Cinta Untuk Aira

Cinta Untuk Aira
Terlambat


__ADS_3

Chery melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan untuk keluarga yang begitu amat dia sayangi. Gadis itu berusaha sekuat tenaga menahan isakannya saat berada ditengah tengah keluarganya. Untuk kali ini saja dia tidak ingin telihat cengeng, karena dia sudah bertekad mulai detik ini tidak akan lagi bersikap manja ataupun cengeng.


Namun bagaimanapun juga dia hanyalah seorang gadis labil yang masih begitu manja dan butuh perhatian serta kasih sayang dari kedua orangtuanya. Apalagi selama 21 tahun didalam hidupnya dia tidak pernah berjauhan dengan keluarganya terutama sang mama. Dan baru kali ini dia mengambil sebuah keputusan besar yang dimana keputusannya nanti akan merubah semua kehidupannya.


Gadis itu menghela nafas panjang, menghalau rasa sesak yang sedari tadi menghimpit dadanya. Dengan gerakan pelan dia menghapus jejak airmata yang tanpa bisa dia tahan mengalir di kedua pipinya yang putih bersih. Tidak ingin semua orang melihat kalau saat ini hatinya sedang rapuh.


Tapi sayang sosok pria dibelakangnya sudah terlanjur melihat sisi kerapuhannya. Dion menatap punggung nona mudanya yang nampak bergetar menahan tangis. Selama beberapa hari menjadi pengawal pribadi gadis manja ini, Dion mulai mengerti dengan sifat asli Chery yang ternyata begitu berbeda dari biasanya yang terlihat manja dan ceria. Gadis itu ternyata mempunyai sisi lembut tapi rapuh.


Anda begitu menyayangi keluarga anda Nona, maka sudah sewajarnya kalau anda sesedih ini karena harus berpisah dengan mereka. Anda jangan khawatir saya akan selalu menjaga dan melindungi anda. Tekad Dion dalam hati sembari menatap teduh punggung Chery yang semakin menjauh.


Selamat tinggal Jakarta, entah kapan aku akan kembali lagi kesini. Semoga engkau selalu bahagia setelah kepergian ku kak. Bathin Chery lalu berbalik dan kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti menuju ruang tunggu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu Cleo yang kini sudah berada didalam mobil suaminya tidak bisa lagi menahan tangis yang sedari tadi dia tahan. Hatinya begitu sedih karena harus berpisah dengan sahabat yang selalu menemaninya dalam suka maupun duka. Bahkan keduanya sudah berteman begitu lama hingga ikatan bathin diantara keduanya melebihi dari sekedar sahabat.


”Sudahlah jangan menangis lagi, lain kali kita yang akan berkunjung kesana ya.” Bujuk Bian berusaha menenangkan istrinya yang kini berada didalam pelukannya.


”Benarkah kak ? Kau tidak sedang mencoba menghiburku saja kan ?” Tanyanya dengan isakan kecil yang masih terdengar.


”Aku janji sayang, jika ada waktu kita akan datang menjenguknya. Lagipula kakak tidak akan mungkin mengabaikan adikku sendiri, apalagi dia disana sendirian walau ada Dion yang menjaganya.” Jawabnya dengan suara lirih bagaimanapun dia juga bersedih harus berpisah dengan adik kesayangannya.


Walaupun hubungan keduanya tidak pernah akur tapi rasa sayang Bian pada adik satu satunya itu sangatlah besar. Bahkan tidak ada satu orangpun yang tahu kalau selama ini dia selalu menyuruh anak buahnya untuk selalu menjaga adiknya itu dari kejauhan. Bukan hanya kepada Cleo saja Bian selalu bersikap posesif tapi itu juga berlaku untuk Chery. Hanya saja pria itu terlalu pintar menyembunyikannya, baginya yang penting adiknya selalu berada dibawah pengawasannya.


Sementara Ricko yang duduk dibelakang kemudi hanya diam membisu seakan pria itu tidak perduli dengan keadaan sekitarnya. Padahal didalam hatinya pria itu merasakan kesedihan yang mendalam dan rasa sakit yang teramat sangat. Entahlah dia tidak bisa menjelaskan rasa sakitnya itu karena apa, tapi yang pasti dia merasa seakan ada yang kosong saat ini.


Ada apa denganku ? Aku tidak mungkin jatuh cinta padanya kan ? Pada gadis manja itu. Tapi kenapa hatiku terasa sakit bahkan rasa sakitnya melebihi ketika Bella menolakku.

__ADS_1


Perlahan pria itu meraba dadanya yang terasa sesak, sesekali memejamkan kedua matanya. Bayangan wajah Chery kembali datang menghantuinya apalagi saat melihat sorot mata penuh kebencian yang ditujukan gadis itu padanya, semakin membuat jantungnya terasa sakit seakan ada sebilah pisau yang menusuknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


5 Tahun kemudian....


”Ibu !!!!”


Suara teriakan kencang terdengar keras membahana di mansion milik keluarga Nugraha. Membuat seisi rumah langsung didera wajah panik. Bahkan nampak sang Nyonya besar sampai lari tergopoh gopoh saat mendengar suara teriakan yang berasal dari ruang keluarga tersebut.


”Astaga Rey, ada apa denganmu sayang.” Pekiknya sambil menolong sang cucu yang nampak menangis tersedu sedu.


Sontak saja tangisan ditambah pekikan Nyonya besar membuat Cleo langsung mempercepat langkahnya hingga membuatnya lupa dengan perutnya yang tengah membuncit.


”Hati hati jalanmu sayang.” Tegur Bian dengan raut wajah khawatir melihat sang istri yang berjalan cepat dan melupakan bayi mereka yang saat ini sedang berada didalam kandungan istrinya.


Bian tersenyum lalu menggandeng tangan Cleo dengan lembut, bahkan pria itu merengkuh pinggang istrinya dengan sangat posesif seakan takut jika terjadi sesuatu pada istri dan anaknya.


”Mama ada apa ?” Tanyanya setelah mereka sampai di ruang keluarga dimana disana telah terjadi sebuah pertunjukkan drama yang di pentaskan oleh anak mereka tentunya.


”Ini ---”


”Ibu --- !" Pekik gadis kecil itu memotong ucapan sang nenek yang belum sempat keluar. ” Kakak Zayn nakal bu.” Adunya dengan air mata yang mengalir deras dan cairan di hidungnya yang juga ikut mengalir sampai ke bibir mungil bocah kecil itu.


”Nakal kenapa sayang ? Aduh anak ibu lucu deh kalau lagi begini. Imut banget.” Gemasnya melihat kondisi wajah putrinya yang nampak lucu dimatanya, apalagi dengan cairan ingusnya.

__ADS_1


”Sayang, putri kita sedang nangis bukannya sedang melawak." Jengah Bian akan tingkah istrinya. Orang nangis dimana letak lucunya coba, bathinnya.


”Tapi dia lucu kak.” Keukeuhnya tak mau mengalah degan suaminya.


”Iya iya terserah kamu sajalah.” Enggan meladeni istrinya yang sedang dalam mode keras, bisa bisa dia tidak akan dapat jatah nanti.


”Katakan pada Ibu, kenapa kak Zayn nakal sayang. Apa Rey lupa pesan ibu kalau sesama saudara itu tidak boleh bertengkar, hm.”


”Iya Bu, tapi kak Zayn nya ga mau diajak bermain.”


”Kalau kak Zayn ga mau diajak main kan ada kakak Zyana.” Lanjutnya sambil memeluk sang putrinya yang masih sesenggukan.


”Rey maunya sama kak Zayn bu.” Adunya lagi dengan bibir mengerucut sesekali tangannya yang mungil mengusap cairan dihidungnya yang mengalir keluar membuat semua orang disana tersenyum geli.


”Kakak Zayn kenapa ga mau diajak main sama Reyna sayang.” Tanya Bian pada keponakan kesayangannya itu.


Zayn, bocah kecil yang usianya terpaut 2 tahun dengan Reyna itu hanya diam membisu dengan raut wajah dingin dan tatapan datarnya. Membuat Bian menghela nafas kasar, keponakannya ini benar benar duplikat dari sang ayah. Dingin dan datar.


”Zayn memang ga mau diajak main sama adek Rey uncle, karena menurut Zayn dia adalah seorang laki laki dan sebagai pria sejati tidak mungkin dia bermain mainan perempuan.” Bukan Zayn yang menyahut tapi Zyana yang sedari tadi hanya diam memperhatikan drama yang di lakukan oleh adik sepupunya itu.


”Memang adik Rey ngajak main apaan kak ?” Menatap lembut sang keponakan perempuannya sembari berjongkok didepan gadis kecil itu.


”Rey ajak kan Zayn main boneka bonekaan Yah.” Jawab Reyna di seberang sana yang sontak saja membuat semuanya tepuk jidat terutama Bian.


”Astaga anakku.”


TBC

__ADS_1


Satu atau dua part lagi tamat ya say..lanjut dulu babang Alex setelah itu kesini lagi. Apa disini dulu selesain si Sherina ada yang ingat sama calon ulet bulu Sherina..


cung tangan yang setuju lanjut dulu..


__ADS_2