Cinta Untuk Aira

Cinta Untuk Aira
Masih Trauma


__ADS_3

Wajah cantik Aira nampak tersipu dengan pipi yang sudah memerah bak laksana buah tomat. Segar dan menggemaskan. Semua begitu indah dengan jantung yang saling berdetak bertabuhan seirama.


Sungguh perlakuan Alvian yang begitu memujanya mampu membuat hatinya bagaikan diaduk aduk. Pria itu begitu ahli membuat hatinya terombang ambing dalam lautan cintanya.


Namun seakan tersadar dari mimpi indah yang menghanyutkannya, Aira langsung bersikap biasa saja seolah olah tidak terjadi apapun. Jika Alvian adalah sosok pria yang ahli membuatnya merasakan cinta dalam sekejap, Aira adalah gadis yang sangat pintar menyembunyikan perasaan hatinya.


Rasa trauma akan takut jika hatinya kembali tersakiti membuat gadis itu memasang benteng pertahanan yang begitu tinggi dan tebal. Hingga akan membuat orang yang melihatnya akan berpikir dua kali lipat bahkan sekedar untuk mengetuknya sekalipun.


Aira langsung mundur dengan kepalanya yang tertunduk enggan untuk menatap wajah tampan dan seksi milik Alvian.


"Ma-maaf atas sikapku tuan, saya tidak sengaja." Ucapnya dengan suara lirih.


Alvian menghela nafas panjang, sungguh begitu berat meluluhkan hati gadis didepannya ini.


"Aira.." Panggilnya dengan kaki yang melangkah kedepan.


"Stop ! Berhenti disitu. Aku mohon, jangan mendekat lagi. Maaf tuan tapi hubungan kita dulu hanya sebatas penjual dan pembeli, tidak lebih. Dan aku tidak ingin hubungan kita lebih dari itu. Aku wanita kotor dan tidak pantas untuk siapapun, selamanya aku hanyalah wanita kotor. Dan label itu sudah mendarah daging ditubuhku. Jadi aku mohon hilangkan pikiran anda yang mengatakan jika anda mencintaiku. Karena aku sama sekali tidak pantas menerimanya."


Nyut


Hati Alvian berdenyut sakit, lagi Aira mengingatkan padanya akan profesinya yang dia sendiri bahkan tidak memperdulikannya. Alvian sendiri bukanlah pria baik baik, dia juga mengenal dunia bebas.


"Aira."

__ADS_1


"Maaf." Ucapnya lagi lalu berbalik melangkah menjauhi Alvian.


"Lalu kenapa jika kamu adalah wanita kotor ? Aku bahkan bukan pria baik baik, aku juga sering tidur dengan berpuluh puluh wanita, bahkan mungkin lebih. Kamu dan aku juga sama bukan manusia sempurna yang bebas dari dosa. Tapi apakah manusia seperti kita tidak layak untuk mendapatkan pengampunan hah ?


Apa manusia kotor seperti kita tidak pantas mendapatkan cinta ? Apa cinta hanya untuk orang orang yang suci dan berperilaku baik Aira. Kamu terlalu naif Ra, bahkan seorang Nabi seperti Nabi Adam pun pernah melakukan kesalahan dan Allah pun masih memberinya ampunan. Lalu bagaimana dengan kita yang hanya manusia kecil dimataNya." Teriak Alvian yang membuat langkah Aira terhenti seketika.


Aira memejamkan matanya dengan tetesan airmata yang sudah mengalir deras. Hatinya pun terasa sakit, jujur dia juga ingin merasakan bagaimana bahagianya dicintai dan juga mencintai. Tapi balik lagi, rasa traumanya mengalahkan segalanya.


"Aira !"


Teriak Alvian saat gadis itu tetap melanjutkan langkahnya tanpa sedikitpun menoleh kearahnya. Alvian terduduk ditanah dengan kedua tangannya yang terkepal kuat.


Harus dengan apalagi supaya aku bisa meluluhkan hatimu Ra. Aku benar benar ingin hidup denganmu dan cinta ini sungguh tulus untukmu. Tidak bisakah kita melupakan masa lalu dan menjalani kehidupan dimasa depan dengan hati yang baru Ra.


"Jangan menyerah Al, teruslah berusaha untuk membuat hatinya luluh. Gadis itu hanya merasakan trauma yang begitu berat, dan oma memahami semua penolakannya. Bagaimanapun oma sangat tahu rasa sakit dan takut yang bercampur menjadi satu membentuk rasa trauma dihati gadis itu. Ingat cucu oma adalah pria yang kuat dan tidak mudah menyerah."


"Dia sungguh sulit untuk digapai oma, Al hampir putus asa. Ini sudah satu minggu lamanya dia disini, tapi sikapnya tetap saja acuh dan dingin pada Al."


"Itu wajar, bahkan sikap kamu dulu juga seperti itu bukan ? Hanya semenjak bertemu dengan Aira, oma bisa melihat sifat dinginmu berangsur angsur menghilang. Kamu juga mengalami rasa trauma itu Al, dan harusnya kamu juga tahu bagaimana mengatasinya bukan."


Alvian mengangguk lalu berdiri dan langsung memeluk oma yang sangat disayanginya.


"Makasih oma, entah apa jadinya Alvian jika tanpa adanya oma disisi Al, oma selalu mendukung apapun yang Al lakukan." Ucapnya lirih.

__ADS_1


"Sudah sewajarnya oma seperti itu sayang, kamu adalah peninggalan berharga anak dan menantu oma. Oma bersyukur disisa hidup oma yang sudah renta ini bisa menghabiskan waktu oma dengan keturunan keluarga Siregar." Sahut Oma Tamara dengan mimik wajah yang berubah sedih. " Ah sudahlah kenapa malah jadi mewek mewekan begini, ayo kita masuk kedalam. Nanti biar oma yang bicara dengan calon cucu menantu oma itu. Kamu tahu oma mu ini paling ahli dalam meluluhkan hati, bahkan kakekmu saja sampai tergila gila pada oma." Tambahnya lagi dengan tingkat percaya diri yang begitu tinggi.


Alvian memutar bola matanya malas, melihat sifat narsis omanya yang kembali muncul. Dengan sabar pria itu menuntun omanya untuk kembali masuk kedalam rumah. Namun memang sifat Alvian yang tidak sabaran, melihat oma Tamara yang berjalan dengan begitu lambatnya. Pria itu dengan gemas Alvian memgangkat tubuh Oma Tamara dan menggendongnya.


"Astaghfirullahalladzim dasar anak sableng. Bikin jantung oma copot aja." Maki oma Tamara pada cucu kesayangannya itu.


"Mana copot oma, masih nempel tuh ditubuh oma." Sahut Alvian dengan muka tengilnya.


"Dasar cucu durhaka kamu, oma kutuk kamu biar makin ganteng ya."


"Aamiin." Jawab Alvian dengan sambil terus tertawa.


Mbak Tuti selaku sang asisten oma Tamara tidak bisa lagi menahan tawanya melihat perilaku kedua majikannya itu. Dia tahu walaupun Alvian adalah sosok pria dingin dan tegas tapi sikapnya berubah manja dan hangat hanya kepada omanya saja.


Diatas balkon kamar yang kebetulan memang menghadap kearah taman, Aira menatap interaksi antara nenek dan cucunya. Melihat sikap mereka berdua gadis itu malah meneteskan airmatanya yang tidak bisa dia tahan.


Dulu dia juga pernah merasakan kehangatan yang saat ini dia lihat. Dulu saat masih bersama dengan kedua orangtuanya, Aira tahu bagaimana rasanya dimanja dan diperlakukan layaknya seorang putri raja. Mama dan papanya begitu menyayanginya, dan sekarang kenangan itu hanya bisa dia rasakan didalam hati.


Melihat bagaimana sayangnya oma Tamara pada Alvian membuat Aira semakin yakin untuk tidak membuat pria itu merasakan apa yang dia rasakan. Dan dia semakin yakin dengan keputusannya untuk menjauh dari pria itu. Bagaimanapun dia tidak ingin membuat Alvian merasa dipermalukam suatu hari karena bersanding dengannya yang notabenenya adalah seorang wanita malam.


Inilah sebab aku tidak bisa menerima cintamu Al, aku tidak tega menghancurkan hati seorang nenek yang begitu menyayangi cucunya. Aku tidak ingin membuatnya stress dengan gosip jelek tentangku yang pasti akan tersebar luas jika kamu bersanding denganku. Bagaimanapun kamu adalah sosok penting dan begitu dikenal oleh khalayak.


Aira menghela nafas panjang merasakan dadanya yang begitu sesak. Harapannya kembali pupus dikalahkan oleh rasa trauma yang kembali menyeruak keluar. Tidak ingin keberadaannya diketahui oleh Alvian, gadis itu kemudian masuk kedalam kamar.

__ADS_1


TBC


__ADS_2