Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Friday Night part 2


__ADS_3

Ivander memasukkan kedua tangannya ke saku celana. Matanya sibuk meneliti setiap senti meter dari apartemen berukuran kecil tapi terlihat sangat elegan itu.


"Banyak koleksi barang mewah yang cukup berumur di sini!" ucap Ivander melihat benda - benda yang terbuat dari cristal.


"Jangan di sentuh!" seru Charla saat tangan Ivander terangkat hendak menyentuh beberapa benda yang terpajang.


Spontan tangan Ivander terhenti dan mematung, "kenapa?" Ivander menoleh Charla yang menatapnya dengan kedua tangan yang terlipat di dada.


"Pokoknya tidak boleh menyentuh barang - barang itu!" tegas Charla.


"Baiklah!" Ivander mengangguk sembari mengamati benda - benda itu. "Tapi kalau melihat saja boleh kan?" tanya Ivander melirik Charla.


Charla hanya menghela nafas panjang.


"By the way, kamu dapat dari mana barang - barang jadul ini?"


"itu peninggalan mommy ku!" jawab Charla sembari menjatuhkan tubuhnya di sofa.


"Peninggalan mommy kamu?" tanya Devan. "Mommy kamu sudah meninggal?"


"Iya, saat melahirkan aku!" jawab Charla cuek.


"Apa?" Ivander sedikit tertegun menatap Charla yang menatap kosong ke depan.


Ternyata dia tidak punya Mommy sejak lahir? kenapa aku tidak mendapatkan informasi itu?


Batin Ivander.


"Jangan bersedih, mommy ku bisa jadi mommy mu juga." Ivander menjatuhkan tubuhnya di samping Charla.


Sedangkan Charla meliriknya jengah. "Aku tidak suka di kasihani!" ketus Charla


"Ooh baby, kenapa kamu ini tidak seperti gadis - gadis yang lain? mereka akan luluh hanya dengan satu kalimatku. Dan mereka mengejar ku susah payah. Sementara kamu? kamu justru aku dekati. Tapi kenapa sangat jual mahal dan ketus seperti ini?"


"Hahahah!" Charla terkekeh. "Karena semua yang mendekati kamu itu murah meriah, dan aku?" Charla menunjuk dirinya. "Aku tidak akan membuat diriku semurah itu! sampai harus mengejar harimau mesum seperti kamu!" ucap Charla menyebikkan bibirnya.


Ivander tersenyum manis menatap Charla yang berceloteh di sampingnya.


Tapi aku jadi semakin penasaran dengan mu.


Batin Ivander.


"Baiklah, lalu apa yang kamu inginkan untuk friday night kita?"


"Kamu pulang, aku mau istirahat!" jawab Charla sekenanya.


"What!" pekik Ivander. "Aku sudah setampan ini dan kamu menyuruh aku pulang?" tanya Ivander menatap dalam wajah Charla. "Hey girl, hampir setiap jum'at ada yang mengajak ku keluar dan tak sekalipun aku mau. Dan sekarang aku sudah di sini dengan tampilan sekeren ini. Tapi kamu malah mengusir ku?"


"Memangnya kenapa? aku tidak pernah ada kegiatan friday night selama hidupku."


"Baiklah kalau begitu. Kamu sudah makan?"


Tanya Ivander yang hanya di jawab gelengan oleh Charla.


"Kalau begitu kita makan malam saja mau?"


Charla tampak berfikir sejenak.


"Di restoran bawah saja ya?"


"Ok, terserah!"


"Ayo!" ajak Charla langsung beranjak dari duduknya.


Sementara Ivander yang masih duduk menatap Charla dari ujung kaki hingga ujung kepala Charla.

__ADS_1


"Dengan pakaian seperti ini?" tanya Ivander memicingkan matanya.


Charla melihat dirinya pada cermin yang menempel di dinding. Dia hanya menggunakan hotpants dan kaos berlengan panjang. Serta rambut pirang yang tergerai.


"Memangnya kenapa?"


"Tidak ingin berdandan sedikit? atau minimal ganti baju?"


"Kalau kamu malu jalan sama aku yang berpakaian begini, ya sudah kamu pulang saja! nanti aku akan delivery order!" jawab Charla kembali menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Eh eh, bukan begitu." Ivander menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Ya sudah ayo!" Ivander meraih tangan Charla dan berdiri.


Ivander menggandeng tangan Charla keluar dari apartemen dengan dandan yang sangat trendy. Sedangkan Charla, hanya berpakaian seadanya bahkan tanpa membawa satu barang pun termasuk ponsel. Hanya sepasang sepatu kets bermerk yang melekat di kakinya.


Di samping Ivander, Charla mengulum senyumnya. Dia sungguh tak menyangka, Ivander tetap nekat membawanya keluar dengan pakaian seadanya di friday night.


Meskipun Charla berasal dari keluarga kaya raya, tapi itulah Charla. Selalu tampil apa adanya dan tidak pernah malu dengan pakaian seadanya. Karena wajahnya yang memang cantik pakaian apapun tidak akan mengurangi kadar kecantikannya.


Ivander menarik satu kursi untuk Charla. Dan dia duduk tepat di depan Charla. Waiters datang membawa menu, dan Ivander memasrahkan pilihan pada Charla. Charla yang jahil memilihkan menu yang bisa di pastikan tidak di sukai oleh Ivander, tanpa sepengetahuan Ivander.


"Aku boleh tanya?" ucap Ivander.


"Apa?"


"Benar kah kamu tidak pernah berciuman?" tanya Ivander.


"Kamu pikir aku pembohong!" seru Charla.


"Berarti aku yang pertama kali mencium bibir mu?"


"Bukan! harimau yang sudah mencuri bibirku!" ucap Charla ketus.


Ivander terkekeh melihat aksi protes Charla yang tertahan. Karena mereka tengah berada di keramaian resto. Kalau di tempat sepi, Ivander yakin Charla sudah memberontak dan marah - marah.


Awas kamu Tuan muda Harimau mesum! lihat saja kejutan apa yang sudah aku siapkan untuk mu.


Menu makan malam pun datang, Charla dan Ivander sudah menghadap menu masing - masing.


Tanpa curiga, Ivander mukai memotong daging steak miliknya. Sementara Charla mengulum senyum menanti laki - laki itu terkena azab darinya. Charla berpura - pura memotong daging steak milik nya.


Ivander mengarahkan potongan steak di garpu nya ke mulut.


Hap!


Satu kunyahan membuatnya segera memuntahkan semua yang baru saja masuk ke mulutnya.


"Apa ini!" pekik Ivander.


Sementara Charla seketika mengulum senyumnya. Menutup mulutnya dengan tangan. Sungguh ia ingin tertawa terbahak - bahak saat ini.


"Hey kecil, apa yang kamu pesan ini?"


"Hahahah! enak?" tanya Charla penuh kemenangan.


"Kamu sengaja mengerjai ku ya?"


"Hihihihi! itu hukuman untuk pencuri bibir seorang gadis!"


Ivander segera meminum orange juice milik Charla. Karena curiga minuman milikinya juga di beri sesuatu yang aneh di mulut.


"Ehhh.. itu kan punya ku!" seru Charla merebut gelas orange juice yang sudah masuk ke mulut Ivander.


Adegan rebutan minuman pun terjadi di meja yang hanya berisi dua kursi itu. Yang seketika itu juga menjadi pusat perhatian orang - orang di meja lain.


"Nih!" Ivander menyerahkan gelas yang sudah kosong.

__ADS_1


"Harimau! kau benar - benar menyebalkan!" gerutu Charla sembari kembali duduk di kursinya dengan memasang wajah cemberut.


"Ini kan juga sama! minum dong!" ucap Ivander dengan penuh kemenangan.


Itu kan juga ada jebakan ku! kalau aku minum, senjata makan tuan dong!


Batin Charla.


"Kenapa? nggak enak?" tanya Ivander terkekeh.


"Waiters!" Charla memanggil waiters dan kembali memesan minuman untuknya.


Akhirnya Ivander hanya menikmati wajah Charla yang tampak makan dengan cuek. Nafsu makannya menghilang begitu saja.


Setelah sesi makan malam, mereka langsung kembali ke apartemen. Karena Yocelyn menolak untuk keluar.


Akhirnya Ivander memilih untuk menelisik apartemen seorang Little Charla.


"Ini mommy mu?" tanya Ivander melihat sebuah foto pernikahan yang menempel di dinding.


"Iya!" jawab Charla sembari asyik berbaring di atas sofa sambil memainkan ponselnya.


"Kenapa wajahnya tidak asing ya?" gumam Ivander.


Charla hanya melirik sekilas Ivander yang bergumam. Tanpa berniat menyahut meskipun mendengar gumaman Ivander.


"Dulu Mommy ku kuliah di Oxford juga?"


"Iyalah, dan ini apartemennya!" jawab Charla.


"Oh!" Ivander mengangguk.


Kemudian dengan rasa penasaran, Ivander memegang handle pintu kamar Charla.


Ceklek!


"Hey, mau apa kamu!" teriak Charla berdiri dan mencegah Ivander untuk masuk ke kamar yang baru terbuka separuh itu.


"Cuma pengen lihat!" jawab Ivander santai.


"Eh, ini kamar anak cewek! jangan sembarangan!" Charla berdiri tepat di depan Ivander.


Ivander celingak - celinguk melihat kamar dari sela - sela Charla yang menghalanginya.


"Kamar yang sangat rapi!" ucap Ivander.


"Duduk!" ucap Charla menunjuk sofa dengan dagunya.


"Baiklah, nona!" Ivander duduk di sofa. Menatap Charla yang menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Lalu memasukkan kuncinya ke dalam saku hotpants yang dia pakai.


"Cih, segitunya!" ucap Ivander.


"Area berbahaya!" ucap Charla ketus sembari berjalan ke arah sofa di samping sofa yang di duduki Ivander.


Namun secepat kilat Ivander meraih dan menarik tangan Charla, dan . . .


"Akh!"


.


.


🪴🪴🪴


Tunggu episode selanjutnya . . .

__ADS_1


Jika berkenan mohon tinggalkan dukungannya ya kakak. Vote, like, hadiah dan komentar sangat berharga untuk kami para Othor. 🥰


Happy reading 🌹🌹🌹


__ADS_2