Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Happy Ending . . .


__ADS_3

"Anandhita kamu urus Kak Ivander! aku akan ke apartemennya menemui Kak Charla. Dia tidak mengangkat telfon ku. Aku khawatir terjadi sesuatu!"


"Iya Kak Vallen!" jawab Anandhita.


Semua berpencar dengan tugas masing masing. Tapi Vallencia yang di dera kebingungan. Dia tidak tau sandi apartemen Ivander.


"Aakhh!" desis Vallencia kesal, karena semakin panik. Ia yakin saudara iparnya dalam keadaan tidak baik - baik saja. Terbukti dentingan bel tak kunjung membuat pintu di depannya terbuka.


"Anandhita! cepat sadarkan Kak Ivander!" ucap Vallencia melalui sambungan telfon.


"Sedang di usahakan dokter, Kak!"


"Kalau sudah sadar, segera bawa ke apartemen! sepertinya Kak Charla dalam keadaan tidak baik - baik saja!"


"Iya, Kak!"


Vallencia mengakhiri panggilan telponnya. Dan kembali berputar - putar di depan pintu. Sesekali ia mencoba sandi yang berhubungan dengan Ivander dan Charla.


Mulai dari tanggal lahir keduanya, tanggal pernikahan sampai tanggal lahir orang tua mereka. Dan semua gagal total.


"Halo?" ucap Vallencia mengangkat telpon.


"Kami perjalanan ke apartemen, Kak! Kak Ivander sudah siuman!"


"Baguslah, cepat!"


"Iya, Kak!"


Beberapa menit kemudian, lift tebuka. Memperlihatkan Ivander, Anandhita dan seorang dokter perempuan berlari mendekati pintu apartemennya.


Segera saja Ivander memasukkan sandi apartemennya. Dan langsung membuka pintu utama itu.


"Sayang!" teriak Ivander, namun tak terlihat adanya tanda - tanda kehidupan yang menyahut.


Dan sampailah, langkah kaki Ivander di depan pintu kamarnya. Ia menyentuhkan jari telunjuknya dan pintu kamar pun terbuka.


"Sayang!" pekik Ivander.


Dan segera berlari mendekati Charla yang tergeletak di lantai dekat jendela kamar. Secepat kilat ia mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke atas tempat tidur.


"Segera periksa, dok!" titah Ivander.


"Baik!"


"Aneh sekali, kalian bisa pingsan bersamaan!" gumam Vallencia lirih.


"Tadi pagi bahkan kami muntah bergantian!" jawab Ivander.


"Hah! serius?" sahut Anandhita.


"Hemm!" Ivander mengangguk.


"Apa chemistry kalian terlalu erat, sampai semua di rasakan bersama?"


"Baru kali ini sih!" jawab Ivander.


Sang dokter hanya mendengarkan pembicaraan mereka sambil memeriksa keadaan Charla.


Beberapa saat berlalu . . .


"Dari denyut nadinya, bisa di pastikan jika istri Tuan muda tengah hamil!" ucap dokter itu.


"Haa...!" tiga orang itu membuka mulutnya lebar. Serasa tak percaya dengan kabar itu. Bahagia bercampur senang mendengarnya.


"Dokter yakin?" tanya Ivander antusias dengan menahan senyum bahagia di bibirnya. Hatinya serasa sudah di penuhi hamparan bunga - bunga surga.


"Yakin, Tuan! ada tidak liat? saya ini buka dokter baru. Cukup mudah mengartikan denyut nadi seseorang!" ucap dokter berusia sekitar 40 tahunan itu. "Dan jika kalian kalian berdua mengalami kondisi bergantian seperti itu, bisa jadi Nona Charla sedang mengalami kehamilan simpatik!"


"Apa itu dok?" tanya Ivander.


"Bisa jadi Nona Charla sedang hamil kembar!"

__ADS_1


"Serius?" sepasang mata Ivander tampak berbinar mendengar kabar itu.


"Lebih baik di pastikan saja pada dokter kandungan!" jawab dokter itu.


"Baik, dok! terima kasih!" ucap Ivander merasa sangat bahagia dengan harapan yang baru saja ia dengar.


"Iya, sama - sama!" jawab dokter itu. "Sebaiknya segera di lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Untuk dapat memastikan Nona dan kandungannya sehat!"


"Siap, dok!" ucap Ivander.


"Saya permisi!" ucap dokter itu.


"Saya antar, dok!" ucap Anandhita.


"Iya!"


"Yeay! mau punya ponakan!" seru Vallencia menepuk kan kedua tangannya di depan dada.


"Yeay! mau punya anak!" sahut Ivander menirukan gaya Vallencia.


"Apaan sih Kak! jelek banget!"


"Hahahaha!" Ivander terkekeh.


# # # # # #


Charla tersadar, matanya mengerjap melihat atap ruang kamarnya. Dia langsung ingat, jika tadi dia pingsan di lantai. Bagaimana sekarang bisa di atas tempat tidur.


Ia menoleh ke kanan, tampak Ivander terlelap di sampingnya. Tangannya terulur menyentuh punggung tangan Ivander yang melingkar berat di perutnya.


Charla memiringkan tubuhnya, menghadap Ivander. Tangannya terangkat membelai wajah tampan Ivander yang masih terlelap. Matanya menatap dalam garis tegas di wajah sang suami.


Kemudian kepalanya tergerak dan mendaratkan kecupan di hidung mancung suaminya. Belum sempat ia kembali ke posisi semula. Ivander membalas dengan kecupan di bibir Charla.


"Eh! kamu tidak tidur ternyata?"


"Kamu membangunkan aku, sayang!" jawab Ivander membuka matanya.


"Iya, sayang" jawab Ivander membelai wajah istrinya. Merapikan anak rambut yang berantakan.


"Kamu kemana? kenapa lebih dari tiga jam?" tanya Charla dengan nada merajuk.


"Aku tadi juga pingsan di kampus, sayang"


"Hah!" pekik Charla. Secepat kilat Charla mengangkat kepalanya dan memeriksa wajah Ivander.


Ivander hanya mengamati istrinya yang tampak panik dan khawatir.


"Kenapa bisa pingsan, kak?" tanya Charla. "Kamu nggak sarapan?"


"Udah!"


"Lalu? kenapa bisa pingsan?"


Ivander melukiskan senyuman di bibirnya. Menatap wajah panik istrinya. Lalu perlahan menarik istrinya dan mendekapnya di dada.


"Kamu mau tau kenapa kita muntah bersama? lalu pingsan bersama?" tanya Ivander di akhiri dengan hujan kecupan di puncak kepala Charla.


"Kenapa?"


"Karena kata dokter, bisa jadi sekarang kamu sedang hamil anak kembar!"


"What!" pekik Charla membulatkan matanya, menatap dalam mata Ivander. "Beneran, kak?"


"Hemm!" Ivander mengangguk senang dan bangga.


Seketika mata Charla berbinar, wajahnya menggambarkan kebahagiaan yang tak terhingga.


"Kamu nggak bohong?"


"Nggak, sayang!" jawab Ivander. "Kita harus memastikan ke dokter kandungan!"

__ADS_1


"Sekarang?"


"Besok saja, sayang!" jawab Ivander. "Mulai besok, saat aku tidak ada di apartemen, aku akan meminta OG untuk menemani kamu di sini! hukum wajib, dan tidak boleh di tolak!"


"Heheh! baiklah tuan!"


Mereka tampak sangat bahagia dengan kabar baik itu. Rasanya tidak dapat lagi menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan rasa syukur yang luar biasa.


Ivander menarik istrinya kembali, dan mendekapnya erat. Menghujani wajah istrinya dengan kecupan - kecupan lembut, hangat dan penuh rasa cinta.


"Sayang, yang aku dengar, ketika seorang wanita tengah hamil, maka keadaan tubuhnya akan berubah. Dan sakit luar biasa." ucap Ivander. "Jangan sungkan dan ragu untuk bermanja padaku, sayang!" Ivander mencium dalam kening istrinya. "Apapun yang kamu inginkan akan selalu aku usahakan. Katakan saja, kedua tangan ku atau bahkan otak ku akan berusaha memenuhi semua keinginan kamu. Jangan pernah mencoba menjadi wanita mandiri. Seorang suami akan senang jika direpotkan oleh istrinya yang tengah mengandung anak mereka. Apa lagi di sini ada dua atau bahkan lebih!" lanjutnya mengusap lembut perut istrinya.


Charla tersenyum mendengar kalimat - kalimat suaminya yang sangat indah di dengar oleh telinga seorang wanita.


"Terima kasih, kak!" ucap Charla mencium pipi suaminya.


"Aku yang harus berterima kasih karena kamu mau mengandung anak - anak kuta. Buah cinta kita."


# # # # # #


"Selamat Tuan, Nona Charla memang tengah hamil kembar! namun untuk jenis kelamin belum terlihat!" ucap seorang dokter saat melihat layar monitor.


"Terima kasih, Tuhan" lirih Charla meneteskan air matanya menatap layar monitor di atasnya.


Ivander tersenyum sambil mengusap kepala istrinya, mendaratkan kecupan di sana. Lalu mengusap lelehan air mata istrinya.


***


Malam harinya, Ivander lebih semangat untuk menyelesaikan kuliahnya. Dan juga menyelesaikan rancangan bisnis yang akan ia tekuni setelah program S3 berhasil ia selesaikan.


Sesekali ia melirik istrinya yang sudah terlelap. Sengaja ia membuat istrinya itu tidur lebih awal, supaya ia bisa mengerjakan pekerjaan dan tugas kuliahnya dengan teliti dan mendapatkan hasil yang sempurna.


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


Sampai akhirnya, hari bahagia itu telah tiba. Ia berhasil menyelesaikan S3 nya saat sang istri hamil sembilan bulan.


"Kelahiran twins akan menjadi hadiah terbesar yang aku dapatkan darimu, sayang!" Ivander menjadikan kedua lututnya sebagi tumpuan tubuhnya, dan mencium perut besar istrinya. Dimana di dalam perut besar itu terdapat dua anak kembar berjenis kelamin laki - laki.


Charla tersenyum sambil mengusap rambut kepala suaminya.


Perlahan Ivander berdiri, mencium kening istrinya. Kemudian di akhiri dengan sesi foto bersama.


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


"Oekkk! Oeekk! Oeekkk!"


"Oeekk! Oeekk! Oeekkk!"


Tangisan dua bayi laki - laki saling bersahut - sahutan di dalam ruang bayi. Dua bayi laki - laki baru saja dilahirkan di rumah sakit terbaik di kota London.


Dengan suka cita seluruh keluarga besar menyambut twins, Sang penerus kerajaan bisnis!


Devander dan Yocelyn, Alexander dan Jova, Rakha dan Indira, juga Darren kini menyandang status sebagai Grandpa dan Grandma.


Sementara Qiandra, Queenara, Jesselyn, Argha, Vallencia, Anandhita, dan Ferrow kini resmi menjadi Uncle dan Aunty.


...~ 🌹 THE END 🌹 ~~~~...


Hai para kakak readers yang tersayang, terima kasih banyak sudah setia membaca novel ini sampai akhir.


Othor harus mengakhiri kisah ini, supaya episode tidak terlalu panjang, dan terkesan membosankan.


Terima kasih untuk semua teman - teman yang sempat memberikan hadiah, vote dan dukungan lainnya.


Semoga diberikan kesehatan untuk semua para readers yang bahkan sampai memilih baca maraton sampai pagi.


Sampai jumpa di novel berikutnya . . . 🤩


Salam terbaik dari,


Lovallena 🥰

__ADS_1



__ADS_2