
Semenjak hari dimana kejadian yang tidak mengenakkan kembali menimpa Cleo, hingga sampai saat ini sudah terhitung satu minggu lamanya Bian maupun keluarganya tidak menunjukkan ba*ang hidungnya dihadapan Cleo. Bukan karena takut atau apalah namanya, hanya saja mereka ingin memberikan waktu untuk Cleo menenangkan dirinya sejenak.
Cleo menelisik seluruh ruangan kamar rawatnya yang begitu luas namun terasa sangat sepi. Tersenyum getir saat menyadari kalau kehidupannya kembali ketitik awal yang penuh dengan kesepian dan kesendirian. Tanpa terasa airmatanya bergulir membasahi kedua pipinya yang putih mulus.
Tidak aku tidak boleh mengeluh, begini lebih baik bukan. Lagipula memang sudah takdirku untuk selalu sendiri di dunia ini. Bathinnya sembari menyusut airmatanya menggunakan punggung tangannya yang mungil.
Hari ini adalah waktu dimana dia harus meninggalkan Rumah Sakit. Setelah dua minggu lamanya dia benar benar rehat pada akhirnya Dokter pun mengijinkan dia pulang dengan catatan harus tetap menjaga kesehatannya dan tidak boleh terlalu banyak pikiran.
Helaan nafas kasar kembali dia hembuskan saat rasa sesak itu kembali muncul. Dia sudah berusaha sekuat tenaga mencoba mengikhlaskan apa yang terjadi padanya, tapi tetap saja rasa sakit itu kadangkala masih suka hinggap dengan nakalnya.
Cleo menatap layar ponselnya seakan mengharapkan seseorang yang sekedar mengirimkan pesan padanya. Namun lagi lagi dia kecewa saat tidak ada satupun pesan yang masuk kedalam ponselnya.
Apa yang kau harapkan Cle, setelah semua yang terjadi kau masih mengharapkan mereka datang.
"Aku harus kuat, ayolah Cle kau sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini." Hiburnya pada diri sendiri.
Dengan langkah berat gadis malang itu pun meninggalkan pelataran Rumah Sakit dengan hati yang berkecamuk. Mulai saat ini dia harus terbiasa dengan kehidupannya yang akan kembali ke masa masa suram sebelum bertemu dengan keluarga Nugraha.
Kembali ke kehidupan awalnya itu berarti dia juga harus melepaskan semua hal yang menyangkut tentang keluarga Nugraha. Dan juga mulai hari ini Cleo harus pergi dari apartemen Bian dan memulai hidup baru tanpa bayang bayang pria itu.
Cleo memejamkan kedua matanya ditengah laju taksi yang dia tumpangi. Memikirkan jika dia harus menjauh dari keluarga Nugraha terutama kekasihnya, membuat dadanya terasa sesak. Ada rasa tidak rela dengan keputusannya itu, namun dia sadar untuk saat ini dia hanya ingin menenangkan dirinya terlebih dahulu tanpa ada gangguan dari siapapun.
Apa dia egois ?
Jawabannya katakan saja iya, mengingat jika apa yang sudah mereka lakukan padanya walaupun semua itu bukan atas keinginan murni keluarga Nugraha. Mereka hanya menjalankan amanah dari sang kakak. Lalu apa salahnya ?
Mereka tidak salah dan Cleo juga tidak menyalahkan mereka begitu saja. Hanya saja Cleo menyayangkan sikap mereka yang sudah bertahun tahun lamanya menyembunyikan rahasia itu. Padahal mereka tahu dengan jelas jika selama ini dia mati matian mencari sosok sang penyelamat hidupnya itu.
Itulah yang membuatnya benar benar merasa kecewa dan entah sampai kapan hatinya bisa memaafkan mereka. Ditengah lamunannya Cleo sedikit tersentak dengan jantung yang bergemuruh. Jika saat ini ditubuhnya tertanam jantung sang kakak, apa itu berarti selama ini....
Apa karena itu kak Bian mau menjalani hubungan ini ? Dia terlalu mencintai kak Amira maka dari itu dia menerimaku karena hanya ingin memastikan janyung kak Amira baik baik saja ? Itu berarti dia tidak benar benar mencintaiku ?
Berbagai macam pikiran buruk menghantui kepala gadis cantik itu, tersenyum miris jika apa yang ada dipikirannya saat ini benar adanya. Bian mau menjadikan dia kekasihnya karena ada bagian dari tubuh Amira yang tertanam ditubuhnya.
"Neng kita mau kemana ? Ini kita sudah 3 kali berkeliling Jakarta. Sebenarnya neng geulis ini mau kemana ?"
Suara sopir taksi sontak membuyarkan lamunab Cleo. Gadis itu menatap kesamping jendela mobil dimana suasana diluar menampakkan gedung gedung yang menjulang tinggi.
"Maaf pak, saya mau kerumah kakak saya ." Jawabnya singkat.
__ADS_1
"Alamatnya neng ?"
"Jln Merpati Buana pertigaan depan belok kanan pak." Jelasnya lagi.
Nampak dahi sang sopir mengernyit saat penumpangnya itu menjelaskan alamat yang dituju. Ekor matanya melirik kaca spion belakang, tiba tiba wajahnya mendadak terlihat sedikit pucat.
"Neng ini manusia kan ?" Tanyanya dengan suara tercekat.
"Maaf pak maksudnya gimana ?" Kali ini Cleo yang bertanya dengan raut wajah bingung.
"I-itu maksud saya neng ini bener bener manusia kan bukan hantu ?"
"Wh-...hahhahahhaha -" Sontak saja tawa Cleo meledak ketika menyadari maksud pertanyaan pak sopir. " Saya manusia pak, mana ada hantu disiang bolong begini. Bapak ini ada ada saja." Pungkasnya lagi.
Terlihat pak Sopir tersenyum malu sembari menggaruk belakang kepalanya.
"Maaf neng habisnya alamat yang neng kasih unjuk -.."
"Memang benar pak, saya mau kerumah kakak saya. Rumah masa depan." Potongnya cepat.
Pak sopir langsung menganggukkan kepalanya lalu mulai melaju ke alamat yang diberikan penumpangnya.
Aku datang kak, bathinya.
Dikantor Bian nampak menyenderkan kepalanya di sandaran kursi kebesarannya. Helaan nafas kasar terdengar jelas keluar dari indra penciumannya. Bahkan penampilan pria tampan itu sedikit berantakan tidak seperti biasanya.
"Jadi dia sudah keluar hari ini ?" Tanyanya pada sang asisten, siapa lagi kalau bukan Ricko.
Yang ditanya hanya memberi jawaban dengan anggukan kepalanya, sementara raut wajahnya terlihat datar.
"Suruh mereka untuk terus menjaganya dari jauh usahakan jangan sampai ketahuan." Perintahnya lagi yang hanya di jawab dengan anggukan kepala lagi.
Bian memejamkan kedua matanya, raut frustasi sangat kentara terlihat diwajahnya yang tampan. Semenjak kejadian beberapa hari yang lalu ketika sang adik yang seharusnya menenangkan kekasihnya itu tapi malah memperburuk suasana. Semenjak itu Cleo benar benar tidak memberikan akses untuknya dan juga keluarganya untuk bertemu dengannya dan menjelaskan semuanya.
Bahkan dari sorot matanya Bian bisa melihat aura kekecewaan dan kebencian yang melebur jadi satu. Maka dari itu Bian yang teramat mencintai kekasihnya itu memutuskan mengalah dan menjauh. Tapi tidak benar benar menjauh, dia tetap memantau dan melindungi gadisnya dari jarak jauh.
Beruntung kekasihnya itu tidak menyadarinya, karena sampai saat ini dia masih menempatkan beberapa anak buah andalannya untuk menjaga dan melindungi Cleo dari kejauhan.
Kening Bian berkerut saat menyadari suasana didalam ruangannya mendadak hening. Pria itu lalu membuka kedua matanya dan seketika kerutannya semakin melipat saat melihat sang asisten yang biasanya cerewet sampai naudzubillah itu mendadak bisu dengan raut wajahnya yang datar sedatar tembok.
__ADS_1
"Ada apa denganmu ? Dari tadi kau tidak mengeluarkan suara sama sekali. Apa kau mendadak bisu ?"
Ricko hanya menggeleng dengan mulut yang masih menutup membuat Bian semakin kesal.
"Ada apa denganmu ! Bicaralah." Perintahnya tegas.
"Boleh aku meminta ijin sepuluh detik untuk berhenti menjadi karyawanmu ?"
"Apa maksudmu ? Kau membuatku bingung."
"Ck, jawab saja boleh apa tidak." Kesalnya karena bosnya ini bukannya menjawab pertanyaannya tapi malah berbalik mengajukan pertanyaan.
"Hhhh..baiklah selama sepuluh detik aku memecatmu dan dimulai dari sekarang."
Baru saja dia berhenti berucap hal yang tak terduga tiba tiba saja terjadi dan...
Bugh
Bugh
Bugh
"S**hit apa yang kau lakukan hah !" Bentaknya keras ketika tanpa ada angin dan hujan asistennya itu mendaratkan pukulannya diwajahnya yang tampan sebanyak 3 kali. " Kau benar benar mau ku pecat b***sek."
Ricko yang sudah melampiaskan kekesalannya dan juga amarah yang selama ini dia pendam, nampak tersenyum puas. Apalagi ketika melihat wajah tampan Bian yang berubah biru lebam membuat senyumannya semakin lebar.
Ricko melirik jam mewahnya kemudian kembali ke posisi awal yaitu menjadi seeorang karyawan bosnya. Waktu sepuluh detiknya sudah habis.
"Terima kasih bos, waktu sepuluh detik yang anda berikan benar benar sangat bermanfaat untuk saya." Jawabnya sembari tersenyum setengah meledek.
TBC
Assalamualaikum..
maaf baru update,,akhir akhir ini kesehatan kurang baik..semoga sahabat² saya ini selalu diberi kesehatan dan kemurahan rezeki yang melimpah..aamiin
Terima kasih karena sudah mendukung author sampai sejauh ini,,tanpa dukungan sahabat semua, mam tidak akan pernah bisa sampai di titik ini..
Love u all
__ADS_1
BTW cover Aira mam ganti ya..biar lebih fres..seperti dibawah ini..