Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Charla!


__ADS_3

Setelah Devan pergi dari apartemennya, Yocelyn langsung masuk ke kamarnya dan meraih ponselnya. Dia mencari - cari artikel tentang pertama kali jatuh cinta. Dan cara menghadapi problem yang muncul pada pasangan agar terlihat dewasa.


Yocelyn membaca dan terus membaca artikel yang muncul di layar ponselnya. Sampai dia memilih untuk membaca novel yang mengisahkan jatuh cinta untuk pertama kali.


Dan matanya membulat saat membaca artikel yang mana banyak pasangan yang melakukan hubungan sebelum pernikahan. Dan budaya barat memang sudah biasa dengan hal seperti itu.


"Tapi Mama bilang itu tidak boleh!" gumam Yocelyn lirih. "Apa Devan juga melakukan hal itu dengan pacarnya dulu? atau bahkan dengan Charla itu?" lanjutnya sambil menggigit jari telunjuknya.


Yocelyn kembali membaca dan membaca. Tak terasa dia sudah membaca sampai jam 1 malam waktu London. Dia bahkan hanya ngemil tanpa makan malam. Dan terakhir yang ingin dia lakukan adalah menonton film percintaan anak muda jaman sekarang.


Melalui aplikasi YT dia mencari film bergenre cinta anak muda. Sampai akhirnya dia memilih film yang berdurasi 2 jam. Dia memang sering menonton drakor dan sejenisnya. Tapi dia tidak terlalu menghayati konflik yang terjadi antara pasangan. Dan baginya konflik dalam film adalah buatan, bukan nyata.


Dan malam ini dia benar - benar lembur hanya untuk mengetahui cara menjalin hubungan yang awet dan cara menghadapi konflik agar tidak sampai menyesal suatu saat nanti.


Gadis berusia 22 tahun sepertinya mungkin kebanyakan sudah menikah, atau sudah pernah menjalin hubungan asmara. Tapi Yocelyn gadis yang di ikat kuat oleh keluarga. Dan jauh dari keluarga bukan karena dilepas melainkan terlepas.


Di tambah jatuh cinta untuk pertama kali, tanpa sepengetahuan orang tua dan tanpa teman curhat. Tentu hal yang sulit untuk gadis sepolos Yocelyn.


# # # # # #


Sementara di kamarnya, Devan berbaring di tempat tidur dengan kebosanan yang melanda hatinya. Sudah seminggu ini dia selalu tidur bersama Yocelyn di apartemen Yocelyn. Meskipun tidak selalu tidur berpelukan tapi mereka selalu tidur di kamar yang sama. Dengan tingkah polah masing - masing, karena Devan memang tidak memiliki niat buruk pada kekasihnya itu.


"Apa yang di inginkan Charla sampai mencari ku!" gumamnya lirih. "Ck!" Devan berdecih kesal.


Mata Devan tak lepas dari ponselnya. Devan mengusap layar ponselnya yang menunjukkan wajah cantik Yocelyn dengan senyum manja yang selalu di tunjukkan pada Devan setiap mereka bertemu. Devan sengaja menggunakan wajah cantik Yocelyn sebagai wallpaper layar ponselnya.


Beberapa saat berlalu, Devan turun dari ranjangnya dan masuk ke ruang kerja di ruangan sebelah. Devan mengamati rekaman CCTV pintu utama apartemennya bagian luar.


"Ck! benar saja Yocelyn marah - marah!" gumam Devan, "apa yang dilakukan Charla dengan pakaian seperti itu!"


Devan bergumam kesal melihat pakaian yang di pakai Charla tak seperti biasanya saat mereka bertemu. Saat itu Charla memang menggunakan dress mini, dengan menunjukkan belahan dadanya yang berisi.


Ting!


Sebuah pesan masuk ke ponsel Devan. Devan meraih ponsel yang dia letakkan di atas meja kerjanya.


"Charla!" gumam Devan membaca sang pengirim pesan.


Charla : Devan?


Belum sempat membalas, layar ponselnya menunjukkan sebuah panggilan dari nama yang sama. Dengan sedikit kesal Devan menggeser gambar telepon dalam lingkaran hijau.


"Devan?" sapa Charla dari sebrang sana dengan suara setengah basah.


"Untuk apa kau mencari ku?" tanya Devan menahan kesal.


"Tentu saja karena aku merindukan kamu! sudah lama bukan kita tidak bertemu! aku rindu bermain di ranjang mu!" jawab Charla dengan suara menggoda.


"Lupakan tentang itu!"


"Bagaimana ku bisa lupa dengan serangan senjata mu Devan!"


"Jangan membahas itu lagi!" sahut Devan. "Dari awal hubungan kita bukan untuk cinta dan kasih sayang! kau sendiri yang mengatakan itu!"


"Tapi aku tidak pernah tau dengan perubahan perasaan ku, Devan Sayang!"

__ADS_1


"Jangan memanggil ku sayang! kita hanya menjalin hubungan tanpa status, dan itu adalah permintaan mu sendiri!"


"Devaan, aku tau kamu sudah punya pengganti ku yang jauh lebih muda dan cantik dari ku!" ucap Charla dengan senyum sinis. "Tapi... saat aku melihatnya tadi, sepertinya dia masih perawan!"


"Apa maksud mu?"


"Aku hanya tidak percaya kamu belum pernah memakainya!"


"Tutup mulut mu itu Charla!"


"Kenapa?" tanya Charla sinis. "Apa kamu sudah menduga kalau dia tidak akan bisa memberi mu kepuasan?"


"Jangan bicara yang tidak penting, Charla!"


"Devaan, sepertinya memang hanya Charla yang bisa membuat mu merasakan kepuasan penuh!"


"Jangan terlalu percaya diri, Charla"


"Hahaha!" Charla tersenyum sinis. "Bagaimana kalau kekasih perawan mu itu tau, kau adalah seorang Casanova?" tanya Charla sinis, "Tuan Casanova!" ulang Charla dengan nada mengancam.


"Charla! kau harus ingat!" ucap Devan tegas. "Kau sendiri yang bilang, kalau kau tidak akan pernah jatuh cinta padaku!" tegas Devan, "lalu apa untungnya kau menghancurkan hubunganku?"


"Kalau kau ingin aku melupakan masa lalu kita, maka kau juga harus melupakan kalimat ku di masa lalu!"


"Omong kosong!" ucap Devan tegas.


"Hahaha! rupanya seorang Devan takut dengan ancaman gadis bekasnya!"


"Charla, stop!"


"Charla, jangan bermain api kalau kau tidak mau terbakar!"


"Hahahahaha!" Charla tertawa keras mendengar penuturan Devan. "Bukankah kamu yang pernah bermain api dan sekarang takut untuk terbakar?"


"Charla, hiduplah dengan tenang!" ucap Devan. "Aku juga bisa bersikap tegas kepadamu!"


"Terserah!" ucap Charla, "cepat atau lambat kekasih polos mu pasti tau siapa kau sebenarnya!"


Charla mematikan panggilannya secara sepihak. Dengan tatapan tajam dia menatap arah luar jendela apartemennya.


Sementara Devan uring - uringan di dalam kamar. Antara takut kehilangan Yocelyn, dan menyesali perbuatannya di masa lalu.


"Aaakhh!" Devan berteriak kencang di dalam ruang kerjanya dengan menyisir rambutnya kasar.


"Kalau saja tidak pernah menggubris ejekan Ainsley, mungkin aku tidak akan seperti ini!" gumam Devan kesal dengan menjatuhkan tubuhnya kasar ke atas sofa ruang kerjanya.


Devan tak bisa tidur semalaman memikirkan masalah yang tengah dia hadapi. Yang menurutnya jauh lebih rumit dari masalah kantornya.


Dia bahkan bisa membuat banyak klien bertekuk lutut di hadapannya tanpa susah payah. Tapi urusannya dengan dua wanita kali ini benar - benar membuatnya ingin tenggelam saja.


# # # # # #


Hanya dua jam mata Devan terlelap di ruang kerjanya. Dia kembali bangun dan mempersiapkan diri untuk berangkat ke kantor.


Dengan menenteng makanan untuk sarapannya dengan Yocelyn yang dia beli dari resto di bawah. Devan melangkahkan kaki menuju apartemen Yocelyn. Devan membuka pintu utama apartemen Yocelyn.

__ADS_1


Untung dia tidak terfikir untuk mengganti sandi apartemennya! batin Devan.


Devan berjalan masuk, dan meletakkan kantong makanan di atas meja makan. Lalu dengan perlahan membuka pintu kamar kekasihnya.


Tempat tidur adalah bagian utama yang ingin dia lihat. Dan matanya langsung menangkap Yocelyn yang tidur dengan memeluk guling dengan posisi yang tidak beraturan.


Devan meraih ponsel Yocelyn, dan melihat apa saja yang dilakukan Yocelyn semalaman dengan ponselnya. Karena ponsel Yocelyn tidak di kunci, membuat Devan dengan mudah mengecek isi ponsel Yocelyn.


Sudut bibirnya terangkat saat mendapati histori dari google dan YT. Dimana semua hanya tentang jatuh cinta pertama kali. Devan sedikit lega, karena kekasihnya tidak bertindak konyol dengan masalah cemburu yang membakar hatinya.


"Sayang?" panggil Devan lirih dengan mengusap lembut rambut Yocelyn.


"Sayang?" panggil Devan lagi, namun Yocelyn tak bergeming.


"Sayang? sarapan yuk?" ajak Devan yang duduk di tepi ranjang.


"Kamu masih marah?" tanya Devan lembut.


"Sayaang?" panggil Devan lagi dan lagi.


Devan mengecup dalam kepala Yocelyn yang tertutup rambut panjang, lalu mengusapnya lembut.


"Sayang, aku akan berangkat kerja. Aku mohon, jangan lama - lama ngambeknya ya?" ucap Devan.


"Aku tau kamu sudah bangun?" ucap Devan dengan senyum manisnya dengan tangan yang tak henti mengusap rambut Yocelyn.


"Aku berangkat ya!" ucap Devan mencium lagi kepala Yocelyn.


Devan beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar Yocelyn. Devan akhirnya memilih untuk sarapan seorang diri di meja makan apartemen Yocelyn.


.


.


.


.




Selamat membaca 🤩



Jangan lupa tinggalkan like, komentar, vote dan dukungan lainnya ya Kakak 🤩🤩



Terima kasih,



Salam Lovallena.

__ADS_1


__ADS_2