
Derap langkah kaki begitu terdengar keras di lorong rumah sakit milik keluarga Ganendra. Wajah cemas dan panik begitu kentara di wajah kedua orang yang berjalan dengan sesekali berlari.
Disana didepan pintu ruang UGD telah berdiri sosok pria tampan yang sedang jalan mondar mandir dengan pakaian kusut dan bersimbah darah. Wajahnya terlihat sangat pucat dengan bibir yang gemetar.
Langkah itu semakin cepat dan tanpa diduga oleh siapapun dengan gerakan kilat sosok itu menarik lengan pria muda itu lalu..
Plak
Plak
Pria itu tercengang dengan tangan yang menyentuh pipinya yang terasa panas dan perih akibat tamparan tangan halus didepannya.
"Kau apakan putriku hah ! Kau berniat membunuhnya ?" Hardik sosok yang berjenis perempuan itu dengan wajah galak dan kedua mata yang sudah menganak sungai.
"Aku."
Bugh
Bugh
Kini giliran bogeman mentah yang dia dapat dari sosok pria disebelah perempuan itu. Dengan membabi buta pria itu terus mengajar dan memberikan pukulannya bertubi tubi tanpa perduli dengan kondisi Sean yang sudah babak belur.
Hingga sebuah tangan milik asisten pribadinya bergerak menghentikan laju langkahnya yang ingin menghajar Sean yang saat ini tergeletak tak berdaya dilantai rumah sakit.
"Tuan besar hentikan, anda bisa membunuh Tuan Muda."
"Cih, aku bahkan tidak pernah mempunyai seorang putra sebejat dia." Tunjuknya dengan mata yang memerah penuh amarah, bahkan masih bisa dilihat dadanya yang bergerak naik turun penuh emosi.
Pria yang ternyata adalah sang pemilik rumah sakit yaitu Tuan Andre Ganendra dan sang istri Nyonya Silvi Ganendra. Mereka begitu terkejut saat mendengar dari salah satu anak buah nya yang selama ini dia tugaskan menjaga Aira dari jarak jauh memberi kabar yang begitu mengejutkan.
Tanpa menunggu lama pasangan suami istri itu bergegas menuju rumah sakit tempat gadis itu dirawat.
"Jika sampai terjadi sesuatu pada putriku sumpah demi Tuhan aku sendiri yang akan membunuhmu Se." Ancam Tuan Andre dengan amarah yang masih bergejolak.
"Pa, ma.." Keluhnya lirih.
"Kau bahkan tidak pantas memanggil kami berdua dengan sebutan itu." Sahut Nyonya Silvi dengan wajah tidak kalah marah.
"Bahkan kalian begitu menyayangi dia yang bukan putri kalian. Dia hanyalah mantan menantumu pa, ma." Masih sempatnya pria itu mengatakan hal itu setelah apa yang terjadi, membuat emosi yang sudah mulai meredup kini berkobar kembali. Dengan cepat dan kasar, Tuan Andre meraih kerah kaos Sean
" Aku bahkan tidak pernah sekalipun menganggapnya sebagai menantu. Bagi kami dia adalah putriku yang sangat berharga."
__ADS_1
"Cih..dia hanyalah seorang p***r murahan." Dengus Sean dengan menatap tajam wajah papanya.
Bibir Nyonya Silvi membuka lalu menutupnya dengan kedua tangannya. Dia syok, bagaimana bisa putranya bisa mengeluarkan kata kata yang sekejam itu.
"Beraninya kau..."
"Tuan Ganendra.." Panggil seorang Dokter pada pria paruh baya itu yang langsung melepas cengkeramannya dileher Sean lalu berlari menuju sang Dokter dengan wajah panik.
"Bagaimana keadaan putriku Dokter."
Dokter itu menggeleng lemah, sembari berucap. Ada rasa sedih dan iba yang dapat Tuan Andre tangkap dari wajah Dojter tersebut.
"Nona Aira sangat kritis, Detak jantungnya terus melemah. Sayatan dilengannya sedikit mengenai urat jadinya, dan juga dilehernya. Dan ..." Dokter itu berhenti mengucapkan perkataannya, memandang ragu pada sang pemilik rumah sakit.
"Katakan dokter, sepahit apapun kabar yang kau berikan akan aku dengarkan dengan sebaik sebaiknya." Ucapnya tegas.
"Nona Aira sepertinya mendapatkan siksaan fisik yang begitu besar. Ada beberapa luka disekujur tubuhnya dan juga di daerah kewanitaannya yang terlihat membengkak dan sedikit berdarah. Melihat begitu parahnya luka yang gadis itu dapatkan, dan juga sepertinya sudah tidak ada gairah hidup pada gadis itu. Saya takut apa yang saya pikirkan adalah kebenaran."
"Apa maksud dokter, tolong jangan membuat saya penasaran."
"Saya takut nona tidak dapat tertolong , mengingat jika sang nona sepertinya sudah menyerah Nyonya."
Bagaikan sebuah bom yang meledak di depan nya,dan menghancurkan tubuhnya. Begitulah yang saat ini Nyonya Silvi rasakan. Tubuh wanita cantik itu ambruk dilantai dengan mulut yang tertutup tangannya. Hatinya remuk dengan isakan tangisnya yang mulai keras.
"Pa..putri kita."
"Tenang ma, pasti ada cara untuk menyelamatkan Aira. Pasti ada cara." Tidak ingin lemah pria itu berusaha menenangkan istrinya.
"Dokter." Panggil seorang perawat mincul didepan mereka dengan wajah paniknya.
" Detak jantungnya semakin menghilang Dok, nona kehabisan darahnya."
Semua panik saat Dokter langsung berlari dengan wajah pucatnya. Secepat kilat memberi perintah untuk membawa beberapa kantong darah yang cocok dengan darah gadis itu.
"Apa yang sudah kau lakukan pada putriku Se ? Kau memperkosanya atau kau memaksanya untuk melayani nafsu binatangmu itu. Jika sampai putriku tidak selamat maka kau harus membayarnya Se. Kau tahu jika dia sangat berharga dalam hidup kami berdua."
"Apa maksud papa ? Dia hanya seorang p****r pa ? Apanya yang berharga."
"Kata katamu sangat menyakitkan Se, memangnya kau pikir siapa yang membuatnya bisa menjadi seorang P***r hah !" Geram Tuan Andre pada putra semata wayangnya itu.
"Apa yang membuat kalian begitu memandangnya mulia dibandingkan anakmu sendiri hah ! Dia hanyalah j****g yang hanya ingin merampas harta kalian saja." Serunya dengan nada menantang kearah papanya.
__ADS_1
Kedua mata Tuan Andre semakin berkilat pertanda jika Amara pria itu sudah sampai diubun ubunnya. Nyonya Silvi terus saja memegang lengan pria itu dengan tangis yang terus membuncah,dia takut jika sang suami benar benar kehilangan kendali lalu melampiaskan amarahnya pada Sean. Hatinya juga merasakan sakit yang luar biasa, bagaimana putranya berubah menjadi orang yang tidak berperikemanusiaan.
"Kau benar benar keterlaluan Se, papa sungguh menyesal telah memberikan Aira sebagai istrimu. Jika papa tahu pada akhirnya akan seperti ini, sumpah demi apapun, papa lebih mempercayai rekan bisnis papa daripada kamu." Ungkap Tuan Andre dengan nafas yang tersengal sengal.
"Baru sekarang papa berkata seperti itu, setelah apa yang sudah terjadi. Papa bahkan tidak tahu jika penyebab kedua orangtuanya meninggal pasti karena mereka mendapatkan fakta jika putrinya ada apa seorang p****r. Sungguh papa dan mama selama ini hanya tertipu pada wajah cantiknya dan juga kepolosannya." Ketus Sean dengan membabi buta menjelekkan Aira.
Plak
Plak
Suara tamparan itu kembali menggema begitu keras, membuat Tuan Andre sedikit terhenyak. Sementara Sean nampak meringis sembari mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya.
Nyonya Silvi menatap penuh amarah yang mendalam pada sosok putranya. Nafasnya bahkan terlihat naik turun dengan wajah yang memerah.
" Selama ini mama diam dan hanya bisa menangis, berharap supaya putraku segera menyadari kesalahan yang dia lakukan selama ini. Tapi sekarang mama yakin iblis sepertimu selamanya tidak akan pernah bisa berubah. Semenjak kau mengenal Dona di kehidupan mu sejak itu pula kau berubah menjadi anak pembangkang dan susah diatur.
Apa yang sudah jalang itu lakukan padamu ? Mulutmu sangat pedas dan tajam seperti duri." Wanita cantik itu menghentikan ucapannya lalu berbalik menuju kearah suaminya.
"Kau dengan seenaknya menebak jika dialah penyebab kematian kedua orangtuanya, tanpa kau sadari jika penyebab orangtua Aira meninggal sebenarnya karena ulah dirimu , hah."
Sean terkejut, bagaimana bisa dia disalahkan atas perbuatan yang dia sendiri tidak merasa melakukannya.
"Apa maksud mama ?"
"Kau ! Om Andi dan Tante Jihan meninggal karena kau penyebabnya. Kau penjahatnya dan kau pelakunya SEAN GANENDRA !"
TBC
Dipart ini dan sebelumnya author ikut menangis menangis sembari mengetik dialognya. Author begitu miris dengan kkehiduoan yang Aira jalan. Gadia itu sangat menderita.
Jika ada yang penasaran bagaimana awla mereka bertemu, sebentar lagi author beritahu ya..mungkin 2 part lagi atau mungkin masih lama..hehehe..author masih mau melupakan rindu dulu sama Aira..🤗
Di cerita ini author ingin sekali membuat cerita yang sedikit berbeda dari yang lain..semoga aja sih suka ya..🤗😘
Yuks baca karya author lainnya.
Rindu suara azhan.
Mia si satpan cantik (Dengan nama oema Utami wiwik )
Oke segitu aja..makasih ya. sudah mampir di cerita recey author.
__ADS_1