Cinta Untuk Aira

Cinta Untuk Aira
Flasback ( Part Barra - Tania )


__ADS_3

Selepas kepergiannya dari rumah dan keluarganya, Barra benar benar menjalani kehidupannya yang berbanding terbalik dengan keluarganya. Dia melepas semua kehidupan mewahnya dan juga marganya. Kini dia hanya seorang Barra saja tanpa nama belakang keluarganya.


Satu bulan kemudian dia menikah dengan Tania kekasih yang paling dicintainya. Tidak ada pernikahan mewah layaknya orang pada umumnya, hanya ijab qabul saja dan itupun diadakan disebuah masjid dengan beberapa orang saja sebagai saksi termasuk Andi dan Adi adik bungsunya.


Ya, dari sekian keluarganya hanya Adi saja yang mendukung keputusan kakaknya. Bahkan pria itu rela memberikan sebagian uang tabungannya untuk kehidupan kakaknya. Awalnya Barra menolak, namun karena ketulusan sang adik akhirnya membuatnya tidak kuasa untuk menolaknya lagi.


Barra menikmati hari hari indahnya hidup dengan istri dan juga ibu mertuanya. Tamara memberikan nama belakang suaminya pada sang menantu, dan wanita itu dengan tulus selalu mendukung apapun yang lakukan oleh anak dan menantunya selagi itu demi kebaikan mereka.


Kehadiran Alvian semakin menambah kebahagian keluarga sederhana Barra dan Tania. Kini keluarga kecil mereka terasa lengkap dengan kehadiran bayi setampan Alvian. Dan itu menambah daya picu Barra dalam semangatnya untuk bertekad merubah kehidupan mereka.


Dan secara perlahan Barra mulai bisa bangkit dan berhasil dalam bisnisnya. Dan tentu saja itu semua tidak luput dari dukungan sang istri dan ibu mertuanya. Barra sangat mencintai kedua wanita yang begitu berharga dalam hidupnya. Bersama Tamara dia seolah mendapatkan kasih sayang tulus seorang ibu yang selama ini tidak pernah dia dapatkan.


Bisnis usaha property yang dia dirikan dari nol secara perlahan mulai berkembang dengan pesat, Barra benar benar menunjukkan tekad dan eksistensinya dalam dunia bisnis. Hingga dalam waktu 5 tahun perusahaannya semakin maju dan mampu bersaing dengan kerajaan bisnis lainnya. Bahkan perusahaannya kini menjadi salah satu perusahaan besar ternama yang mampu menyaingi perusahaan keluarganya.


Kabar tentang suksesnya Barra terdengar sampai ditelinga keluarga Nugraha. Namun walaupun Barra mampu membuktikan kalau dia bisa berdiri tanpa campur tangan dari Papanya, tidak membuat sang papa merasa bangga. Pria paruh baya itu malah semakin membenci dan berusaha untuk menghancurkan Barra.


Bersama Erick dia melakukan berbagai cara untuk bisa menghancurkan Barra, namun sayang otak licik Erick selalu diketahui oleh Barra. Adi yang melihat tingkah laku papa dan kakak sulungnya yang tidak juga berubah perlahan mulai jengah. Dan pada akhirnya memberanikan diri keluar dari perusahaan papanya dan ikut bersama Barra sang kakak.


Dan dengan datangnya Adi diperusahaannya semakin menambah kekuatan dan usahanya juga semakin maju, berbanding terbalik dengan bisnis sang papa yang semakin merosot. Apalagi semenjak adanya korupsi besar besaran yang dilakukan oleh salah satu karyawannya, membuat bisnisnya akhirnya menjadi pailid.


Tuan Denny yang tidak bisa terima bisnis yang dia rintis dari kecil harus bangkrut pada akhirnya terkena serangan jantung dan menyebabkan dia meninggal. Meninggalkan sang istri dan juga Erick seorang diri. Sementara Erick, dia ditinggalkan oleh istrinya setelah tahu jika suaminya bangkrut dengan membawa putranya yang berumur 5 tahun.


Sudah jatuh tertimpa tangga, ibarat peribahasa itulah sekarang yang diterima oleh Nonya Lusi dan juga anaknya. Setelah bisnis suaminya hancur, suaminya meninggal, kini dia harus bisa menerima kenyataan bahwa hidupnya jatuh miskin dan harus tinggal disebuah rumah kecil.


Penyesalan memang datangnya belakang, wanita paruh baya itu bru bisa merasakan arti ketulusan seseorang. Harta dan tahta yang selalu dia bangga kan selama ini hilang dalam sekejap mata. Dan menantu yang dia elu elukan justru malah pergi meninggalkannya dan juga putranya.

__ADS_1


Adi yang mendengar kabar tentang mamanya langsung pergi kerumah kecil ibunya dan berniat untuk mengajaknya tinggal bersama dirinya. Namun Lusi yang sudah terlanjur malu menolak mentah mentah dan mengusirnya. Mengatakan padanya supaya jangan sekalipun dia datang menemuinya.


"Ma, ikutlah dengan Adi. Adi janji akan selalu ada buat mama."


"Pergilah nak, biarkan mama menjalani hukuman ini. Dan kamu jangan sekali kali menemui mama lagi."


"Ma.."


"Pergi."


Adi nampak murung dan sedih melihat mamanya yang biasanya hidup bergelimang harta kini harus tinggal ditempat kecil. Tapi bagaimana lagi, sifat keras kepala mamanya yang tidak mudah dibujuk membuatnya pasrah dan akhirnya menyerah.


"Pergilah, jangan khawatir kakak akan merawat mama disini." Ujar Erick dengan wajah datarnya.


Adi memandang wajah kakaknya yang nampak terlihat kurus. Pada dasarnya Erick adalah sosok kakak pelindung yang lembut dan penuh kehangatan. Namun karena tekanan dari papa dan mamanya membuat pribadinya berubah menjadi sosok yang dingin dan ambisius.


"Bagaimana ?"


"Mama tidak mau kak, dia kekeh untuk tinggal disana."


Barra menghela nafas panjang, ingin rasanya dia menemui sang mama, namun sakit hatinya masih begitu besar saat mengingat apa yang dilakukan mamanya pada Tania dulu.


"Biarkan saja kalau begitu, kamu kerahkan beberapa anak buahmu untuk mengawasi mama dari jarak jauh. Bagaimanapun dia ibu yang melahirkan kita, dan kakak tidak akan pernah lepas tangan Di."


Adi menatap haru kakaknya, sungguh Barra mempunyai hati yang begitu lembut. Walaupun hatinya masih sakit tetap saja pria itu tidak melupakan kodratnya sebagai anak dari seorang Lusi Nugraha.

__ADS_1


Tahun berlalu dan kini keluarga Barra semakin merasakan kebahagiaan. Usia Alvian pun sudah menginjak angka 10 tahun. Dan rencananya hari ini Barra akan mengajak kedua anak dan istrinya pergi berlibur.


Ya, dua tahun lalu Tania melahirkan anak kedua. Anak perempuan yang mereka namai Aurora Siregar. Alvian begitu menyayangi adik perempuannya, hingga membuatnya begitu posesif pada adiknya.


Malang tak dapat ditolak, ditengah perjalanan tiba tiba rem mobil Barra blong dan tidak dapat dikendalikan. Bersamaan dari arah berlawanan sebuah mobil minibus melaju dengan kencang.


Barra yang panik tidak bisa menguasai keadaan. Tahu akan terjadi sesuatu padanya dan juga anak istrinya, akhirnya Barra mendorong Alvian keluar mobil. Matanya memejam sejenak saat melihat bagaimana putra sulungnya terguling guling dijalanan dengan tubuh yang bersimbah darah, membuatnya merasa sakit dan ingin menangis, tapi dia harus melakukan itu untuk menyelamatkannya.


Kini tinggal sang istri dan anak perempuannya, Barra masih berupaya membuka paksa pintu mobil supaya istri dan anaknya bisa keluar, namun naas mobil mereka semakin tidak terkendali dan semakin mendekati pinggir tebing. Hingga pada akhirnya mobil itu meluncur deras kebawah sebelum akhirnya meledak.


Tamara langsung syok seketika saat mendengar kabar kecelakaan anak, menantu dan cucu perempuannya. Wanita paruh baya itu histeris saat melihat bagaimana tubuh ketiganya menghitam dan tidak dikenali. Dia hampir jatuh pingsan kelantai jika Adi tidak segera membopongnya.


"Ma, tenangkan hati mama, ingat masih ada Alvian yang harus kita rawat. Dan saat inipun kondisinya masih kritis ma. Kita harus kuat demi Alvian, cucu satu satunya mama Tamara." Bujuk Adi pada wanita didepannya.


Tamara tersadar, Adi benar masih ada Alvian yang butuh dirinya. Bocah remaja itu juga pasti mengalami trauma yang berat pasca meninggalnya orangtua dan adiknya, seketika wanita itu berdiri dan langsung menuju keruang ICU dimana cucu lelakinya berbaring tak berdaya dengan berbagai alat rumah sakit yang menancap hampir memenuhi tubuhnya.


Tamara menatap Alvian dari balik kaca ruang ICU, airmatanya lolos dengan deras. Mengingat saat ini cucunya menjadi anak yatim piatu.


"Cucuku yang malang."


Tamara semakin merasa sedih saat dokter memvonis Alvian koma karena luka dikepalanya yang parah akibat menghantam aspal jalanan saat Barra mendorongnya. Wanita itu hanya mengharapkan adanya keajaiban untuk cucu satu satunya itu.


"Cepatlah sembuh nak, ada Oma yang yang akan selalu menyayangimu. Oma berjanji sebelum kamu menemukan kebahagiaan, tidak akan pernah sekalipun Oma meninggalkanmu."


TBC

__ADS_1


Jangan Lupa dukungannya ya, like dan komentnya..😘😘


__ADS_2