
"Bagaimana ? Apa kau menyukainya ?" Tanya Alex pada Cleo saat dia membawa gadis itu menuju ruangannya.
Setelah selama satu bulan berada di mansion mama Alex untuk menenangkan dirinya. Akhirnya Cleo menerima tawaran Alex untuk bekerja sebagai sekretarisnya dikantor, karena kebetulan sekretaris lama Alex mengundurkan diri karena usia kehamilannya yang sudah semakin membesar.
Cleo memandang ke seluruh ruangan yang tidak terlalu besar tapi cukup luas dan nyaman untuknya. Ruangannya bersisihan dengan ruangan sang asisten Alex yaitu Romi. Bahkan mereka bisa saling melihat satu sama lainnya karena dinding ruangan mereka yang terbuat dari kaca secara keseluruhan.
"Apa tidak ada posisi yang lain Tuan ? Saya rasa ini terlalu berlebihan kalau saya menjabat sebagai sekretaris anda." Ucapnya dengan bahasa formal mengingat jika saat ini mereka ada di kantor.
Alex tersenyum lalu menepuk pelan pundak Cleo.
"Saya percaya padamu Cle, kau pasti bisa bekerja dengan sangat baik. Apalagi Tuan Nugraha sangat merekomendasikanmu disini. Jika beliau saja sangat percaya dengan kemampuanmu lalu apalagi diriku ? Aku yakin orang yang berada di bawah naungan Tuan Nugraha adalah orang orang yang hebat."
Mendengar perkataan Alex yang menyinggung sosok orang yang begitu banyak berjasa untuknya, sontak membuat wajah gadis itu tiba tiba berubah murung. Kilasan bayangan Tuan dan Nyonya Nugraha yang selalu baik dan bersikap lembut padanya selalu menari nari di benaknya. Jujur dia begitu merindukan kedua orang itu, namun dia belum ada keberanian untuk bertemu dengan mereka.
Papa, mama, Cle sangat merindukan kalian.
Menyadari perubahan wajah Cleo yang mendadak murung, Alex menghela nafas panjang. Dia tahu bagaimana kedekatan gadis didepannya ini dengan keluarga Nugraha. Kedua orangtua Bian itu sudah nampak seperti orangtua kandung bagi Cleo. Dan Alex yakin tidak mudah melupakan kebaikan orang yang sudah banyak berjasa padanya.
"Sudahlah jangan terlalu memikirkan hal yang lain dulu, saat ini fokuslah dulu dengan tujuanmu. Abang berharap disini kau bisa menyembuhkan lukamu dan menemukan kebahagianmu. Kau juga harus bahagia Cle. Jangan pernah merasa sendiri, ada abang dan istri abang yang akan selalu mensupportmu." Ucapnya bijak.
Cleo mengangguk dengan senyuman tipis terukir di bibirnya yang mungil. Kedua matanya berkaca kaca, dia sangat terharu disaat dirinya terpuruk Allah mempertemukannya dengan orang baik seperti Alex dan Jiza.
"Baik Tuan."
"Ck, jika sedang berdua begini jangan terlalu formal denganku Cle. Kau tetaplah adikku, jadi aku minta ubah panggilanmu itu. Kau bisa memanggilku seperti biasanya." Decaknya karena tidak suka gadis itu memanggilnya dengan sebutan Tuan.
"B-baik bang." Jawabnya kikuk.
"Good girl, semoga kau betah ya. Oh ya di sebelah itu ruangan Romi. Kalau ada sesuatu yang tidak kau pahami kau bisa bertanya padanya. Nanti abang akan memberitahu Romi apa saja tugasmu."
Cleo mengangguk lalu duduk dikursi kebesarannya bersamaan dengan Alex yang keluar dari ruangannya. Alex memang sengaja tidak memasang pintu di ruangan sekretarisnya, karena itu akan memudahkan sekretarisnya untuk melihat siapa saja yang hendak bertemu dengan bosnya.
__ADS_1
Hahh
Des@han kasar keluar dari mulut Cleo, sejenak gadis itu menyenderkan kepalanya di sandaran kursi sembari memejamkan kedua matanya. Sungguh sebenarnya hati dan pikirannya masih sangat lelah, namun mengingat bagaimana kebaikan keluarga Alex selama ini padanya membuatnya harus bisa bangkit dan mulai menata kembali hidupnya. Dia tidak ingin mengecewakan hati orang orang yang sudah sangat baik padanya, apalagi terhadap Mama Rani dan Papa Billy.
Ya, sudah sebulan ini dia berada di rumah mama Rani dan papa Billy, kedua orang tua Alex. Selama berada disana kedua orangtua Alex selalu memperlakukan dirinya sudah seperti anak kandung mereka sendiri. Bahkan Mama Rani selalu mensupport dan memberinya kekuatan disaat dia benar benardalam keadaan terpuruk.
Dan selama satu bulan juga semenjak kejadian di pemakaman dulu, dia tidak pernah mendengar kabar tentang Bian ataupun Cherry sahabatnya.
Entah apa yang terjadi pada mereka, Cleo benar benar menghindari kabar apapun yang menyangkut tentang keluarga Nugraha dan hanya fokus untuk kembali menata hatinya. Dia sudah mengikhlaskan semua yang terjadi pada hidupnya selama ini.
Namun jika diminta untuk bertemu dengan mereka, jujur dia belum siap. Dia belum siap ketika luka yang sudah susah payah dia sembuhkan itu akan terbuka kembali. Tapi bukan berarti dia tidak perduli dan melupakan keluarga itu. Tidak ! Bahkan di setiap doanya dia selalu meminta pada Tuhan untuk terus menjaga orang orang yang sangat dia sayangi.
"Wah..wah..wah, lihatlah sekretaris baru bos kita ini. Baru sehari bekerja tapi bukannya bekerja malah enak enakan tidur. Kau pikir perusahaan ini menggaji orang yang kerjanya hanya bersantai santai, hah." Suara bas namun tegas itu sukses membuat Cleo membuka kedua matanya dan seketika langsung berdiri.
Wajah gadis itu berubah pucat dan gugup, karena kepergok sedang lalai dengan pekerjaannya.
"M-maaf Tu-tuan." Jawabnya gugup, sudut matanya sedikit melirik kearah sosok pria didepannya ini.
Wajah putih bersih dengan perawakan tubuh yang menjulang tinggi dan tegap. Rahangnya kokoh dengan dada bidangnya yang nampak lebar, sepertinya jika berada di dalam pelukannya pasti akan terasa nyaman. Jangan lupakan bola mata tajamnya yang seakan bisa menembus jantung, membuat siapapun lawan bicaranya tidak bisa berkutik, seperti dirinya saat ini.
"Abang..?" Cetus Cleo polos, pikirnya mungkin saja pria didepannya ini ingin dipanggil abang seperti dia memanggil Alex.
Pria itu kembali melebarkan bola matanya saat mendengar panggilan gadis itu padanya.
"Kau pikir aku abangmu hah ? Ck, dasar gadis menyebalkan." Decaknya kesal.
Cleo jadi bingung, jika panggilan Tuan atau abang tidak mau, lalu dia harus memanggil asisten Alex itu dengan sebutan apa ?
"Lalu saya harus memanggil anda dengan sebutan apa ?" Tanyanya bingung.
Bukannya menjawa, Romi malah memandang gadis didepannya dengan sangat tajam. Membuat Cleo sedikit meringis.
__ADS_1
Dia itu kenapa menyebalkan sekali sih, sama seperti kak Bian. Gerutunya dalam hati.
Tiba tiba senyuman terbit di bibirnya yang tipis dan mungil.
"Bagaimana kalau saya memanggil anda dengan sebutan asisten Romi ? Saya rasa itu panggilan yang bagus dan cocok. Bukan begitu asisten Romi ?" Tanyanya dengan senyuman lebar menghiasi wajahnya yang cantik.
"Ck --"
Pria itu mendecak, lalu melempar sebuah map keatas meja kerja Cleo.
"Itu semua catatan yang harus kau pelajari. Didalamnya berisi semua jadwal bos Alex. Ingat jangan sampai teledor atau salah sedikitpun karena saya tidak akan pernah mentolerirnya. Jika itu terjadi maka siap siap kau akan menerima hukuman dariku." Pungkasnya dengan suara tegas dan dingin.
Setelah mengatakan hal itu Romi berbalik hendak meninggalkan Cleo yang masih berdiri dengan mulut terbuka. Gadis itu masih tidak menyangka di hari pertamanya dia bekerja dia sudah berhadapan dengan sosok yang sangat menyebalkan. Tingkah Romi ini sungguh sangat jauh berbeda dengan Alex, terkesan angkuh dan arogan sama seperti Bian kekasihnya itu.
Cleo baru saja ingin mendudukkan bokongnya di kursi namun seketika dia urungkan kala suara menyebalkan itu kembali menggema di ruangannya.
"Oh ya, kau bisa memanggilku dengan sebutan kak Romi. Harusnya kau berterima kasih padaku karena aku sudah mengijinkanmu untuk memanggilku dengan sebutan kak." Tandasnya lalu kembali berbalik dan meneruskan langkahnya yang sempat terhenti.
Hah ?
Dia kesambet setan mana sih ?
Percaya diri sekali, lagipula siapa yang mau memanggilnya dengan sebutan itu
TBC
Terima kasih yang sudah membaca semua novel mam..
mam doakan semoga kalian semua sellau sehat dan dilimpahi rezeki yang cukup.
Yang nanya apakah Rindu Suara Azdhan ada lanjutannya, sayang sekali Double A sudah tamat ya say. Suatu saat pengen membuat sekuelnya, tapi masih gamang dan belum bisa menentukan topik ceritanya.
__ADS_1
Yang sudah memberikan Like, komen dan hadiahnya mam ucapkan terima kasih banyak atas dukungan kalian ya.
See you di next eps ya..babay..