Cinta Tuan Casanova

Cinta Tuan Casanova
Pernikahan Siri


__ADS_3

Yocelyn dapat menebak jika dua orang itu adalah orang tua Devan. Perasaannya saat ini di penuhi kekhawatiran. Takut jika di bilang sebagai gadis tidak baik, karena mau tinggal sekamar dengan laki - laki yang bukan suaminya.


"Selamat sore, Om, Tante" sapa Yocelyn tersenyum kikuk.


"Sore!" jawab Papa Haidar.


Sementara Mama hanya mengangguk kecil sambil melihat Yocelyn dari ujung kaki hingga ke wajah cantiknya. Ekspresi Mama sungguh sulit di tebak. Suka kah, atau tidak suka.


Yocelyn bingung harus berbuat apa. Pikirannya kemana - mana. Matanya melirik Devan yang terlihat sangat santai di sofa.


"Ma, jangan di lihatin kayak gitu dong!" ucap Devan yang sadar arti dari lirikan kekasihnya.


"Mama hanya ingin tau detailnya kok!" sahut Mama yang merasa tidak bersalah.


"Iya, tapi tatapan Mama bisa buat calon istri Devan pingsan!"


"Iya kah?" tanya Mama dengan polosnya.


"Ya iya dong Mama! calon istri Devan ini bukan gadis liar!"


Mama hanya memanyunkan bibirnya.


"Sini, Sayang!" panggil Mama pada Yocelyn kemudian.


Yocelyn mendekati Papa dan Mama, lalu bersalaman dan mencium tangan mereka bergantian.


"Kamu tau tata cara menghormati orang tua seperti di Indonesia?" tanya Mama.


"Mama saya orang Indonesia asli, Tante!"


"Oh!" Mama mengangguk. "Mulai sekarang panggil kami Mama dan Papa! kamu besok kan sudah jadi istrinya Devan!" lanjut Mama.


"Iya, Ma!" jawab Yocelyn mengangguk dengan senyum manisnya.


"Ayo, duduk!" ucap Mama meraih lengan Yocelyn untuk duduk di sofa yang ada di kamar Devan.


"Iya, Ma!"


"Nak, apa kamu tidak tau masa lalu buruk Devan?"


"Tau kok, Om! eh Pa!" jawab Yocelyn.


"Kamu tidak keberatan memiliki suami seorang Casanova?" tanya Mama menelisik.


"Mantan Casanova, Ma!" sahut Devan tidak terima.


Mama hanya menyebikkan bibirnya melirik Devan.


"Selama Devan tidak mengulanginya lagi, Yocelyn tidak keberatan, Ma" jawab Yocelyn yakin.


Mama menarik sudut bibirnya, tersenyum melihat dengan jelas ketulusan cinta Yocelyn pada sang putra.


Dan Mama pun lega, karena baru kali ini Devan terlihat serius. Bahkan merubah tempat tidurnya yang di dominasi warna hitam menjadi pink.


# # # # # #


"Saya terima nikah dan kawinnya Yocelyn Charlotte Anderson binti Keanu Anderson dengan mas kawin berupa uang senilai 21 juta rupiah dan emas murni seberat 21 gram di bayar tunai!" ucap Devan dalam satu tarikan nafas.


"Sah?" tanya sang penghulu pada saksi yang hadir.


"SAH!" jawab semua orang yang hadir.


Devan dan Yocelyn saling menyematkan cincin pernikahan yang mereka beli secara mendadak. Yocelyn mencium tangan Devan, dan Devan membalas dengan ciuman di dahi istrinya.


Akad nikah singkat tanpa pesta, dan hanya beberapa tamu undangan itu berjalan lancar sampai selesai. Acara yang paling membahagiakan bagi Devan dan Yocelyn itu berlangsung di Mansion Opa.


Devan kembali membawa Yocelyn memasuki kamar Devan yang ada di mansion itu, setelah keluarga dan tamu undangan menyampaikan selamat.



"Aku senang, keluarga kamu ternyata sangat baik" ucap Yocelyn setelah duduk di tepi ranjang.


"Mana mungkin tidak baik pada anak dan cucu menantunya!" ucap Devan yang berdiri di hadapan Yocelyn. Meraih wajah gadis itu dengan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


Yocelyn menaikkan sudut bibirnya membalas tatapan Devan yang sangat dalam. Tangan kirinya menyentuh cincin pernikahan mereka yang ada di jari manis tangan kanannya.


"Tugasku adalah membahagiakan mu, istriku!" ucap Devan.


Bibir Yocelyn semakin mengembang mendengar Devan menyebutnya sebagai istri. Jantung gadis muda itu di penuhi kupu - kupu cantik yang berterbangan. Dia tidak menyangka di usianya yang baru 21 tahun sudah memiliki suami. Meskipun belum di akui oleh negara.


"I love you, Suamiku!" ucap Yocelyn memeluk pinggang Devan yang masih berdiri di depannya.


"I love you too, istri ku!" balas Devan menunduk dan mencium kening Yocelyn dalam.


Spontan Yocelyn memejamkan matanya, meresapi dalamnya ciuman yang si berikan Devan.


"Aku bantu melepas baju mu!" ucap Devan membawa Yocelyn untuk berdiri dan masuk ke walk in closed.


Yocelyn memakai setelan kebaya putih yang di bawa Mama Adelia secara langsung dari Indonesia. Saat Devan bilang Yocelyn memiliki tubuh yang hampir sama seperti Jova saat belum hamil. Mama langsung bisa menebak ukuran badan sang calon menantu.


"Kamu terlihat sangat cantik!" ucap Devan saat membantu melepas kancing kebaya satu persatu.


"Kamu juga sangat tampan dengan pakaian tadi, Sayang!" balas Yocelyn.


Devan memakai baju senada dengan Yocelyn. Hanya saja kini Devan tinggal memakai dalaman dan bawahannya, karena bagian luar sudah di lepas sejak memasuki kamar.


"Berarti kita memang pasangan serasi bukan?" tanya Devan. "Cantik dan tampan!" lanjutnya.


"Iya!" balas Yocelyn dengan senyum lucu.


# # # # # #


Menjelang malam Devan dan Yocelyn tengah bersantai di kamarnya, setelah makan malam bersama keluarga yang ada di London. Yocelyn memeluk tubuh Devan dan menyandarkan kepalanya di dada sang suami. Sementara Devan masih mengecek beberapa email yang masuk ke ponselnya sambil satu tangan lainnya memeluk tubuh Yocelyn.


Berita tentang pernikahan CEO FG corp, sama sekali tidak beredar di majalah bisnis. Karena memang benar - benar di rahasiakan.


"Sayang jelaskan padaku, kenapa kamu tidak terlihat keberatan menerima masa lalu ku?" tanya Devan sambil terus memeriksa email.


"Aku sudah tau semuanya!" jawab Yocelyn singkat.


"Maksudnya?" tanya Devan yang langsung menatap Yocelyn.


"Tentang kamu, Papa dan Kak Rey?"


"Kakak ku!"


"Oh! memangnya apa hubungannya? aku hanya pernah melihat kakak mu itu beberapa kali, dan tidak pernah mengobrol serius dengannya!"


"Tentang Casanova!" jawab Yocelyn.


Devan mengerutkan keningnya, lalu menurunkan ponselnya.


"Casanova?" tanya Devan serius.


"Aku tahu kalau Papa dulu juga sama seperti mu!" ucap Yocelyn.


"Oh, ya?"


"Iya! bahkan aku tau Papa masih sering godain cewek - cewek genit di klub malam!"


"What!" pekik Devan.


"Dari mana kamu tahu?"


"Jejak digital sangat susah di musnahkan bukan?"


"Jadi?"


"Jadi aku tau saat diam - diam meminjam ponsel Erina, untuk mencari arti Casanova. Dan aku tidak menyangka foto Papa muncul di beberapa artikel lama!"


"Wow!" Devan mengangkat sudut bibirnya sebelah. Seringai licik muncul di balik bibirnya.


"Dan Kak Rey juga!" ucap Yocelyn. "Dia sangat protective pada ku, eh ternyata dia sendiri suka main sama teman kencannya! pantas tidak pernah mengenalkan seorang kekasih pada keluarga. Ternyata dia cuma main sana main sini!"


"Memang ada artikel menceritakan tentang Rey?"


"Tidak ada, tapi aku tau dari salah satu postingan teman kencannya yang curhat tentang kekecewaannya pada Kak Rey yang meninggalkannya setelah beberapa minggu menjalin cinta!"

__ADS_1


"Oh, ya?"


"Hemm!" Yocelyn mengangguk. "Dan aku tidak suka dengan Papa yang melarang ku dekat dengan kamu. Tapi dia sendiri Casanova yang menikahi Mama yang sangat polos sejak muda!"


"Sama seperti kamu!"


"Iya! anggap saja Papa kena karma dari permainannya sendiri!"


"Sayang, jangan mengatakan Papa kamu kena karma. Bagaimanapun dia Papa kandung kamu!"


"Iya, maaf!" ucap Yocelyn. "Dan bahkan sampai sekarang Papa masih suka ke klub! Tapi aku tidak tau apa dia masih suka meniduri ja..lang!"


"Mungkin saja dia hanya menggoda!" ucap Devan. "Yang aku tau Papa kamu sangat mencintai istrinya!"


"Iya! tapi dia juga sangat mencintai hobinya!"


"Lalu kenapa waktu itu kamu menampar ku dengan cara seperti itu!"


"Sebenarnya waktu itu aku punya rencana untuk membongkar masa lalu Papa yang di sembunyikan dari aku dan Mama. Masa lalu yang sangat menjijikkan. Tapi aku takut Mama shock dan jantungnya kambuh!"


"Oh!" Devan mengangguk. "Maafkan aku, Sayang! aku begitu menjijikkan untu kamu." ucap Devan menyesali perbuatannya di masa lalu. "Tapi aku janji, aku tidak akan lagi menyentuh gadis lain, selain kamu!" ucap Devan serius dengan mengecup puncak kepala Yocelyn yang masih bersandar dadanya.


"Aku percaya!" Yocelyn mengangguk. "Untuk itu aku lebih nekat meninggalkan mansion dan ikut kamu! sekarang Papa tidak lagi punya alasan untuk mencegah putrinya menikahi seorang Casanova!" lanjutnya.


"Aku sempat berfikir kita tidak akan bertemu lagi, saat kamu menamparku waktu itu!"


"Itu hanya acting! bagus kan acting ku?" tanya Yocelyn mendongak suaminya.


"Sangat bagus! sampai pipiku terasa panas" jawab Devan gemas.


"Hehehe! itu namanya totalitas dalam berakting suami ku, Sayang!"


"Yaa.. kamu benar!" jawab Devan. "Termasuk harus totalitas menjadi seorang istri, Sayang!" ucap Devan dengan seringai licik.


"Maksudnya?"


"Ah! dasar istri polos ku!" ucap Devan membuang muka menatap langit - langit kamarnya. "Tempat tidur ini butuh totalitas istri yang baik!" jawab Devan menggoda.


"Maksud kamu ..." Yocelyn ragu untuk mengucapkannya.


"Apa?" Devan menyipitkan matanya pura - pira tidak paham.


"Totalitas dalam berhubungan suami istri begitu?" lanjut Yocelyn membuang rasa malunya.


"Hahahah!" Devan tergelak. "Tentu saja, Sayang!" Devan langsung menyambar bibir Yocelyn.


"Uhm!" Yocelyn mencoba bicara di balik bibirnya yang di lahap Devan dengan sangat rakus. "Sa.. uhm!"


.


.


.


.


.




Happy reading 🌹🌹🌹



Jangan lupa tinggalkan dukungannya ya Kakak 🤩🤩🤩



Terima kasih,


__ADS_1


Salam Lovallena.


__ADS_2