
Bian mendengus saat dia masuk kekamarnya lagi lagi harus melihat pemandangan yang membuat hatinya kembali dilanda rasa kesal. Melirik jam yang menempel di tembok kamarnya sudah menunjukkan pukul 9 malam. Sudah seharusnya untuk dia beristirahat atau nggak melakukan sesuatu yang enak enak.
Tapi kini yang dilihatnya justru meleset dari harapannya. Karena saat ini orang yang seharusnya akan dia ajak enak enak malah asik bercengkerama diatas ranjang mereka dengan kedua makhluk itu.
"Yank --” Panggilnya dengan suara melas. ” Kapan mereka berdua tidur ?”
Cleo yang sedang asik bercanda ria dengan kedua bocah yang ternyata adalah kedua anak Alvian seketika berpaling dan menatap heran pada suaminya yang kini sedang berbaring dipinggir ranjang dengan wajah ditekuk.
”Kenapa kak ? Baru juga jam 9.” Jawabnya santai lalu kembali melanjutkan kegiatannya bersenda gurau dengan sikembar.
”Tapi ini sudah malam baby, nggak baik anak kecil tidur larut malam.” Ujarnya mencoba memprovokasi sang istri.
”Bentar lagi kak, aku masih ingin bersama si kembar. Lihatlah mereka sangat lucu sekali.” Jawabnya sembari menggelitik perut Zyana hingga membuat baby gembul itu tertawa keras.
”Tapi yank ---” Ucapannya seketika terhenti saat melihat tatapan permusuhan yang diberikan oleh Cleo, hingga mau tidak mau dia harus mengikhlaskan kalau malam ini tidak ada perjalanan mendaki bukit seperti malam malam sebelumnya.
Dasar sepupu lucknut..Umpatnya dalam hati.
Disana dia enak enakan pergi bulan madu, disini aku yang sengsara. Nasib punya sepupu lucknut ya begini, Imbuhnya lagi.
Ya, ternyata Alvian menitipkan kedua bayi kembarnya yang hampir menginjak usia 1 tahun itu pada Bian sebagai ganti karena dia sudah membantu memberikan ide brilian pada Bian di saat malam pengantin dulu. Alvian mempunyai ide itu karena sejujurnya dia ingin menghabiskan waktu berdua sementara dengan sang istri tercinta. Karena semenjak kelahiran baby kembarnya, pria itu sangat jarang sekali berkumpul dengan Aira, istrinya.
Dan sekarang pria tampan paripurna itu tengah berada di Negara Paris untuk pergi bulan madu yang kedua kalinya dengan istri tercinta. Menitipkan kedua baby-nya pada adik sepupunya tanpa memperdulikan bagaimana nasib sang adik. Benar benar sepupu lucknut haha.
Bian menghempaskan kembali tubuhnya dengan kasar disisi ranjang dimana ditengah tengah ranjang mereka nampak baby Zayn dan baby Zyana sedang bersenda gurau dengan Cleo tanpa memperdulikan dirinya yang sedang menahan kesal.
Bahkan pria itu dengan gemas mencubit pipi gembul Zayn yang seketika tertawa senang karena merasa kalau uncle mereka akhirnya ikut bermain bersama.
Kau itu sama saja dengan papamu, suka menjahili orang. Bathinnya sambil ikut tertawa karena tingkah menggemaskan sang keponakan gembulnya.
Dan tanpa dia sadari rasa kesal itu secara perlahan menghilang dan diganti dengan rasa gemas. Bahkan dia pun kini ikut bermain bersama dengan dua keponakannya itu hingga perlahan namun pasti mereka bertiga tidur terlelap karena kelelahan bermain.
Cleo tersenyum melihat ketiga orang yang kini secara pasti kehadirannya sudah bersemayam didalam hatinya. Perlahan wanita itu membenarkan posisi tidur si kembar yang tidak beraturan lalu menyelimuti keduanya dengan selimut khusus balita.
Cleo turun dari ranjangnya dan beralih berjalan kesisi ranjang yang lain. Menatap penuh cinta wajah tampan suaminya dengan binar mata bahagia. Dengan sayang diusapnya wajah tampan suaminya lalu mengecup lembut kening Bian yang nampak terlelap. Saat dia hendak berdiri tiba tiba saja kedua mata elang itu terbuka dan menarik tubuhnya hingga kini dia jatuh diatas tubuh kekar Bian.
”Mau kemana ?” Suara berat itu terdengar begitu seksi ditelinganya.
”Ka- kakak belum tidur.” Gugupnya karena ketahuan oleh suaminya akan tingkahnya.
__ADS_1
”Hm..tadinya iya tapi aku terbangun karena ada seseorang yang sudah berani mencuri ciuman dikeningku.” Jawabnya dengan nada menggoda.
”A-- itu aku ---”
”Apa hm ?”
”Kak, ini udah malam aku harus tidur.” Elaknya sambil berusaha melepaskan diri dari dekapan erat suaminya.
”Bukankah ini sudah tidur ? Lalu maksud tidur yang bagaimana menurut kamu hm ?” Jahilnya sembari menaik turunkan alisnya dengan tatapan menggoda.
”A-aku ----”
”Kamu sudah membangunkan sesuatu sayang dan kamu pun harus tanggungjawab."
”Tapi kak ----” Gugupnya dengan wajah panik.
Cleo bukan wanita bodoh yang tidak tahu apa maksud tanggung jawab yang dilontarkan oleh suaminya. Apalagi dia adalah wanita yang sudah menikah jadi tahu betul maksud ucapan Bian. Tapi tetap saja wanita itu masih merasa malu, apalagi saat ini ada si kembar sedang bersama mereka.
"Mumpung si kembar tidur.” Jawabnya singkat lalu dengan cepat membawa tubuh istrinya kedalam gendongannya dan berjalan menuju sofa.
Sementara Cleo hanya bisa pasrah akan sikap mesum suaminya yang selalu tidak pernah bisa menahan gairahnya itu. Dan malam itu terjadilah sesuatu yang memang harus sudah terjadi. Ditengah lelapnya dua bocah kembar Bian nampak bersemangat mereguk keindahan tubuh seksi milik istrinya tanpa kenal lelah.
Di waktu yang sama saat sepasang suami istri tengah larut dalam meneguk indahnya surga dunia, di tempat lain tepatnya di sebuah club seorang gadis nampak termenung sendirian sembari menatap orang orang yang sedang menghibur diri ataupun menghibur satu sama lainnya.
Tanpa memperdulikan suasana hiruk pikuk disekelilingnya gadis itu tetap cuek duduk sendiri ditempatnya dengan ditemani segelas jus jeruk kesukaannya, bukan segelas bir ataupun minuman keras lainnya. Sudut matanya melirik kesebelah kanan dimana dari jarak jauh nampak beberapa orang bertubuh tegap tengah mengawasinya atau lebih tepatnya adalah menjaganya.
Chery, gadis itu sejenak menghela nafas kasar. Niat semula dia datang ketempat ini adalah untuk merilekskan hatinya yang sedang gundah tanpa ada satupun orang yang mengikutinya. Tapi lagi lagi sikap posesif keluarganya begitu mengekangnya, terutama sang kakak sepupunya. Siapa lagi kalau bukan Alvian.
Pria tampan paripurna itu tentu saja tidak ingin terjadi sesuatu pada adik perempuan satu satunya. Yah walaupun hanya sepupu tapi bagi Alvian, Chery melebihi dari sekedar sepupu. Gadis itu terlalu berharga untuk keluarga Nugraha maupun Siregar. Maka dari itu pria itu begitu sangat posesif pada gadis yang akan menginjak usia 22 tahun itu.
”Ada apa ?” Tanyanya dengan kening berkerut saat menyadari ada sosok pria yang berdiri didepannya.
”Apa yang kau lakukan disini ?” Tanya sang pria dengan wajah yang nampak mengeras karena amarah.
Mendengar ucapan pria didepannya yang menurutnya agak aneh baginya tentu saja sontak membuatnya melebarkan matanya dengan wajah bingung. Namun tidak lama kemudian raut wajah bingungnya berubah menjadi tatapan sinis ketika netra indahnya bersitatap dengan mata taja pria didepannya.
”Saya ? Disini ? Itu urusan saya Tuan, anda tidak berhak ikut campur urusan saya.” Jawabnya sinis dengan nada formal yang dia tujukan untuk pria didepannya ini.
Chery dapat merasakan dengan jelas bagaimana aura pria itu berubah menjadi dingin, bahkan dia juga sempat melihat kedua tangan pria itu mengepal erat. Namun sebisa mungkin dia menutupi raut wajah ketakutannya akan amarah sosok didepannya ini.
__ADS_1
”Apa kau tidak tahu kalau tempat ini tidak baik untukmu yang seorang gadis rumahan. Berhentilah bersikap manja dan kekanakan Tuan Putri Nugraha.”
Brakk
Gebrakan keras dimeja tidak lantas membuat pria itu terkejut, dilihatnya raut wajah cantik didepannya yang nampak memerah karena amarah.
”Berhenti mencampuri urusanku, lagipula apa urusanmu mau aku melakukan apapun itu bukanlah urusanmu. Aku juga tidak memintaku untuk datang kesini Tuan yang terhormat.” Ketusnya dengan kilatan amarah dimatanya.
Mengabaikan amarah gadis didepannya ini pria itu langsung menarik lengan Chery dan berusaha membawanya pergi dari tempat terkutuk tersebut.
”Ayo pulang.”
”Apa sih ! Lepas !” Sentaknya keras melepaskan cengkeraman pria itu.
”Kau harus pulang Tuan Putri Nugraha.” Geramnya dengan tatapan tajam terarah pada Chery.
”Di -- !” Panggilnya pada seseorang tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya pada sosok didepannya.
”Ada apa Nona.” Jawab seorang pria tampan dan gagah yang dipanggil oleh Chery.
”Dion, ayo kita pulang. Suruh anak buahmu untuk melarangnya mengikutiku.” Sinisnya lalu berjalan mendahului para pria itu.
”Minggir.” Tegasnya saat melihat tiga orang itu yang sedang menghadangnya.
Dion, sang pemimpin anak buah Alvian itu nampak menatap bingung, dalam hatinya mana yang harus dia pilih. Tapi mengingat bagaimana bos mereka yang mewanti wanti untuk menjaga nonanya dalam keadaan apapun akhirnya membuat Dion lebih memilih menuruti perintah sang Nonanya.
”Maaf Tuan, saya hanya menjalankan perintah. Mohon pengertiannya.” Ucapnya sambil berlalu setelah sebelumnya memberi kode pada tiga anak buahnya untuk menahan pria itu.
TBC
Assalamualaikum..maaf ya say, beberapa hari mam ga update. Menjawab beberapa sahabat yang bertanya kenapa kok mam baru nongol lagi..hihi..jawabannya adalah karena eh karena ponselku rusak...huaaaa
Ya rusak setelah jatuh dijalan dan sekarang demi kalian mam harus memaksa Misua untuk meminjamkan ponselnya. hahaha
Maka dari itu mam mungkin agak lama atau ga jarang update, karena ya gitu ponselnya gantian gays . Makasih yang masih tetap setia menunggu kelanjutan cerita ini ya.
Beberapa bab lagi mungkin tamat dulu. karena mam akan fokus dulu pada cerita babang Alex dan si cantik gesit Mikha..Yang rindu keduanya cung tangan ya..hahaha
Setelah babang Alex selesai lanjut lagi disini..okeh..
__ADS_1
See you next part.