Cinta Untuk Aira

Cinta Untuk Aira
Aku mencintaimu


__ADS_3

"Billa apa kau pulang sendirian ?"


Cleo menoleh kesamping ketika mendengar suara seseorang yang menyapanya. Seketika senyum manis terbit diwajahnya saat melihat sosok orang yang menyapanya.


"Revan ? Kau disini ?"


Revan, pria tampan itu tersenyum memperlihatkan barisan giginya yang putih dan berderet rapi.


"Aku sedang tidak ada pekerjaan, hari ini orderanku sedang sepi. Daripada jenuh di kontrakan makanya aku kesini kali aja bisa ketemu kamu, eh beneran ketemu." Kilahnya dengan sejuta alasan, padahal niat sebenarnya memang dia pengen melihat wajah Cleo.


Cleo tertawa mendengar alasan tidak masuk akal pria yang beberapa hari dia kenal itu.


"Bilang saja kalau sebenarnya kau itu pengen bertemu denganku." Cibir Cleo dengan mimik muka pura pura kesal.


Revan menggaruk tengkuknya sembari nyengir kuda, pria itu terlihat sedikit malu didepan Cleo.


"Hehehe..apa kamu ada waktu ? Kuliahmu sudah selesai bukan ?" Tanyanya dengan penuh harap.


"I-iya, tapi.."


"Kalau begitu ikutlah denganku, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu." Ajaknya penuh harap.


"Itu.." Cleo bingung harus bagaimana menjawabnya, satu sisi dia merasa tidak enak kalau harus menolak ajakan Revan, tapi sisi lainnya dia juga bingung harus memberi alasan apa pada Bian, mengingat bagaimana posesifnya pria itu sekarang padanya.


"Sayangnya dia tidak punya waktu."


Mendadak suara seseorang yang begitu familiar terdengar dari arah belakang membuat Cleo seketika berbalik. Dan kedua matanya membelalak dengan sempurna saat melihat Bian tengah berdiri menyender di samping mobil mewahnya dengan sorotan mata penuh arti.


Cleo menelan susah salivanya, dia mendadak gugup dan takut. Seolah olah dia sedang kepergok sedang berselingkuh. Padahal dia tahu jelas hubungan keduanya juga belum pasti seperti apa. Walaupun terlihat sekali kalau Bian menyukainya, namun Cleo tidak ingin mengharap lebih. Apalagi dengan sikap pria itu yang kadang berubah ubah padanya.


"Bill--" Panggil Revan. "Apa maksud ucapannya ? Apa kau sedang sibuk ?"


"Itu..emm..aku--"


"Apa kamu lupa kalau hari ini mama sedang menunggumu dirumah sayang ? Bukankah tadi sore beliau sudah menelponmu ?" Bian tersenyum aneh sembari berjalan kearah Cleo dan menatap tajam wanitanya.


Sayang ?


Dahi Revan berkerut, mendengar panggilan sayang Bian terhadap Cleo.


"Dia memanggilmu sayang Bill ?" Tanyanya dengan pandangan heran.


Dia ini apa apaan sih. Sungut Cleo dalam hati.

__ADS_1


"Tentu saja aku memanggilnya seperti itu, karena --"


"Emm, Revan aku pulang dulu ya, aku lupa kalau mama menyuruhku datang kerumah tadi sore. Maaf mungkin kita bisa pergi lain kali." Seru Cleo sembari membekap mulut Bian lalu mengajak pria itu segera masuk kedalam mobil.


Sementara itu Revan hanya menatap kepergian Cleo dengan tatapan yang sulit diartikan


Ada hubungan apa diantara mereka


*


*


*


Cleo menutup pintu dengan agak kasar kemudian duduk dibanhku sebelah kemudi dengan wajah cemberut. Gadis itu merasa kesal dengan sikap Bian yang seenaknya sendiri mengatakan apa yang ada dipikirannya.


Bian melirik wanitanya dengan senyuman kecil yang terbit dibibirnya yang penuh berisi namun sangat seksi. Dia tahu jika saat ini gadis disebelahnya ini sedang kesal.


"Apa kamu mencoba untuk menggodaku ?" Godanya sembari mengerlingkan sebelah matanya.


Cleo langsung menoleh dan menatap ketus Bian.


"Apa maksudmu ? Siapa yang menggoda siapa ?" Serunya dengan ketus.


"Itu bibirmu maju begitu apalagi kalau bukan minta dicium." Ujarnya sembari menirukan gaya cemberut Cleo.


"Aku benci sama kamu, seenaknya saja memanggilku dengan kata kata sayang. Kalau sikapmu seperti itu bagaimana aku bisa move on darimu, bagaimana aku bisa mendapatkan pacar." Pekiknya dengan tangan yang masih memukul pria disebelahnya.


Ckiiiitttt


Bian seketika menginjak rem dengan mendadak sehingga membuat suara decitan mobil yang begitu keras karena gesekan ban dan aspal jalanan.


"Kau mau membunuhku !" Sentak Cleo keras ketika kepalanya kejedot dashboard mobil karena tindakan Bian yang seenaknya menghentikan mobilnya, untung saja jalanan sedang sepi, coba kalau tidak bisa bisa mereka berdua tinggal nama.


"Apa kamu bilang tadi coba katakan sekali lagi."


"Hah."


Kenapa dia marah, bukankah seharusnya aku yang marah kan.


"Katakan kalau kamu ingin mencari cowok lain." Ujarnya dingin dengan sorot mata tajam.


"Itu --"

__ADS_1


"Katakan !"


"Iya ! Aku memang ingin mencari cowok lain dan move on darimu. Lalu kau mau apa hah, lagipula kau itu seenaknya memanggilku dengan sebutan itu. Bukankah aku sudah melarangmu, diantara kita tidak ada hub --"


Perkataannya terhenti saat bibirnya dibungkam dengan lembut oleh benda kenyal dan basah milik Bian. Pria itu terpaksa mencium Cleo demi menghentikan ucapan wanitanya yang selalu melantur.


Dia melepaskan ciumannya saat keduanya sudah kehabisan nafas, Cleo segera menghirup nafas dalam dalam demi memasok oksigen kedalam paru parunya.


"Kau jahat." Pekiknya dengan mata yang sudah berkaca kaca. " Kau anggap aku wanita apaan hah, kau selalu menciumku dengan seenaknya. Apa kau tahu bagaimana perasaanku, aku seolah olah wanita murahan dimatamu." Tambahnya semakin histeris.


Bian mencekal kedua tangan Cleo dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya menekan leher Cleo. Kemudian dia menyatukan keningnya dengan kening wanitanya.


"Maaf."


"Kau jahat kak..hiks..kau mengekangku seolah olah aku ini barang tahanan."


"Bukan seperti itu."


"Iya, seperti itu. Kau tidak memperbolehkan aku bergaul dengan siapapun terutama laki laki. Lalu bagaimana caranya aku bisa melupakanmu." Isaknya dengan suara lirih, sepertinya suaranya sudah habis karena terkuras saat dia teriak teriak tadi.


"Berani kamu melupakanku, maka aku akan menghamilimu saat ini juga." Ancamnya namun dengan tetap menyatukan dahi mereka.


"Apa maumu kak ? Tolong jangan membuatku berharap lebih darimu."


"Memang kenapa kalau kamu berharap lebih padaku sayang." Dih sepertinya Bian ini memang tidak peka sama sekali.


Mendengar itu Cleo mencoba berontak, namun percuma karena tenaganya kalah besar dengan tenaga Bian yang masih menahan kepalanya.


"Aku cemburu." Ujarnya pelan.


Cleo seketika menghentikan pemberontakannya, menatap dalam manik mata elang didepannya.


"Ap- apa --"


"Aku cemburu sayang, apa kamu tidak bisa melihatnya. Aku cemburu saat melihat kamu sedang bersama laki laki lain. Aku cemburu ketika melihatmu bercanda dan tertawa dengan pria lain dan itu bukan denganku."


"Kenapa kau cemburu ?"


"Apa itu penting untuk aku katakan ? Bukankah dengan tindakanku selama ini cukup membuat dirimu tahu penyebab aku cemburu hmm ?"


Cleo menoleh, bagaimanapun dia tidak mau menduga duga yang nantinya malah akan membuatnya kecewa lagi. Dia butuh kepastian, setidaknya dengan kata kata.


Bian meraih kembali wajah cantik Cleo dan membawanya ke hadapannya. Kedua tangannya yang besar menangkup pipi gadis itu lalu mengecup keningnya dengan lembut. Jempolnya mengusap lembut bibir tipis yang selalu membuatnya candu ingin mencicipinya lebih dan lebih dari satu kali.

__ADS_1


"Aku mencintaimu sayang, aku sangat mencintaimu Cleopatra Salsabilla."


TBC


__ADS_2