Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Ke - 19 part 2


__ADS_3

Charla bingung, ia di bangunkan oleh pelayan di rumahnya sangat pagi sekali. Bahkan matahari belum terlihat ingin muncul. Padahal rencana pesta ulang tahunnya akan di gelar jam sembilan pagi.


Dan semakin bingung saat beberapa orang yang tak asing di matanya masuk ke ruangannya. Dia tidak heran, karena memang ini pasti terjadi hari ini. Namun ia tak menyangka sepagi ini di lakukan.


Saat ini ia tengah duduk di meja rias di kamarnya. Tangan perias profesional yang cukup terkenal si London tengah menari dan bergerak lincah di wajah cantiknya.


Ulang tahun saja kenapa harus make up sepagi ini sih! mataku kan masih ngantuk!


Gerutu Charla dalam hati karena kesal dengan kejadian pagi ini.


Jam 8 pagi, make up telah di selesaikan oleh seorang perias. Begitu juga dengan tatanan rambutnya yang di tata oleh penata rambut kepercayaan keluarga Darren.


Para perias menggiring Charla untuk masuk ke ruang ganti. Charla sedikit heran dengan baju yang akan ia kenakan untuk pesta.


Gaun berwarna putih yang menjuntai hingga melewati kaki, di padu dengan tile yang juga berwarna putih di beberapa bagian. Di tambah butiran mutiara di beberapa titik.


Dilihat saja sudah bisa di tebak berapa puluh ribu dollar harga gaun itu. Atau bahkan mungkin ratusan ribu dollar?


Entahlah, hanya konglomerat seperti mereka yang tau.


Little Charla itu semakin terlihat cantik, saat semua itu menempel sempurna di kulitnya. Ia menyungging senyuman manis saat berada di depan sebuah cermin berukuran besar di walk in closed kamarnya.


"Wow! cantiknya!" seru Yocelyn yang tiba - tiba muncul di ruangan itu.


"Mommy Yocelyn!" seru Charla girang.


"Pagi, sayang?" sapa Yocelyn.


"Wow! Kak Charla cantik sekali!" seru Jesselyn yang menyusul dari arah belakang. "Tidak salah Kak Ivander memilih calon istri!"


"Terima kasih, Jesselyn!" ucap Charla tersenyum.


Charla menatap Yocelyn dan Jesselyn yang tampak memakai gaun yang senada. Dan entahlah, apa yang di pakai Ivander. apakah senada dengan adik dan Mommy nya? Entahlah, Yocelyn hanya iseng memikirkan itu.


"Sudah siap?" tanya Yocelyn.


"Sudah Mom!"


"Ayo, Mommy dan Jesselyn yang akan mengantar kamu ke lokasi pesta. Daddy Darren dan Daddy Devan juga Ivander sudah ada di sana!"

__ADS_1


"Daddy Darren ninggalin Charla?" Charla tampak kecewa.


"Mommy yang meminta, sayang. Karena Mommy ingin nganter kamu!" jelas Yocelyn dengan tulus sembari menggandeng lengan gadis yang di anggap sebagai putrinya sendiri itu.


Jesselyn menggandeng lengan Charla di satu sisi lainnya. Mereka membawa Charla keluar dari kamar, menuruni tangga dan menuju bagian depan rumah Darren.


Beberapa pelayan yang berada di bawah, memandang takjub pada kecantikan Charla yang bak bidadari turun dari kayangan.


Di depan rumah sudah ada mobil limousine yang di hias dengan beberapa bunga di bagian - bagian tertentu. Seorang supir sigap membuka pintu dengan sedikit menunduk begitu mereka semua sampai di samping pintu mobil.


Charla tampak bingung dengan pagi ini. Bukan sekali ini dia ulang tahun. Tapi baru kali ini ia di perlakukan bak ratu kerajaan Inggris.


Dengan masih di penuhi banyak pertanyaan, Charla masuk ke dalam mobil dan duduk manis di kursinya. Di ikuti dengan Yocelyn dan Charla yang duduk di depannya dengan menyungging senyuman manis. Melihat betapa cantik putri Charla Caroline.


"Mom, kenapa baju ulang tahun ku berwarna putih sih?" tanya Charla ragu.


Yocelyn tersenyum, "Karena ini ulang tahun spesial kamu, sayang! kamu kan sekarang memliki anggota keluarga baru! Dan di sana juga akan banyak tamu dari keluarga Mommy dan Daddy Devan.


"Hah!" pekik Charla membulatkan matanya. "Mommy, aku jadi gugup!" celetuk Charla.


"Jangan gugup sayang, semua di sana sudah menunggu kamu."


"Betul kak! ngapain gugup! jadi ratu sehari dengan tampilan secantik ini harusnya kakak senang!" celetuk Jesselyn.


Seperti apapun usahanya, tetap saja ia masih menyimpan kegugupan.


Mobil berhenti tepat di depan pintu masuk gedung. Terlihat pintu masuk di penuhi dengan hiasan bunga berwarna - warni.


Mata Charla berbinar hanya dengan melihat dekorasi luarnya saja. Sungguh, baru kali ini pesta ulang tahunnya terasa berbeda. Jantungnya semakin berdetak kencang. Membayangkan siapa saja yang tengah menunggunya di dalam sana.


Mommy Yocelyn dan Jesselyn kembali menuntun Charla untuk memasuki gedung. Semakin dekat, maka jantung Charla semakin berdetak hebat.


Apalagi pintu gedung itu masih tertutup, dengan di jaga dua pengawal yang menggunakan jas senada.


Tap... tap... tap...


Langkah Charla berhenti tepat di depan pintu. Pintu mulai terbuka sedikit oleh dua pengawal itu. Jantung Charla semakin cepat berdegup kencang. Hingga semua pintu terbuka lebar.


Seketika mata Charla takjub dengan suasana di dalam. Riuh tepuk tangan meramaikan suasana gedung yang sempat senyap. Daddy Devan tampak berdiri menunggu kehadirannya di salah satu sudut ruangan, dengan senyum tulusnya. Tapi ia belum melihat Ivander dan sang Daddy Darren ada di sana.

__ADS_1


Dimana dia?


Batin Charla.


Yocelyn dan Jesselyn kembali menuntun Charla memasuki gedung. Dan membawa mereka pada salah satu tempat yang khusus untuknya. Melewati para sepupu dari pihaknya dan pihak Ivander yang memakai baju senada.


Charla duduk dengan di apit Yocelyn dan Daddy Devan. Mata Charla begitu bingung melihat dekorasi di dalam. Sungguh seperti bukan pesta ulang tahun.


Memang ada kue susun setinggi satu meter di sana. Tapi ia sama sekali tidak di bawa untuk mendekati kue itu.


Dan mata Yocelyn semakin heran, saat menyadari ada dekor yang bertuliskan nama Ivander dan namanya di bagian dinding back drop.


Apa ini artinya . . .


Jantung Charla semakin berdetak tak karuan membayangkan apa yang sedang ada di dalam pikirannya. Sampai akhirnya mata lentiknya menangkap keberadaan Ivander dan Daddy Darren yang ternyata duduk membelakanginya, di kursi yang menghadap seseorang yang berpakaian formal dilengkapi dengan peci.


Mereka duduk di meja berbentuk kotak dengan empat kursi yang di hias dengan sangat cantik.


Yaa Tuhan, jantung ku serasa ingin lepas!


Batin Charla yang yakin ini adalah proses akad nikah. Bukan sekedar pesta ulang tahun biasa.


Sang penghulu mengambil mic yang sudah di sediakan. Jantung Charla semakin berdetak kencang, ia menggenggam tangan Yocelyn yang berada di sisi kirinya. Sedang tangan kanannya memegangi dadanya. Seolah takut jika sewaktu - waktu jantung di dalam sana melompat tanpa izin.


"Tenang sayang" bisik Mommy Yocelyn yang paham jika Charla tengah di landa kegugupan luar biasa.


"Mom, Charla tidak menyangka akan seperti ini" lirih Charla.


"Kejutan Ivander sangat luar biasa memang" gumam Devan.


"Kenapa Mommy dan Daddy tidak memberi Charla bocoran tentang ulah Kak Ivander?" protes Charla di balik rasa harunya.


"Kalau di kasih bocoran berarti bukan surprise sayang!" jawab Yocelyn.


Sang penghulu mulai mengucapkan salam dan memberi beberapa penjelasan pada Ivander.


.


.

__ADS_1


🪴🪴🪴


Happy reading 🌹🌹🌹


__ADS_2