Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Menantu Licik


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian . . .


"Kita akan menemui Papa?" tanya Yocelyn saat Devan melajukan mobilnya memasuki jalanan menuju mansion Keanu.


"Iya" jawab Devan santai.


"Kamu yakin?" tanya Yocelyn membulatkan matanya.


"Kamu jangan khawatir, Sayang," ucap Devan santai sambil terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Tapi ..." Yocelyn tampak berfikir.


"Semua akan baik - baik saja!" ucap Devan mengusap lembut puncak kepala Yocelyn.


Yocelyn hanya mengangguk pelan, mencoba menenangkan hatinya yang di penuhi kekhawatiran.


Ciit!


Devan menghentikan mobilnya di depan pintu gerbang mansion. Dan langsung menurunkan kedua kaca pintu mobilnya.


Spontan security yang melihat kehadiran Devan dan Yocelyn langsung membuka pintu gerbang tanpa perlawanan dan tanpa pemeriksaan ataupun perdebatan.


Yocelyn celingak celinguk melihat ke sekeliling mansion yang tampak biasa saja. Bahkan Devan bergerak dengan bebas memarkirkan mobilnya di mana saja.


"Sayang, sepertinya ada yang salah" celetuk Yocelyn.


"Ada yang salah?"


"Iya, kenapa semua terlihat santai melihat kehadiran kita?"


"Memangnya kenapa?"


"Bukankah Papa dan kita sedang perang dingin?"


Devan menaikkan sudut bibirnya melihat istrinya yang kebingungan. Devan turun dan langsung membuka pintu untuk Yocelyn.


"Ayo turun!" ucap Devan mengulurkan tangannya. "Sudah saatnya kita harus berjuang supaya pernikahan kita sah di mata hukum!" lanjut Devan.


Yocelyn mengangguk dan langsung meraih tangan Devan. Sekuat hati dia harus mempersiapkan dirinya untuk melawan sang Papa, jika jika Papa nya akan mengacaukan hubungannya dengan Devan.


Ting!


Devan menekan bel pintu utaman mansion dengan santainya. Yocelyn terlihat sangat gugup. Dan Devan dapat merasakan dari genggaman tangan mereka.


Tidak lama kemudian, pintu terbuka oleh seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan.


"Nona muda?" sapa pelayan itu membulatkan matanya girang melihat nona mudanya kembali.


"Pagi bik!" sapa Yocelyn.


"Pagi, Nona! mari silahkan masuk Tuan muda dan Nona muda!"


"Hemm!" jawab Devan yang langsung menarik tangan Yocelyn untuk memasuki mansion Keanu.


Tuan muda? batin Yocelyn bertanya - tanya.


"Selamat pagi Papa dan Mama mertua!" ucap Devan dengan senyum penuh seringai licik saat mendapati Keanu dan istrinya yang sedang duduk di sofa ruang tengah.


Keanu tampak mendengus, dengan penuh rasa malas dia menoleh pada Devan yang berubah memeluk pundak Yocelyn dengan erat. Jelas terlihat jika Devan seolah tersenyum tanpa rasa bersalah. Dan Keanu semakin muak melihatnya.


"Yocelyn!" celetuk Mama yang langsung berdiri dan mendekati putrinya. "Bagaimana kabar kamu nak?"


"Baik, Ma!" jawab Yocelyn di tengah kebingungannya akan ekspresi Papanya.


"Papa mertua, kenapa ekspresi mu seperti itu?" tanya Devan dengan seringai liciknya. "Kenapa Papa tidak menyambut anak dan menantu mu dengan baik Papa!" lanjut Devan dengan senyum dan lirikan mautnya.


"Memangnya apa yang harus aku lakukan?" tanya Keanu malas.


"Ck! kenapa aku harus punya Papa mertua tidak asyik!" celetuk Devan membuat Keanu menyebikkan bibirnya malas.


"Sayang!" sahut Yocelyn.


"Sudah, ayo duduk!" ucap Mama.

__ADS_1


"Terima kasih, Mama" ucap Devan.


"Beraninya kamu menikahi putri ku tanpa izin dari ku!" ucap Mama pada Devan.


"Dari mana Mama tau?" tanya Yocelyn.


"Salah satu pelanggan di butik Mama menghadiri acara akad nikah kalian!" ucap Mama, "Rumahnya di dekat mansion Opa Devan!"


"Oh!" Yocelyn mengangguk lalu menatap Papanya yang tidak terlihat akan marah, tapi juga seolah enggan bicara apapun.


"Kalau seandainya Papa tidak melarang cinta kami, pasti kami menikah di hadapan Papa dan Mama!" ucap Devan melirik Keanu yang hanya mendengus.


"Licik!" umpat Keanu lirih sambil mengurut pelipisnya.


Devan terkekeh mendengar umpatan Papa mertuanya yang hanya bisa dia dengar, karena Devan duduk paling dekat dengan Keanu.


Sementara Mama menghela nafas panjang. Menurutnya semua ini terasa rumit. Tapi Mama berusaha untuk tidak ambil pusing. Mengingat jantungnya yang bisa kambuh kapan saja.


Yocelyn masih bertanya - tanya, bagaimana bisa Papanya tidak terlihat akan murka sama sekali.


"Yocelyn, malam ini kamu tidur di mansion ya, Nak? Mama sangat merindukan kamu!"


"Maaf Ma, tidak bisa!" sahut Devan.


"Kenapa?" sahut Keanu.


"Yocelyn sekarang adalah istri Devan, Devan hanya akan mengizinkan istri Devan menginap di sini, jika Papa Keanu mendaftarkan pernikahan kami secara sah di mata hukum!" ucap Devan menatap Keanu sinis.


"Kau memang benar - benar licik, Devan!" ucap Papa.


"Bukankah kita sama, Papa?" tanya Devan tersenyum sinis.


Hanya mereka berdua yang tau arti dari senyuman sinis Devan


"Sudahlah!" pungkas Mama. "Sebaiknya Papa segera mengurusnya. Mama tidak mau Yocelyn hamil sebelum sebelum pernikahannya terdaftar secara hukum!" ucap Mama.


"Tapi apa Mama yakin mau, punya menantu seorang Casanova?" ucap Papa pada istrinya tapi melirik Devan dengan senyuman mengejek.


"Devan, kamu bisa tidak, berjanji untuk tidak menduakan Yocelyn? tidak mencampakkan Yocelyn? juga tidak lagi menyentuh gadis lain selain Yocelyn, putri Mama satu - satunya!" tanya Mama tegas pada Devan.


Karena tadi Keanu sempat untuk berfikir menjebak Devan.


Anak ini benar - benar licik! umpat Keanu dalam hati.


"Tuh, Pa!" ucap Mama pada suaminya. "Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Selagi Devan mau memperbaiki diri, Mama tidak masalah punya menantu mantan Casanova!"


Spontan Devan tersenyum dengan penuh seringai licik melirik Keanu yang sedari tadi hanya bisa mendengus kesal setiap melihat Devan yang menurutnya sangat menyebalkan.


"Jadi kapan Papa akan mendaftarkan pernikahan kami?" tanya Devan.


"Setelah Yocelyn menyelesaikan menyelesaikan kuliahnya!" jawab Papa Keanu tanpa melihat semua yang ada di ruangan itu.


"Kelamaan Papa!" sahut Devan cepat. "Keburu Yocelyn hamil!" lanjutnya.


"Kamu sudah meniduri puluhan gadis dan berhasil membuat mereka tidak hamil! jadi kamu pasti bisa membuat Yocelyn tidak hamil sebelum kalian menikah sah secara hukum!" ucap Papa sedikit kesal.


"Paa... mereka hanya mainan! tentu saja Devan memakai pengaman!" jawab Devan. "Papa juga pasti paham kan cara mainnya?" ucap Devan masih dengan wajah menyebalkan yang sama di mata Keanu.


Sial! anak ini benar - benar kurang ajar! dia bahkan berani memberi kode keras!


Ucap Keanu dalam hati sambil mengepalkan tangannya.


"Setelah ujian semester 7!" ucap Papa tegas. "Ujian hanya kurang dua bulan lagi!" lanjut Papa.


"Papa, dua bulan itu sangat lama bagi ku!" tawar Devan lagi.


"Pokoknya setelah ujian!" ucap Papa tegas.


"Baiklah!" jawab Devan mengalah.


"Baiklah, Mama juga setuju!" sahut Mama. "Kalau kamu Yocelyn?" tanya Mama pada Yocelyn yang sedari tadi diam saja melihat tiga orang itu berdebat.


"Keputusan Devan, keputusan Yocelyn juga, Ma." jawab Yocelyn.

__ADS_1


"Istri sholeha!" ucap Devan mencium puncak kepala Yocelyn dan mengelus rambutnya.


Papa mendengus kesal melihat adegan di depannya. Tidak seharusnya suami putrinya seorang Casanova pikirnya.


"Kalau begitu malam ini tidur di sini saja ya?" tawar Mama.


Devan melirik istrinya yang tidak bisa menjawab pertanyaan sang Mama.


"Kami akan tidur di sini!" pungkas Devan.


Spontan Mama dan Yocelyn mengangkat sudut bibirnya.


# # # # # #


Devan mengangkat sudut bibirnya begitu masuk ke kamar Yocelyn untuk pertama kalinya.


"Kamu mau merubah kamar kita di apartemen seperti kamar kamu ini?" tanya Devan melihat sekelilingnya yang di penuhi dengan warna pink.


"Mama bilang cewek itu harus pink, dan aku memang suka warna pink!"


"Berarti kamu memang punya rencana untuk merubah kamar kita di apartemen?" tanya Devan meraih pinggang istrinya dengan seringai licik.


"Hehehe!" Yocelyn tersenyum kikuk, menunjukkan semua barisan gigi putihnya.


Yocelyn menatap wajah cantik istrinya dengan gemas.


"Aku ingin sekali memakan mu!" ucap Devan mengeratkan pelukannya gemas.


"Kamu lapar?" tanya Yocelyn.


"Sangat lapar, Sayang!" jawab Devan. "Kamu tau ini adalah waktu terpanjang untuk adik kecilku menganggur, Sayang!" lanjut Devan.


"Salah kamu sendiri, kamu tidak mau melakukannya!" ucap Yocelyn.


"Kamu yakin tidak akan menyesal jika aku melakukannya?" tanya Devan sambil menciumi leher Yocelyn.


"Ehhg.." Yocelyn menggerakkan kepala dan tubuhnya karena geli dengan ulah Devan. "Memangnya..eghh..kenapa harus .. egh! menyesal?" tanya Yocelyn yang jelas kesulitan berbicara karena menahan pergerakan Devan yang menggodanya. "Sa..yang berhenti iisshh!" desah Yocelyn yang kesulitan menahan geli.


"Kamu tidak akan lagi perawan, Sayang!" ucap Devan sambil terus menciumi leher Yocelyn.


"Justru sangat aneh, Sayang!" ucap Yocelyn menahan kepala Devan untuk berhenti bergerak. "Beberapa minggu menikah aku masih perawan!" lanjut Yocelyn.


Devan tersenyum gemas menatap dalam istri polosnya itu. Tangannya terangkat mengusap lembut pipi Yocelyn.


"Jangan - jangan kamu sudah kehilangan kelakian kamu!" ucap Yocelyn. "Setiap hari cuma goda - godain aku!" lanjut Yocelyn memukul pelan dada suaminya.


Tok tok tok


"Yocelyn, waktunya makan siang!" panggil Mama di luar pintu.


"Iya, Ma!" jawab Yocelyn.


"Baiklah kalau kamu mau bukti, malam ini kamu harus mempersiapkan diri untuk melayani suami mu ini, Sayang!" bisik Devan dengan nada nakal.


.


.


.


.


.


.




**Selamat membaca 🌹🌹🌹**


__ADS_1


**Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya Kakak 🥰🥰🥰**


__ADS_2