Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Kemudian dan Kemudian . . .


__ADS_3

🍄 Delapan belas bulan kemudian . . .


Ivander duduk di kursi untuk mahasiswa dengan memakai Toga. Dia menunggu namanya di sebut untuk naik ke podium.


Sampai yang di tunggu pun tiba. Ivander berhasil lulus dengan hasil yang memuaskan. Dan itu sudah bisa di tebak oleh siapa pun yang mendengar nama Ivander Gibran di sebut.


Tidak ada predikat cumlaude di Oxford University, tapi dengan keberhasilan Ivander yang menyelesaikan Sarjananya hanya dalam waktu tiga tahun, sudah bisa dipastikan otak apa yang menancap di kepalanya.


Setelah acara puncak kebanggaan mahasiswa itu berakhir, Ivander dan beberapa temannya melakukan sesi foto.


Kemudian mendatangi istri dan para orang tua juga para sepupunya. Untuk melakukan sesi foto bersama.


Qiandra yang tahun depan akan mendapat gelar S3 pun turut hadir di sana. Laki - laki itu kini tumbuh menjadi laki - laki yang lebih gagah dan tampan.


Sosok sang ayah melekat pada tubuhnya. Mungkin beberapa tahun lagi dia akan bersiap menjadi CEO Group G. CEO muda yang tampan dan berkarakter.


"S2 mu harus selesai dalam satu tahun!" ucap Qiandra menepuk pundak Ivander.


"Hahah! bisa di atur!" jawab Ivander percaya diri.


***


Keesokan harinya, mereka kembali ke London. Untuk merayakan pesta khusus keluarga besar di gelar di Mansion Devan. Seluruh tamu dari Indonesia dan Singapura pun turut hadir.


Grandma dan Grandpa Keanu pun datang untuk mengucapkan selamat pada cucu pertamanya itu.


Tak lupa Grandpa Keanu memberikan hadiah sebuah mobil sport keluaran terbaru untuk sang cucu.


Uncle Reyhan pun turut hadir bersama istri dan dua anaknya. CEO di perusahaan Keanu itu pun memberikan hadiah tak kalah mewah untuk sang keponakan. Sebuah apartemen yang besarnya dua kali lipat dari apartemen Ivander di Oxford. Dan tentu di lengkapi dengan fasilitas super mewah.


Daddy Devander Gibran pun memberikan sebuah tabungan dengan nilai cukup fantastis.


"Aku harap dengan tabungan ini, kamu bisa belajar bisnis secara mandiri. Seperti Daddy Alexander, yang bisnisnya meledak ke seluruh penjuru dunia. Dia mengawali masa mudanya dengan belajar bisnis secara mandiri sebelum akhirnya mengambil alih Group G!"


"Thank you, Dad!" ucap Ivander memeluk sang Daddy dengan sayang. Siapa pun Daddy nya di masa lalu, ia tetap bangga pada sang Daddy.


Daddy Alexander dan Jova pun hadir dengan membawa hadiah berupa sebuah Villa mewah di pulau Bali.


"Bawa istrimu kesana!" ucap Alexander.


"Thank you, Dad!" ucap Ivander memeluk Uncle yang di panggil Daddy itu.


Rakha dan Indira pun tak luput dari acara itu. ia membawa sebuah hadiah berupa jam tangan mewah. Yang ia pesan secara khusus dari Paris.

__ADS_1


Terakhir Oma dan Opa Haidar Gibran, yang memberikan hadiah berupa sepasang syal rajut yang di rajut sendiri oleh sepasang suami istri itu.


Ya, Tuan Haidar dan istrinya menghabiskan masa tua mereka dengan berkreasi hal - hal sederhana. Sudah lelah rasanya menjadi orang kaya raya yang bergelimang harta. Dengan hobi shopping mereka.


"Opa, Oma ini sangat berkesan! ini hadiah yang paling berkesan untuk Ivander!" ucap Ivander antusias. "Sederhana tapi sangat bermakna! terima kasih Oma, Opa!" Ivander mencium pipi Oma dan Opa nya.


"Masa sih! kalau di banding dengan hadiah yang lain, paling murah loh ini!" ucap Opa Haidar.


"Iyaaa, Ivander tau! tapi ini satu - satunya hadiah yang di buat dari tangan Opa dan Oma sendiri! Ivander sangat menyukainya Oma, Opa!" ucap Ivander tersenyum senang.


"Terima kasih Oma, Opa!" sahut Charla tersenyum sopan.


"Iya, sayang! sama - sama!"


Semua tampak tersenyum senang. Sementara Qiandra geli dengan pengungkapan Ivander yang seperti bukan Ivander. Karena ia sudah menerima semua itu tiga tahun yang lalu.


Kecuali hadiah dari Keanu dan Reyhan. Tapi mereka tetap memberikan hadiah walau tak semewah yang di terima Ivander.


Begitu juga dengan Queenara yang menerima hadiah seperti itu setahun lalu. Sedangkan Argha dua tahun yang lalu.


# # # # # #


🍄 Dua tahun kemudian . . .


Kini giliran sang tuan putri Little Charla yabg meraih gelar sarjananya. Ia mengikuti masa kuliah selama empat tahun untuk sampai mendapat gelarnya.


Ivander sendiri saat ini tengah menempuh pendidikan S3 nya di kampus yang sama. Dua tahun, waktu yang ia targetkan untuk selesai pendidikan S3. Artinya tahun depan ia akan menyelesaikan pendidikannya.


Namun ia belum memiliki bayangan, akan mencoba berbisnis sendiri terlebih dahulu, atau langsung masuk ke perusahaan sang Daddy, FG corp.


Yang jelas rencana Ivander sekarang adalah membuat baby. Mencetak cucu untuk orang tuanya. Karena Charla sudah menyelesaikan kuliahnya. Dan tidak memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikan.


Malam pesta perayaan kelulusan Charla pun di lakukan seperti sebelum - sebelumnya. Sungguh meriah pesta Charla kali ini. Karena bertepatan dengan ulang tahunnya.


# # # # # #


🍄 Dua bulan kemudian . . .


Charla dan Ivander sudah kembali ke Oxford. Ivander masih sibuk di tahun terakhirnya menempuh gelar S3. Sedangkan Charla hanya asyik menunggu suaminya pulang. Dan melayani sebagaimana mestinya tugas seorang istri.


Sudah dua bulan ini, mereka melakukan aktivitas ranjang sebagaimana mestinya pasangan suami istri. Ya, bercinta tanpa menggunakan pengaman.


Tentu saja hal itu menciptakan sensasi yang berbeda bagi Ivander. Yang sebenarnya sudah lama ingin tau rasanya melakukan pelepasan tanpa pengaman, ataupun dengan cara tembak luar.

__ADS_1


Sudah tidak adalagi pengaman yang bercecer. Jika sebelumnya di laci kamar, laci ruang ruang fitnes, dan laci kamar bawah, selalu tersimpan k*nd*m, maka sekarang sudah tak ada satu k*nd*m pun di apartemen itu yang berkeliaran.


Pagi itu, Charla mendadak malas sekali bangun. Bahkan ia mendekap tubuh Ivander, agar suaminya itu tidak bangun.


"Sayang, aku harus ke kampus" bisik Ivander sembari mengusap rambut kepala Charla dengan sayang.


Jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Dimana dia biasanya sudah berpakaian rapi dan tinggal menunggu sarapan.


"Nggak usah ke kampus!" kekeh Charla untuk kesekian kalinya.


Ia bahkan berucap tanpa membuka matanya. Ia masih bersandar di dada polos suaminya. Sama seperti tubuhnya kini, yang polos tanpa tertutup sehelai benang pun. Hanya selimut tebal yang menutupi tubuh mereka.


Ivander mencium dalam kening Charla. Kemudian memberikan kecupan - kecupan di wajah istrinya. Dengan tangan yang mengusap punggung Charla di bawah selimut.


"Kamu kenapa sih, sayaang? kalau aku terlambat materi kuliah bagaimana?" tanya Ivander lembut.


"Hari ini sajaa... jangan ke kampus! please!" rengek Charla dengan manjanya.


"Berikan aku alasan yang bagus, kenapa aku tidak boleh ke kampus?"


"Pokoknya aku mau seharian ini kita tidur seperti ini!" Charla semakin mengeratkan tangannya di tubuh Ivander. Tak membiarkan laki - laki itu bergerak sedikitpun.


Ivander tersenyum gemas dengan alasan istrinya itu. Tapi ia sangat senang, karena merasa kehadirannya sangat di butuhkan oleh sang istri.


"Nggak sarapan?"


Charla hanya menggeleng pelan di dada Ivander, bahkan tanpa membuka matanya yang tertutup.


"Baiklah, tidurlah sayang" Ivander mengangguk, menuruti keinginan istrinya tercinta.


"Kalau aku tertidur, jangan kabur! aku akan marah kalau kamu pergi!" ucap Charla dengan nada mengancam.


Ivander tercekat, padahal dia sempat berencana seperti itu.


"Iyaaa sayaang, janji!" ucap Ivander tersenyum kikuk.


Dan benar saja, tak berapa lama Charla kembali mendengkur halus. Pertanda perempuan itu telah tertidur.


"Tumben banget sih, sayang?" lirih Ivander sembari mengecup kuning istrinya untuk kesekian kalinya.


.


.

__ADS_1


🪴🪴🪴


Happy reading 🌹🌹🌹


__ADS_2