan.. Devan.. Kalau saja kita tidak saling membutuhkan, aku pasti akan menghancurkan pergerakan mu di dunia bisnis bahkan julukan mu sebagai Casanova!"
Keanu pernah sakit hati, saat mendengar Erastus dan beberapa temannya menyebut Devan lebih berkarisma sebagai Casanova di banding dirinya dahulu. Hanya saja perusahaan Keanu dan FG corp terikat bisnis yang akan menghancurkan keduanya jika sampai bisnis mereka berantakan, terutama perusahaan milik Keanu.
Untuk itulah, selama ini mereka menekan ego masing - masing. Dan Keanu berusaha menormalkan diri untuk melanjutkan bisnis dengan Devan, selaku cucu pewaris tunggal Felix Gibran.
"Aku hampir lupa! Devander Gibran memiliki insting yang kuat!" gumamnya kemudian, "apa mungkin dia tau kalau aku mengirim pengawasan untuknya!" lanjutnya, "Sial! kenapa aku baru menyadarinya!"
"Selamat Sian, Tuan!" sahutan dari orang di sebrang telfonnya.
"Jangan ikuti Devan lagi! aku rasa dia tau kalau dia sedang di awasi!"
"Baik, Tuan!"
Keanu mengakhiri panggilan pada pimpinan anak buahnya.
"Kenapa aku bisa lupa siapa Devan!" gumamnya lagi dengan menggebrak meja kerjanya.
"Aku yakin dia sudah tau, untuk itu dia tidak pernah lagi membawa gadis simpanannya keluar!"
# # # # # #
"Tuan, mobil itu pergi setelah salah seorang di dalamnya menerima panggilan telpon!" ucap salah seorang anak buah yang di tugaskan Devan untuk mengawasi mobil hitam itu.
"Jangan lengah!" ucap Devan, "pastikan dulu apa mereka kembali mengikuti ku, setelah aku keluar dari sini!"
"Siap, Tuan!" jawab suara dari sebrang.
Telpon terputus setelah Devan mengakhiri panggilan telponnya.
"Siapa yang menyuruh mereka?" gumam Devan.
__ADS_1
"Ada masalah apa denganku?"
"Charla?" gumamnya saat melihat ponselnya berdering dan membaca sang pemanggil.
"Halo?" jawab Devan mengangkat panggilan Charla.
"Devan? I miss you!" ucap Charla dari sebrang.
"Ada apa Charla?" tanya Devan tanpa basa - basi.
"Aku kan sudah bilang aku merindukan mu!" ucap Charla dengan suara setengah basah.
"Kamu tidak pernah menghubungi ku hanya untuk kalimat itu!" jawab Devan.
"Devan sayang, please deh! jangan jadi Casanova yang habis manis sepah di buang!"
"Apa maksud mu?"
"Devan, apa kamu tidak merindukan permainan ranjang kita?" tanya Charla dengan suara menggoda.
"Tidak!" jawab Devan tegas.
"Devan, kamu lupa yang memuaskan kamu saat kamu menginginkannya tapi tidak ada lawan?"
"Aku sudah tidak membutuhkan hal itu!" jawab Devan yang mulai curiga dengan pergerakan Charla.
"Apa karena kamu sudah punya yang baru?" tanya Charla.
"Kalau tidak terlalu penting, lebih baik matikan telponnya!" ucap Devan.
"Sudah kamu pakai berapa kali gadis itu?"
"Apa maksud mu?"
"Jangan kamu pikir aku tidak tau, kamu membawa gadis cantik ke apartemen mu Devan!"
"Bukan urusan kamu Charla!"
"Begitu kah?" tanya Charla dengan senyum sinis.
"Sorry, Charla aku sedang sibuk! jaga diri baik - baik! bye!" ucap Devan yang langsung mematikan panggilan Charla.
"Dari mana dia tau ada gadis di apartemenku?" gumam Devan, "apa jangan - jangan mereka suruhan Charla?"
# # # # # #
Sedang di apartemen Charla, dia mengumpat Devan habis - habisan. Rasa kesal, cemburu juga benci merasuki hati dan pikirannya.
"Shiitt!" umpatnya, "Devan benar - benar brengs*k!" ucapnya membuang ponsel ke tempat tidurnya.
"Bodohnya aku, kenapa aku dulu bilang tidak akan pernah mencintainya!"
"Sekarang aku benar - benar di buang olehnya!"
Charla menarik dan membuang nafasnya dengan kesal. Dia menyilangkan tangan di dadanya menatap jalan raya di bawah sana.
.
.
.
.
.
Selamat membaca 🤩
Salam sehat untuk semua para reader setia. semoga semua di berikan kesehatan dan rezeki yang luas.
Jangan lupa tinggalkan Like juga komentarnya, sebagai dukungan pada novel receh Author.
Terima kasih,
Salam Lovallena.
__ADS_1