
Seminggu berlalu dan kini saatnya Bian menuruti permintaan sang papa untuk menemani Chery adiknya yang akan melanjutkan studinya di Italia. Tentunya setelah perdebatan panjang dengan papanya yang pada akhirnya mengalah untuk memundurkan hari keberangkatan mereka.
Ya, Bian menyetujui permintaan Tuan Adi untuk menemani sang adik keluar negeri asalkan hari keberangkatannya diundur satu minggu lagi. Bian merasa butuh waktu untuk berpikir, lagipula rencana dadakan sang papa sukses membuatnya kalang kabut.
Dan hari yang dinantikan pun tiba, kini Bian dan keluarganya sedang dalam perjalanan menuju Bandara. Dengan sang adik yang duduk dibelakang diapit oleh kedua orangtuanya, sementara pria tampan itu duduk disebelah sopir dengan pandangan matanya terarah lurus kedepan dengan tatapan mata kosong.
Apa aku bisa melupakanmu sayang ?
Kedua matanya terpejam wajahnya terlihat sangat gusar, bayangan wajah cantik dan polos Cleo menari nari di kepalanya. Pikirannya terpecah belah antara keluarga dan sang kekasih. Bagaimana nanti jika Cleo butuh bantuan, pada siapa gadis itu akan mengadu, sementara selama ini Cleo begitu bergantung padanya dan semua itu Bianlah yang menginginkan supaya Cleo hanya selalu bergantung padanya.
Semoga nanti kamu selalu baik baik saja, Cle.
Serentetan doa selalu dia ucapkan di dalam hati untuk sang pujaan hatinya. Walau kini Cleo mungkin masih begitu membencinya, tapi sungguh rasa cintanya begitu besar untuk gadis itu. Dan Bian ikhlas menerima segala rasa benci gadis itu padanya karena kenyataannya memang dia patut menerimanya.
Maafkan aku, semoga suatu saat nanti pintu maafmu terbuka untukku sayang.
”Apa semuanya sudah siap ?” Tanya Tuan Adi sembari menatap sang putra yang nampak terlihat lesu. ”Kamu yakin tidak ada yang ketinggalan Bi ?”
Enggan menjawab laki laki itu hanya menggelengkan kepalanya dengan lesu. Wajah tampannya di selimuti awan mendung, suram dan gelap. Berkali kali ekor matanya melirik kesana kemari seakan akan sedang menantikan seseorang.
”Ada apa sayang ? Apa kamu sedang menunggu seseorang ?” Kali ini suara lembut sang mama keluar kala mata cantiknya melihat sang putra yang sepertinya sedang sibuk mencari seseorang.
”Tidak ada ma.” Pungkasnya sembari melempar senyum teduhnya pada wanita yang sudah melahirkannya itu.
”Kamu yakin ?”
”Iya ma.”
”Baiklah kalau begitu ayo kita masuk kedalam, papa dan mama akan mengantar kalian sampai ke pintu masuk ya.” Ujarnya lalu menarik lengan putrinya yang sedari tadi hanya diam membisu.
Memang apa yang kau pikirkan Bi ? Apa kau berharap dia akan datang dan mencegahmu pergi. Sementara dia saja sangat membencimu dan bahkan tidak tahu dengan kepergianmu ini.
Bian menghela nafas panjang sebelum tubuhnya berbalik dan mengikuti langkah kaki orangtua dan adiknya yang sudah menjauh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kantor Alex
__ADS_1
” Cle, bagaimana kontrak kerjasama proyek kita dengan BA.Group ? Apa ada kendala ?” Tanya Alex pagi itu saat Cleo masuk keruangannya.
”Semua berjalan dengan baik kak, tinggal 25 persen lagi proyek kita akan segera selesai.” Jawab Cleo sembari melihat tablet yang menunjukkan berapa besar skala penyelesaian proyek pembangunan tempat wisata saat ini.
”Baiklah, tolong nanti atur ulang pertemuanku dengan Tuan Adi. Kalau bisa hari ini ya, baru saja beliau mengabari minta di atur ulang agenda pertemuan untuk siang nanti.” Ujar Alex sembari tangannya sibuk menandatangani beberapa berkas yang ada didepannya.
Dahi Cleo mengrenyit mendengar ucapan Alex.
”Tuan Adi ? Kak apa kau tidak salah. Bukannya yang memegang proyek kita adalah putra beliau, yaitu Tuan Bian ?”
Mendengar perkataan Cleo, perlahan Alex menghentikan gerakan tangannya lalu mendongak menatap wajah Cleo dengan dahi berkerut.
”Apa kamu tidak tahu kalau proyek ini sudah berpindah tangan pada Tuan Adi ?”
Cleo menggeleng pelan, tiba tiba ada perasaan tidak enak didalam hatinya saat mendengar perkataan Alex. ”Kakak tidak memberitahuku."
Alex menepuk keningnya saat pria itu menyadari sesuatu. ” Astaga saya lupa memberitahumu kemaren. Sebenarnya satu minggu yang lalu Tuan Adi menelponku minta diatur ulang agenda pertemuannya dengan pihak kita. Dan kemaren saya lupa memberitahumu Cle. Maafkan kakak ya.”
Mendengar ungkapan maaf dari laki laki yang sangat berjasa padanya itu, Cleo hanya menanggapinya dengan senyuman.
”Tidak apa apa kak, kalau begitu saya akan mengatur ulang jadwalnya. Saya akan menelpon sekretaris beliau.” Ujarnya yang langsung berdiri hendak berjalan ke arah pintu keluar.
”Maksudnya ?” Tanya Cleo dengan hati berkerut.
”Iya, pagi ini beliau tidak bisa diganggu karena sedang mengantar putra dan putrinya yang akan berangkat ke Italia."
Deg
Seketika tubuh itu mematung kaku dengan debaran jantung yang berdetak kencang. Wajahnya pucat pasi dengan bulir keringat yang mulai mengalir di pelipisnya.
Putra dan putrinya..a-apa maksudnya ?
"A-aapa m-maksud kakak ? Putra dan putrinya..? S-ssiiiapa ?” Tanyanya terbata setelah sadar dari lamunannya.
”Memang siapa putra dan putri beliau Cle ? Tentu saja Bian dan Chery, kamu ini kayak ga tahu siapa keluarganya saja Cle. Apa jangan jangan kamu tidak tahu kalau hari ini Chery berangkat ke Italia untuk melanjutkan studinya disana ? Dan kakak dengar Tuan Adi juga mengirim Bian untuk mengantarnya dan sekalian juga menghandle perusahaan yang ada di London. Makanya perusahaan yang disini diambil alih kembali oleh beliau.”
Prakk
Tes
__ADS_1
Suara tablet yang jatuh kelantai terdengar sangat keras diiringi tetesan airmata yang sudah mengalir deras di kedua pipinya. Hatinya syok dan juga terkejut mendapat kejutan tiba tiba ini.
K-kakak...
Bukan ini yang dia harapkan, sungguh. Dia yang hanya ingin menenangkan dirinya sungguh tidak bisa menerima jika pria yang sangat dicintainya itu pergi meninggalkan dirinya.
Kekasihnya, belahan jiwanya, penopang hidupnya dikala dia sedih, kini sedang dalam perjalanan meninggalkan dirinya dan tidak tahu sampai kapan akan kembali lagi disini.
Tidak...
Cleo menggelengkan kepalanya keras, membuat Alex menjadi bingung akan sikap gadis didepannya ini.
”Cle, ada apa ?”
Bahkan dia mengabaikan panggilan Alex, karena pikirannya hanya tertuju pada sosok pujaan hatinya.
Dia tidak boleh pergi
Dia tidak boleh meninggalkan aku, aku harus mencegahnya
”Cle -- !” Sentak Alex menyadarkan Cleo dari lamunannya.
”Kak, aku minta ijin.” Pungkasnya singkat lalu segera berbalik dan berlari keluar mengabaikan panggilan Alex.
”Hei ! Cleopatra kamu mau kemana !” Teriaknya setengah berdiri namun sesaat kemudian dia kembali duduk sambil menyenderkan tubuhnya di senderan kursi kebesarannya.
Sudut bibir Alex sedikit terangkat membentuk sebuah lengkungan yang makin lama semakin lebar. Di ruangannya Alex terkekeh melihat tingkah Cleo yang seperti berlari kesetanan bahkan gadis itu mengabaikan panggilannya.
”Sok sokan gengsi, kalau nyatanya masih cinta. Ck, dasar bocah.” Umpatnya pelan.
Alex mengambil benda pipih yang tergeletak di atas mejanya lalu beberapa detik kemudian dia melakukan panggilan telpon yang entah dengan siapa dia menelpon.
”Sesuai rencana, dia sudah berangkat. Baiklah sekarang giliranmu lakukan rencana kedua. Mari kita lihat apa dua manusia itu masih saling mempertahankan egonya apa lebih memilih cintanya.”
Tutt
Alex merenggangkan kedua tangannya lebar lalu meraih benda persegi diatas mejanya yang memperlihatnya wajah sang bidadarinya.
”Ah, sweety aku jadi merindukanmu. Baiklah aku akan pulang sekarang.” gumamnya pelan lalu bangkit berdiri dan berjalan kearah pintu keluar dengan bersiul ria.
__ADS_1
TBC