Cinta Untuk Aira

Cinta Untuk Aira
Menemani Jiza belanja


__ADS_3

Assalamualaikum.. Happy Ied Mubarrok ya, minal aidhin walfaizhin dari mam sekeluarga..


mohon maaf lahir dan bathin...


Apa kabar kalian semua readers tersayangku....Rindu mam tak ? hehe


Hampir Dua bulan lamanya mam rehat dari menulis dan tentunya membuat mam sangat rindu dengan kalian semua sahabat sahabat terbaik mam yang selalu mendukung mam sampai bisa berada ditahap ini.


Ucapan maaf yang sebesar besarnya dari mam untuk kalian karena saking terlalu lama mam hiatus. Selain karena ingin fokus di ibadah puasa, kesibukan setiap hari yang semakin besar membuat mam tidak sempat menuliskan cerita ini.


Dan melalui pesan singkat ini mam khusus ucapkan maaf beribu maaf untuk kalian reader tercinta, tersayang, terspesial, karena sudah menunggu lama cerita ini update. Dan harapan mam semoga kalian semua masih tetap setia menunggu ya.


Dah ah segitu aja salam sayang dari author kece..Nishaara


\*\*\*\*\*\*\*\*



***Happy Reading***.....


Cleo menatap wanita hamil di depannya ini dengan senyuman lebar yang sedari tadi menghiasi wajahnya yang cantik. Sesekali dirinya tertawa kecil saat melihat tingkah Jiza yang menurutnya lucu untuk seukuran wanita dewasa seperti wanita hamil didepannya ini.


Bagaimana tidak Jiza sudah seperti orang kesetanan saja berjalan kesana kemari tanpa mengenal lelah. Bahkan mungkin wanita itu hampir melupakan kondisinya yang tengah berbadan dua saking antusiasnya memilih barang barang untuk calon baby mereka. Cleo saja yang berjalan mengikuti dibelakangnya kakinya sudah merasa pegal namun sebisa mungkin dia tahan mengingat raut wajah Jiza yang sedang bahagia.


"Kak, pelan pelan saja, kasian dede bayinya kalau kakak jalannya cepat cepat begitu." Tegurnya sembari menahan lengan Jiza hingga membuat wanita itu berhenti dan berpaling padanya dengan cengiran tipis di wajahnya.


"Aku lupa kalau sedang hamil." Kekehnya tergelak kecil lalu mengusap lembut perutnya yang sudah membesar sambil bergumam kecil. " Maaf ya sayang, mama terlalu senang sampai lupa kalau ada kamu disini."


Cleo menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan tingkah ibu hamil ini.


"Gimana ga lupa, kakak belanja udah kayak orang kesurupan tau ga." Cetusnya sembari terkekeh. "Kalau caranya seperti ini sih aku yakin Bang Alex sebentar lagi bangkrut."

__ADS_1


Jiza tertawa, wanita itu sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Cleo karena dia tahu gadis ini sedang bercanda.


"Kalau begitu ayo kita buat suamiku semakin bangkrut. Kita belanja sepuasnya hari ini, ayo kita habiskan uang pria itu." Ajaknya lalu dengan cepat kembali berjibaku dengan kegiatannya memilih milih barang yang dia inginkan.


Kembali gadis itu menggelengkan kepala pelan, bagaimana tidak saat ini kedua tangannya saja sudah menenteng empat paper bag besar belum ditambah dua troli besar di kasir. Dan kini wanita itu masih begitu semangat memilih milih barang yang hendak dia beli.


Sultan mah bebas. Kikiknya namun tetap saja langkah kakinya terus mengikuti kemana pun Jiza berjalan. Tugasnya selain menemani Jiza belanja, dia juga merasa wajib melindungi wanita yang sudah begitu banyak berjasa padanya.


"Apa kakak sudah tahu jenis kelamin babynya ?" Tanyanya saat Jiza sibuk memilih perlengkapan bayi yang lebih dominan biru.


"Belum." Jawabnya tanpa berpaling. "Kami berdua memutuskan untuk tidak melihat jenis kelamin bayi kami. Kata Alex sih biar surprise gitu." Imbuhnya.


"Lalu kenapa semua yang kakak beli ini karakternya hampur semuanya cowok ?"


"Entahlah, pengen aja. Aku merasa yakin kalau bayi kami itu berjenis kelamin laki laki."


"Trus kalau misalnya perkiraan kakak salah gimana ? Berarti ni semua mubazir dong kak ?"


"Nggak mubazir kok, kalau memang bayi kami perempuan ya barang barang ini kita sedekahkan saja ke beberapa panti asuhan yang membutuhkan." Jawabnya santai tanpa merasa bersalah, padahal semua barang yang dia beli adalah barang branded semua.


Lagi lagi sultan mah bebas


Jiza menggelengkan kepalanya, walaupun dia merasa takjub namun gadis itu enggan kembali mengheluarkan suaranya. Dia lebih memilih untuk diam dan kembali mengikuti kemanapun langkah Jiza berjalan.


Sementara itu...


Chery yang merasa kesal dengan kakaknya karena sudah menolak ajakannya, kini gadis cantik itu sudah berada di dalam sebuah pusat perbelanjaan dengan memasang muka masam. Apalagi ketika sudut matanya melirik kearah dua orang pria berbaju hitam lengkap dengan kacamata hitam bertengger di kedua mata mereka.


"Aku sudah bilang, kalian pergi saja jangan mengikutiku. Aku bisa pergi sendiri, kalian ini bikin aku malu saja." Hardiknya pada kedua bodyguard suruhan kakaknya itu.


"Maaf nona, kami hanya menjalankan perintah Tuan Muda." Jawabnya tegas tanpa rasa takut. "Silahkan anda bisa melanjutkan kegiatan anda, kami tidak akan mengganggu. Tugas kami hanyalah menjaga keselamatan anda." Imbuhnya dengan muka datarnya yang terlihat begitu menyebalkan di mata Cherry.

__ADS_1


"Aku bukan anak kecil yang setiap saat harus dijaga dan diawasi. Apa kalian tidak mengerti ?!" Sentaknya sembari melempar tatapan tajam pada dua pria yang tidak sekalipun mengeluarkan ekspresi apapun.


"Jika anda ingin protes, silahkan anda menghubungi Tuan Muda, Nona." Jawabnya santai dengan wajah datarnya.


"Menyebalkan."


Sembari menghentakkan kakinya dilantai putih pusat perbelanjaan itu, akhirnya Cherry memilih mengalah dan melanjutkan keinginannya untuk berbelanja. Tentu saja dengan tetap memasang muka masam dan jangan lupa dengusan kasarnya yang keluar dari hidungnya saat pandangannya berpapasan dengan muka datar kedua pengawalnya itu.


Tidak mau moodnya semakin bertambah buruk, Cherry lalu berjalan keluar masuk setiap galery tanpa memperdulikan kedua pengawalnya yang selalu mengikuti kemanapun langkahnya pergi. Karena sebenarnya itulah tujuan utamanya keluar masuk galery tanpa membeli barang satupun.


Dia ingin membuat kedua pengawal itu merasa kecapekan hingga akhirnya lengah dan dia bisa melarikan diri dari pengawal suruhan kakaknya itu.


Tapi diluar dugaan, ternyata kedua pengawalnya sama sekali tidak merasa lelah ataupun letih. Kedua pria itu masih terlihat sangat bugar mengikuti kemanapun nona muda mereka berjalan, dan tentu saja dengan wajah datar mereka.


Hal ini membuat Cherry semakin geram. Niat hati ingin membuat kedua pria itu kelelahan, sekarang yang terjadi justru dia sendiri yang merasa lelah, bahkan kedua kakinya terasa agak nyeri karena berjalan kesana kemari hampir 2 jam lamanya.


Aku capek sekali, gumamnya sembari melirik kearah dua pria itu yang saat ini berdiri di belakang tubuhnya.


Tenaga mereka itu sebenarnya terbuat dari apa sih, kuat banget staminanya. Aku saja kakiku rasanya hampir mau lepas.


Disaat dirinya sibuk memijit kedua kakinya sambil menggerutu panjang lebar, tanpa sengaja sudut matanya melihat sosok yang selama ini tidak pernah lagi dia dengar kabarnya dari kejauhan. Sosok yang begitu penting untuknya dan sosok inilah yang begitu sangat dia rindukan.


Cleo


Sontak Cherry berdiri dan melupakan jika saat ini kedua kakinya masih terasa nyeri. " Itu Cleo kan ? Benar itu dia, akhirnya aku bisa bertemu denganmu Cle." Ujarnya dengan kedua mata yang sudah berkaca kaca.


"Cle ----- !" Pekiknya dengan riang lalu secepat kilat berlari menghampiri Cleo yang berada di antara kerumunan orang berlalu lalang.


" Cleopatra --" Sambungnya lagi dengan susah payah menerobos ramainya orang berlalu lalang. Helaan nafas lega dia hembuskan saat dia bisa menyusul sahabatnya yang kini sudah berada didepannya. Disentuhnya pundak kecil itu disertai panggilan lirih darinya. Sungguh saat ini dia merasa sangat bahagia, karena pada akhirnya dia bisa berjumpa lagi dengan sahabatnya setelah beberapa bulan tidak pernah bertemu semenjak kejadian itu.


"Cle ----"

__ADS_1


TBC


__ADS_2