
Deg
Hati Aira bergejolak mendengar ucapan Sean yang saat ini sedang menerima telpon. Hatinya bertanya tanya siapa gadis yang ditelpon oleh suaminya itu. Ada sedikit rasa nyeri dan sesak dihatinya jika benar suaminya mengucapkan kata cinta untuk wanita lain.
"Ra..." Panggil Sean kaget melihat istrinya yang berdiri terpaku didepan pintu.
Apa dia mendengar pembicaraanku ditelpon barusan ?, Duga Sean dalam hati.
Aira tersentak lalu menundukkan kepalanya dalam.
"Maaf mengganggumu kak, aku hanya ingin mengatakan jika makan malam sudah siap. Permisi."
"Aira."
Gadis itu berbalik meninggalkan ruangan kerja Sean tanpa memperdulikan panggilan suaminya. Jujur hatinya sedikit perih jika dugaannya benar, yaitu Sean mempunyai wanita lain.
Sean melangkah menyusul istrinya yang sudah berjalan terlebih dahulu ke meja makan. Duduk didepan gadis itu yang hanya terdiam menikmati makan malamnya.
Suasana terasa canggung dan kaku, hanya ada keheningan diantara mereka. Aira pun enggan untuk mengeluarkan kata kata, mengingat Sean yang hanya diam tanpa menjelaskan sesuatu padanya.
Aira segera membereskan piring kotor setelah mereka berdua selesai dengan acara makannya. Mereka masih betah dengan keheningan yang mereka ciptakan sendiri. Hingga pada saat Aira ingin melangkah menuju kamarnya Sean sudah tidak bisa menahan diri.
Dengan kilat menarik tubuh gadis itu dan memeluknya erat dari arah belakang. Membuat gadis tersentak kaget, terkejut dengan tindakan tiba tiba yang dilakukan Sean.
"Kak.." Ucapnya lirih.
"Apa kamu mendengar pembicaraanku ditelpon barusan hmm ? Kamu mendadak berubah setelah dari ruangan kerjaku."
"Aku.."
Sean menenggelamkan kepalanya diceruk leher Aira membuat gadis itu sedikit menggeliat. Dapat dia rasakan hembusan hangat nafas Sean dilehernya yang membuatnya merasakan gugup luar biasa. Ada sensasi berbeda yang mengalir keseluruh pembuluh darahnya.
Sean hanya tersenyum simpul saat dia merasakan jika gadis didepannya sangat gugup. Dia juga merasakan detak jantung Aira yang berdetak sangat kencang. Dengan jahil pria itu meletakkan telapak tangannya didada sintal milik Aira.
"Kamu gugup ? Jantungmu terdengar kencang sekali." Bisiknya sensual ditelinga Aira.
Aira melotot dengan wajah yang sudah bersemu merah, merasa malu dengan tindakan pria itu. Dengan cepat dia menyingkirkan tangan Sean yang masih bertengger nakal didadanya.
"Jangan begini kak, aku lelah ingin istirahat."
Gadis itu berusaha melepaskan pelukan Sean yang malah memeluknya semakin erat. Bahkan pria itu mengendus endus lehernya dengan sesekali mengecup nakal.
"Kamu marah padaku ?" Bisiknya sensual.
__ADS_1
"Tidak ada alasan untukku marah padamu kak, Kau bebas mencintai siapapun. Aku sadar jika pernikahan ini hanyalah paksaan yang dilakukan oleh orangtua kita." Kilahnya dengan masih berusaha melepaskan pelukan Sean.
"Aku mencintaimu."
Aira terdiam dengan tubuh yang membeku mendengar lontaran kalimat cinta yang diucapkan oleh Sean. Jantungnya berdetak sangat kencang melebihi sebelumnya.
"Kau mendengar kalimat itu bukan saat diatas tadi. Aku memang berkata seperti itu, tapi aku mengucapkannya hanya untukmu. Tadi aku hanya belajar saja." Jelasnya pada Aira.
"Maksudnya gimana kak, aku tidak mengerti."
Sean membalikkan tubuh Aira supaya menghadap padanya. Kedua telapak tangannya yang besar menangkup wajah mungil Aira.
"Tadi aku berbicara dengan Alex ditelpon, aku meminta saran padanya bagaimana caranya mengungkapkan perasaanku pada perempuan, sebenarnya aku malu tapi aku mencoba untuk belajar mencintaimu. Jadinya ya tadi seperti yang kamu dengar." Ungkapnya dengan sedikit tersenyum malu.
Aira termenung namun detik berikutnya rona merah menghiasi pipinya. Gadis itu malu karena sudah kepergok oleh pria itu jika dirinya cemburu yang tidak beralasan.
"Melihat sikapmu sepertinya kau cemburu ya sayang." Bisiknya ditelinga gadis itu.
Aira semakin merona, dia berbalik mencoba melarikan diri suaminya.Namun belum sempat melangkah tubuhnya kembali ditarik oleh suaminya.
"Mau kemana ?"
"Ak-aku..mau tidur kak." Gugupnya.
Sean tersenyum penuh arti, membuat Aira panas dingin melihatnya.
"Tapi..."
Tanpa aba aba Sean mengangkat tubuh Aira, lalu membawanya kekamar Sean. Meletakkan dengan hati hati tubuh mungil itu diranjang besarnya. Kedua matanya menatap wajah Aira yang nampak gugup, sementara tubuhnya terkunci dengan tubuhnya yang besar dan kekar.
"Boleh aku meminta hakku malam ini ?"
Wajah cantik itu membisu dengan debaran jantung semakin kencang. Ingin rasanya dia menghindar tapi rasanya sulit, karena jika bukan malam ini pasti esok hari ataupun lain hari, Sean pasti meminta haknya. Jujur hatinya saat ini belum siap, namun seketika gadis itu mengingat ucapan mamanya.
Ra, menjalani kewajiban istri terhadap suaminya akan mendapatkan pahala yang begitu besar dari Allah. Jadi jika suamimu menginginkan dirimu, kamu jangan menolaknya ya. Berdosa jika menolak keinginan suami.
Nasehat mamanya begitu jelas terdengar ditelinganya. Dan saat ini dia harus ikhlas menjalani kewajibannya sebagai seorang istri seutuhnya untuk suaminya.
"Ra.." Panggil Sean saat melihat istrinya yang nampak melamun. Perlahan hembusan nafasnya yang memburu dia kendalikan, dengan melihat wajah murung Aira dia sudah tahu jika gadis itu belum siap.
"Jangan dipikirkan, aku tidak akan memaksamu jika kamu belum siap. Sekarang istirahatlah, kamu pasti lelah." Ucapnya sembari turun dari tubuh Aira. Ada rona kecewa diwajahnya yang tampan.
Namun belum sempat tubuhnya turun dengan sempurna tiba tiba gadis itu menarik wajahnya dan mencium kilat bibirnya. Membuat Sean terperangah melihat aksi nekat istrinya. Sementara Aira nampak tersipu malu karena tindakannya yang berani mencium Sean.
__ADS_1
Sean menyeringai melihat kode yang diberikan istrinya. Dengan nakal dia berbisik ditelinga Aira dengan tubuh yang sudah kembali menindih gadis itu.
"Aku pastikan besok kamu tidak akan bisa berjalan sayang."
Aira terperangah mendengar ucapan Sean yang mendadak membuatnya merinding. Membayangkan keganasan Sean membuat jiwanya sedikit takut.
Tanpa membuang waktu Sean langsung melakukan ritualnya sebelum gadis itu berubah pikiran. Membuang semua bajunya dan juga baju gadis itu kesembarang arah hingga kini keduanya nampak seperti bayi yang baru lahir, polos tanpa sehelai pakaian yang menempel ditubuh keduanya.
Aira nampak malu dengan keadaan tubuhnya yang polos, tangannya bergerak pelan menutupi area sensitifnya dengan wajah yang berpaling kesamping. Dia juga malu melihat tubuh kekar dan atletis khas milik Sean.
Sean segera menyingkirkan tangan Aira yang menutupi bagian terindah dari tubuh gadis itu. Dia ingin lebih lama menikmati pemandangan indah didepan matanya. Perlahan tangannya menjulur meraih wajah Aira yang berpaling kesamping, membawanya menghadap padanya.
"Lihat mataku, apa kamu takut ?"
Aira mengangguk pelan, membuat Sean tersenyum simpul.
"Jangan takut aku akan melakukannya dengan lembut. Akan aku pastikan jika kamu sendiri yang akan memintanya lagi dan lagi." Godanya membuat pipi Aira semakin memerah karena malu.
Sean terkekeh lalu dengan cepat dia mulai melakukan tugasnya menyelami lautan cinta yang begitu memabukkan. Malam ini dia akan membuat Aira menjadi wanita yang seutuhnya, memiliki gadis itu luar dan dalam.
"Kak...sakit." Pekik gadis saat Sean mulai menerobos masuk kedalam dirinya.
"Sean..panggil aku dengan sebutan Sean sayang." Ucap pria itu ditengah deru nafasnya yang memburu.
"Seaaaaannn..."Pekik Aira kencang saat pria itu berhasil sukses masuk kedalam dirinya. Ada rasa ngilu dan sakit luar biasa yang dia rasakan. Tanpa sadar airmatanya mengalir dikedua sudut matanya.
Sean terdiam sebentar untuk membuat gadis itu menerima kehadirannya. Dikecupnya kedua mata Aira yang mengelurkan airmatanya.
"Maaf sudah menyakitimu."
Dirasa Aira sudah tenang dan mulai menerima kehadirannya, Sean mulai menggerakkan tubuhnya secara perlahan. Semakin lama gerakannya semakin cepat membuat Aira menjadi kalang kabut.
Suasana berubah menjadi sangat panas dan liar, sepanas gulatan mereka dimalam indah dimana sepasang suami istri meneguk indahnya kenikmatan surgawi yang mereka ciptakan sendiri.
Dan malam ini Sean membuktikan ucapannya dengan tidak satukalipun memberikan kesempatan untuk istrinya beristirahat. Mereka terus mengulangnya hingga pagi menjelang subuh. Tubuh keduanya terkulai lemas dengan nafas yang ngos ngosan dan keringat yang membanjiri tubuh keduanya.
Aira yang sudah tidak mempunyai tenaga lagi langsung terlelap dalam tidurnya dengan tangan Sean yang memeluknya erat. Sementara Sean nampak memandangi wajah gadis itu dengan senyuman penuh misteri.
Setelah dirasa Aira benar benar terlelap, pria itu bangun dari ranjangnya dan memakai boxer lalu berjalan menuju kearah balkon. Bersamaan dengan bunyi dering telpon yang masuk kedalam ponselnya.
"Halo..aku sudah melakukannya. Kau siapkan semuanya dan datang kemari besok."
Pria itu lalu mematikan sambungan telponnya, tersenyum tipis saat dikepalanya mengingat sesuatu.
__ADS_1
Kau sangat jenius Se.
TBC