
Papa, Mama dan Erina berdiri di ambang pintu kamar Yocelyn. Tatapan mata sang Papa benar - benar setajam pisau belati. Yocelyn duduk di atas tempat tidurnya dengan menyilangkan kakinya.
"Bicara dengan siapa kamu!" hardik Papa.
"Tidak ada!" bohong Yocelyn.
"Jangan bohong!" Papa berjalan mendekat.
"Tidak ada Daddy!" bantah Yocelyn yang memasang wajah manja.
Sebagai jurusnya saat di masa kecil. Memasang wajah manja di saat sang Papa memarahinya.
"Wajah mu kali ini tidak akan merubah ekspresi Papa!" ucap Papa tegas.
Spontan wajah Yocelyn memasang wajah cemberut. Usahanya benar - benar gagal untuk meredam emosi yang Papa.
"Berikan ponsel mu!" ucap Papa.
"Ponsel ku sudah ku buang Papa!"
"Kamu pikir Papa percaya?"
"Papa harus percaya!" ucap Yocelyn tanpa rasa berdosa.
"Yocelyn..." panggil Mama lembut yang sedari tadi berdiri di belakang suaminya.
"Mama..." balas Yocelyn.
"Kamu tau Yocelyn?" ucap Papa lirih. "Papa kecewa selama kamu menghilang, justru dekat dengan Devan!" jelas Papa menatap sendu putrinya.
"Paaa...! Devan laki - laki yang baik!"
Tanpa berkata lagi, Papa menggelengkan kepalanya pelan. Seolah tidak sanggup lagi untuk menjelaskan apapun tentang Devan. Apalagi saat mengingat sang putri yang seolah sudah terbiasa keluar masuk FG corp. Kemudian Papanya melangkah pergi meninggalkan kamar Yocelyn.
"Yocelyn, kamu harus mendengarkan ucapan Papa nak!"
"Tapi Mom.." rengek Yocelyn.
"Sudah, jangan membantah!" pungkas Mama.
Mama mengusap lembut puncak kepala Yocelyn. Lalu menyusul suaminya keluar dari kamar sang putri meninggalkan Yocelyn dan Erina.
"Erin! jelaskan padaku, apa sebenarnya Casanova itu?" tanya Yocelyn setelah memastikan pintu kamarnya kembali tertutup.
"Memangnya kenapa Nona?" tanya Erina balik sambil duduk di tepi ranjang Nona nya.
"Jawab saja!" ketus Yocelyn.
"Sebenarnya saya juga tidak terlalu paham tentang apa itu Casanova, Nona!" jawab Erina. "Hanya saja saya pernah dengar, kalau Casanova itu seperti playboy tapi lebih gila dari playboy!" jawab Erina yang sebenarnya juga tidak berpengalaman dalam dunia percintaan. Hanya saja dia pernah berpacaran. Berbeda dengan Yocelyn, yang polosnya sampai ke ubun - ubun.
"What!" pekik Yocelyn mengerutkan keningnya, serasa tidak percaya dengan penjelasan asistennya itu. "Tapi kekasih ku tidak pernah pacaran! dia hanya pernah memiliki kekasih saat berusia 15 tahun!" lanjutnya.
"Memangnya apa hubungannya Casanova dengan kekasih anda?" tanya Erina bingung.
"Papa bilang kekasih ku itu Casanova!" jawan Yocelyn dengan polosnya.
Spontan Erina mendelik tak percaya. "Apa benar kekasih Nona seorang Casanova?"
"Aku tidak tau, Papa yang bilang begitu!" jawab Yocelyn, "tapi kekasihku sangat sayang padaku! aku tidak pernah melihatnya dekat dengan gadis lain!"
"Nona? Nona harus waspada! seorang playboy atau casanova pasti pandai berkilah di depan pasangannya!" jelas Erina.
"Tapi kekasih ku terlihat jujur! dia hanya punya satu mantan kekasih!"
__ADS_1
"Memangnya kalau boleh tau, siapa nama kekasih Nona?" tanya Erina penasaran.
"Devan!" jawab Yocelyn. "Devander Gibran, CEO FG corp!"
"What! FG corp!" pekik Erina yang tidak menyangka Nona nya dekat dengan seorang CEO dari perusahaan terkemuka.
Tapi Nona muda juga kan bukan Nona sembarangan! batin Erina.
"Memangnya kenapa?" tanya Yocelyn.
"Tidak apa - apa, Nona!"
Kalau CEO sekelas FG corp, pantas saja menjadi Casanova! batin Erina lagi.
"Ya sudah, Nona harus istirahat! saya akan menunggu sampai Nona tidur!"
"Eh, tidak - tidak!" sahut Yocelyn, "kamu keluar saja! aku mau tidur sendiri!"
"Tapi Nona, memastikan Nona benar - benar tidur juga tugas saya!" ucap Erina.
"Aku pasti langsung tidur!" jawab Yocelyn, "cepat keluar!" usir Yocelyn memaksa.
"Kalau Tuan memarahi saya?"
"Tidak akan! bilang saja aku sudah tidur!"
"Baiklah!" jawab Erina pasrah.
Erina keluar dari kamar Yocelyn, dan dengan cepat Yocelyn mengunci pintu kamarnya, agar tidak ada yang akan mengganggu aktivitas misterius yang akan dia kerjakan.
Yocelyn langsung mencari kembali ponselnya yang tadi dia lempar ke bawah kolong tempat tidurnya.
Hap!
Dengan kelincahan jari jemarinya, Yocelyn membuka aplikasi google. Lalu mengetik kata Casanova, hingga muncullah beberapa penjelasan tentang Casanova. Dan orang - orang sangat terkenal sebagai Casanova pada zamannya.
Sesekali Yocelyn tampak membulatkan matanya, juga sesekali bergidik ngeri. Entah artikel yang seperti apa yang membuatnya memunculkan berbagai ekspresi.
Yocelyn terus berselancar di dunia maya. Dia membuka berbagai macam sosial media, untuk sekedar memperdalam pengetahuannya tentang casanova.
Sampai akhirnya, sebuah kenyataan dia temukan. Dimana mampu membuatnya tertegun dan berfikir panjang.
Mendapati kenyataan yang mampu membuatnya benar - benar kecewa. Artikel dan juga beberapa foto yang mampu membuat jantungnya seolah berhenti berdetak.
Bagaikan mendung kala sore, dimana petir siap menyambar apapun yang membuatnya tertarik untuk menyambarnya.
"Aku tidak menyangka!" gumamnya sambil menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan.
"Aku harus menyusun rencana matang, untuk membalas perbuatan kotor seperti itu!" lanjutnya menggenggam erat ponselnya.
"Devan, kamu tidak mau memberiku jawaban tentang Casanova, sekarang aku sudah tau semuanya!"
# # # # # #
Di apartemennya, Devan tengah menyusun rencananya secara matang, setelah melakukan panggilan telepon pada Yocelyn. Dia bahkan membuat kalimat - kalimat yang bisa melumpuhkan Keanu.
Dan kunci terkuat untuk keberhasilan rencananya adalah kekuatan cinta Yocelyn padanya. Devan tampak ketar - ketir jika sewaktu - waktu cinta Yocelyn memudar karena pengaruh sang Papa.
"Kamu pasti masih sangat mencintai ku kan, Sayang!" gumam Devan yang duduk di kursi kerjanya.
Hatinya berkecamuk, antara rindu dan kesal dengan keadaan yang seolah bermain - main dengannya.
# # # # # #
__ADS_1
Di kamarnya, Yocelyn tengah di hakimi sang Papa. Sang Papa benar - benar menyita ponsel milik Yocelyn setelah mendapatkan bukti jika Yocelyn memiliki ponsel.
"Berani kamu membantah Papa!"
"Paaa ... aku hanya butuh hiburan dari ponsel ku!" ucap Yocelyn memelas.
"Tidak untuk sekarang!" bentak sang Papa. "Kalau kamu berjanji untuk tidak lagi mencintai Devan, barulah Papa akan memberikan kamu ponsel baru! bukan ponsel dari bajing*n itu!"
"Papa!" seru Yocelyn yang tidak suka Papanya menyebut Devan bajing*an. Meskipun Yocelyn sudah tau dari arti Casanova yang di ucapkan sang Papa kekasihnya.
"Papa tidak peduli dengan mu yang merajuk! selama kamu masih berhubungan dengan Devan, maka tidak ada lagi ponsel!"
"Papa jahat!" seru Yocelyn kesal.
"Ini terbaik untukmu Yocelyn!"
"Bukan!"
"Iya!"
"Bukan!"
"Terserah! yang penting kamu tidak boleh lagi berhubungan dengan Devan kepar*t itu!"
"Papa jangan sebut dengan kata - kata kotor itu!" rengek Yocelyn.
"Karena dia memang kotor!"
"Ck!" Yocelyn berdecih kesal.
Sang Papa benar - benar tega padanya. Kemudian sang Papa meninggalkan kamar Yocelyn yang di dekor seperti kamar putri raja.
"Papa jahat!" gumam Yocelyn menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.
"Apa aku harus melupakan Devan saja ya?" gumamnya kemudian. "Lagi pula dia menyandang status Casanova! itu kan hal yang menjijikkan!"
Yocelyn bergelimpangan di atas tempat tidurnya yang berukuran king size. Dengan di dominasi warna biru langit sebagai sprei dan bedcover nya.
"Aakkhh! bingung!"
.
.
.
.
Bagaimana kelanjutannya? apakah Devan dan Yocelyn akan berakhir?
Tunggu kelanjutannya ya! 🤩
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya. 🥰
Terima kasih,
__ADS_1
Salam Lovallena.