
Sherina yang siang itu memutuskan untuk pergi berbelanja ke sebuah pusat perbelanjaan bersama dengan Milly sahabatnya, tidak mengira kalau dirinya bakal bertemu dengan orang yang sangat dibencinya. Sungguh suatu keberuntungan yang berpihak padanya.
Pasalnya dia datang kesini selain ingin shopping, dia juga ingin melepaskan penatnya dari pekerjaan yang sudah beberapa hari ini menyita waktunya. Karena semenjak peristiwa waktu itu, Frans sama sekali tidak pernah lagi menemuinya. Bahkan pria itu seperti sengaja menghindari bertemu dengannya.
Dan hari ini pertemuan tidak sengaja antara dirinya dan juga sekretaris Bian itu, tentu saja secara perlahan menjadi sebuah hiburan untuknya yang bisa mengobati rasa jenuh dan kesalnya dengan cara melampiaskan semuanya pada gadis sialan ini.
Sherina berjalan kearah Cleo berdiri saat ini dengan gaya ciri khasnya, angkuh dan arogan. Menatap tajam Cleo yang sedang mengurai senyuman padanya. Padahal baru beberapa detik yang lalu dia baru saja melontarkan kata kata kasar pada gadis itu. Bagaimana bisa Cleo masih bersikap ramah padanya.
"Nona Sherina, apa kabar ? Anda semakin terlihat cantik." Ujar Cleo dengan masih memasang wajah ramah.
Sherina mencibir dengan sorot mata sinis memindai tubuh Cleo dari atas sampai kebawah dengan tatapan menghina.
"Jangan bersikap seolah olah kita saling mengenal. Karena kau tidak selevel untuk bisa mengenalku."
Cleo masih mengurai senyuman tanpa ada niatan membalas perkataan Sherina. Gadis itu sudah cukup terbiasa mendengar cemoohan orang terhadapnya. Jadi percuma saja kalau Sherina menghinanya, karena Cleo sama sekali tidak akan berpengaruh.
"Kau tahu, tempat ini sangat tidak cocok dengan seorang gembel sepertimu. Tempat belanja yang cocok untukmu adalah pasar tradisional yang sangat kumuh dan becek." Ketus Sherina sembari bergidik jijik membayangkan pasar yang menurutnya sangat kumuh dan banyak sekali genangan air dimana mana.
"Anda benar Nona, orang sepertiku memang cocok berbelanja dipasar." Ekspresi wajah Cleo masih terlihat tenang dan santai dan itu cukup membuat Sherina menggeram kesal karena gadis didepannya ini sama sekali tidak terpengaruh oleh ucapannya.
"Baguslah kalau kau sadar diri. "
"Terima kasih atas perhatiannya Nona." Ujar Cleo dengan ramah.
"Hei ! Aku tidak sedang memujimu gembel." Hardiknya dengan mata melebar kesal. "Aku menyapamu karena ingin mengingatkanmu untuk jauh jauh dari kekasihku Bian. Karena sebentar lagi kami akan menikah dan aku tidak mau j****g sepertimu sampai merusak hubungan kami." Sambungnya lagi dengan suara lantang sampai semua orang yang ada didalam toko tersebut menoleh pada mereka berdua.
__ADS_1
Bukannya takut Cleo malah semakin memperlihatkan senyum manisnya, tidak memperdulikan pandangan orang orang sekitarnya yang menatap penuh cemooh padanya. Bahkan sedari tadi dia sudah mendengar kasak kusuk orang berbisik tentangnya.
"Maaf Nona, sepertinya anda salah paham pada saya. Karena saya tidak pernah merasa merebut ataupun mengganggu hubungan orang lain. Kalau anda takut hubungan asmara dengan kekasih anda terancam hancur, kenapa anda tidak berbicara langsung saja dengan kekasih anda itu." Balas Cleo telak menghujam jantung Sherina hingga membuat wanita cantik itu terdiam kehilangan kata kata.
Bicara sama Bian ? Yang benar saja, karena selama ini hanya dia saja yang selalu beranggapan kalau pria itu kekasihnya, sementara Bian jangankan menganggapnya kekasih, melirikpun pria itu seakan enggan melakukannya.
"Saya permisi Nona." Pamit Cleo yang sudah merasa malas sekali menanggapi Sherina yang terang terangan menunjukkan rasa tidak suka padanya.
Lagipula dia harus pergi mencari keberadaan Chery yang sampai saat ini belum terlihat batang hidungnya. Entah apa yang dilakukkan gadis manja itu, sepertinya kali ini Cleo harus membuat perhitungan pada sahabatnya itu yang sudah seenaknya pergi meninggalkan dirinya.
Langkah kaki Cleo yang baru berjalan satu langkah harus terhenti kembali ketika lengannya dicekal dengan paksa oleh Sherina. Memandang lekat wanita angkuh itu dengan wajah penuh keheranan.
"Maaf Nona." Tukasnya menatap curiga pada Sherina yang tiba tiba menampilkan seringaian tipis, tiba tiba perasaannya jadi tidak enak.
"Awww..aduh."
"Nona apa yang --"
"Apa yang kau lakukan heh !" Pekik Milly dengan suara lantang saat melihat sahabatnya itu yang jatuh karena didorong oleh gadis didepannya itu.
Milly langsung berlari dan menolong Sherina sembari menghempaskan tubuh Cleo hingga membuat gadis itu sedikit terhuyung kebelakang.
"Nona aku --"
"Apa salahku Cleo, aku hanya memintamu untuk menjauhi kekasihku tapi kenapa kau malah menyakitiku hiks." Keluh Sherina memasang wajah sedih.
__ADS_1
"Nona apa yang anda bicarakan ? Aku sama sekali tidak mendorong anda." Bela Cleo dengan ekspresi bingung.
"Alaaaah..jelas jelas aku melihatmu mendorongnya tadi. Sebagai sesama wanita harusnya kau itu punya hati dan perasaan. Dimana hatimu saat seorang perempuan memintamu untuk menjauhi kekasihnya, apa kau itu pelakor yang memang sudah tidak mempunyai hati nurani heh." Teriak Milly dengan ekspresi wajah marah.
Lagi lagi Cleo tercengang, mau membalas perkataan kedua gadis didepannya ini pun percuma karena saat ini dirinya sedang dalam keadaan sangat terpojok. Karena jika dilihat dari arah yang berlawanan faktanya memang seperti Cleo mendorong Sherina dengan sengaja.
Cleo melirik kanan kiri pada orang orang yang berbisik bisik sembari menatapnya dengan tatapan sinis dan mencemooh.
"Cantik, tapi sayang gadis penggoda kekasih orang."
"Jangan sampai pacarku juga digoda olehnya."
"Wajarlah jadi pelakor, mungkin dia berbuat begitu karena butuh uang, kan yang jadi incarannya orang orang kaya."
"Amit amit aku punya anak seperti itu, jangan sampai anak gadisku jadi pelakor."
Cleo menghela nafas panjang, bisik bisik itu terasa begitu menyakitkan untuknya. Namun sebisa mungkin Cleo menahan airmata yang hampir saja tumpah. Dia harus kuat, saat ini dia tidak boleh terlihat lemah di mata siapapun.
Apalagi sekilas tadi dia melihat seringaian tipis terbit diwajah Sherina ketika menatap semua orang yang kini mencemooh padanya. Sudah dipastikan kalau apa yang terjadi pada wanita angkuh itu semua adalah rencana darinya.
Cleo hanya tidak habis pikir, kenapa dia masih saja bisa terjebak oleh wanita sombong itu. Seandainya saja tadi dia tidak meladeni ucapan Sherina. Seandainya saja tadi dia langsung pergi dari hadapan wanita itu, mungkin saat ini kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi. Seandainya --
Cleo meletakkan kembali barang barang yang sejak tadi dia pegang pada box dimana baju baju diskonan serupa tertata rapi disana. Mood belanjanya sudah menghilang gara gara ulah wanita ini. Saat ini dia hanya ingin menghilang saja dari tempat itu.
Menjelaskan semuanya juga percuma, saat ini pandangan semua orang sudah menatapnya buruk. Jadi langkah selanjutnya yang lebih baik adalah dia harus pergi, tanpa memperdulikan tatapan cemooh orang orang.
__ADS_1
"Ada apa ini ?"
TBC