Cinta Untuk Aira

Cinta Untuk Aira
Si Tukang maksa


__ADS_3

Kriiiingg


"Halo selamat siang de..."


"Keruangan saya sekarang."


Cleo membanting kesal telpon yang bahkan dia belum menyelesaikan kata kata yang dia ucapkan saat seseorang diseberang sana dengan seenaknya menutup sepihak panggilan telponnya.


Dalam hati gadis itu mengumpati sosok bos arogannya sembari membereskan pekerjaannya yang bahkan baru sedikit dia kerjakan. Sembari menggerutu tidak jelas yang pastinya dia tujukan pada bos arogannya yang tidak lain adalah Bian, Cleo berjalan menuju ruangan CEO.


Tok


Tok


"Masuk." Suara didalam sana terdengar keras dan datar.


Dengan malas Cleo membuka handle pintu dan melenggang masuk.


"Tuan Memanggil saya."


"Hemm."


Tidak bisakah menjawab dengan kata kata.


Cleo masih sabar menunggu bosnya yang kini malah melenggang kearah sofa lalu duduk dengan santainya disana. Mengabaikan keberadaan Cleo padahal dia sendiri tadi yang menyuruhnya untuk datang keruangannya.


Karena merasa diabaikan cukup lama, membuat Cleo mendesah kesal. Pasalnya saat ini pekerjaannya masih menumpuk dan waktu sudah menunjukkan angka 3 sore hari. Itu artinya waktu bekerjanya tinggal satu jam lagi.


Karena kesal akan sikap Bian yang justru duduk santai tanpa mengatakan maksud tujuannya memanggilnya datang, Cleo memberanikan diri untuk membuka suara. Masalahnya dia sudah berdiri disini hampir 30 menit lamanya, dan itu berarti dia membuang waktunya cuma cuma hanya untuk berdiri dan diam.


"Tuan, jika tidak ada hal penting yang harus dibahas saya minta ijin untuk kembali kemeja saya." Serunya lalu berbalik menuju kearah pintu.


"Siapa yang menyuruhmu pergi dari sini." Suara Bian kini malah terdengar mengesalkan ditelinga Cleo.


Cleo berbalik lalu menatap tajam sepasang mata elang yang kini juga menatapnya.


"Saya rasa tidak ada hal penting disini yang harus dibahas, karena sejak tadi saya perhatikan anda malah terlihat santai. Maaf bukannya saya lancang, tapi saya tidak ada waktu untuk bersantai santai sementara pekerjaan saya masih banyak." Ketusnya dengan nada datar.


"Oh ya ?" Tersenyum sinis dengan pandangan mata menelisik.


Bian berdiri lalu berjalan kearah Cleo, tatapannya masih mengarah tajam pada gadis didepannya ini.


"Kau tidak ada waktu denganku tapi kau mempunyai waktu sangat banyak saat bersama pria lain." Ujarnya sinis.

__ADS_1


"Apa maksud anda ?" Kening gadis itu berkerut dengan raut wajah bingung.


"Kau bahkan mempunyai waktu luang untuk makan bersama dengan Ricko." Ucapnya dengan nada kesal saat mengingat bagaimana akrabnya mereka berdua saat direstoran tadi.


"Itu urusan saya dan anda tidak berhak ikut campur. Maaf saya harus kembali kemeja saya." Ketusnya sambil berbalik lagi.


Belum sempat dia berjalan lengannya sudah ditarik kasar oleh Bian hingga tubuhnya kini terhempas didada bidang pria tersebut. Membuat jantung keduanya berdetak sangat kencang.


Cleo yang langsung sadar diri segera menjauhkan tubuhnya dari tubuh Bian, namun lagi lagi pria itu menarik tubuhnya dan dihempaskan diatas sofa.


"Lepas." Sentaknya kasar berusaha melarikan diri dari cekalan tangan besar Bian.


"Diamlah ! Apa kau tidak lelah berontak terus."


Cleo akhirnya memilih diam dan mengalah, percuma juga memberontak karena tenaganya yang kalah besar dengan tenaga Bian.


"Apa maumu ?" Tanyanya tanpa basa basi.


Bian terdiam namun siapa yang tahu jika sudut bibirnya membentuk lengkungan kecil.


"Temani aku makan, aku belum makan dari tadi." Ucapnya santai sambil menyendok makanan yang Ada didepannya.


Cleo melotot, pria ini susah payah menyuruhnya kesini bahkan sampai bertengkar hanya untuk menemaninya makan saja. Memangnya dia tidak bisa makan sendiri apa.


"Maaf tapi saya sudah ma.....mmmph."


"Mau makan sendiri apa mau aku suapi." Ucapnya dengan nada menggoda.


Cleo yang susah payah menelan makanannya segera merebut sendok yang ada ditangan Bian. Tentu saja dengan muka cemberut.


"Aku bisa makan sendiri." Ketusnya.


Bian tersenyum lalu ikut menikmati makanannya yang memang sengaja dia pesan.


Aku tahu kau belum makan sejak tadi, maaf sudah bersikap kasar padamu.


Cleo segera menghabiskan makanan yang sudah disiapkan didepannya dengan cepat. Dia tidak ingin berlama lama berada satu ruangan dengan orang yang selalu membuat hatinya resah. Apalagi hatinya yang mudah goyah karena sedikit saja perlakuan manis Bian terhadapnya.


Dia tidak ingin niatnya untuk melupakan dan menjauhi pria menyebalkan ini menjadi sia sia jika dia terus terusan berdekatan dengannya.


***


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore dan semua karyawan sudah banyak yang meninggalkan gedung tinggi ini. Namun sepertinya Cleo harus sabar sebentar lagi karena pekerjaannya yang masih belum selesai. Tinggal 1 berkas lagi yang harus dia selesaikan setelah itu dia bisa bernafas lega.

__ADS_1


Sudut matanya yang cantik melirik arloji yang melingkar manis dipérgelangan tangan kanannya. Menghela nafas berat saat sadar jika jam kuliahnya tinggal 45 menit lagi. Dia harus bergegas atau jika tidak dia bisa terlambat, karena pukul 18.30 nanti dia ada pertemuan dengan dosen pembimbing.


Sabar Cle, sebentar lagi.


Dan setelah dua puluh menit bertarung dengan waktu dan pikiran, akhirnya semua pekerjaannya sudah dia selesaikan dengan sempurna. Bergegas dia merapikan semua peralatannya dan menempatkannya ditempat semestinya.


Cleo berlarian keluar dari kantor Bian dengan hati yang ketar ketir. Berharap masih bisa mendapatkan kendaraan. Kepalanya celingak celinguk kekanan dan kekiri berharap ada taxi yang lewat atau apapun itu yang penting sesuatu yang bisa membawanya kekampus.


Bisa saja dia memesan taxi online, namun naas baterai ponselnya low karena dia lupa menchargernya akibat terlalu serius dengan pekerjaannya.


Sepuluh menit menunggu namun taxi tidak kunjung terlihat membuat gadis itu mulai gelisah. Waktunya tinggal sedikit lagi dan dia harus segera sampai dikampusnya. Ditengah rasa gelisahnya tiba tiba muncul sebuah mobil hitam mercy keluaran terbaru.


Kening berkerut dengan wajah bertanya tanya siapa gerangan dibalik kemudi. Namun rasa rasanya dia kenal dengan mobil ini. Dan praduganya terbukti benar saat kepala pria itu nongol dibalik kaca.


"Naik." Singkat dan padat.


Cleo memutar bola matanya mendengar penyataan pria yang mengajaknya namun terkesan memerintah padanya.


"Makasih Tuan, saya menunggu taxi saja."


"Ck, aku bilang naik. Apa aku meminta jawaban darimu ?" Decak Bian dengan wajah kesal karena lagi lagi gadis ini mengabaikan dirinya.


Cleo masih tetap dengan keputusannya, enggan untuk ikut apalagi naik kedalam mobil Bian.


"Cleopatra." Sentak Bian dengan keras. " Aku bilang naik."


Bian dibuat geram sendiri saat gadis itu masih tetap tidak beranjak dari tempatnya berdiri. Dengan segera dia membuka safety beltnya dan berniat untuk menyeret gadis itu masuk kedalam mobilnya.


Namun niatnya terhenti saat tiba tiba ada sebuah motor dengan pengemudinya yang memakai jaket ciri khas seorang ojek online.


"Billa ? Ada apa ?"


Cleo menengok langsung kearah seorang pria yang memanggilnya. Rona cerah langsung terlihat diwajahnya yang cantik saat dia mengenali siapa sosok si tukang ojek online.


"Revan ? Kebetulan kau datang. Bisa antarkan aku kekampus ? Aku harus segera sampai dalam waktu 15 menit. Dari tadi aku menunggu taxi tapi tidak ada satupun yang lewat." Ajaknya buru buru tanpa memperdulikan sosok Bian yang menatapnya dengan nyalang.


"Tapi.." Dia ragu saat sekilas melihat tatapan penuh amarah seorang Bian.


"Ayo cepat Re, aku benar benar terlambat."


Rwvan mengalah dan lebih memilih mengantar Cleo pergi kekampusnya. Masa bodoh dengan pria itu yang kelihatannya sangat kesal dan marah.


Sementara Bian hanya bisa membisu dengan pandangan mata tetap mengikuti laju motor Revan yang semakin menjauh. Dia merasa geram karena tidak sekalipun Cleo berpaling padanya.

__ADS_1


"Kau benar benar membuatku marah Cle."


TBC


__ADS_2