
Assalamualaikum...
Maaf gays baru bisa update..maaaf sudah menunggu lama. Oh iya mam berencana untuk mengistirahatkan novel REVENGE OF LOVE untuk sementara waktu, karena mam akan menyelesaikan novel Aira terlebih dahulu.
Karena kesibukan mam yang sangat full setiap harinya, jadi mam ga bisa menyelesaikan dua novel sekaligus..maaf ya man teman sudah membuat kalian semua menunggu dan mungkin kecewa..
Udah segitu aja info dari mam..terima kasih untuk kalian semua yang tidak bisa mam sebutkan satu persatu yang sudah mendukung mam sampai sejauh ini..
Happy Reading...
******
Manik mata yang biasanya menatap dengan penuh kelembutan itu, kini nampak menyorot lawan bicaranya dengan sorot mata penuh ketegasan dan intimidasi. Mendengar sesuatu yang diucapkan oleh wanita didepannya dengan nada tegas dan penuh keyakinan, tentu saja sukses membuat dirinya terkejut. Bahkan wanita paruh baya itu memilih diam dan melirik pada calon menantunya yang saat ini masih berdiri dengan ekspresi tenang.
"Cle, bisa kamu jelaskan padaku apa maksud ucapan nona ini ?" Tanyanya pada Cleo.
"Ma--"
"Tante kenapa harus minta penjelasan pada wanita gembel ini, sudah jelas jela kan tadi saya bilang kalau saya adalah kekasih Bian." Lagi lagi wanita itu memotong perkataan Cleo yang belum sempat terucap keluar.
"Kamu bertanya padaku kenapa aku harus mendengar penjelasan dari gadis ini ?" Tanyanya yang diangguki kepala oleh Sherina.
"Tentu saja tante, dan sepertinya tante tidak membutuhkan jawaban dari gadis yang sudah dengan beraninya menggoda kekasihku, Bian."
"Apa kau tidak tahu kalau dia adalah --"
"Sekretaris Bian ? Tentu saja saya tahu tante." Potongnya lagi dengan wajah angkuh.
Nyonya Nugraha memutar bola matanya jengah akan sikap Sherina yang terlihat angkuh dan sombong, lalu bergulir menatap Cleo seakan meminta penjelasan saat ini juga. Namun tetap saja calon menantunya itu tetap diam tanpa melakukan pembelaan apapun.
Wanita paruh baya itu lalu menghela nafas panjang, sebelum akhirnya kembali menatap Sherina.
"Selain dia adalah sekretaris dari putraku, apa yang kau tahu tentangnya nona ?" Tanyanya penuh penekanan sembari menahan sabar walaupun hatinya bergemuruh karena amarah.
Ibaratkan mendapat durian runtuh, Sherina langsung memasang wajah cerah namun penuh kelicikan. Tentu saja kesempatan emas ini tidak akan dia sia siakan. Mungkin ini waktunya dia mencuri perhatian ibu dari pria pujaan hatinya. Walau harus dengan menjelekkan Cleo, dia tidak perduli, apapun akan dia lakukan asalkan apa yang dia inginkan bisa dia dapatkan.
" Apa tante tahu, yang dia lakukan dikantor setiap harinya hanyalah menggoda kekasihku ? Bahkan gara gara dia sekarang sikap Bian berubah drastis tante. Bian adalah sosok yang hangat dan perhatian padaku sebelum wanita j****g ini menggodanya." Ujar Sherina dengan ekspresi wajah dibuat sesedih mungkin.
Mendengar calon menantunya di hina habis habisan tentu saja membuat hati wanita paruh baya itu menjadi berang, namun Nyonya Nugraha masih berusaha untuk menahannya karena dia ingin tahu sampai batas mana perempuan didepannya ini mengumbar keburukan Cleo yang dia sendiri sangat meyakini kalau calon menantunya itu bukan wanita buruk seperti yang dikatakan oleh Sherina.
"Bahkan dia dengan sangat jahatnya sudah merecoki pikiran Bian dengan perkataan buruknya tentang diriku hingga membuat putra tante itu semakin menjauh dariku. Dan hari ini aku memintanya untuk menjauhi kekasihku tapi apa yang dia lakukan ? Gadis sialan ini malah mendorongku dengan kasar, bahkan dia sudah mempermalukanku didepan banyak orang tante." Lanjutnya dengan suara isak yang terdengar lirih seakan hatinya benar benar merasa tersakiti.
__ADS_1
Benar benar ratu drama, aku mau lihat sejauh mana kau bisa memainkan dramamu Rin. Bathin Milly sembari tersenyum sinis.
Sherina menyeringai dalam diam ketika melihat raut muka Nyonya Nugraha terlihat merah pertanda jika wanita paruh baya itu sangat marah. Apalagi saat ibu dari Bian itu melangkahkan kakinya menuju kearah Cleo, hatinya semakin bersorak karena dia yakin kalau gadis sialan itu pasti akan menerima pelampiasan amarah Nyonya Nugraha.
Rasakan kemarahan calon mertuaku gadis j****g, salah siapa kau berani berurusan denganku, seorang Sherina. Angkuhnya dalam hati.
Sementara itu Nyonya Nugraha menghentikan langkahnya tepat dihadapan Cleo yang saat ini sedang berdiri didepan Sherina dengan masih memasang wajah tenang. Bahkan dia sempat melihat senyuman tipis menghiasi wajah cantik calon menantunya itu.
Nyonya Nugraha menatap kedua manik mata Cleo yang menyiratkan tatapan penuh arti. Wanita paruh baya itu mencoba mencari sesuatu di sana tapi sama sekali tidak menemukan apapun selain mata teduh milik gadis tersebut.
"Aku harap tante bisa memberikan hukuman yang pantas buat dia yang sudah berani mengganggu hubunganku dengan Bian. Kalau perlu bawa dia ke kantor polisi dan biarkan dia mendekam disana seumur hidupnya." Ucapnya lagi dengan percaya diri memprovokasi Nyonya Nugraha, dia yakin wanita paruh baya didepannya ini akan menuruti perkataannya jika melihat wajah wanita cantik itu yang penuh dengan amarah besar.
Sebentar lagi....
Bathinnya berucap dan...
Plak
Suara tamparan yang sangat keras terdengar hingga memenuhi ruangan gerai pakaian tersebut, membuat semua orang terkejut dengan apa yang terjadi didepan mereka saat ini, tidak terkecuali dengan Cleo dan yang lainnya.
"Beraninya kau menghina calon menantuku hah ! Kau sama sekali tidak mempunyai hak untuk mengeluarkan kata kata buruk itu terhadap calon menantuku. Siapa dirimu sampai berani mengucapkan kata kata kasar itu Nona Sherina." Pungkas Nyonya Nugraha dengan sorot mata tajam.
"T-tante --"
Kenapa gadis sialan ini selalu ada yang membela sih, aku nggak nyangka kalau hubungan keduanya juga sudah sedekat itu.
"Saya heran kenapa putraku bisa menjalin kerjasama dengan orang yang sama sekali tidak mempunyai etika. Saya akui kau memang mempunyai paras yang cantik nona, tapi sayang hatimu tidak secantik parasmu. Dan kau berharap saya merestui hubunganmu dengan putraku. Jangan bermimpi nona, karena sampai kapanpun tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan hati calon menantuku ini." Sarkasnya pedas dan menusuk.
Nyonya Nugraha berbalik lalu meraih pergelangan tangan Cleo.
"Sayang kau baik baik saja ?" Tanyanya dengan wajah khawatir.
Cleo tersenyum lalu meraih punggung wanita itu dan mengecupnya lembut.
"Mama jangan khawatir, Cle baik baik saja." Ujarnya sembari tersenyum lembut.
"Maaf mama datang terlambat." Ujarnya lirih, dia tahu kalau gadis didepannya ini menyimpan kesedihannya didalam hatinya, mengingat bagaimana perkataan Sherina yang sangat menusuk hati.
"Sudah ada mama, jadi Cle baik baik saja. Terima kasih sudah membelaku ma." Ucapnya tulus.
"Ayo kita pulang." Tegasnya yang langsung diangguki kepala oleh Cleo, karena jika calon mertuanya itu sudah berkata tegas, maka tidak ada yang berani membantahnya.
__ADS_1
Melihat interaksi antara Cleo dan Nyonya Nugraha yang terlihat akrab dan sangat dekat, membuat Sherina geram hingga gadis itu mengepalkan kedua tangannya dengan sangat kuat. Dia tidak rela jika Cleo mendapatkan kebahagiaan, sementara dirinya harus menderita.
Kurang ajar, aku tidak rela kalau dia menang, kau harus kalah Cleo. Bian hanya mililku, begitu juga keluarganya. Hanya aku yang boleh menjadi menantu kesayangan keluarga Nugraha. Hanya aku.
"Tunggu --" Serunya yang membuat langkah ketiga wanita itu terhenti seketika.
"Ada apa lagi ? Apa kau belum puas untuk menghina sahabatku ?" Seru Chery dengan tatapan tidak suka.
Sherina tersenyum sinis sembari melirik tajam Cleo.
"Tidak ada, aku tidak perlu mengucapkan kata kata hinaan untuk orang yang hidupnya saja dia dapatkan dari belas kasihan orang lain."
"Apa maksudmu ?" Kali ini suara Cleo terdengar disana.
Nyonya Nugraha dan Chery saling menatap dengan raut wajah khawatir membuat Sherina tersenyum puas. Dia mulai mengerti kalau sebenarnya kedua wanita itu juga mengetahui rahasia yang selama ini disimpan rapat rapat oleh keluarga Nugraha tersebut.
"Jaga batasanmu Nona, kalau tidak --"
"Kalau tidak apa tante ? Kau akan menyuruh putramu untuk membatalkan kerjasama kita ? Ck, percuma tante karena aku sudah tidak perduli lagi tentang semua itu. Apa kau takut kalau calon menantu kesayanganmu ini mengetahui rahasia yang selama ini kalian simpan."
"Rahasia ? Rahasia apa ? Ma ?" Tanya Cleo dengan wajah bingung sembari menatap wajah calon mertuanya.
Nyonya Nugraha nampak terdiam karena bingung bagaimana harus menjelaskan semuanya pada Cleo. Tidak mungkin dia memberi tahu gadis itu didepan khalayak umum seperti ini. Lagipula menjelaskan hal ini pada Cleo bukanlah haknya, tapi semua itu adalah kuasa Bian, putranya.
"Kenapa diam ma ? Bisakah kalian berdua mengatakan sesuatu padaku ? Apa maksud ucapan nona ini tentang rahasia yang kalian sembunyikan dariku.?" Cecarnya bertubi tubi.
"Cle, mama --"
"Apa perlu aku bantu tante ?"
"Diam kau !" Bentaknya pada Sherina yang terlihat santai dan tidak menghiraukan peringatannya.
"Ck, aku sungguh kasihan padamu Cleo, selama ini kau hidup diantara orang orang yang terus membohongimu."
"Diam brengsek." Teriak Chery sembari melangkah kearah Sherina dan hendak melayangkan sebuah tamparan dipipinya.
Tap
"Jangan macam macam denganku gadis kecil, atau kau akan menerima akibatnya." Menangkap tangan Chery dan menatap tajam gadis didepannya saat ini. "Lagipula buat apa kau membela orang yang selama ini hidup dengan pengorbanan seorang kakak untuk adiknya hah. Aku benar bukan ? Dia bisa hidup saat ini berkat donor jantung kakaknya sendiri hingga kakaknya meninggal setelah mengorbankan hidupnya untuk adik yang tidak tahu malu itu. Menurutmu apa sebutan yang pantas untuk dia hah ? Sampah masyarakat ? ataukah pem..bu..nuh." Ujarnya dengan menekankan kata pembunuh diakhir kalimat.
Deg
__ADS_1
TBC