Cinta Untuk Aira

Cinta Untuk Aira
Pria mesum


__ADS_3

Butiran pasir pantai disertai deburan ombak yang menerpa telapak kaki putih itu membuat senyum kecilnya sukses menghiasi wajahnya yang cantik. Sedari dulu dia memang begitu menyukai pantai, karena baginya pantai adalah tempat paling nyaman untuk menyalurkan kesedihannya.


Cleo terlihat sangat bahagia bisa merasakan kembali menghirup udara segar pantai sore ini. Setelah selama tiga hari dikurung dikamar oleh suami mesumnya. Bahkan Bian sama sekali tidak mengijinkan dia untuk beraktivitas kecuali aktivitas ranjang. Dan saat Cleo memprotesnya pria itu dengan santai malah mengatakan kalau yang dia lakukan adalah karena menyicil hutang hasratnya akibat hubungan mereka dulu yang sempat renggang.


Cleo hanya bisa mencebik kesal lantaran alasan suaminya itu sungguh sangat tidak masuk akal. Apa hubungannya putusnya mereka dengan hasrat lelaki itu. Karena walaupun disaat mereka sedang menjalin kasih, Cleo sama sekali tidak membiarkan Bian menyentuhnya. Hanya pria itu saja yang kadang suka mencuri ciuman darinya.


”Kau senang ?”


Cleo berjengit kaget manakala sepasang tangan kokoh dan kekar membelit pinggangnya dan memeluknya dari belakang. Wanita itu merasakan hatinya berdesir saat deru nafas Bian menerpa kulit area sensitifnya.


”Kak --” Panggilnya ketika pria itu malah menopang dagu dibahunya.


”Kau menyukainya Baby ?” Tanyanya lagi sambil mempererat pelukannya.


Cleo mengangguk pelan dengan pipi merona karena perlakuan Bian. Karena jujur dia memang sangat menyukai pantai.


Perlahan wanita itu merenggangkan belitan tangan Bian lalu membalikkan badannya kebelakang menghadap wajah suaminya. Sepasang netranya yang hitam menatap dalam netra sang suami yang masih enggan melepaskan dekapan tangannya di pinggang ramping Cleo.


Cleo mengulurkan tangan kanannya keatas, menyentuh seluruh permukaan wajah Bian dengan lembut membuat pria itu memejamkan kedua matanya karena begitu menikmati belaian halus tangan sang istri. Sementara Cleo nampak menatapnya dengan bola mata yang sudah berkaca kaca. Dia masih tidak menyangka jika secepat ini Tuhan menyatukannya dengan sosok pria yang sangat dicintainya.


”Terima kasih.”


Mata yang terpejam itu langsung membuka saat mendengar suara lirih Cleo. Bian menunduk mencoba melihat wajah Cleo yang kini sudah beralih bersandar didada bidangnya dengan kedua tangan yang membelit pinggangnya.


”Kenapa berterima kasih, hm ?” Tanya Bian lembut, kedua tangannya yang besar meraih wajah Cleo supaya menatap padanya.


Wajah cantik itu tersenyum lebar mengerjabkan kedua matanya yang membuat Bian semakin gemas dengan tingkah laku istrinya itu.

__ADS_1


”Terima kasih karena sudah setia menungguku selama ini. Maafkan atas sikap egoisku yang begitu besar hingga tidak bisa melihat jika kaupun ikut menderita.” Kembali merebahkan kepalanya di dada suaminya, wanita itu masih merasa sedih jika mengingat akan kelakuannya selama ini yang sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasan dari semua pihak.


”Kenapa harus meminta maaf, harusnya disini aku yang meminta maaf padamu sayang. Karena ketakutan ku selama ini membuatku menutup mata dan menyimpan rapat rahasia ini. Jika saja aku berani mengatakannya padamu mungkin kesalah pahaman diantara kita tidak akan pernah terjadi. Kita pasti sudah hidup bahagia sejak dulu. Tapi yang harus kamu yakini kalau cintaku padamu bukanlah main main. Kamu bukan pelampiasan ku dan aku juga sangat tulus mencintaimu bukan karena apapun dan siapapun. Kamu harus ingat itu.”


Cleo mengangguk. ” Iya kak, aku mengerti.”


”Sayang, bisakah kamu merubah panggilanmu itu padaku ? Aku suamimu sekarang, dan rasanya aku seperti menikahi adikku saja kalau kamu memanggilku seperti itu.” Protesnya.


”Tapi aku suka memanggilmu begitu kak, rasanya begitu nyaman saat menyebutmu dengan penggilan itu.”


”Tapi yank, rasanya geli gitu. Saat kita bersama orang pasti mengira kamu itu adikku.”


Cleo mendongak menatap wajah Bian yang menjulang tinggi dihadapannya.


”Jadi aku harus memanggilmu apa ?”


"Mas mungkin kayak kak Aira.”


”Atau kau bisa memanggilku Abang ?” Tawarnya yang seketika membuat tawa Cleo semakin pecah.


”Abang tukang bakso apa Abang tukang ojek yang biasa aku order. Kakak mau disamain kayak mereka ?”


Bian garuk garuk kepala. Frustasi.


”Apa gitu sayang, yang penting jangan kakak deh.” Protesnya kembali.


”Aku sudah nyaman kak, atau memang kamu ga mau nganggap aku istrimu ya." Wajah sudah berubah menjadi mode galak khas ibu ibu.

__ADS_1


”N-nggak yank, nggak. Ya udah lah kamu boleh memanggilku begitu.” Ucapnya pasrah.


Lebih baik aku menurutinya saja daripada dia ngamuk, bahaya. Bisa bisa aku tidur diluar lagi..oh no. Bathinnya bergidik ngeri.


”Kenapa kak ? Kakak sakit ?” Tanyanya dengan kening berkerut melihat tingkah aneh suaminya.


Bian tepuk jidat, kenapa istrinya kini berubah menjadi sosok perempuan yang cerewet dan galak. Kadang Bian heran pergi kemana sifat lembut istrinya itu.


”Nggak ada sayang, udah yuk kita balik lagi ke hotel. Kakak udah laper banget pengen makan.” Mengajak perempuan itu kembali kehotel demi mengalihkan pembicaraan yang pasti tidak akan pernah ada habisnya itu.


”Ayo, Cle juga laper kak." Jawabnya sumringah mendengar kata makan.


Tuh kan


Denger kata makan wajah istrinya langsung berubah drastis, ceria dan sumringah. Benar benar wanita aneh, jika wanita lain akan gembira jika diajak shopping dan belanja barang barang branded, tapi istri polosnya ini terlihat sangat gembira walau hanya diajak makan dan kepantai seperti ini. Membuat Bian semakin bersyukur bisa menikahi wanita ini dan cintanya semakin besar terhadap istri polosnya ini.


”Tapi kakak pengen makan yang lain loh sayang.” Jahilnya sembari menaikturunkan alisnya penuh arti.


”Memang mau makan apa kak ?” Tanyanya polos.


”Makan kamu." Bisiknya sensual ditelinga Cleo.


Blush


”Kakak mesum." Gerutunya langsung berlalu pergi dari hadapan suami mesumnya dengan wajah yang sudah memerah.


Dengan gugup Cleo berjalan agak cepat supaya suami mesumnya itu tidak melihat rona merah dipipinya. Ucapan mesum Bian sukses membuatnya kembali membayangkan adegan ranjang mereka kemaren yang membuat badannya remuk redam. Kilasan bayangan bagaimana buas dan perkasanya sang suami yang selalu membuatnya berkali kali luluh dalam des@han menyebut nama Bian.

__ADS_1


Sementara dibelakang sana Bian mengulum senyumnya melihat rona malu dikedua pipi istrinya itu. Membuatnya gemas ingin kembali menguasai istrinya dan membuatnya mendes@h menyebut namanya. Dengan langkah lebar pria itu berjalan menyusul sang istri yang mulai menjauh dari pandangan matanya.


TBC


__ADS_2