Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Peringatan Untuk Ayra


__ADS_3

Tanpa pikir panjang, Ayra mengumpulkan keberanian untuk mendekati Devan. Ayra memeluk lengan Devan, dan dengan sengaja mencoba menggoda Devan, dengan cara menempelkan lengan Devan yang dia peluk pada buah dad* nya.


Devan tau gelagat Ayra yang sengaja seperti itu. Tapi Devan sama sekali tidak bergeming.


"Tuan! main yuk!" ucap Ayra menggoda. "Yocelyn nggak akan tau!" bisik Ayra.


"Lepas!" ucap Devan dingin.


"Tuan! ayolah!" bisik Ayra lagi dengan manja. "Tuan belum pernah bermain dengan ku kan?" Ayra memeluk erat lengan Devan.


"Aku sama sekali tidak tertarik dengan mu!" ucap Devan dengan mengeratkan giginya. "Jangan pernah coba - coba untuk mengkhianati istriku!" ucap Devan tegas sembari menarik kuat lengannya.


"Tuan, kita main diam - diam saja!" bujuk Ayra.


"Jangan bertindak melebihi batas mu! aku bisa melakukan apa saja untuk membuat mu menyesal karena sudah mengkhianati istriku!"


"Tuan, kalau saja Tuan menikah dengan Yocelyn setelah aku pernah berkencan dengan Tuan pasti aku tidak akan berkhianat!" ucap Ayra tanpa takut. "Sayangnya Yocelyn bahkan mencuri start ku!" Ayra memanyunkan bibirnya. "Tiba - tiba dia kembali muncul di kampus dan mengaku sebagai istri Tuan Devan! tentu saja aku tidak suka!"


"Jauhi istri ku!" ucap Devan.


"Aku tulus ingin berteman dengan Yocelyn, tapi aku juga tulus ingin mendapatkan Tuan! walau hanya ..." Ayra menggantungkan kalimatnya, lalu berjinjit mendekatkan bibirnya pada telinga Devan. "Tiga jam!" bisik Ayra


"Kau bermain api dengan ku?" tanya Devan dingin.


"Ayra inginnya bermain di atas ranjang bersama dengan Tuan!" ucap Ayra lirih sembari menusuk - nusuk dada Devan dengan jari telunjuknya. "Bukan bermain api! lagi pula aku tidak yakin kalau Yocelyn si gadis kurang pergaulan itu bisa memuaskan hasrat Tuan Casanova seperti Tuan Devan!"


"Tutup mulut sampah mu itu!" ucap Devan tegas sembari menyingkirkan kasar tangan Ayra yang mencoba kurang ajar.


Ayra sedikit shock dengan tindakan Devan, tapi Ayra berusaha untuk tetap tenang.


Devan membuka pintu mobilnya, lalu membuka dashboard mobilnya. Kemudian mengeluarkan amplop coklat yang ada di dalamnya. Devan kembali menutup pintu. Dan menyerahkan amplop itu pada Ayra.


"Ini akan tersebar, jika kau berani kurang ajar padaku dan mengkhianati istriku!" ancam Devan dengan nada dingin, kemudian berlalu dari hadapan Ayra dan meninggalkan area kampus.


Ayra menerima dengan bingung amplop coklat itu. Ayra yang penasaran segera membukanya. Namun saat akan membuka, tiba - tiba Cleo menimpuk pundaknya.


Seketika Ayra terlonjak kaget, dan dengan gerakan cepat, Ayra kembali menutup amplop dan memasukkannya ke dalam tas.


"Kenapa, Ra?" tanya Cleo.


"Eh, nggak kok!"


"Amplop apa tadi?"


"Bukan! bukan apa - apa!"


"Oh!" Cleo mengangguk.


# # # # # #


Di dalam kelas, Ayra masih penasaran dengan amplop coklat yang di berikan Devan. Ayra menatap punggung Yocelyn yang terlihat fokus mengerjakan soal ujian.


Amplop apa ya itu?


Tanya Ayra dalam hati merasa gelisah.


Ayra di buat tidak fokus dengan ujian di hari pertamanya ini.


Beberapa saat berlalu, waktu ujian telah berakhir. Semua pulang lebih cepat dari biasanya. Mereka berempat bersamaan berjalan keluar kampus.


"Ada yang jemput, Ra?" tanya Yocelyn.


"Oh, ada kok!" jawab Ayra. "Kamu?" tanya Ayra balik.


"Aku di jemput supir, soalnya suami ku ada rapat!" jawab Yocelyn.


"Oh!" Ayra mengangguk.


"Kenapa wajahmu terlihat bingung sih, Ra?" tanya Yocelyn.


"Ah, tidak kok!" sahut Ayra.


"Iya lo, Ra!" sahut Lolita.

__ADS_1


Cleo, gadis yang paling dekat dengan Ayra, langsung mendekati Ayra.


"Ada yang kamu pikirkan?" tanya Cleo menghardik.


"Tidak ada, Cleo!" jawab Ayra.


Sementara Cleo tau, pasti ada yang tidak beres. Tapi Cleo pura - pura cuek.


Apa Ayra tau, kalau aku sempat kencan dengan daddy sugar nya? Tidak biasanya dia menyimpan rahasia padaku!


Ucap Cleo dalam hati, sembari terus melihat ekspresi Ayra yang terlihat tidak tenang.


Yocelyn dan Lolita sudah meninggalkan area kampus bersama supir mereka masing - masing. Sementara Ayra baru saja masuk ke mobil yang menjemputnya.


Dan kali ini, Cleo berinisiatif untuk mengikuti Ayra. Kemanapun Ayra pergi. Selain khawatir pada Ayra, dia juga takut jika ternyata Ayra tau dia sempat kencan dengan Asher, sugar daddy yang lebih dulu di dapatkan Ayra.


Di dalam mobil, Ayra yang duduk di kursi belakang membuka amplop coklat itu. Dan dengan rasa penasaran yang tinggi, Ayra mengeluarkan isinya.


Dan seketika matanya membulat saat mendapati tumpukan lembar foto. Dan foto teratas adalah foto dirinya yang terlelap tanpa busana, bahkan tanpa benang sehelai pun.


Dengan cepat Ayra memasukkan kembali foto - foto itu. Agar supirnya tidak curiga dan tidak melihat semua itu.


Ekspresi Ayra seketika berubah. Tubuhnya seketika terasa gemetar. Dia ingat betul itu tempat tidur yang ia tempati untuk bercinta dengan Asher pertama kali.


Bagaimana semua ini bisa terjadi? siapa Asher? Kebodohan apa yang sudah aku lakukan? Kalau sampai ini tersebar, apa kata teman - teman!


Ucap Ayra dalam hati.


Nafas Ayra sudah tidak beraturan. Bagai kejatuhan kulit durian yang tajam dan menyakitkan. Hal itu berhasil membuat Ayra seperti orang linglung di dalam mobil itu.


Sesampainya di rumah, Ayra langsung masuk ke dalam rumah, dan masuk ke kamarnya. Dengan cepat Ayra mengunci pintu kamarnya.


Ayra kembali membuka amplop coklat itu. Dan semakin di buat shock mendapati ada belasan lembar foto dirinya yang akan sangat memalukan jika sampai tersebar.


Tangan Ayra bergetar saat menemukan satu flashdisk di dalam amplop itu. Dengan tangan yang gemetaran, Ayra membuka laptopnya dan langsung memasang flashdisk itu.


Deg!


"Aaaarrggg!!"


Ayra menjerit melihat vidio yang berisi dirinya sendiri bersama Asher tengah bercinta. Ayra malu sendiri melihat rekaman dirinya yang tengah menikmati sentuhan Asher.


"Asher! Bangs*t kau!" umpat Ayra kesal. "Tenyata kau laki - laki bayaran!" Ayra melempar lembaran foto iku ke lantai.


Tok tok tok tok tok!


Bunyi ketukan pintu bertubi - tubi terdengar dari arah pintu kamar Ayra.


"Pergi!" teriak Ayra.


"Ra! ini aku! Cleo!" ucap Cleo.


"Pergi!" teriak Ayra.


"Ra! ini aku Cleo!" teriak Cleo, "kalau kamu tidak mau buka, aku akan suruh Papa kamu untuk mendobraknya!"


"Aku tidak ingin bertemu dengan siapapun!" teriak Ayra.


"Hanya aku, Ra!" ucap Cleo. "Aku akan masuk sendiri! kamu tidak lupa apa hubungan kita kan?" bujuk Cleo yang merasa khawatir.


Dengan cepat Ayra memungut kembali lembaran foto yang dia lempar. Dan langsung mencabut flashdisk itu dari laptop miliknya.


Ayra menyimpan semua itu di dalam almari. Agar tidak ada yang tau tentang hal memalukan itu.


Aku akan membakarnya!


Batin Cleo.


Cleo berjalan ke arah pintu dan membuka pintu untuk Cleo. Cleo yang panik langsung melihat kondisi Ayra. Yang mana tubuhnya utuh, hanya ekspresinya saja yang tak seperti biasa.


"Kamu kenapa, Ra?" tanya Cleo sembari menutup pintu kamar Ayra.


Ayra tidak menjawab, dia memilih untu berbaring di tempat tidurnya.

__ADS_1


"Ra?" panggil Cleo lagi, sambil ikut naik ke tempat tidur Ayra.


"Aku melakukan hal bodoh, Cleo!" ucap Ayra.


"Maksud kamu?" tanya Cleo.


"Asher ternyata laki - laki bayaran!" ucap Ayra tanpa basa basi.


"Apa!" pekik Cleo membulatkan matanya.


"Dia bayaran Tuan Devan untuk mengancam ku! Dia bukan benar - benar orang kaya Cleo!' ucap Ayra sembari meneteskan air matanya.


Spontan Cleo merasa jijik dengan dirinya, mengingat dia yang sempat tergiur dengan tawaran Asher malam itu.


"Dan sekarang Tuan Devan memiliki vidio bercinta kami malam itu! dan akan menyebarkannya jika aku berkhianat pada istrinya!" ucap Ayra semakin menangis.


"Apa!" pekik Cleo, yang spontan Cleo pun merasa ketakutan.


*Bagaimana kalau waktu itu Asher juga merekam hubungan kami malam itu!


Sial! kebodohan apa yang sudah aku lakukan*!


Ucap Cleo dalam hati.


"Cleo, kalau kau bertemu Asher, bilang padaku! aku ingin menghajarnya sampai habis!"


"Apa kamu akan sanggup menghajar dia?" tanya Cleo.


"Aku punya cukup uang untuk membayar orang!"


Cleo mengangguk paham. Tapi dalam dirinya di penuhi rasa khawatir yang luar biasa. Mengingat dia pernah melakukan kebodohan dengan tergiur daddy sugar milik sahabatnya, yang ternyata daddy sugar palsu.


Jijik sekali! pantas saja waktu itu dia pesan kamar gold! ternyata abal - abal!


Batin Cleo.


*Untung cuma sekali, dan aku dapat duit banyak!


Tapi bagaimana kalau dia juga merekam percintaan kami waktu itu*!


Cleo pun ikut di buat cemas.


Dan mereka sama - sama bingung, dimana bisa menemukan Asher. Cleo bahkan tidak pernah bertemu lagi sejak malam itu.


.


.


.


.




...**Happy reading 🌹🌹🌹**...



...**Ingat ya kak, untuk selalu berfikir dua kali sebelum bertindak πŸ₯°**...



...**Jangan lupa baca novel ke empat Author, judulnya** ...



...🌺🌺🌺 **AKU PELAKOR**? 🌺🌺🌺...



...πŸ’” **Gadis** **itu di sebut pelakor? Padahal dia seorang istri yang memberi warna pada suaminya**. πŸ’”...

__ADS_1


__ADS_2