Cinta Untuk Aira

Cinta Untuk Aira
Cleopatra Salsabila


__ADS_3

Assalamualikum...


Mulai dari sini mam Nisharaa akan mengulas tentang Bian sang adik tampan Alvian sekaligus asistennya ya. Cerita Aira dan Alvian masih tetap berlanjut mengikuti cerita sang adik.


Oke segitu aja pengumumannya..Happy Reading guys..dan nikmati ceritanya.


***************


Seorang gadis cantik nampak berlarian menyusuri jalan setapak yang ada digang sempit tempat kontrakannya berada. Pagi ini dia bangun kesiangan gara gara ulah sahabatnya semalam yang mengajaknya ngobrol hingga larut malam. Padahal hari ini adalah hari pertama dia magang dikantor milik papa sahabatnya.


Ditengah tengah jalan sembari menunggu mobil taksi, ponselnya berdering dan menunjukkan nama sang sahabat. Dengan sedikit mendumel gadis itu mengangkat panggilan telpon sang sahabat.


"Ada apa ?" Tanyanya tanpa basa basi, sementara diseberang sana sahabatnya itu sedang tertawa tebahak bahak.


"Galak amat neng, nggak sarapan ya ?"


"Diem lo, semua ini juga gara gara kamu yang ngajakin curhat semalaman suntuk sampai sampai aku harus terlambat bangun."


"Sorry cantik, habisnya cuma kamu orang yang bisa aku ajak curhat. Tahu sendiri aku nggak punya teman curhat, mama sama papa nggak mungkin, kalau ka Bian apalagi, dia bahkan hampir tidak pernah ada dirumah."


"Hah..." Helaan nafas kasar terdengar ditelinga sang sahabat.


"Trus sekarang kamu udah dimana ?"


"Aku masih nungguin taksi Cher, kamu tahu aku bahkan sampai harus memesan taksi padahal sisa uangku tinggal sedikit. Pokoknya aku ga mau tau kamu harus mengganti uangku nanti, kan ini juga gara gara kamu." Decaknya sebal.


Orang yang dipanggil Cher itu terdengar tertawa kembali mendengar gerutuan sahabatnya."


"Siap bos tenang saja, jangan khawatir. Yang penting sekarang gimana caranya kamu cepat datang kekantor papa, waktumu tinggal 30 menit lagi."


"Baiklah."


"Hati hati Cle."


Cleo, tepatnya adalah Cleopatra Salsabila, gadis cantik berusia 21 tahun dengan rambutnya yang sedikit bergelombang dan perawakan tubuhnya yang tinggi semampai. Tubuhnya tidak gemuk dan juga tidak kurus dengan warna kulitnya yang putih bersih namun sedikit menghitam karena terkena teriknya sinar matahari.

__ADS_1


Gadis yang sedari kecil hidup sebatang kara dan tumbuh di Panti Asuhan Mutiara Bunda. Gadis kecil yang kehadirannya didunia ini sangat sangat tidak diharapkan oleh kedua orangtuanya pasalnya mereka menganggap jika dirinya adalah anak pembawa sial. Semenjak kehadirannya kehidupan orangtuanya berubah drastis menjadi tidak beruntung.


Dari sang ayahnya yang dipecat dari pekerjaannya hingga sang ibu yang mengalami gulung tikar akan bisnis kecil kecilan mereka, membuatnya menjadi anak yang selalu dianggap pembawa sial dikeluarganya hingga kedua orangtuanya akhirnya memutuskan untuk membuangnya kepanti asuhan.


Sangat miris bukan ? Bagaimana bisa didunia ini ada anak yang namanya pembawa sial ? Bukankah Allah sudah mengatur rezeki hambanya dengan sedemikian rupa. Tidak ada yang namanya anak pembawa sial, hanya saja mereka yang tidak pernah bersyukur dan selalu menyalahkan anak disetiap kegagalannya.


Sejak saat itu Cleo tidak pernah lagi mengetahui bagaimana kabar kedua orangtuanya, apa masih hidup ataukah sudah meninggal. Dan dia juga tidak mau lagi peduli dengan hal itu, yang dia perdulikan saat ini hanyalah bagaimana caranya dia membantu sang ibu panti untuk menghidupi adik adiknya disana.


Beruntung dia mampu menyelesaikan kuliahnya hingga hampir selesai dan sekarang hanya tinggal menyusun skripsinya saja. Dia juga bekerja paruh waktu direstoran dekat kampusnya untuk membantu kebutuhannya sehari hari dan juga untuk membantu ekonomi ibu panti.


Gadis yang kuliah mengambil jurusan bisnis managemen itu kini nampak menghela nafas panjang saat taksi yang dia tumpangi sudah berada dipelataran kantor papa sahabatnya. Ternyata lamunannya yang panjang tadi membuatnya tidak sadar jika taksi yang dia tumpangi sudah sampai ditempat tujuan. Gadis itu masih terus asik melamun kalau sopir taksi tidak memberitahunya.


BA. GROUP, gedung tinggi menjulang dihadapannya ini nampak berdiri dengan kokohnya, membuat siapapun yang melihatnya berdecak kagum dan pastinya akan merasa bangga jika bisa bekerja disana. Perusahaan besar keempat yang merajai bisnis di seluruh dunia ini adalah perusahaan milik Barra, papa dari Alvian yang kepengurusannya diserahkan seluruhnya pada sang adik, yaitu Tuan Adi Nugraha. Perusahaan yang bergerak dibidang properti dan pariwisata.


Cleo bergegas masuk saat melihat jam yang ada dipergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 8 kurang sepuluh menit. Itu artinya waktu dia tinggal sepuluh menit lagi, dia harus bergegas atau dia benar benar terlambat.


"Cle..." Panggil Cherry yang sudah berdiri didepan pintu ruangan papanya.


Gadis itu nampak anggun dengan gaun putih lengan pendeknya dan panjang menjuntai dibawah dengkul. Senyum menghiasi wajah cantiknya melihat kedatangan sahabatnya yang nampak sedikit berantakan. Sepertinya gadis itu merasa senang dengan keadaan sang sahabat.


"Papa sudah menunggumu didalam."


"Kamu selalu cantik dan sempurna Cle." jawabnya jujur dia tidak bohong, dalam keadaan apapun sahabatnya itu selalu terlihat cantik dimatanya.


"Kamu ini." Cebiknya lalu mengikuti langkah Cherry masuk keruangan Direktur.


" Selamat pagi Tuan." Sapanya formal.


Tuan Adi mendongak lalu tersenyum menyambut kedatangannya.


"Masuk Cle, panggil saja Om seperti biasanya." Pintanya pada sahabat putri kesayangannya itu.


"Baik Om." Jawabnya sembari duduk didepan Tuan Adi.


"Jadi bagaimana ? Apa kamu menerima tawaran Om ? Karena hanya posisi itu yang saat ini kosong."

__ADS_1


"Apa tidak ada posisi yang lain Om ? Saya hanya tidak enak dengan karyawan lain jika langsung ditempatkan sebagai sekretaris pribadi."


"Tapi bakat dan kemampuanmu memang sangat cocok diposisi ini Cle, Om sudah membaca semua berkas pengajuanmu. Dan Om rasa memang posisi ini yang sangat cocok untukmu."


Cleo menghela nafas panjang lalu mengangguk tanda setuju, tidak ada pilihan lain daripada skripsinya tidak lolos dia harus menerima tawaran ini.


"Baiklah karena kamu sudah setuju, kamu bisa langsung bekerja mulai hari ini. Om mau kamu pelajari berkas ini dan siang nanti kamu langsung ikut meeting diluar dengan Om."


"Baik Om."


Setelah berpamitan pada Tuan Adi dan juga sahabatnya, Cleo undur diri menuju ruangannya, mulai sibuk membaca dan mempelajari berkas berkas bahan untuk meeting penting siang nanti. Tidak terlalu sulit untuk Cleo yang notabenenya memang berotak pintar, hanya butuh waktu satu jam untuk dia benar benar memahami berkas tersebut.


Hingga waktu menunjukkan jam makan siang, Cleo segera bergegas menuju ruangan Om Adi sekaligus bosnya. Tidak ingin membuat bosnya menunggu pasalnya ini adalah hari pertama dia magang, membuat langkah Cleo terburu buru dan tidak memperhatikan sekitar, hingga....


Brukk


"Astaga." Seru sebuah suara yang dia pastikan berjenis kelamin laki laki, tapi aneh kenapa dia seakan kenal dengan suara itu.


"Apa kamu tidak bisa memperhatikan jalanmu ?" Sentak orang itu dengan wajah tertunduk mencoba membersihkan tubuhnya dari debu karena dia sempat terjatuh.


Cleo panik, ini hari pertama dia magang tapi sudah melakukan kesalahan, bergegas gadis itu membungkukkan badannya, setelah itu mendongak mencoba melihat sosok orang yang ditabraknya.


"Maaf tu,,,,kak Bian ?"


Kaget itu yang saat ini terjadi, dia terkejut karena orang yang dia tabrak adalah orang yang selama ini memenuhi hatinya sekaligus orang yang dia hindari pertemuannya. Terlalu banyak kata kata dan sikap pria ini yang selalu membuatnya merasa sakit dan juga minder bersamaan.


Dan sekarang pun dia bisa melihat bagaimana tatapan pria tampan itu langsung berubah dingin dengan rahangnya yang sudah mengeras.


"Kamu ! Kenapa setiap aku melangkahkan kakiku selalu bertemu denganmu. Dan hari hariku langsung berubah sial tiap bertemu denganmu. Tidak bisakah kamu menjauh dariku ? Kalau perlu menghilanglah kamu dari kehidupanku dan juga keluargaku. Aku tidak ingin nasib keluargaku menjadi sial jika berdekatan denganmu, dan satu lagi awas saja jika adikku sampai kenapa napa karena berteman dengan gadis pembawa sial sepertimu." Sarkasnya tanpa perduli jika kata katanya itu menyakiti gadis tersebut, Bian langsung berbalik dan berjalan menuju ruang papanya.


Tes


Airmata gadis itu menetes dengan tidak tahu malunya, mengalir dengan deras membasahi dua pipi putihnya. Sakit...tentu saja hatinya sakit mendengar makian dari orang yang sangat dia cintai. Namun dia berusaha untuk tidak memasukkannya lebih dalam dihatinya, saat ini ada yang lebih penting dari sekedar makian laki laki itu, yaitu ibu panti dan juga adik adiknya.


"Semangat Cle, anggap saja angin lalu seperti biasanya. Tiga bulan, kau hanya butuh waktu tiga bulan, setelah itu kamu bisa pergi dari kehidupan keluarga Nugraha." Lirihnya berucap seakan mencoba menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


Dengan lesu gadis itu berjalan menuju ruangan bosnya setelah sebelumnya merapikan berkas berkasnya yang sempat tercecer dilantai akibat insiden tabrakan tadi.


TBC


__ADS_2