Cinta Untuk Aira

Cinta Untuk Aira
Oh...Abian ?


__ADS_3

Semua bisa melihat dengan jelas bagaimana sosok dingin itu begitu terpesona oleh kecantikan seorang gadis yang sudah menjelma menjadi seorang bidadari. Bahkan saking terpesonanya, dia sampai tidak sadar kalau sang bidadari itu sudah berdiri tepat didepannya dengan raut wajah yang merona karena mendapatkan tatapan maut sang pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu.


”Awas jangan sampai bajumu basah karena ilermu Bi.” Celetuk Alvian membuyarkan tatapan Bian yang enggan teralih dari wajah cantik sang istri, ciee istri.


Alvian terkekeh karena ulah adiknya yang tanpa diduga mengusap bibirnya seakan memang ada air liur yang menetes disana. Gerakan Bian sangat spontan karena memang pria itu sedari tadi sudah sangat terpesona akan kecantikan istrinya itu.


”Sial ! Kau mengerjai ku lagi kak.” Umpatnya menahan kesal dan malu.


”Aku tahu kau itu sudah masuk kedalam kategori pria bucin.” Ejeknya.


”Ck, kayak situ nggak aja.” Cibirnya membalas ejekan sang kakak, sepertinya dia tidak suka dibilang bucin walau sebenarnya memang iya.


”Emang nggak --”


”Nggak salah lagi.”


”Itu tau.” Alvian tak bisa lagi menahan tawanya karena sudah berhasil mengerjai adik sepupunya itu berkali kali. Tak terhitung sampai berapa kali hari ini dia membuat wajah sang adik menahan rasa kesal dan jengkel karena ulahnya.


”Sudah sudah, kalian ini dari tadi nggak akur akur. Lihat semua orang sampai tak berkedip menatap kalian yang tengah berseteru.” Ujar Nyonya Mira menghentikan tingkah dua ana manusia yang aski berdebat tak kenal umur.


”Ponakan mama ini yang selalu bikin Bian kesel.” Ketusnya sembari menatap jengkel kakaknya.


”Enak saja, kau itu yyyy ----”


”Mas kalau kau tidak mau diam nanti malam nggak bakalan aku bukain pintu kamar.” Potong Aira sembari menatap tajam sang suami.


”N-nggak kok sayang, mas diam deh. Sueerrr." Cengirnya menatap melas istri cantiknya, mana mungkin dia bisa tidur tanpa dekapan manja istrinya yang sudah begitu membuatnya candu itu. Membayangkannya saja dia tidak akan pernah sanggup.

__ADS_1


Bian mencibir saat melihat bagaimana takutnya Alvian hanya karena gertakan kakak iparnya. Kakak sepupunya itu benar benar sudah menjadi budak cinta seorang Aira Siregar.


Sementara itu Cleo hanya bisa tersenyum hangat melihat kedekatan kakak beradik itu. Walaupun hanya sebatas saudara sepupu namun kedekatan mereka berdua melebihi saudara kandung.


Senyuman gadis itu mendadak redup ketika netranya melihat sosok paruh baya yang naik keatas pelaminan. Tatapannya tajam dan penuh kebencian seakan tatapan itu bisa menelannya hidup hidup.


”Tak ku sangka hari ini datang juga, apa kau tahu aku begitu sangat membenci hari ini. Hari dimana aku harus menjadi wali nikah gadis pembawa sial ini.” Ucapnya dengan kata kata menusuk hati.


”Jaga bicaramu Pak Tua, sekali lagi kau berani menyakiti istriku, maka aku tidak segan segan untuk menghancurkanmu sekalipun aku tahu kau itu paman dari istriku.” Geram Bian dengan raut wajah berubah dingin menyeramkan.


Hendra, paman Cleo adik dari sang ayah itu hanya bisa tergelak kecil mendapatkan ancaman dari suami keponakannya itu. Bukannya merasa takut pria paruh baya malah semakin mencemooh ponakannya itu.


”Kau lihat gadis pembawa sial, suamimu ini begitu membelamu.” Sinisnya lalu menatap kearah Bian. ” Hei, dengar anak muda mungkin saat ini kau masih bisa membela anak sial ini. Tapi aku yakin suatu saat kau akan sadar kalau dia hanyalah pembawa sial dan kau pasti akan menyesal karena sudah menikahinya.”


”Kau ---”


Bian menghela nafas panjangnya lalu mengeluarkannya secara perlahan. Dia berusaha menahan emosinya yang sudah membuncah, benar kata istrinya. Ini hari bahagia mereka dan dia tidak ingin merusaknya hanya karena ocehan receh manusia lucknut di depannya ini.


”Pergilah sebelum aku lepas kendali, bagaimanapun juga aku sangat berterima kasih padamu karena sudah mau menjadi wali nikah untuk istriku. Tapi bukan berarti kau bisa bersikap semena mena padanya. Sekali saja kau berniat untuk menyakiti istriku maka detik itu juga aku akan melupakan kalau kau adalah paman dari istriku.” Ancamnya dengan raut wajah datar dan dingin.


”Semoga saja kau tidak akan menyesal suatu saat nanti anak muda.” Sinisnya lalu berlalu dari hadapan sepasang pengantin tersebut.


Kilatan amarah Bian masih terlihat jelas di kedua bola matanya, namun pria itu sekuat tenaga menahannya demi sang istri. Dia tidak mau jika wanita yang sangat dicintainya itu akan merasakan kesedihan lagi.


”Kamu baik baik saja ?” Tanyanya dengan gurat khawatir.


”Aku tidak apa apa kak.” Jawabnya berusaha tersenyum agar pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu tidak khawatir padanya. ” Maaf aku selalu menyusankanmu.” Imbuhnya sendu.

__ADS_1


”Hei apa yang kamu katakan, kamu istriku dan aku sama sekali tidak merasa disusahkan olehmu.” Merengkuh tubuh kecil itu lalu dibawanya kedalam pelukannya.


”Sudah jangan bersedih lagi, ini hari bahagia kita. Sudah cukup selama ini kita bersedih, sekarang mari kita raih kebahagiaan kita sayang.” Ucapnya lalu mencium lembut kening istrinya dengan penuh cinta.


Mendapat perlakuan lembut dari sang suami membuat Cleo terlena, gadis itu semakin mempererat pelukannya di tubuh kekar Bian yang selalu bisa membuatnya merasa nyaman dan aman.


”Ngomong ngomong kamu cantik sekali sayang. Aku sudah tidak sabar menunggu malam tiba.”


Duar


Kenyamanan itu buyar seketika saat mendengar cuitan mesum Bian. Dengan cepat Cleo melepas pelukannya lalu menjauhkan dirinya dari sang suami.


”Kau...mesum kak.” Sungutnya dengan wajah memerah.


”Apanya yang mesum ? Aku berkata benar Baby, bukankah ini hari pernikahan kita dan nanti malam adalah malam pemmmmmm...”


”Diamlah kak.” Potong Cleo cepat dengan tangannya yang membekap mulut Bian yang sudah mengucapkan kata kata frontal itu tanpa tahu malu.


Wajah gadis itu sudah memerah karena pandangan orang orang yang mengarah padanya dengan bibir yang menahan senyum. Tentu saja karena suara Bian ketika mengucapkan hal tersebut sedikit agak keras hingga membuat sebagian orang yang dekat dengan posisi mereka bisa mendengar ucapan pria kulkas tersebut.


Dasar mulut mesum


Alvian sendiri geleng geleng kepala melihat tingkah adiknya yang bahkan tidak memperdulikan tatapan orang orang disekitarnya yang menatapnya geli karena ucapan frontalnya yang tidak tahu tempat.


Dasar sepupu lucknut


TBC

__ADS_1


__ADS_2