Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Pindahan!


__ADS_3

Beberapa hari kemudian . . .


Devan melajukan mobilnya meninggalkan apartemen. Dia sengaja membawa Yocelyn keluar dari apartemen siang ini agar kekasihnya itu tidak bosan. Devan berencana mengajak Yocelyn untuk jalan - jalan dan shopping, karena saat ini adalah weekend. Sehingga waktunya penuh hanya untuk bersama kekasihnya.


"Kita kemana, Sayang?"


"Jalan - jalan saja!" jawab Devan dengan senyum tak berdosa nya.


"Iyaa aku tau, tapi jalan - jalan kemana?" tanya Yocelyn memaksa. "Jangan buat penasaran dong!"


"Harrods!"


"Shopping?"


Devan tidak menjawab, dia hanya menoleh pada Yocelyn dengan senyum manis di bibirnya.


"Walk in closed di apartemen ku tak seluas walk in closed di apartemen mu, Sayang!" ucap Yocelyn, "kenapa kamu suka sekali mengajak ku shopping?"


"Kalau begitu kita pindah ke apartemen di lantai 30!"


"Apartemen kamu?"


"Bukan juga!" jawab Devan, "di depan kamar ku ada apartemen milik Opa yang tidak sedang di huni!"


"Kenapa tidak di apartemen kamu saja?"


Devan menoleh sekilas pada Yocelyn. Dia ragu untuk memberi penjelasan pada kekasihnya itu.


"Kenapa?" tanya Yocelyn pada Devan yang diam saja.


"Jujur! aku takut Charla mengganggu atau pun mengancam kamu!"


"Tidak masalah! aku tidak takut dengan nya! aku tidak akan terpengaruh dengan ucapannya!"


"Kamu yakin?" tanya Devan serius.


"Ya iyalah, Sayang!"


"Begini! kita pindah ke apartemen ku, tapi jika Charla muncul berjanjilah untuk tidak berkomunikasi dengannya! jangan membuka pintunya!"


"Siap!" jawab Yocelyn yakin..


"Good!" sahut Devan.


"Memangnya kenapa kalau aku berkomunikasi dengannya?" tanya Yocelyn penasaran.


"Aku takut, dia mempengaruhi kamu agar menjauh dari ku!" jawab Devan. "Untuk pertama kali aku takut kehilangan orang yang aku cintai" ucap Devan serius dengan wajah teduh dan sendu.


Yocelyn menatap bangga pada kekasihnya yang fokus mengemudikan itu. Ada perasaan tenang setiap mendengar Devan yang mengucapkan kata - kata cinta padanya.


# # # # # #


Devan dan Yocelyn berkeliling, mengelilingi Harrods, surga belanja bagi kalangan atas di United Kingdom alias London.



Dengan menyatukan jari jemari, mereka menyusuri setiap sudut dari Mall mewah itu. Devan yang memang sangat loyal itu, mengajak kekasihnya untuk masuk ke setiap toko barang branded.


Tapi sekali lagi, Yocelyn adalah gadis yang terlahir dari orang kaya sejak lahir. Sehingga belanja barang menurutnya biasa saja. Tidak seperti OKB yang gila belanja.


Dengan begitu, bukan brarti dia tidak hobi belanja, dan buta merek. Hanya saja yang dia butuhkan sekarang hanyalah Devan sebagai kekasih yang mencintainya. Barang mewah menurutnya hanya hal kecil yang bisa di kesampingkan.


Dua jam berkeliling, Yocelyn hanya membawa dua paper bag berisi baju santai dan dress, satu paper bag berisi high heels, dan satu kotak perhiasan kecil yang hanya berisi sepasang anting dengan desain yang sederhana, tapi berharga cukup fantastis.


"Kamu mau beli apa lagi, Sayang?" tanya Devan.


"Sudah ah!" jawab Yocelyn.

__ADS_1


"Kamu yakin?"


"Iyaa!" jawab Yocelyn. "Sekarang beli baju buat kamu saja yuk!"


"Untuk apa?" tanya Devan, "bajuku sudah di urusi oleh Christ!"


"Kali ini aku yang urusi!" ucap Yocelyn dengan senyum manisnya.


"Emmm .. kalau begitu ayo!" jawab Devan yang merasa senang, karena kekasihnya itu ternyata memiliki usaha untuk menjadi kekasih yang baik.


Mereka berjalan ke stand penjual baju untuk pria. Devan meraih paper bag dari Yocelyn dan membawanya. Karena Yocelyn sibuk memilih baju untuknya.


"Wow! ini sangat pas untuk kamu, Sayang!" ucap Yocelyn yang melihat Devan mencoba baju santai yang di pilihkan Yocelyn. "Kamu terlihat sangat keren!"


"Oh, ya?"


"Iya!" sahut Yocelyn yakin. "Ini saja, kemas!" ucap Yocelyn pada pegawai toko yang membantunya memilih baju.


"Baik, Nona!" jawab pegawai itu yang sedikit memandang aneh pada Yocelyn yang selalu memakai masker itu.


Setelah melakukan pembayaran, mereka langsung menuju pusat makanan. Mereka kelaparan setelah berjalan - jalan selama tiga jam lebih.


Jangan tanya berapa banyak uang yang di keluarkan Devan untuk membayar walau hanya sedikit barang. Semua barang yang mereka beli adalah merek dunia, dimana beberapa di antara barang limited edition dari brand kelas dunia. Tapi baginya, uang itu tak seberapa, sultan mah bebas.


"Kamu mau makan apa, Sayang?" tanya Yocelyn saat mereka sudah berada di salah satu restoran.


"Samakan saja, Sayang!" jawab Devan yang sedang enggan memilih menu makanan yang tersedia.


"Baik, tapi tidak boleh protes!"


"Iya!"


# # # # # #


Dengan bantuan Devan, Yocelyn membawa beberapa perlengkapan miliknya dari apartemennya ke apartemen Devan. Mulai malam ini mereka akan tinggal di apartemen Devan, di lantai 30.


"Di sini banyak yang bisa kamu kerjakan!" ucap Devan, "fitness, berendam di lantai dua, aku juga punya PS 5!" lanjutnya.


"Kamu suka fitness?"


"Olah raga itu harus, Sayang!"


"Iya sih!"


Mereka masuk ke dalam kamar Devan. Bukan pertama kalinya bagi Yocelyn masuk ke kamar itu. Tapi akan menjadi pertama kalinya Yocelyn tidur di kamar itu.


"Mulai malam ini kita akan tidur di sini!" ucap Devan menjatuhkan tubuhnya di ranjang yang akhir - akhir ini sangat jarang dia tempati.


"Lebih luas dari ranjang di apartemen bawah!"


"Tentu saja, Sayang! karena ranjang ini akan menjadi saksi cinta kita nanti!" ucap Devan menarik tangan Yocelyn. Sehingga Yocelyn yang semula berdiri jatuh tepat di atas dadanya. Dengan wajah yang saling berhadapan, dengan jarak yang cukup dekat.


"Sayaang!" ucap Yocelyn karena Devan mendekapnya erat.


"Sayang, apa kamu siap jika kita menikah?" tanya Devan.


"Kita saja belum pernah menghadap orang tua kita! kamu sudah bicara tentang pernikahan!" jawab Yocelyn.


"Memangnya kenapa?" tanya Devan membelai wajah cantik Yocelyn di atas dadanya.


"Bagaimana kalau Papa tidak setuju, atau ..."


"Atau apa?" tanya Devan karena Yocelyn tidak melanjutkan kalimatnya.


"Atau bagaimana kalau justru orang tua kamu yang tidak setuju" lanjutnya ragu.


"Tidak mungkin!" sahut Devan yakin. "Papa, Mama, Opa, Oma tidak pernah pilih - pilih menantu!"

__ADS_1


"Oh ya!"


"Iya!" jawab Devan yakin. "Jangan khawatirkan tentang restu keluarga ku. Mereka pasti setuju! lagi pula apa yang membuat mereka menolak calon menantu secantik ini!" ucap Devan menggoyangkan hidung Yocelyn dengan hidungnya.


"Bisa saja kamu!" ucap Yocelyn memukul pelan dada Devan dengan senyum malu - malunya.


"Haha!" Devan tergelak gemas melihat wajah merah merona kekasihnya.


Devan langsung menarik leher Yocelyn dengan satu tangan, dan memulai ciuman yang penuh kelembutan. Spontan Yocelyn menahan tubuhnya dengan kedua tangannya di samping kepala Devan. Sementara satu tangan Devan memeluk tubuh Yocelyn dengan posesif.


Beberapa saat bertahan dengan posisi itu, Devan menarik tubuh Yocelyn dan memutarnya tanpa melepas pautan bibir mereka. Sehingga posisi Devan sekarang berada di atas Yocelyn.


Tangan Yocelyn pun reflek melingkar di leher Devan. Yocelyn berusaha mengimbangi pergerakan Devan yang menciumnya dalam dan lama.


Kedua mata mereka terpejam sejak saat pertama berciuman. Keduanya benar - benar terbawa suasana nikmatnya berciuman dengan orang yang mereka cintai.


Dan Devan benar - benar tak seperti Tuan Casanova saat ini. Dia mencium Yocelyn bukan hanya karena ***** belaka, tapi juga rasa ingin memiliki sepenuhnya.


"Sayang!" ucap Yocelyn saat mulai merasakan kehabisan nafas.


Devan melepas pautan bibirnya, dan menatap mata Yocelyn dengan intens, lalu mengusap bibir Yocelyn yang basah karena ulahnya.


"Bibirmu sangat manis, Sayang!" ucap Devan lirih. "Aku selalu lupa diri kalau sudah merasai bibir manis mu!"


"Mesum!" celetuk Yocelyn yang membuat Devan spontan mengangkat sudut bibirnya.


"Memangnya kamu tau mesum itu apa?"


"Taulah!" jawab Yocelyn tanpa pikir panjang.


"Apa?" tanya Devan gemas dengan kekasih polosnya itu.


"Seperti yang kamu ucapkan barusan!"


"Hahaha!" Devan tergelak mendengar jawaban kekasihnya. Dengan gemas Devan justru menggigit kecil hidung Yocelyn.


"Sayang!" pekik Yocelyn yang merasakan sakit di hidungnya.


.


.


.


.




Bocoran sedikit!


Di next episode akan ada drama tertangkapnya Yocelyn oleh sang Papa.


Seperti apa dramanya? Tungguin kelanjutan ceritanya ya Kakak 🥰


Pertarungan sengit Devan vs Keanu akan segera di mulai! 🤩



Jangan lupa like dan Komentarnya. Dukungan kakak sangat berarti untuk Author receh seperti saya.



Terima kasih,


__ADS_1


Salam Lovallena.


__ADS_2