
Pagi hari Devan kembali mengantar istrinya untuk ke kampus. Devan berhenti tepat di tempat biasa dia mengantar dan menjemput Yocelyn.
"Aku turun sendiri aja, Sayang!" ucap Yocelyn sembari melepas sabuk pengaman.
"Beneran?" tanya Devan.
"Iya!" jawab Yocelyn, kemudian mencium pipi kanan Devan beberapa kali.
"Nanti sebelum pulang kabari aku dulu ya?" pesan Devan.
"Siap Sayang! kamu hati - hati ya!" ucap Yocelyn.
"Siap baby!"
Devan meraih wajah Yocelyn dan mencium setiap inchi dari wajah cantik itu.
"Bye bye!" ucap Devan.
"Bye!" jawab Yocelyn sembari keluar dari mobil dengan menenteng tiga paper bag bertuliskan brand dunia.
Yocelyn melambaikan tangan pada Devan yang masih menunggunya untuk benar - benar masuk ke kampus.
Setelah Yocelyn tak terlihat, barulah Devan berniat untuk meninggalkan kampus. Saat hendak menginjak pedal gas, mata Devan menangkap sosok yang tak asing keluar dari sebuah mobil yang cukup di kenali Devan.
"Hah" Devan tergelak. "Gadis itu benar - benar bodoh rupanya!" gumam Devan tersenyum licik.
Devan batal melajukan mobilnya. Setelah gadis yang dia lihat itu benar - benar masuk ke kampus, Devan turun dari mobil, berdiri bersandar pada pintu dan menatap ke arah mobil yang sangat dia kenali.
Spontan saja pengemudi di dalam mobil itu keluar dari pintu kemudi. Laki - laki itu melepas kaca mata hitamnya sambil berjalan ke arah Devan berdiri dengan menyilangkan kedua tangannya.
"Tuan!" sapa laki - laki itu dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Bagaimana kau masih bisa dengannya?" tanya Devan santai.
"Semalam kami tidak sengaja bertemu, Tuan! karena dia memaksa akhirnya kami pergi lagi!"
"Berarti kau dapat bonus dong?" tanya Devan dengan senyum licik.
"Hehe! lumayan lah Tuan, semalam cuma bayarin makan malam dan hotel saja!" jawab laki - laki itu. "Dan saya dapat jatah dua kali main sekaligus! di tambah tadi pagi saya paksa untuk main saat dia sedang mandi!"
"Wah! gila juga kamu!"
"Mumpung dapat murah, Tuan!" jawab Asher, "Tapi sebenarnya dia minta ..." Asher menggantung ucapannya.
"Dia minta apa?" hardik Devan.
"Sebenarnya nanti dia minta shopping, Tuan!"
"Lalu?" hardik Devan.
"Ya begitulah Tuan!" jawab laki - laki yang tak lain adalah Asher.
Cukup panjang percakapan Devan dan Asher. Hingga akhirnya keduanya meninggalkan area kampus itu.
# # # # # #
Di dalam kelas Yocelyn tengah membagikan apa yang dia beli untuk sahabat - sahabat nya kemarin. Mereka begitu senang karena barang yang di belikan Yocelyn bukan barang kaleng - kaleng.
"Thanks ya, Yocelyn!" ucap Lolita memeluk Yocelyn.
"Iya!"
"Aku juga makasih ya Yocelyn!" ucap Cleo di ikuti Ayra.
"Iya!" jawab Yocelyn tulus.
"Kamu baik banget sih Yocelyn!" ucap Lolita.
"Iya nih!" sahut Cleo.
"Biasa aja!" jawab Yocelyn.
Semua mahasiswa di kelas itu tau kalau Yocelyn adalah putri seorang Keanu Anderson. Salah satu pengusaha sukses di London.
__ADS_1
Apalagi di tambah menjadi istri seorang Devander Gibran. Yang di ketahui sebagai pewaris tunggal orang terkaya di London.
Tentu barang yang di belikan Yocelyn tidak ada harganya di mata Yocelyn. Meski hanya tiga barang, jika di total sudah mencapai ratusan juta rupiah.
# # # # # #
Jam pulang kuliah untuk keempat gadis itu telah tiba. Mereka berempat keluar bersamaan.
"Eh, aku sudah di jemput!" ucap Cleo. "Duluan ya!"
"Iya!" jawab tiga gadis lainnya bersamaan.
"Eh, ternyata aku juga sudah!" ucap Lolita. "Duluan ya guys!"
"Iya!" jawab Yocelyn dan Ayra bersamaan.
"Belum di jemput, Ra?" tanya Yocelyn pada Ayra yang duduk di sampingnya.
"Belum, Yocelyn! tumben Tuan Devan belum jemput?"
"Masih di jalan katanya!" jawab Yocelyn.
"Oh!" Ayra mengangguk.
Tak berapa lama mobil Devan berhenti tepat di depan dua gadis itu.
"Ah itu dia!" seru Yocelyn. "Duluan ya, Ra!" pamit Yocelyn.
"Iya!" jawab Ayra.
Yocelyn berjalan ke arah mobil Devan. Sementara mata Ayra mencari celah, berusaha untuk bisa melihat Devan yang memilih tidak keluar dari mobil.
Yocelyn membuka pintu penumpang, dan masuk ke dalam mobil. Dan saat itulah Ayra berhasil melihat sedikit wajah tampan Devan yang tersenyum manis menyambut Yocelyn.
Sepertinya benar kata Lolita dan Cleo, Tuan Devan begitu mencintai Yocelyn.
Ucap Ayra dalam hati.
Hati Ayra begitu bergemuruh melihat senyum Devan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Kemana sih tuh om om sialan! katanya jemput!
Umpat Ayra dalam hati.
Ayra mendial nomor Asher, karena sudah bosan menunggu. Tapi sial, nomor Asher tidak dapat di hubungi lagi. Padahal saat meminta nomor Asher yang baru dia berhasil menghubunginya. Tapi sekarang kembali tidak aktif.
Jangan - jangan dia kabur lagi! Kalau sampai dia kabur, rugi dong aku! Semalem capek - capek dua kali main! belum lagi tadi pagi fi paksa main di kamar mandi! malah di tinggal kabur!
Umpat Ayra dalam hati.
"Awas aja kalau kau kabur! Mana aku tadi cuma di kasih uang 10 juta lagi buat jajan di kampus!"
gerutu Ayra lirih menggoyang kesal ponselnya.
# # # # # #
"Kasian Ayra belum di jemput!" ucap Yocelyn saat membaca histori Ayra yang masih menunggu di tempat penjemputan setelah 15 menit Yocelyn meninggalkan area itu.
"Ayra?" tanya Devan yang masih mengemudikan mobil menuju kantornya.
"Iya, Sayang! yang tadi bersama ku nunggu kamu!"
"Oh!" Devan mengangguk, pura - pura tidak mengenal Ayra.
Devan menggelengkan kepalanya pelan. Mengingat percakapannya dengan Asher tadi pagi.
Flashback On . . .
"Ya begitulah, Tuan!" ucap Asher. "Tuan kan tau siapa saya?" tanya Asher sedikit cengengesan.
"Kalau dia tau siapa kau?" tanya Devan.
"Saya akan kabur sebelum dia tau siapa saya sebenarnya, Tuan!"
__ADS_1
"Kapan?"
"Nanti dia minta di jemput, tapi saya tidak akan jemput!" jawab Asher. "Saya sudah memesan tiket pesawat untuk pulang ke Jerman, Tuan!"
"Wah! rupanya kau pintar ya!" ucap Devan. "Kapan kau berangkat?"
"Besok pagi, Tuan!" jawab Asher, "Hari ini terakhir saya di London! Mangkanya tadi dia saya kasih sedikit uang sebagai ucapan terima kasih!"
"Apa yang akan kau kerjakan di Jerman?"
"Saya masih punya uang dari Tuan Devan dan juga bos saya yang lain! saya akan gunakan itu untuk modal usaha di sana, memperbesar bisnis orang tua saya!" jawab Asher.
"Baguslah!" jawab Devan. "Tapi kau yakin kan gadis itu tidak akan hamil atas ulah mu?" hardik Devan.
"Tuan, gadis itu tidak bisa hamil!" jawab Asher.
"Kau yakin?"
"Iya Tuan! dia sendiri yang bilang kalau dia membuat dirinya tidak bisa hamil!" jawab Asher. "Hampir setiap hari gadis itu melayani pria hidung belang, Tuan! tapi buktinya tidak pernah hamil!" lanjut Asher.
"Aku sudah menduganya!" sahut Devan.
Setelah percakapan panjang itu, Devan memilih meninggalkan tempat itu. Dengan Asher yang masih menunggunya sampai dia tak terlihat!"
"Hari ini aku akan menghabiskan hari terakhir ku di kota London ini! aku akan merindukan kota dimana aku bisa meniduri mahasiswi cantik yang di traktir Tuan Casanova!" gumam Asher tersenyum licik.
Ayra, aku pasti merindukan tubuh **** mu itu! Maafkan aku harus meninggalkan mu, kalau kau tau siapa aku, kau pasti membunuhku!
Terima kasih untuk malam - malam yang indah dan tubuh mu yang menggoda! Pelayanan mu begitu memuaskan baby!
Ucap Asher dalam hati menatap London University.
Asher menggigit bibir bawahnya dengan senyuman sinin. Mengingat permainan panas mereka semalam. Permainan pertama Asher melepas pencapaian di dalam.
Permainan kedua, Asher bermain dengan sedikit kasar, dengan pukulan - pukulan panas di bagian b*k*ng Ayra. Dan melepas pencapaian di lidah Ayra yang menjulur.
Sementara permainan di kamar mandi, Asher melepas pencapaian saat air shower mengguyur milik keduanya dengan posisi Ayra yang menungging.
Sungguh luar biasa!
Batin Asher.
Setelah mengingat itu, Asher meninggalkan area kampus. Dia pergi berkeliling kota London. Sebelum akhirnya dia akan meninggalkan kota itu besok pagi.
Flashback Off . . .
Gadis bodoh yang malang!
Ucap Devan dalam hati.
"Sayang, kamu kok diam aja sih? ada masalah?" tanya Yocelyn.
"Ah! tidak ada, Sayang!" jawab Devan menoleh Yocelyn yang masih memegang ponsel yang menyala.
"Oh!" Yocelyn mengangguk.
.
.
.
.
.
Happy reading 🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like nya 🥰