
Ricko menatap kepergian Chery dengan tatapan yang sulit diartikan. Helaan nafas kasar dia hembuskan saat rasa sesak itu lagi lagi datang kembali. Bahkan kali ini begitu terasa ketika melihat sorot mata penuh kebencian yang gadis itu pancarkan untuknya.
Ada rasa yang tak biasa ketika gadis yang dulu setiap harinya selalu mengganggunya dengan tingkahnya yang manja dan ceria kini gadis itu menatapnya sinis seolah olah dia tidak mengharapkan kehadirannya sama sekali. Bahkan sebenarnya dia merasa begitu kesepian saat adik dari bosnya itu sama sekali tidak muncul lagi dihadapannya semenjak kejadian beberapa bulan yang lalu.
Ada rasa kehilangan dan setitik rindu yang dia sendiri tidak bisa menjabarkannya dengan kata kata. Walau dalam benaknya dia memang mengakui kalau gadis itu sudah mencuri hatinya, tapi logikanya selalu menyangkal dan menganggap kalau apa yang dia rasakan saat ini hanyalah sekedar luapan emosi sesaat. Karena baginya Chery hanyalah seorang gadis manja yang masih selalu bergantung pada orangtuanya.
”Kenapa melamun disini ?” Tanya seseorang yang langsung membuatnya berbalik dan tersenyum lembut.
”Tidak apa apa, apa kau sudah selesai ?” Bukannya menjawab dia malah balik bertanya pada gadis didepannya ini.
Terlihat gadis itu mengangguk pelan sambil tersenyum.
”Kalau begitu ayo kita pulang, aku akan mengantarmu sampai rumah.”
”Tidak perlu seperti ini Rick, aku bisa sendiri.” Tolaknya degan nada halus dan lembut.
”Jangan menolakku Bella.” Ucapnya dengan tegas dan wajah kembali datar.
”Aku hanya tidak ingin membuatmu repot Rick, sudah cukup dengan apa yang kau lakukan untukku selama ini. Lagipula aku tidak ingin kekasihmu itu salah paham padaku nanti. Sepertinya aku melihatnya tadi disini.”
”Sudah aku katakan berulangkali kalau dia itu bukan kekasihku, aku hanya menganggapnya seperti adikku sendiri. Lagipula dia hanyalah gadis manja dan selalu bergantung pada kemewahan orangtuanya. Kau tahu kalau aku hanya menginginkan seorang gadis dewasa yang lembut dan bisa melakukan pekerjaan apapun yang menyangkut urusan rumah tangga. Dan itu semua ada pada dirimu Bel, jadi apa kau masih akan terus menolakku ?” Ucapnya dengan wajah serius.
Bella hanya tersenyum lembut sembari mengusap lengan Ricko dengan perlahan. Gadis itu menarik lengan kekar pria itu lalu mengajaknya keluar Club.
”Ayo pulang.” Ajaknya.
Baru saja satu langkah dia berjalan tiba tiba Ricko balik memegang lengannya dari belakang dan sontak membuat Bella kembali menatapnya.
”Kali ini aku bicara serius Bel, tidak bisakah kau menerimaku ?” Tanya lagi disertai tatapan serius.
__ADS_1
Lagi lagi gadis itu bukannya menjawab tapi malah memberikan senyuman lembutnya.
”Apa aku harus menjawabnya Rick ? Sedangkan kau saja sudah tahu apa jawabanku kan ?”
”Kau masih mengharapkannya ?”
”Aku tidak harus menjawabnya kan ?”
Ricko kembali menghela nafas kasar, perlahan dia mengangguk dan kembali merubah raut wajahnya seperti semula, teduh dan memabukan bagi siapa saja yang melihatnya.
”Ayo aku antar pulang.”
Enggan kembali berdebat yang pastinya akan memicu adu mulut, Bella kini menurut dan mengikuti langkah Ricko menuju mobil pria tersebut.
Mansion Nugraha
Chery turun dari mobil yang dikendarai oleh Dion dan langsung berjalan masuk tanpa mengucapkan satu patah katapun. Membuat Dion menarik nafas panjang disertai kepala pening memikirkan tingkah adik dari bosnya itu. Sikap manja Chery benar benar membuatnya kelimpungan, andai dia bisa menolak untuk tidak menjadi pengawal pribadi nona muda Nugraha itu, sudah pasti dari awal dia melakukannya.
Tidak ingin kembali terjadi sesuatu pada diri sang Nona Mudanya, Dion akhirnya turun dari mobil dan langsung mengikuti langkah kaki Chery dari belakang.
"Kamu sudah pulang sayang ?”
Kedatangan mereka berdua langsung disambut oleh sang Tuan dan Nyonya rumah yang sedang duduk santai di ruang keluarga. Sementara yang lainnya sepertinya sudah terlelap tidur mengingat jika malam sudah menunjukkan pukul 10 lebih.
”Selamat malam Tuan, Nyonya.” Sapa Dion dengan sopan.
”Malam Di, bagaimana kabarmu ?”
”Saya sehat Tuan.” Jawabnya lagi dengan kepala tertunduk dan berdiri disamping Chery.
__ADS_1
”Pa, aku mau jadwal keberangkatan ku dipercepat dan aku mau lusa berangkat pa.” Ucap Chery tiba tiba yang langsung membuat wajah kedua orangtuanya terkejut.
”Kenapa dipercepat ? Satu minggu lagi adalah resepsi pernikahan kakakmu sayang ?” Ucap Nyonya Nugraha dengan mimik terkejut. ”Apa terjadi sesuatu padamu nak ?”
Chery menggeleng dengan senyuman yang nampak sekali dia paksakan. Sesekali gadis itu melirik kearah Dion seakan memberi isyarat untuk pria itu tidak mengatakan apapun pada orangtuanya.
”Aku hanya ingin segera mempercepat studyku pa. Aku mohon untuk kali ini saja kalian akan mengabulkan keinginanku.” Jawabnya lirih dengan kepala tertunduk.
”Tapi sa --”
”Ma --” Potong Tuan Adi cepat kala melihat keadaan sang putrinya yang terlihat sangat bersedih. Baru kali ini pria paruh baya itu melihat sang anak yang tidak seperti biasanya, murung dan lebih banyak diam. Bahkan putrinya itu sekarang lebih banyak mengurung diri didalam kamarnya dan jarang berkumpul dengan keluarga.
”Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusanmu nak, papa dan mama akan selalu mendukungmu.” Ujarnya yang langsung membuat raut wajah Chery berubah sumringah. ” Papa akan bicara dengan kakakmu supaya lusa mengantarku kesana.”
"Dion akan menemaniku pa.” Sahutnya cepat.
"Apa !”
Bukan hanya kedua orangtuanya yang kaget, Dion pun ikut terkejut dengan ucapan yang di lontarkan oleh Chery. Bagaimana bisa gadis itu memutuskan hal seserius ini tanpa meminta persetujuan darinya terlebih dahulu.
”Tapi Nona, anda --”
”Aku tidak butuh penolakan Di, lagipula aku sudah bicara dengan kak Alvian. Kalau kau tidak percaya silahkan hubungi kakakku.” Jawabnya tegas dan serius.
Tuan dan Nyonya Nugraha saling pandang, sementara Dion nampak menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Karena baru saja dia hendak menelpon Alvian, pria itu sudah terlebih dahulu mengirimkan perintahnya melalui pesan media.
Aku tugaskan kau untuk menjaga adikku kemanapun dia pergi Di. Jika ada satupun luka ditubuhnya maka aku akan memberimu luka seribu kali lipat dari luka yang di derita adikku. Kau mengerti !
Dion menghela nafas kasar, dengan lesu pria itu akhirnya menyanggupi perintah bosnya walaupun disudut hatinya yang paling dalam dia menolak keras. Bukan apa apa hanya saja dia membayangkan jika setiap hari dia harus bersama gadis manja ini. Akan jadi seperti apa dunianya nanti. Membayangkannya sudah membuat kepalanya pusing tujuh keliling.
__ADS_1
”Baiklah Nona saya akan ikut dan menjaga anda kemanapun anda pergi.”
TBC