Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Perasaan yang Asing


__ADS_3

Bibir Ivander turun, menyusuri leher kanan dan kiri. Lanjut menyusuri pundak mulus Charla, lanjut ke dada bagian atas. Dan berakhir dengan menciumi buah kenyal. Meninggalkan bercak - bercak kepemilikan di dua bukit itu.


Dan barulah, ia membuka sedikit bibirnya untuk mengeluarkan lidah dan di arahkan ke arah puncak pink. Charla yang melihat itu seketika tubuhnya meremang, jantungnya berdebar hebat. Padahal lidah itu belum menyentuh bagian paling sensitif dari tubuhnya. Tapi ia sudah merasakan sesuatu yang sangat aneh di dalam tubuhnya.


Ivander sudah sering meremas dan memainkan puncak dari benda itu, tapi untuk menyentuhkan lidah dan bibirnya di area itu, belum pernah ia lakukan.


Dan sampailah saat Ivander menjulurkan sedikit lidahnya. Melihat lidah itu jantung Charla bagaikan di pompa dengan kuat, dan semakin kuat saat lidah Ivander menyentuh puncak pink bagian kanan.


"Ah!" suara itu lolos begitu saja dari bibir mungilnya.


"Aah!" semakin panjang suara itu keluar dari bibirnya saat lidah suaminya menyapu seluruh permukaan yang berwarna pink itu.


"Ssshh!" Charla menggigit bibir bawahnya agar tidak berlebihan dalam bersuara.


Namun apa daya, ia tak sanggup menahannya saat lidah Ivander mulai bermain - main cantik di sana.


Charla menyisir rambut belakang kepala Ivander untuk menahan dirinya yang begitu terbuai dengan apa yang di lakukan suaminya.


Lidah Ivander bergerak ke kanan dan kiri dengan gerakan cepat. Sedang tangan kanannya asyik meremas dan juga memainkan puncak sebelah kiri Charla.


Tangan Charla kembali merengkuh leher Ivander semakin erat. Sesekali mengusap rambut kepala bagian belakang.


"Ssshh kak!" suara Charla tak bisa membohongi diri, betapa nikm*t aktivitas mereka sore ini.


Aksi terakhir untuk puncak itu adalah dengan menghisapnya seperti bayi yang kehausan. Sesekali menariknya kecil dan kembali menyesapnya.


Kemudian bibir Ivander bertukar posisi dengan tangan kanannya. Alias giliran puncak kiri Charla yang di lahapnya habis. Sedang tangan kirinya beraksi memainkan dada sebelah kanan Charla yang lembab akibat ulahnya barusan.


"Ssssh ah!" suara itu kembali lolos saat Ivander begitu asyik dan sangat menikmati puncak dari buah kenyal yang seterusnya pasti akan menjadi buah favoritnya.


Pulp!


Bunyi itu keluar saat Ivander menarik manja puncak yang sudah menegang sedari tadi itu.


"Kak sssh ah!" suara Charla semakin tidak karuan saat Ivander semakin ganas beraksi di dua gundukan terindah yang di sukai kaum adam pastinya. Charla pun reflek menarik rambut kepala Ivander.


Ivander mulai menghisap manja dua puncak secara bergantian. Memainkan lidah di dua puncak secara bergantian dengan menambah kecepatan. Seolah bayi yang rakus akibat kelaparan.


Hingga Charla merasakan sesuatu di bawah sana. Sesuatu yang seperti ingin pecah dan keluar, namun ia tahan. Semakin ia tahan sesuatu semakin kuat di rasakan tubuhnya.


Dan apalah daya, dadanya tidak sanggup lagi menahan kenikm*tan yang di berikan sang suami.


"Aahhh kak!" Charla mendekap erat kepala Ivander yang tengah asyik menghisap put*ngnya dengan kuat, saat sesuatu itu benar - benar pecah di bawah sana. Nafasnya seketika tersengal.

__ADS_1


Sesuatu yang asing, tapi sungguh rasa yang sangat nikm*t itu meledak sampai ke ubun - ubun. Rasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Sesuatu seperti keluar dari miliknya dengan cara yang sungguh sempurna.


Ivander kembali bergerak turun, dengan menciumi bagian perut Charla yang rata tanpa melepas kedua tangan yang merem*s dada Charla, saat tubuh Charla lebih normal.


Charla memejamkan matanya dan kembali merasakan geli yang asing, saat bibir Ivander menciumi area sekitar kewanitaan nya. Sesekali ia membuka mata dan semakin bergairah, saat melihat kepala Ivander yang menggerakkan lidahnya di sekitar bulu - bulu halus.


Ivander mengangkat kedua kaki Charla, dan menekuk lututnya, kemudian membukanya lebar.


Spontan Charla menutupi bagian intinya dengan tangan, karena malu lubang kenikmatan yang hanya di miliki wanita itu terlihat oleh suaminya untuk pertama kali. Apalagi area sedang basah sebasahnya.


"Malu, kak!" pekik Charla reflek. "Basah, pasti jelek!"


"Tidak usah malu, sayang" lirih Ivander dengan nada yang meyakinkan. "Aku pasti menyukainya"


Ivander menciumi dan menjilati kedua tangan Charla yang menutupi bagian yang akan ia jamah untuk pertama kali.


Akhirnya tangan itu menyingkir dengan sendirinya. Jurus Ivander cukup ampuh untuk mengusir tangan tanpa harus memaksanya.


Lubang indah yang tengah basah itu pun terlihat oleh matanya. Ia terdiam sejenak, memandangi bagian dari wanitanya yang baru pertama kali ia lihat.


Semakin dalam ia memandang, semakin bergairah untuk segera menyatukan tubuh mereka.


Jemari Ivander bergerak untuk menyentuh dan mengusapnya, seketika Charla bergerak karena geli yang tak biasa.


Jari tengah Ivander merangsak masuk secara perlahan. Saat jarinya tenggelam sempurna Charla tersentak dan menggeliat. Sungguh nikmat yang sulit di ucapkan oleh gadis 19 tahun itu.


Jari itu kembali keluar secara perlahan, dan kembali masuk sepenuhnya. Dan Charla selalu mengalami hal yang sama.


Aneh, sedikit sakit tapi sungguh nikm*t tiada tara. Itulah yang di rasakan Charla.


Satu, dua, tiga, empat, lima kali jari itu masuk secara perlahan kini jari itu keluar masuk dengan menambah kecepatan.


"Ah..ah!" desah*n Charla semakin menggila dan tidak karuan.


Semakin lama semakin cepat, hingga jari Ivander merasakan sesuatu keluar dari dalam.


Puas dengan aksi itu, Ivander menarik jemarinya dari inti Charla dan memasukkan ke dalam mulutnya, dan menghisap cairan yang menempel di sana tanpa rasa jijik.


Ivander membuka handuk kimono nya dan melempar ke lantai. Kini keduanya telah polos tanpa sehelai benang sekalipun.


Ivander kembali mengungkung Charla, mencium bibirnya dengan rakus sambil meremas buah kenyal favoritnya.


"Siap, sayang?" bisik Ivander.

__ADS_1


Charla menatap mata Ivander yang memancarkan cinta untuknya. Seolah terhipnotis dengan mata itu, Charla mengangguk pelan.


Tangan kanan Ivander merangsak masuk ke bawah leher Charla. Mencium pipinya dalam. Sedang tangan kirinya membantu junior nya untuk memasuki lubang perawan istrinya.


Satu kali gagal!


Dua kali gagal!


Saking sempitnya lubang itu.


Tiga kali, barulah ujungnya bisa masuk!


"Aaah! kakak!" pekik Charla menahan sakit di bagaian bawah.


Ivander semakin erat memeluk istrinya, agar tidak merasakan sakit berlebih dan merasa sangat di inginkan.


Sedikit demi sedikit senjata itu akhirnya masuk dengan sempurna. Charla semakin menggila akan hal itu.


Pelan... pelan... pelan...


Akhirnya gerakan itu semakin cepat. Dan karena sama - sama melakukan untuk yang pertama kali, keduanya merasakan geli yang tak biasa.


Dan baru lima belas menit, Ivander sudah terangsang hebat. Seolah tidak sanggup lagi menahannya.


Kupu - kupu seolah beterbangan di bawah langit yang biru. Suara burung berkicau mengisi sepinya hari. Pepohonan dan bunga - bunga menambah suasana syahdu untuk dua anak manusia yang baru tengah menyatukan cinta mereka di dalam ikatan yang suci.


"Aaaahhh!"


Suara itu kembali keluar dari bibir keduanya yang terdengar sangat khas.


Puncak keindahan surga dunia, mereka rasakan secara bersama.


Ivander mencium kening Charla sebelum menarik senjata yang kini sudah tidak perjaka lagi.


Ivander tersenyum melihat darah sepanjang tiga senti meter yang berada tepat di bawah ******** Charla.


Indah... sungguh indah cinta kedua anak muda itu.


.


.


🪴🪴🪴

__ADS_1


Happy reading 🌹🌹🌹


__ADS_2