
Sesampainya di rumah, Cleo hanya mengurung diri di dalam kamarnya. Selain menyesal dia juga merasa merasa bersalah dan tidak pantas untuk di maafkan Ayra, sahabatnya sejak lama.
"Kau bodoh, Cleo!" umpatnya pada dirinya sendiri.
"Kau terbakar setelah bermain api!" ucap Cleo sambil menatap pantulan tubuhnya di cermin.
"Apa yang harus aku lakukan!" gumamnya. "Ayra? apakah persahabatan kita akan berakhir?"
Cleo menatap fotonya bersama Ayra yang terpajang di bingkai atas nakas nya. Cleo menatap sendu foto mereka yang tersenyum bahagia.
"Sungguh bodoh! aku mau bercinta dengan Uncle mu, lalu dengan daddy sugar mu yang kau benci dan kau cari - cari!" ucapnya kemudian.
"Cleeoo! bodoh!" teriak Cleo.
# # # # # #
Di sisi lain, setelah Ayra meninggalkan Cleo dan Asher dia menemui customer service apartemen. Dia sungguh tidak menyangka akan bertemu dua orang yang kini di anggapnya sebagai bedebah itu.
"Semua apartemen di lantai 11 itu di sewakan, Mbak!"
"Jadi tidak Asher sebagai pemilik salah satu apartemen di sini?" tanya Ayra.
"Tidak ada, Mbak!" jawa CS perempuan itu. "Apartemen itu khusus kami sewakan! dan semua sudah ada yang menyewanya. Tapi tidak ada penyewa atas nama Asher!" jawab CS itu.
"****!" umpat Ayra lirih. "Kalau begitu terima kasih, permisi!"
"Iya, Mbak, sama - sama"
Ayra yang sebelumnya ingin pulang, memilih kembali ke apartemen miliknya di lantai 16. Apartemen minimalis yang dia beli dengan uang hasil kenakalannya selama ini.
Ayra merobek sebuah foto, dimana ada gambar dia dan Cleo. Ayra membuang robekan foto itu ke tempat sampah. Lalu melempar tubuhnya yang di penuhi amarah ke atas tempat tidur empuk miliknya.
"Pengkhianat kelas kakap!" umpat Ayra.
# # # # # #
Keesokan harinya . . .
Cleo datang ke rumah Ayra, namun tidak menemukan Ayra di rumah.
Esok harinya, Cleo datang lagi. Namun kembali nihil.
Akhirnya Cleo datang ke apartemen, dimana mereka bertemu. Dan menunggu Ayra di lobby, karena tidak tau Ayra tinggal di apartemen yang mana.
Hingga malam tiba, Cleo tak mendapati Ayra keluar atau masuk gedung itu. Sementara pihak apartemen tidak mau membocorkan kepemilikan apartemen di sana, pada mereka yang tidak memiliki apartemen di gedung itu.
Cleo bahkan mencoba mencari keberadaan Asher di apartemen itu. Tapi tidak bertemu juga.
"Kemana menghilangnya mereka?" gumam Cleo.
# # # # # #
Libur semester telah usai. Seluruh mahasiswa kembali di sibukkan dengan kegiatan perkuliahan mereka.
"Ayra!"
Ayra terus berjalan, tanpa memperdulikan panggilan dari suara yang sangat dia kenal.
"Ayra!" panggil Cleo setengah berlari.
"Ayra!" panggil Cleo lagi saat berhasil menahan lengan Ayra.
__ADS_1
"Lepas!" ucap Ayra.
"Ra, aku mohon maafkan aku!" ucap Cleo.
Ayra melepas paksa tangannya dan kembali berjalan menuju kelasnya.
"Ayra!" Cleo kembali menarik tangan Ayra agar berhenti berjalan.
"Lepas!" ucap Ayra lagi.
"Ayra! kita harus tetap bersahabat!" ucap Cleo.
Arya berhenti dan langsung menatap tajam mata Cleo.
"Bersahabat?" tanya Ayra dingin. "Bersahabat dengan pengkhianat?" tanya Cleo mengejek.
"Ra, aku mohon maafkan aku!" ucap Cleo merengek. "Aku janji tidak akan lagi berhubungan dengan Asher!"
"Kau mau berhubungan lagi dengannya pun aku tidak peduli!" ucap Ayra dengan mengeratkan giginya. "Kau bercinta dengannya sampai kau hamil anaknya pun aku tidak lagi peduli!" ucap Ayra tegas.
"Ra!" pekik Cleo.
"Apa?" tanya Ayra. "Bukankah kau tau, jika aku ingin membunuh laki - laki brengsek itu!" tanya Ayra. "Kau menemukannya dan kau justru bermain di belakang ku!"
"Aku tidak bermaksud seperti itu, Ra!" ucap Cleo. "Aku tidak sengaja bertemu dengannya malam itu!"
"Bagaimana bisa tidak sengaja!"
"Sebenarnya, saat pertama kali kami bertemu, dia pergi ke Jerman. Dan ternyata tiga hari lalu dia kembali ke London untuk mengambil beberapa barangnya. Lalu kami tidak sengaja bertemu di restoran!" jelas Cleo. "Awalnya aku sangat amarah dengan nya karena merekam dirimu, tapi kemudian . . ." Cleo menggantung kalimatnya, seolah ragu untuk melanjutkan penjelasannya.
"Kemudian apa?" tanya Ayra dingin. "Kemudian kau tergoda dengan ucapannya, lalu tergoda dengan rayuan dan uangnya!" tebak Ayra dengan mengeratkan giginya kembali. "Uang yang dia dapat dari menjebak ku!" ulang Ayra. "Uang yang kau terima itu uang hasil dia menikmati tubuhku, dan merekam tubuhku! apa kau tidak punya hati Cleo!" bentak Ayra kemudian.
"Ra, please!" ucap Cleo mulai berkaca - kaca.
"Cleo, aku sudah pernah memaafkan kesalahan mu, meskipun kau tidak pernah bercerita atas kesalahan mu." ucap Ayra lirih. "Dan aku menganggap itu masa lalu, aku tidak peduli, karena kau sahabat ku!"
"Kesalahan?" Cleo mengerutkan keningnya. Seolah tidak tau kesalahan apa yang di maafkan Ayra.
Ayra menarik nafasnya dalam, lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Cleo.
"Kau pikir aku tidak tau, kalau kau pernah bercinta dengan Uncle Clift!" bisik Ayra lirih.
Seketika tubuh Cleo bergetar, mendengar bisikan yang tak terduga di telinganya.
"Saat aku terbangun tengah malam itu, aku mengikuti mu untuk mengambil minum juga. Namun saat aku akan menuruni tangga, aku melihat Uncle Clift membawa mu masuk ke kamar nya! Dan bodohnya aku mendekati kamar Uncle Clift dan dengan jelas mendengar suara kalian sudah di penuhi birahi!" bisik Ayra.
"Malam itu..." Cleo tidak tau harus menjelaskan seperti apa.
"Dan akhirnya saat itu aku tau, kenapa kau tidur dengan ku di rumah ku, tapi hanya memakai pakaian dalam dan selembar kimono! hanya untuk menggoda Uncle Clift!"
"A..aa.." ucap Cleo terbata - bata.
"Stop!" ucap Ayra membungkam mulut Cleo dengan satu jari telunjuknya. "Aku tau saat itu kau di bayar! jadi aku diam saja dan memaafkan ulah mu di rumah ku, karena kau sahabatku!"
"Ayra.."
"Aku sungguh tidak menyangka Cleo, hati mu lebih busuk dari ku!" ucap Ayra menatap tajam mata Cleo. "Kau menikung sahabat mu sendiri!"
"Ayra!" ucap Cleo sembari meneteskan air matanya.
"Hapus air mata buaya mu itu!" ucap Ayra, sembari berlalu dari hadapan Cleo.
__ADS_1
"Ayra!" panggil Cleo yang tidak di gubris Ayra.
Yocelyn dan Lolita yang sedari tadi melihat pertengkaran keduanya, akhirnya mendekati Cleo.
"Ada apa Cleo?" tanya Yocelyn sambil memegang pundak Cleo.
"Cerita saja Cleo!" ucap Lolita.
"Tidak ada!" jawab Cleo sambil mengusap air matanya.
"Kalau tidak ada apa - apa, kenapa kalian seperti bertengkar? bukankah selama ini kalian sangat erat?" ucap Yocelyn.
"Iya!" sahut Lolita.
"Aku bersalah pada Ayra!" jawab Cleo.
"Maksudnya?" tanya Yocelyn dan Lolita bersamaan.
"Biarkan menjadi urusan kami!" ucap Cleo.
"Cleo, kalian sudah bersahabat sejak lama bukan? jadi sebisa mungkin perbaiki hubungan kalian!" ucap Lolita.
"Aku akan berusaha!" jawab Cleo.
"Sebaiknya kita sekarang masuk ke kelas!" ucap Yocelyn.
"Iya!" jawab Lolita.
Sedangkan Cleo hanya mengangguk pelan, sembari mengikuti langkah Yocelyn dan Lolita.
Di dalam kelas, Ayra sudah duduk menjauh dari bangku biasanya. Dia memilihi menjauhi Cleo, bahkan berpura - pura tidak mengenal Cleo.
Yocelyn dan Lolita hanya bisa melihat kedua temannya itu bergantian. Kemudian mengangkat kedua bahu mereka.
.
.
.
**Ok! kisah Cleo dan Ayra sampai di sini dulu**!
**Kita kembali ke kisah Devan dan Yocelyn. Akan ada cerita baru di kehidupan mereka**!
**Tunggu episodenya yaa 🥳🥳🥳**
**Happy reading 🌹🌹🌹**
**Jangan lupa mampir di** 🌸 ***AKU PELAKOR***?"
__ADS_1
