
Tubuh kecil itu membeku dengan hati yang bercampur aduk. Hatinya terasa remuk dan perih seakan ada yang meremasnya kuat. Bahkan kakinya terasa lemas seakan tidak ada tulang yang menyangganya. Airmatanya terus saja berderai tanpa ada yang bisa menahannya untuk berhenti.
Aira menatap Sean dengan hati yang penuh luka, mendapati kenyataan yang begitu menyesakkan dada. Kedua tangannya meremas ujung gaunnya dengan sangat kuat.
"A-apa m-maksud kakak." Tanyanya dengan suara terbata.
"Apa kau tidak mendengarnya ? Baiklah aku akan mengatakannya sekali lagi supaya kau bisa mencernanya dengan baik." Ucapnya lalu menarik mesra pinggang Dona. " Aira sayang, kenalkan gadis disamping aku ini adalah Dona, kekasih yang paling aku cintai melebihi apapun didunia ini. Wanita yang sudah aku lukai karena pernikahan kita yang sebenarnya tidak aku inginkan. Apa kau sudah puas Aira." Imbuhnya dengan senyum merekah saat menatap Dona.
"K-kenapa kau lakukan ini kak, bukankah semalam kau bilang jika kau ingin menjalani hubungan ini denganku dan memulainya dari awal ."
Sean tergelak begitu juga dengan Dona.
"Dan kau percaya begitu saja ? Hahaha bagaimana honey, aktingku sangat bagus bukan."
Dona tersenyum manis lalu tanpa malu sedikitpun mencium bibir Sean tepat dihadapan Aira.
"Sangat bagus sayang."
"Kau sangat kejam kak." Isak Aira dengan hati yang hancur. "Jika memang kau keberatan menikah denganku, aku lebih senang jika kau jujur dan menolak pernikahan ini."
Sean terkekeh kencang lalu menatap sinis Aira.
"Tentu saja aku tidak akan pernah membuang kesempatan yang begitu bagus ini. Bisa mendapatkan seorang gadis dengan cuma cuma."
Aira semakin hancur tubuhnya ambruk gontai kelantai. Perkataan Sean benar bemar sangat menusuk.
"Kenapa kau lakukan ini kak."
Sean mendengus, pria itu berjalan menghampiri Aira lalu berjongkok didepan gadis itu dengan menekuk sebelah kakinya. Tangannya mencengkeram dagu gadis itu dengan sangat kuat.
"Kau pikir kau siapa bisa berpikir jika aku mencintaimu gadis miskin. Aku tahu jika kau hanya mengincar harta orangtuaku. Orang miskin seperti kalian hanya bisa menjerat kami orang orang kaya dengan alasan sebuah pernikahan. Padahal dibalik pernikahan ini kau dan kedua orangtuamu pasti sudah merencanakan untuk merebut harta kami. Dan apa yang aku lakukan ? Tentu saja aku mengikuti permainan kalian. Berpura pura menerima pernikahan ini lalu setelah itu menghancurkanmu sebelum kau berhasil melaksanakan niat busukmu itu."
Sean menghempaskan wajah itu dengan sangat kasar, membuat Aira merasa nyeri dibagian tengkuknya.
"Kau jahat kak, bagaimana bisa kau berpikir rendah terhadapku seperti itu. Aku tulus mencintaimu kak."
"Cih..wanita rendahan seperti dirimu memang tahu apa masalah cinta. Kalian orang miskin hanya tahu bagaimana caranya merampas harta orang orang kaya. Menjijikkan."
Aira runtuh sudah mendengar perkataan Sean yang begitu menusuk relung hatinya. Gadis itu sampai meremas dadanya sendiri berusaha menekan rasa sesak yang memenuhi hatinya.
Namun sekian detik berikutnya wajah gadis itu berubah pucat, deru nafasnya menjadi tidak stabil. Bahkan keringat dingin mulai merembes dikeningnya.
Aira merasakan panas yang mulai menjalar keseluruh tubuhnya. Gadis itu merasa sedikit aneh dengan tubuhnya saat ini, ada keinginan yang tidak bisa dia kontrol. Keinginan untuk disentuh dan menyentuh lawan jenis yang semakin besar dan kuat.
Sean menyeringai melihat perubahan yang terjadi pada Aira. Senyuman sinis tercetak jelas dibibirnya saat tahu jika gadis didepannya mulai terpengaruh oleh obat yang dia berikan tadi.
Aira masih sibuk dengan kondisi tubuhnya saat ini, dia mengibas ngibaskan tangannya pada wajahnya yang terasa panas.
"Apa kau merasa panas ?" Tanya Sean santai, lalu tangannya menyentuh lengan Aira dengan gerakan sensual, tanpa sadar membuat Aira memejamkan mata.
__ADS_1
"Kau ingin disentuh seperti ini ?" Tanyanya lagi dengan rasa tidak bersalahnya. Sementara Dona hanya bisa tersenyum sinis melihat drama didepannya.
"Apa yang sudah kau berikan pada minumanku kak ?" Tanyanya dengan nafas yang tersengal sengal, dia ingat jika tadi Sean memberikan minuman padanya. Dan tubuhnya merasa aneh setelah dia menerima minuman yang diberikan pria itu.
Sean menyeringai. " Sesuatu yang akan membuatmu melayang sayang." Bisiknya ditelinga Aira.
"Panas..kak..tolong." Lirih Aira berucap dengan nafas yang semakin memburu. keinginan untuk menyentuh lelaki semakin besar, gadis itu terus bergerak dengan sangat gelisah.
"Se..maaf aku terlambat." Bersamaan dengan itu muncul sosok pria maskulin dengan wajah yang tidak kalah tampan dari Sean. Suara bassnya yang begitu indah terdengar diruangan tersebut.
"Alex..tidak masalah bro. Kau tepat waktu malah." Sambutnya dengan berdiri melangkah mendekati pria tersebut.
Alex mengrenyit saat melihat sosok gadis yang terduduk dilantai dengan tubuh yang menggeliat seperti cacing kepanasan. Wajahnya sangat cantik yang membuatnya begitu terpesona.
"Dia..istrimu." Tebaknya dengan mata mengarah pada Sean.
Sean mengangguk membuat Alex terperangah. Dia pikir gadis yang akan diberikan padanya seperti gadis gadis murahan pada umumnya, tapi dengan melihat wajah Aira sekilas, dia yakin jika gadis didepannya adalah perempuan baik baik.
"Kau yakin Se ? Kau sangat kejam Se..menyia nyiakan istri secantik dia."
"Cantik ? Cantik dari mana Lex. Gadis murahan seperti dia hanya bisa menjerat para pria demi mendapatkan harta mereka." Ketus Dona dengan wajah angkuh.
"Seperti dirimu ?" Celetuk Alex yang langsung membuat Dona melotot.
"Apa kau bilang ! Beraninya kau berpikir seperti itu padaku." Pekik Dona.
Alex mendengus. " Aku tahu wanita seperti apa dirimu, Sean aja yang bodoh membuang berlian hanya untuk mendapatkan perunggu yang bahkan tidak ada yang ingin meliriknya sama sekali."
"T-tentu saja sayang, aku tulus mencintaimu." Ucapnya dengan menampilkan senyuman manis.
Alex lagi lagi hanya bisa berdecak.
"Aku harap kau tidak menyesal dengan keputusanmu itu Se. Sungguh aku tidak menyangka jika kau pria yang sangat rendah. Tega sekali kau memberikan istrimu pada sahabatmu sendiri."
"Ayolah Lex, kau tahu siapa aku. Nikmati saja, lagipula dia sebentar lagi bukan istriku."
"Apa maksudmu ?" Alex mengrenyitkan dahinya bingung dengan ucapan Sean.
Sean tidak menjawab namun kakinya kembali melangkah mendekati Aira yang nampak terlihat sangat menyedihkan.
"Kak..tolong aku." Desisnya sembari menahan agar suara desahan tidak keluar dari bibirnya. Gadis itu bahkan menggigit bibirnya sampai berdarah.
"Aku akan menolongmu sayang, tapi bukan aku yang akan melakukannya, tapi dia, Alex, sahabatku yang akan membantumu menuntaskan hasratmu."
Aira tersentak, dengan kuat dia mencengkeram lengan Sean.
"Tolong jangan lakukan hal ini padaku kak. Kumohon atau kau akan membuat harga diriku hancur."
Sean tertawa, sungguh pria itu bahkan tidak mempunyai rasa belas kasihan sama sekali.
__ADS_1
"Itu bukan urusanku Aira. Dan dengarkan baik baik Aira Nabila Tanisha, mulai detik ini aku menjatuhkan talak padamu dan kau bukan lagi istriku. Surat cerai kita sudah ada dirumah dan aku sudah menandatanganinya."
Jduarr
Bagaikan petir disiang bolong, Aira merasakan tubuhnya semakin lemas.
"Kau biadab kak, kau manusia tidak punya rasa belas kasihan. Bahkan kau mirip seperti binatang." Pekik Aira dengan sekuat tenaga, nafasnya semakin kencang dengan pandangan mata yang semakin buram.
"Kau akan menyesal karena melakukan ini padaku Sean. Aku membencimu sampai kepembuluh darahku. Kau akan merasakan penderitaan yang sama seperti yang aku rasakan. Hidupmu akan selalu dihantui oleh rasa penyesalan yang tiada kunjung habisnya. Itu sumpahku Sean dan aku yakin kau akan segera menerimanya."
Sean memutar bola matanya malas, lalu berjalan kearah Dona.
"Lakukan tugasmu bro dan nikmati saja." Ucapnya sembari menepuk pundak Alex.
Alex menatap tajam kearah Sean dengan matta yang memerah menahan amarah. Dia memang seorang casanova, tapi melihat nasib yang menimpa Aira membuat hatinya merasa iba.
"Aku tidak menyangka jika ternyata aku mempunyai teman yang berjiwa iblis sepertimu Sean. Kau bukan manusia, walaupun aku pria brengsek, tapi aku tidak akan pernah melakukan hal yang merendahkan seorang wanita. Mulai detik ini aku memutuskan tali persahabatan kita. Dan dengarkan aku baik baik, Aira akan menjadi milikku dan akan kupastikan jika kau akan menyesalinya suatu hari nanti."
"Terserahmu Lex aku tidak perduli. Maaf aku harus pergi, pesawat kami tinggal 30 menit lagi, dan kami tidak ingin ketinggalan pesawat. Ayo sayang." Ucapnya dengan menarik lengan Dona yang menyeringai penuh kemenangan.
"Sean !!! Aku membencimu." Teriak Aira dengan hati yang luluh lantak.
Alex mendekati Aira, menatap iba gadis didepannya. Entah dorongan darimana tapi tubuhnya refleks memeluk erat Aira, seakan ingin melindungi gadis itu.
"Aku akan mencari solusi untuk membuatmu kembali stabil. Bertahanlah aku akan memanggil dokter." Ucapnya lalu mengangkat tubuh lemah itu keatas ranjang hotel.
Aira mencengkeram lengan Alex membuat pria itu menoleh dan menghentikan niatnya.
"Tolong...aku..tidak..ku..at..la..gi." Ucap gadis itu dengan nafas putus putus. Keinginannya untuk disentuh sudah tidak bisa dibendung lagi, kepalanya rasanya mau pecah, terasa sakit sekali.
"Tapi.." Alex menjawab ragu.
"Kumohon.."
Alex semakin tidak tega, gadis didepannya semakin tidak terkendali. Dia berpikir jikapun dia memanggil dokter dia takut jantung gadis itu tidak kuat menahannya lama. Dengan cepat pria itu bergerak kearah pintu, menutup dan menguncinya.
Alex kembali menuju ranjang dan naik kesisi Aira yang disambut gadis itu dengan sebuah pelukan erat. Mata Alex terpejam merasakan Aira yang sangat agresif dan tidak terkendali.
Sekuat kuatnya dia menahan tetap saja pertahanannya jebol jika dihadapkan oleh pemandangan yang begitu indah. selain wajahnya yang cantik, Aira juga memiliki postur tubuh bak gitar spanyol.
Alex memperlakukan gadis didepannya dengan sangat lembut dan penuh perasaan. Mencoba membuat gadis itu menikmati sentuhannya. Alex menatap wajah Aira intens sebelum dia melakukan hal yang paling utama.
"Maafkan aku." Bisiknya lirih lalu melesakkan miliknya kedalam milik Aira dan mulai melakukan penyatuannya.
"Sakit.." Lirih Aira berucap, maklum walaupun dia sudah tidak perawan, tapi ini kedua kalinya dia bersentuhan dengan pria selain Sean, jadi wajar jika dia masih merasakan sakit dibagian intimnya.
Lama mereka berpacu dalam pergulatan panas, hingga pada akhirnya keduanya sama sama ambruk dengan nafas yang tersengal sengal. Aira yang sudah tidak sadarkan diri karena efek lelah tubuh serta hatinya, kini gadis itu tertidur pulas dipelukan Alex.
Alex tersenyum lega saat merasakan jika gadis didalam pelukannya itu sudah kembali tenang. Dengan lembut dia mencium kening Aira lalu membalas pelukan gadis itu dengan erat.
__ADS_1
"Aku akan melindungimu gadis." Bisiknya lirih lalu ikut terpejam menyusul Aira yang sudah terlelap.
TBC