Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Kabar Baik


__ADS_3

Beberapa hari kemudian . . .


"Huekk!"


"Huekk!"


"Huekk!"


Pagi itu Yocelyn merasakan mual yang tak biasa dia rasakan. Dia tengah di dalam toilet, mengusap mulutnya di wastafel.


Sedang Devan yang merasa istrinya tidak ada di sampingnya, segera bangun saat mendapati istrinya yang tak biasa bangun lebih cepat dari dirinya. Devan membuka pintu kamar mandi dengan cepat saat mendengar suara Yocelyn yang kembali ingin muntah.


"Sayang!" pekik Devan yang langsung menghampiri istrinya.


"Huekk!"


"Kamu kenapa, Sayang?" tanya Devan panik.


"Huekk!" Yocelyn belum bisa di ajak bicara.


Devan terus memijat leher belakang istrinya, dan mengusap punggung Yocelyn.


"Perutku mual sekali!" ucap Yocelyn sembari mengusap bibirnya dengan air mengalir.


"Sudah lebih baik?" tanya Devan.


"Iya!" jawab Yocelyn lirih.


"Kamu istirahat di kamar ya?" ucap Devan.


Yocelyn mengangguk dengan tubuhnya yang terasa lemah.


Devan langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawa keluar dari kamar mandi. Melihat tubuh Yocelyn yang terlihat begitu lemas, Devan langsung membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur.


"Aku panggil dokter ya!" ucap Devan.


Yocelyn hanya mengangguk sambil memejamkan matanya.


Setelah menghubungi dokter pribadinya, Devan langsung membantu istrinya untuk mengganti baju tidurnya. Karena Yocelyn selalu tidur dengan memakai lingerie dan kimono tipis.


Beberapa saat berlalu, dokter pribadi Devan datang. Dengan sigap sang dokter memeriksa kondisi Yocelyn.


Sementara Devan berdiri dengan memperhatikan setiap gerak gerik dokter dan ekspresi wajah Yocelyn yang terlihat tidak ada tenaga.


"Tuan Devan, dugaan sementara Nona Yocelyn sedang hamil!" ucap sang dokter menghadap.


"Hamil?" pekik Devan.


"Iya, Tuan!" jawabnya, "untuk memastikan silahkan menghubungi dokter kandungan yang Tuan dan Nona tunjuk untuk program kehamilan Nona!" lanjut dokter.


"Ok!" jawab Devan yang merasa mendapatkan kejutan di pagi hari.


Dokter meninggalkan apartemen Devan setelah urusannya selesai.


Sementara Devan langsung duduk di tepi ranjang dengan senyuman bahagia. Begitu juga Yocelyn yang membalas dengan senyuman bahagia.


"Kita akan punya anak, Sayang!" ucap Devan mengusap lembut perut istrinya.


"Iya!" jawab Yocelyn mengangguk.


"Aku akan membuat janji temu dengan dokter kandungan!" ucap Devan.


"Iya, Sayang!"


Devan beranjak dari duduknya setelah mencium kening Yocelyn.


Devan menghubungi dokter kandungan yang menjadi tempat mereka melakukan program kehamilan. Devan juga menghubungi Christian, agar tidak menunggunya di kantor. Dia akan mengambil libur hari ini.


"Kenapa kamu tidak bekerja saja?" tanya Yocelyn.

__ADS_1


"Tidak, Sayang!" jawab Devan. "Aku akan mengantarmu ke dokter nanti agak siangan!x lanjut Devan.


"Baiklah!" jawab Yocelyn.


"Dan aku akan meminta Papa Keanu mengirim Erina kembali sebagai asisten kamu saat aku tidak bersamamu. Dan satu maid untuk siaga 24 jam di apartemen ini, supaya kamu tidak perlu banyak bergerak!"


"Kenapa tidak seperti biasa saja? saat siang saja mereka disini!"


"Tidak sayang, penjagaan mu harus sempurna!" ucap Devan. "Dan jangan pergi tanpa aku ataupun tanpa pengawalan!" lanjutnya.


"Iya!" jawab Yocelyn patuh.


"Memangnya kamu sudah telat datang bulan, Sayang?" tanya Devan.


"Baru telat seminggu lebih"


"Oh!" Devan mengangguk.


# # # # # #


Menjelang siang Devan membawa istrinya ke dokter kandungan sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Yocelyn berangkat tanpa makan, karena dia benar - benar mual dengan hanya melihat makanan yang di sajikan PRT nya pagi itu.


Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung masuk ke poli kandungan, begitu pasien sebelumnya keluar.


Dengan antusias, dokter spesialis kandungan yang membantu Devan dan Yocelyn agar segera mendapat momongan, langsung memeriksa Yocelyn.


Dokter melakukan USG, untuk memastikan benar ada kehidupan di dalam rahim pasiennya itu.


"Nah, Tuan Devan dan Nona bisa lihat, ini adalah janin kalian"


"Sekecil itu?" celetuk Devan.


"Namanya juga janin Tuan, kalau besar baru namanya bayi!" ucap dokter. "Perut istri Tuan saja seramping ini!" lanjut dokter.


"Iya sih!"


Yocelyn tergelak mendengar celetukan suaminya yang tidak masuk akal.


"Baik, Dok!" jawab Yocelyn.


"Apa tidak ada cara supaya kandungan istri saya kuat, Dok?" tanya Devan.


"Saya berikan obat penguat kandungan! tapi ingat obat penguat hanya membantu menguatkan, dan aktivitas berat atau benturan kuat bisa saja mengalahkan obatnya!"


"Baiklah, Dok!" ucap Devan.


Setelah keluar dari rumah sakit itu, Devan membawa sang istri untuk makan siang di restauran favorit Yocelyn.


"Emm.. enak sekali ini, Sayang!" ucap Yocelyn melahap makan siang yang dia pesan.


"Kamu suka?" tanya Devan yang makan dengan santainya.


"Suka banget!" jawab Yocelyn dengan mulut yang penuh oleh makanan.


"Bagaimana kalau kita pesan saja makanan dari sini untuk kamu setiap hari?" tawar Devan.


"Jangan! kalau aku pengen aja, aku akan DO dari sini!" jawab Yocelyn masih dengan mulutnya yang penuh.


"Baiklah!" jawab Devan. "Makan yang banyak ya?" ucap Devan.


"Siap!" jawab Yocelyn dengan senyuman kikuk.


Beberapa saat berlalu, makanan Yocelyn sudah habis. Sungguh tidak biasa Yocelyn makan sebanyak itu.


"Sayang, apa kamu tadi malu?" Yocelyn, "aku makan sebanyak itu?" tanya Yocelyn setelah mereka masuk ke dalam mobil.


"Hah! mana mungkin!" jawab Devan sambil menyalakan mesin mobilnya.


"Banyak orang yang mengenal kamu kan, Sayang! masa iya istri Devan seperti singa kelaparan karena tidak makan satu bulan!"

__ADS_1


"Haha!" Devan tergelak. "Sayaang, mana mungkin aku malu. Aku justru senang melihat kamu yang makan dengan lahap!" jawab Devan. "Biar badan kamu berisi dan anak kita tumbuh sehat di sini!" lanjut Devan mengusap perut Yocelyn dengan telapak tangan kanannya.


"Beneran nggak malu?" tanya Yocelyn.


"Nggak, nggak akan malu!" ucap Devan meyakinkan istrinya.


"Terima kasih, Sayang!" ucap Yocelyn. yang di angguki Devan dengan senyuman manis dan usapan di dagu Yocelyn.


# # # # # #


Keesokan harinya, Devan kembali mulai bekerja. Dia semakin semangat dengan kabar kehamilan istrinya yang sudah lama dia nantikan dengan penuh kesabaran.


Dan saat ini, Erina tengah menarik kopernya menuju pintu apartemen Devan. Atas izin Keanu yang begitu bahagia mendengar kehamilan putrinya, mulai hari ini Erina akan tinggal di apartemen itu, untuk kembali menjadi asisten pribadi Yocelyn. Dan meninggalkan pekerjaan di perusahaan Tuan nya.


Ting!


Erina menekan bel yang dia ketahui sebagai apartemen Devan. Beberapa saat kemudian pintu terbuka oleh seorang perempuan paruh baya.


"Nona Erina?" tanya wanita itu.


"Iya!" jawab Erina dengan senyuman ramah.


"Silahkan masuk, Nona muda sudah menunggu di atas!" ucapnya.


"Ok! terima kasih, Bi!" ucap Erina.


"Iya, Nona!"


"Panggil Erina saja!" ucap Erina sambil memasukkan kopernya ke dalam apartemen.


"Baiklah, Erina!" ucapnya, "biar saya yang bawa kopernya!" lanjutnya.


"Terima kasih!" ucap Erina.


"Sama - sama!"


Erina langsung melangkah menuju lantai dua apartemen. Sedang PRT itu membawa koper Erina ke dalam kamar yang di sediakan untuk Erina di lantai bawah.


"Nona! I miss you!" ucap Erina memeluk Yocelyn yang tengah menonton drama di tv.


"Erina! apaan sih!" pekik Yocelyn.


"Nona tidak merindukan aku?" Erina memanyunkan bibirnya.


"Mana mungkin aku merindukan kamu!" jawab Yocelyn santai.


"Astagaa... kenapa Nona muda ku tidak pernah merindukan asisten baik hati seperti ku!" keluh Erina.


"Sebenarnya kamu memang baik dan aku suka, tapi sayang kehadiran mu di hidup ku tak lain dan tak bukan hanya untuk terus mengawasi ku, dan akan melapor pada Tuan mu!" ucap Yocelyn sambil memakan ice cream.


"Hehe! kan itu pekerjaan saya, Nona!" jawab Erina. "Sebab itulah saya di gaji!" lanjut Erina.


"Menyebalkan!" ucap Yocelyn.


.


.


.


.




Happy reading 🌹🌹🌹


__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya kakak 🤩🥳🥳


__ADS_2