Cinta Untuk Aira

Cinta Untuk Aira
Masih kecewa


__ADS_3

Kediaman Alex..


Dddrrrrttt...


Suara dering telpon pagi itu terdengar berbunyi nyaring memenuhi seluruh ruangan kamar mewah dan besar. Membuat sang empunya yang masih berselimut mengerjapkan kedua matanya lalu meraih ponselnya yang tergeletak diatas nakas.


"Siapa yank ?" Tanya sang pria saat merasakan gerakan kecil dari sang istri.


"Ga tahu mas, coba aku lihat dulu." Jawab sang wanita dengan suara serak khas bangun tidur.


Dengan perlahan wanita itu bangun dan bersender di hadboard ranjang lalu melihat layar ponsel yang masih menyala. Keningnya berkerut ketika sebuah nama sahabatnya terlihat dilayar ponselnya.


"Ara ? Kenapa pagi pagi sekali dia menelpon ? Apa terjadi sesuatu ?" Gumamnya falam hati.


"Siapa yank ?"


"Ara mas."


Mendengar nama sahabatnya itu pria yang ternyata adalah Alex itu langsung bangun dan ikut duduk disebelah Jiza, istrinya. Seperti halnya sang istri diapun merasa heran kenapa sepagi ini Aira menelpon mereka.


"Assalamualaikum, ya Ra ?"


"Za, maaf apa aku mengganggu tidur kalian ?"


"Tidak Ra, ada apa ? Apa ada sesuatu yang terjadi ? Tidak biasanya kau menelponku sepagi ini."


"Ya Za, kau benar. Aku sebenarnya mau minta tolong sama kalian berdua. Ini darurat sekali dan aku merasa hanya kalian berdua saja yang bisa melakukannya." Nada suaranya terdengar panik di seberang sana.


Pasangan suami istri itu saling memandang dengan kening berkerut, ada sedikit rasa khawatir di wajah keduanya. Apalagi nada suara Aira terdengar panik.


"Katakan saja Ra, Insya Allah aku akan membantumu."


Setelah mendengar penjelasan dari Aira, Jiza maupun Alex langsung bergegas membersihkan diri. Dan setelah bersiap siap keduanya lantas menuju tempat yang tadi disebutkan oleh Aira.


Namun sepertinya mereka terlambat karena saat sampai tempat yang dituju, sosok gadis yang mereka khawatirkan ternyata sudah keluar. Membuat Jiza semakin khawatir.


"Jangan khawatir, mas akan mengerahkan seluruh anak buahku untuk mencarinya. Ingat saat ini kamu sedang hamil sayang." Pungkas Alex mencoba menenangkan sang istri yang terlihat gelisah.


Pria itu tidak mau sampai terjadi sesuatu pada istri dan calon bayinya karena pikiran Jiza yang sedang stress. Dengan cepat Alex langsung menghubungi seluruh anak buahnya yang handal dan menugaskan mereka untuk mencari seorang gadis yang sudah dia kirimkan fotonya.


Setelah menunggu beberapa jam akhirnya usaha mereka membuahkan hasil. Posisi gadis itu ditemukan, namun kening Alex berkerut saat mengetahui jika posisi gadis itu ternyata ada di sebuah area pemakaman.


"Kita menemukannya." Ucapnya lalu bergegas menuju tempat yang sudah diberikan oleh anak buahnya.


Dan disinilah mereka, ditempat area pemakaman yang tampak terlihat sepi. Dari jauh Alex melihat seorang gadis yang nampak berjalan dengan kepala tertunduk. Dan kondisi tubuhnya yang kotor karena terkena tanah becek. Maklum saat itu hujan gerimis membasahi bumi, bahkan pakaian gadis itu terlihat sedikit basah.

__ADS_1


"Tidak baik seorang gadis berada sendirian ditempat sepi seperti ini. Bagaimana kalau ada yang menculikmu ?" Serunya dengan nada sedikit tinggi.


Dapat dia lihat wajah gadis itu yang terkejut saat mendongak menatap kearahnya. Sejenak gadis itu mengedarkan pandangannya ke sekeliljng area pemakaman dengan raut wajah ketakutan. Wajar saja saat ini hanya ada dirinya dan Cleo di tempat itu, karena sang istri tidak ikut turun karena dia melarangnya.


Setelah beberapa saat lamanya akhirnya Cleo pun memutuskan untuk menerima ajakan sepasang suami istri tersebut. Tentunya juga setelah melewati sedikit drama karena jujur saat ini Cleo masih merasa takut.


Namun setelah kemunculan Jiza tadi tidak urung membuat Cleo menarik nafas lega. Tentunya dia tidak sampai harus berpikir lama untuk mengingat wajah cantik didepannya ini.


Mereka baru saja hendak masuk kedalam mobil yang terparkir di pinggir area pemakaman ketika sebuah mobil sport warna merah berhenti di depan mobil Alex.


Seorang pria muda yang tampan tapi sedikit berantakan apalagi ditambah wajahnya yang nampak kusut tak terawat, keluar dari mobil dan langsung menghentikan niat Cleo yang hendak masuk kedalam mobil Alex.


"Tunggu bang--" Serunya sembari menatap tajam Alex.


"Ada apa Bi ?" Balas Alex santai tanpa rasa takut. Baginya pria didepannya ini tetap saja seorang bocah dimatanya.


"Cleo akan pulang bersamaku bang."


Alex tersenyum sinis. " Atas dasar apa kau sampai berani menghalangi jalanku dan meminta gadis ini Bi."


"Dia kekasihku bang." Jawabnya tegas.


Alex tergelak sembari menggelengkan kepala, namun bibirnya terus saja menyunggingkan senyum sinis.


"Ak-aku --"


"Kau tidak bisa menjawabnya ? Berarti apa yang aku katakan itu benar ?" Alex dengan sengaja terus saja mencerca Bian dengan pertanyaan yang mungkin membuat hati Cleo semakin sakit, namun itulah tujuan sebenarnya, dia hanya ingin tahu apakah pria didepannya ini benar benar tulus mencintai Cleo atau karena sebab lain.


Sementara dibelakang Alex, Cleo tersenyum miris ketika melihat reaksi Bian yang nampak gugup menjawab pertanyaan Alex. Sikap Bian yang seperti itu membuatnya semakin sadar jika pemikirannya selama ini ternyata memang benar. Pria itu tidak tulus mencintainya, dia mau menjalin hubungan dengannya hanya karena jantung sang kakak yang saat ini tertanam ditubuhnya.


"Bang, tolong ijinkan aku untuk menjelaskannya pada Cleo. Aku sungguh mencintainya." Pungkasnya dengan suara lirih dan raut wajah sendu, sorot mata penuh penyesalan terlihat jelas di kedua bola matanya yang tajam.


Dan sialnya Alex memang melihat kesungguhan dan ketulusan adik dari suami sahabatnya ini. Tapi tetap saja dia tidak bisa berbuat banyak, karena semua keputusan ada ditangan Cleo.


Sembari mend*esah kasar, Alex menatap Bian dengan tatapan iba.


"Aku tidak bisa memutuskannya Bi, semua keputusan ada pada Cleo. Dia yang akan memutuskan apakah akan ikut denganmu atau tidak. Jika Cleo mau ikut denganmu maka aku akan melepasnya tapi ingat jika sekali lagi kau menyakitinya maka kau akan berhadapan denganku kali ini. Tapi jika dia menolak ikut denganmu, maka abang minta padamu tolong jangan memaksanya. Biarkan dia meraih kebahagiaannya sendiri, mungkin dia butuh waktu untuk bisa menerima semua kejadian ini." Ujar Alex dengan bijak, karena bagaimanapun juga dia tidak ingin ikut campur dalam urusan mereka terlalu jauh. Peran dia dan istrinya saat ini hanyalah sebagai sandaran untuk Cleo.


Bian menggangguk lemah. " Baiklah bang."


Alex berbalik menatap wajah Cleo yang terlihat menunduk, kedua tangan gadis itu saling meremat menandakan jika hatinya saat ini sedang tidak baik baik saja.


"Cle, apa kau mau ikut dengan Bian ? Kalau kau ingin ikut dengannya maka peranku hanya sampai disini. Tapi jika tidak maka --"


"Aku mau ikut dengan kak Jiza bang." Potong Cleo cepat dengan wajah pucat dan kedua mata yang berkaca kaca.

__ADS_1


"S-sayang --" Bian tercekat dengan tatapan tak percaya, kekasihnya kembali menolaknya, bahkan dia bisa melihat sorot mata penuh kecewa dan kebencian. "Sayang aku bisa menjelaskan semuanya, ku mohon berikan aku kesempatan." Lanjutnya lirih.


"Apa yang akan anda jelaskan Tuan Bian ? Saya rasa semuanya sudah jelas. Tidak ada lagi yang harus di jelaskan sekarang." Sahutnya cepat dengan wajah datar dan dingin.


"Cle --"


"Kak, bisakah kita pulang sekarang ? Aku sungguh sangat lelah." Lagi lagi memotong ucapan Bian dengan cepat.


Jiza berada diambang kebingungan saat ini, bingung harus memilih yang mana. Tapi melihat tatapan penuh memohon Cleo membuatnya merasa iba.


Dengan wajah penuh rasa sesal dan bersalah, wanita cantik itu menatap pada Bian sembari tersenyum tipis.


"Bi, kakak rasa biarkan saat ini Cleo sendiri dulu. Mungkin dia memang butuh waktu, percayalah jika kalian memang berjodoh maka suatu saat kalian pasti akan bersatu. Ijinkanlah dia ikut bersama kami saat ini. Jangan khawatir kami akan selalu menjaganya."


Setelah itu Jiza membawa Cleo masuk kedalam mobilnya, meninggalkan Alex dan Bian yang masih berdiri di samping mobil mereka. Entah apa yang mereka bicarakan, keduanya nampak terlihat sangat serius.


Bian memandang sendu kekasihnya yang bahkan masih enggan hanya sekedar untuk menatapnya. Sepertinya gadis itu memang benar benar sangat terluka dan itu karena dialah penyebabnya.


"Kami pulang, jangan khawatir suatu saat dia pasti akan luluh dan kembali padamu. Kami berdua akan berusaha untuk membantumu." Ucap Alex sembari menepuk pelan pundak Bian.


"Bian titip Cleo bang, tolong kabari Bian kalau terjadi sesuatu padanya." Jawabnya lirih.


"Pasti."


Mobil Alex mulai melaju meninggalkan Bian yang masih setia berdiri menatap kepergian sang kekasih. Pria itu mengusap wajahnya kasar frustasi karena lagi lagi tidak bisa meluluhkan hati kekasihnya. Dan sikap Bian itu dapat dilihat dengan jelas oleh Cleo yang diam diam memperhatikannya melalui kaca spion.


Maafkan aku kak


Airmatanya luluh dan dengan cepat dia menghapusnya. Takut jika suami istri didepannya itu melihat kondisinya yang sedang lemah. Namun sayang rupanya Jiza sudah keburu melihat airmata yang mengalir di kedua pipinya. Wanita itu lantas menghela nafas panjang dan mengeluarkannya dengan perlahan.


Jika masih cinta kenapa harus pergi ? Tidak bisakah mereka membuang ego masing masing. Haisshh..aku jadi pusing melihat mereka berdua. Kisah Aira terulang lagi.


TBC


***Makasih yang udah selalu setia menunggu update cerita Aira, walaupun mam masih jarang² update.


Yang kasih like, komen juga makasih ya, walau mam jarang balas komen kalian tapi percayalah mam selalu membaca komen kalian dan mam terharu dengan support dari kalian.


Terima kasih


Yang nanya babang Alex, sabar yahh.


Yang udah baca cerita mam yang lain, mam ucapkan terima kasih,, yang belum yuk ah mampir di cerita mam yang sudah tamat.


RINDU SUARA AZDHAN..Cerita Akia dan Azriel. dijamin seru dan romantis***..

__ADS_1


__ADS_2