Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Awasi Devan!


__ADS_3

Tok tok tok


"Masuk!" sahut Devan dari ruangannya setelah melepas pelukannya dengan Yocelyn.


Clekk


Christ membuka pintu dengan membawa beberapa laporan di tangannya.


"Selamat pagi, Tuan" sapa Christ, "ini dokumen yang harus Tuan tanda tangani!" ucap Christ meletakkan dokumen di atas meja Devan. Sementara matanya menangkap sosok gadis yang tak asing baginya tengah duduk santai di sofa dengan cake di tangannya. "Selamat pagi, Nona!" sapa Christ pada Yocelyn.


"Pagi, Christ!" jawab Yocelyn, "kau mau coba ini?" tawar Yocelyn menunjuk cake di meja depannya.


"Tidak, Nona! terima kasih!" tolak Christ dengan sopan.


"Yakin?" tanya Yocelyn, "ini enak loh!"


"Yakin, Nona!"


Yocelyn menyebikkan bibirnya, merasa tawaran tulusnya sia - sia.


"Ini!" ucap Devan menunjuk dokumen yang baru selesai di tanda tanganinya.


"Siap, Tuan!" Christ mengambil kembali dokumennya. "Tuan, yang anda minta kemarin sudah saya kirim ke email Tuan tadi! tentang kelemahan ..."


Kalimat Christ terhenti oleh pelototan tajam dari sepasang mata Devan.


"Keluar!" ucap Devan tegas dan ketus.


"Baik, Tuan! permisi!" seketika nyali Christ menciut.


Memangnya apa hubungannya Tuan Keanu dan gadis ini? kenapa Tuan sampai melarang ku bicara di depan gadis ini! kenapa pula Tuan sampai membawanya ke kantor? apa jangan - jangan ...? tanya Christ dalam hati sambil berjalan ke arah pintu dengan mata yang melirik sekilas ke arah Yocelyn yang tidak peduli dengan kepergiannya.


"Sayang, coba deh!" ucap Yocelyn yang sudah berdiri di samping Devan dengan menyodorkan sepotong cake ke mulut Devan.


Spontan Devan keluar dari layar laptopnya yang menunjukkan email yang di kirim Christ. Tanpa banyak bicara, Devan langsung membuka mulutnya agar Yocelyn tidak curiga. Yocelyn menyuapkan cake ke mulut Devan dengan hati - hati, yang langsung di kunyah nya tanpa ragu.


"Enak?" tanya Yocelyn memiringkan wajah melihat ekspresi Devan.


"Enak!" jawab Devan yang langsung menarik Yocelyn ke pangkuannya.


"Akh!" pekik Yocelyn, "Sayang, malu kalau ada yang lihat!"


"Tidak ada yang melihat!" jawab Devan melingkarkan tangan di pinggang Yocelyn. "Lagi pula tidak ada yang berani masuk tanpa mengetuk pintu!"


"Hemm! enak ya jadi bos! di segani!"


"Mereka juga pasti akan menyegani kamu, kalau mereka tau kamu kekasihku!"


"Oh ya?"


"Tentu saja, Sayang!" jawab Devan mentoel hidung Yocelyn.


"Sayang, nanti makan siang di resto favorit ku yuk!"


"Dimana?"


"Di jalan Inggris Raya! tadi kita melewatinya!"


"Oh ya?"


"Iya! aku akan pesan ruang VIP! biar kita bisa makan tanpa gangguan dari orang - orang!"


"Boleh! lagi pula itu resto favoritmu! bisa saja ada pengawal Papamu yang memantau!"


"Iya juga ya!" Yocelyn mengangguk sambil berfikir. "Atau kita makan di tempat lain saja?"

__ADS_1


"Tidak perlu! kita akan pesan VIP room!" ucap Devan, "lagi pula tidak ada yang tau aku yang menyembunyikan kamu!"


"Hahahah! dasar pencuri!"


"Kok pencuri?"


"Sudah mencuri anak orang, mencuri hatinya pula!"


"Eits!" sahut Devan, "ingat! kamu sendiri yang masuk ke mobil Tuan Devan!"


"Iya juga sih! hehe!"


"Kamu menyesal masuk ke mobilku?"


"Mana mungkin!" jawab Yocelyn spontan. "Aku justru bahagia bisa masuk ke dalam hidup mu!" ucap Yocelyn dengan polosnya.


"Aku juga sangat bahagia bisa menemukan kamu!" ucap Devan, "meskipun menemukannya di kolong mobil!" lanjut Devan dengan senyum meledek.


"Aaaahh!" keluh Yocelyn kesal dengan mendorong pipi Devan ke arah dengan satu jarinya.


"Haha!" Spontan Devan tergelak dengan ekspresi kekasihnya itu. "I love you, Sayang!" ucap Devan mencium tengkuk leher Yocelyn di depannya.


"Iiish!" celetuk Yocelyn kegelian. "I love you too!" balas Yocelyn setelah Devan menghentikan aksinya.


Kekasih perawan ku! bagai menyimpan berlian di kandang ku! batin Devan.


# # # # # #


Jam menunjukkan pukul 12 siang, Devan memarkirkan mobilnya di parkiran depan restoran yang di maksud Yocelyn. Itu adalah sebuah restoran bergaya Western dan Italia.


Devan menoleh kanan - kiri dan melihat sekitarnya. Mencari orang yang mungkin mencurigakan, mengingat itu restoran yang sering di kunjungi Yocelyn.


"Sayang, pakai masker mu dan pakai topi kamu!" ucap Devan.


"Ingat! kamu harus berjalan santai, dan jangan menimbulkan gelagat mencurigakan!"


"Gelagat mencurigakan?" tanya Yocelyn yang tidak tau maksud Devan.


"Gelagat seolah - olah kamu sedang sembunyi!" jawab Devan, "berjalan di samping ku dengan santai!"


"Oh! siap!" jawab Yocelyn dengan senyum lebar.


"Good girl!"


Devan membuka pintu kemudinya, dan keluar dari mobilnya. Berjalan ke sisi mobil lainnya untuk membuka pintu penumpang. Yocelyn keluar dengan di sambut uluran tangan Devan. Mereka berjalan beriringan untuk memasuki restoran.


Devan masuk ke ruang VIP yang sudah di pesan Yocelyn. Mereka duduk berdua menikmati hidangan yang sudah tersaji, karena sudah memesan sebelum mereka datang.


"Coba ini, Sayang!" ucap Yocelyn menyodorkan garpu dengan seiris daging kecil, dan sebiji jagung olahan.


Hap! Devan langsung melahap dan mengunyahnya.


"Enak kan?"


"Enak!" jawab Devan mengangguk.


Hampir satu jam mereka menikmati waktu mereka di ruang VIP itu. Menghabiskan jan istirahat dengan mengobrol santai.


Mereka keluar masih dangan saling menggenggam tangan hingga Devan membuka pintu untuk Yocelyn. Devan kembali melajukan mobilnya menuju kantornya. Karena jam istirahat hampir habis.


# # # # # #


Di gedung menjulang tinggi lainnya, beberapa orang berpakaian pengawal, tengah berdiri di ruang pemimpin sekaligus pemilik dari gedung itu.


"Nona Yocelyn tidak pernah datang ke kampusnya, Tuan!" ucap salah seorang pengawal.

__ADS_1


"Selama di restoran, saya hanya mendapati Tuan Devan bersama seorang gadis, Tuan!" ucap pengawal lainnya.


"Devan bersama seorang gadis?" tanya Keanu mengerutkan keningnya.


"Iya, Tuan! mereka tampak sangat dekat dan sepertinya mereka menjalin hubungan!"


"Hahaha! sejak kapan Devan menjalin hubungan dengan seorang gadis!" celetuk Keanu. "Apa gadis itu yang di bawa Devan keluar dari klub?" tanya Keanu.


"Saya tidak terlalu mengingat gadis yang di bawa Tuan Devan saat itu, Tuan!" jawab pengawal itu yang memang mengikuti Keanu saat datang ke klub malam waktu itu. "Hanya saja warna rambutnya berbeda! Lagi pula gadis yang di bawa Tuan Devan tadi, keluar masuk dengan memakai masker. Dan mereka makan di ruang VIP!"


Aku tidak pernah melihat maupun mendengar Devan membawa gadis untuk makan secara spesial seperti itu! sikapnya saat meeting kemarin ku juga sangat berbeda dari biasanya! ada apa dengannya! ucap Keanu dalam hati.


"Sepertinya kau harus mengawasi Devan!" ucap Keanu tegas pada pengawal itu. "Aku ingin tau, perubahan apa yang sedang di lakukan Devan, dan apa rencana nya!"


"Baik, Tuan!" jawab pengawal berusia sekitar 40 tahun itu.


"Keluar!" ucap Keanu tegas.


Semua keluar dari ruangan itu tanpa banyak tanya lagi. Keanu duduk menghadap dinding kaca yang menunjukkan kota London. Jari jemarinya mengetuk dingin meja kerjanya.


"Kemana kamu, girl!" gumam Keanu lirih mengingat Yocelyn tak kunjung di temukan.


"Daddy sangat merindukan kamu!"


"Mommy juga begitu merindukan kamu, girl!"


"Daddy dan Mommy minta maaf, jika kamu marah kami yang tak punya banyak waktu untuk kamu! dan hanya memfasilitasi kamu seperti seorang putri!"


Keanu menghembuskan nafasnya kasar. Sudah seminggu lebih tak satupun pengawalnya menemukan tanda - tanda keberadaan Yocelyn.


Bahkan setiap hari Keanu mengecek nama penumpang penerbangan. Tapi tak satupun penerbangan menunjukkan nama Yocelyn.


"Itu artinya, kamu masih di London, Sayang! tapi kamu di mana?" gumamnya lagi.


Beberapa saat berlalu, ingatannya teralihkan oleh rekan bisnisnya, Devan.


"Ah! Devan! apa iya dia menjalin hubungan?" gumam nya, "setan apa yang merasuki Casanova seperti dia, sampai dia bisa jatuh cinta?"


"Bukankah dia hanya akan main - main seperti ku dulu?"


"Hahaha! kalau benar dia sedang jatuh cinta, aku harus tau siapa gadis yang menjatuhkan hati laki - laki seperti Devander Gibran!"


Keanu tersenyum sinis menatap luasnya kota London yang terlihat dari dinding kaca di ruangannya.


.


.


.


.




Jangan lupa tinggalkan Like nya ya kakak. Novel Author ini benar - benar miskin like dan komentar! Hehehe 🤭



Terima kasih,



Salam Lovallena.

__ADS_1


__ADS_2