
Di tengah perselisihan Ayra dan Cleo yang belum usai hingga semester delapan akan berakhir. Yocelyn tampak mulai semangat mengatur pola makan dan menjaga kesehatan bersama Devan.
Mereka tengah menjalani program hamil. Sejak hari pernikahan itu Devan dengan giat melepas sel sperm* nya di rahim Yocelyn.
Namun hingga lima bulan lamanya Yocelyn belum juga mengandung. Namun hal itu tak membuat Devan, Papa, Mama, Opa, Oma, dan orang tua Yocelyn kecewa.
Mereka tetap positif thinking, tanpa menekan Yocelyn sedikitpun. Bahkan mereka menghindari pembicaraan mengenai anak.
Sehingga di bulan ke enam ini, Yocelyn merengek pada Devan untuk melakukan program hamil pada dokter kandungan terbaik di London.
"Semoga skripsinya di terima ya, Sayang!" ucap Devan saat mengantar Yocelyn ke kampus.
"Aamiin!" ucap Yocelyn. "Aku masuk dulu!" pamit Yocelyn mencium tangan suaminya.
Devan membalas dengan mencium kening, pipi, hidung dan sekilas di bibir Yocelyn.
Yocelyn berjalan ke arah gerbang kampusnya, setelah melambaikan tangan pada Devan yang menunggunya sampai tak terlihat lagi.
"Yocelyn!"
Yocelyn yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh ke sumber suara. Begitu juga Devan yang masih mendengar nama istrinya di panggil.
"Hai, Ra!" sapa Yocelyn pada Ayra yang berjalan mendekatinya.
"Masuk bareng!" ucap Ayra merangkul lengan Yocelyn.
"Yuk!"
Mereka berjalan masuk bersama. Ya! semenjak bermusuhan dengan Cleo, Ayra lebih mendekat dengan Yocelyn dan Lolita. Tapi Yocelyn dan Lolita tidak ikut membenci Cleo. Karena sampai saat ini mereka juga tidak tau apa yang membuat dua sahabat itu merenggang begitu jauh.
Devan yang melihat itu, hanya menatap sinis pada Ayra. Hampir setiap hari Devan melihat itu. Tapi Devan sama sekali tidak membatasi pertemanan Yocelyn dan Ayra. Karena Devan yakin Ayra tidak akan mencari masalah lagi dengannya. Bahkan Ayra sendiri sudah tidak pernah lagi melirik bahkan menghampiri Devan.
# # # # # #
Hari - hari berlalu, urusan skripsi Yocelyn sudah berakhir. Yocelyn mempersiapkan diri untuk wisuda hari ini. Dia bahkan menyiapkan kebaya untuk wisuda.
Sungguh baju yang tak biasa di London. Tapi dengan percaya diri memakai kebaya untuk wisuda kali ini. Sebagai penghargaan dimana dia dan suami sama - sama memiliki darah Indonesia.
Devan sendiri, dengan setia menemani Yocelyn wisuda bersama Papa Keanu dan istrinya. Meskipun status Devan dan Keanu sudah menantu dan mertua, tapi sikap mereka tetap sama seperti sebelum mereka ada ikatan kekeluargaan. Hanya panggilan Devan pada Keanu saja yang berubah.
"Devan! apa kau tidak haus?" tanya Keanu pada Devan yang duduk di sampingnya.
"Kenapa?" tanya Devan.
"Beliin minum gih! bosen minum air mineral ini!"
"Papa kan punya istri, kenapa tidak minta tolong istri Papa!" melirik Mama Yocelyn yang duduk di samping Keanu.
"Heh menantu laknat! di mana - mana menantunya menghormati mertua!" ucap Keanu. "Mana ada menantu nyuruh mertua beli minum!"
"Papa Keanu yang tampan, Papa tidak dengar Devan bilang apa?" tanya Devan menoleh Keanu.
"Apa?" tanya Keanu menatap Devan dengan tatapan sedikit kesal.
"Kenapa Papa tidak minta tolong istri Papa saja!" ucap Devan mengulang kalimatnya tadi. "Jadi Papa yang minta tolong, bukan Devan!" jelas Devan.
"Apa kamu tega, Mama mertua kamu keluar dari gedung untuk beli minum?"
__ADS_1
"Devan sih nggak tega! tapi kalau Papa nekat nyuruh Mama ya berarti Papa adalah suami laknat!"
"Ck! kau yang menantu laknat!" bisik Keanu tegas tepat di telinga Devan.
"Papa mertua yang aku sayangi, bisakah Papa diam?" tanya Devan dengan santainya. "Sebentar lagi nama Yocelyn di panggil Papaaa" ucap Devan panjang.
"Tch!" Keanu berdecih dengan kembali menyadarkan punggungnya di sandaran kursi.
"Papa pintar!" ucap Devan mengusap pundak Keanu dengan senyum seolah memuji anak pintar pada anak kecil.
Dug!
Keanu menendang kaki kiri Devan dengan kaki kanannya.
"Mama mertua?" Panggil Devan pada Mama mertuanya yang fokus melihat ke depan. "Papa benar - benar keterlaluan!" ucap Devan setengah merengek.
"Kenapa?" tanya Mama Yocelyn.
Spontan Keanu melihat Devan dan istrinya bergantian, seolah dia akan menjadi tersangka.
"Papa menendang kaki ku!" ucap menunjukkan celana hitamnya yang kotor oleh sepatu Keanu.
"Papa itu bisa diam tidak!" Hardik Mama setelah melihat celana Devan.
"Loh, Mama kok belain menantu laknat ini sih!" ucap Keanu tidak terima.
"Lalu?" tanya Mama, "ngapain Papa nendang kaki Devan?" hardik Mama.
"Ck!" Keanu berdecih kesal. "Sepertinya Mama sudah terkontaminasi virusnya si brengsek ini!" ucap Keanu.
"Kalau iya kenapa?" tanya Mama menantang.
"Papa, sudah waktunya bertaubat!" bisik Devan lirih.
"Memangnya kau sudah tobat?" tanya Keanu menyebikkan bibirnya.
"Sejak menjadi menantu Tuan besar Keanu Anderson, Devander Gibran itu sudah bertaubat, Papa!" bisik Devan dengan senyum jahil dan mengangkat alisnya beberapa kali.
Keanu menarik nafasnya dalam, lalu membuangnya panjang.
"Menyedihkan!" gumam Keanu lirih.
"Apa?" sahut Mama kembali menoleh Keanu.
"Menyenangkan, Ma!" ucap Keanu.
Mama kembali menyandarkan punggungnya di kursi. Sementara Devan cekikikan sendiri melihat Keanu yang selalu kalah oleh istrinya.
Sampai tiba waktunya nama Yocelyn di panggil. Devan dan orang tua Yocelyn tampak bangga dengan Yocelyn yang kini menyandang gelar sarjana.
Seusai kegiatan di gedung itu berakhir, kini mereka berfoto bersama di area kampus. Dimana Yocelyn akan meninggalkan kampus itu. Karena Yocelyn tidak berniat untuk melanjutkan S2.
Devan tetap mendukung apapun yang menjadi keputusan istrinya. Devan sama sekali tidak memaksa istrinya untuk terus mengejar ilmu.
Dalam benak Yocelyn saat ini adalah ia ingin segera hamil. Terkadang ia merasa sedih dan pilu akan dirinya yang tak kunjung hamil.
Sementara pemeriksaan dokter atas kesehatan Devan adalah normal. Sedangkan dirinya sendiri pun tak mengidap penyakit yang dapat mengganggu kesehatan rahimnya.
__ADS_1
# # # # # #
Keesokan harinya, Papa Keanu mengadakan syukuran di mansionnya. Dengan mengundang keluarga inti di London dan juga Opa Oma Devan.
Kali ini Reyhan membawa kekasihnya untuk datang ke acara keluarganya. Dengan bangga Rey memperkenalkan Cathy sebagai kekasihnya pada keluarganya.
"Cathy" ucap Cathy memperkenalkan diri pada Keanu dam keluarganya.
"Selamat datang di rumah kami Cathy!" ucap Mama Yocelyn.
"Terima kasih, Nyonya!" ucap Cathy dengan senyum ramah.
"Siapa nama lengkap kamu?" tanya Keanu.
"Cathy Laurent Smith"
"Smith?" gumam Keanu.
"Iya, Tuan!" jawab Cathy.
"Jack Smith?" sahut Devan.
"Iya!" jawab Cathy bingung, bagaimana bisa mereka mengenal Papanya.
"Oh! selamat datang di rumah ku putri Smith!" sambut Keanu.
"Tuan mengenal Daddy?" tanya Cathy.
"Tentu saja! kami adalah rekan bisnis bersama menantuku juga!" jawab keanu menunjuk Devan.
"Oh! terima kasih, Tuan!" ucap Cathy.
"Jangan panggil Tuan, panggil Papa dan Mama saja!' ucap Keanu.
"Iya, Papa dan Mama!" Cathy merasa canggung memanggil sebutan baru pada orang yang baru dia temui.
Semua tampak mengangguk dan langsung menyetujui hubungan Reyhan dan Cathy. Karena ini baru pertama kalinya Reyhan memperkenalkan seorang kekasih.
"Kau yakin akan berubah, Rey?" bisik Devan.
"Tentu saja!" jawab Rey yakin. "Aku akan mengikuti jejak mu!" lanjut Rey.
Devan mengangguk mendengar jawaban Reyhan. Semoga memang benar adanya. Setiap manusia bisa merubah kebiasaan asal dengan niat yang baik dan tulus.
.
.
.
Happy Reading 🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya kakak 🤩🤩🤩