Cinta Untuk Aira

Cinta Untuk Aira
Permintaan Frans


__ADS_3

Senyuman yang tadinya mengembang dengan sempurna kini secara perlahan mulai surut dan wajahnya kembali datar ketika Frans menyebutkan nama seseorang yang membuat moodnya selalu menjadi buruk. Tatapan Bian berubah tajam dan sinis, dan Frans menyadari akan hal itu.


"Apa wanita itu menyuruhmu kemari untuk membujukku setelah dia sendiri gagal dengan usahanya itu ?" Tanya Bian dengan seringaian sinis.


"Tidak --" Jawab Frans singkat dan tegas.


Dahi Bian berkerut mendengar jawaban tegas lelaki didepannya itu.


"Lalu ? Apa yang membuatmu sampai mendatangiku Frans ? Aku pikir kau pasti punya alasan kuat bukan ?"


Frans tersenyum, lalu meraih gelas jusnya dan meminumnya sedikit.


"Aku datang kesini justru ingin meminta bantuanmu." Jawabnya santai yang mana malah membuat Bian semakin berkerut bingung.


"Maksudmu ?"


Frans menegakkan tubuhnya lalu mulai memasang wajah serius.


"Bi, aku tahu apa yang dilakukan Sherina pada kekasihmu. Aku juga tahu dia adalah gadis yang sangat keras kepala, tapi percayalah dia sebenarnya adalah gadis yang sangat baik."


"Apa maksudmu mengatakan semua ini padaku ? Apa kau bermaksud memprovokasiku supaya aku merasa simpatik padanya ?!" Ketus Bian.


Frans terkekeh pelan mendapati Bian yang mulai terbawa nafsu emosi.


"Kau itu cepat sekali marah Bi, padahal aku belum selesai bicara."


Decakan kesal terdengar keluar dari bibir Bian saat Frans justru meledeknya.


"Katakan saja apa maksud tujuanmu, kau itu terlalu bertele tele." Ketusnya kembali dengan rasa penasaran yang cukup tinggi sebenarnya.


"Baiklah ( menjeda kata katanya sembari mengeluarkan helaan nafas panjang ) Aku hanya memintamu untuk tidak bersikap kasar pada Sherina kedepannya walaupun dia mungkin akan menyakiti kekasihmu dengan kata katanya yang pedas. Tolong percayapah padaku. masalah Sherina aku yang akan menanganinya. Aku hanya ingin kau menahan emosimu dengan tingkahnya yang menurutmu sangat menyebalkan. Tolong turuti apa saja kemauannya, namun jangan khawatir aku akan selalu ada dibelakangmu dimanapun kalian berada. Aku akan selalu mengawasinya dan akan aku pastikan tidak akan terjadi sesuatu pada kekasihmu."


Bian terdiam namun dia mencerna lebih dalam kata kata Frans, pria itu melihat ketulusan dari setiap ucapan yang dilontarkan pria didepannya ini. Dan jujur itu sedikit membuatnya lega, karena setidaknya Frans tidak akan membiarkan Sherina bertindak terlalu jauh.


"Apa perkataanmu bisa dipercaya ? Karena kau tahu aku orang yang paling tidak suka jika ada orang lain yang menyakiti orang orang terdekatku, apalagi itu adalah wanitaku." Cetus Bian dengan nada tegas.


"Kau bisa memegang ucapanku." Jawabnya tidak kalah tegas.

__ADS_1


Bian menghela nafas panjang, sungguh masalah yang menerpanya mungkin akan agak rumit, tapi setidaknya dia bisa sedikit bernafas. Akan ada Frans kedepannya yang akan selalu siap membantunya.


"Kenapa kau melakukan semua ini Frans ? Aku rasa apa yang kau lakukan ini bukan semata mata karena rasa tanggung jawabmu saja. Apa kau mencintainya ?" Selidik Bian.


Frans lagi lagi hanya tersenyum.


"Bi, aku rasa semua pria akan bertindak sama seperti kita berdua saat wanita yang kita cintai terancam bahaya."


"Apakah sudah lama ? Maksudku perasaanmu ? Kenapa kau tidak mengatakan perasaanmu itu padanya tapi malah menyimpannya rapat rapat. Kau itu sangat bodoh." Umpatnya.


Frans tertawa terbahak bahak mendengar umpatan Bian yang ditujukan padanya.


"Bisa dikatakan aku pria seperti itu Bi, bagiku cinta itu tidak selamanya harus memiliki. Dengan melihatnya bahagia itu sudah cukup bagiku. Aku mencintainya dengan caraku sendiri, melindunginya dan selalu menjaganya. Tidak perduli dia membenciku ataupun selalu menghinaku. Melihatnya tersenyum dan bahagia saja itu sudah membuatku bahagia."


"Kau itu bucin sekali." Ketusnya lagi.


"Seperti kau tidak saja." Balasnya dengan senyuman penuh ejekan.


Mendengar itu Bian terdiam dan kini malah membayangkan wajah cantik Cleo yang selalu terbayang bayang di ingatannya. Membayangkan senyumnya, dan wajah kesal gadis itu ketika dia menjahilinya, membuatnya tanpa sadar malah asik senyum senyum sendiri.


Aku jadi merindukannya


Pria tampan itu berdecak kesal, membuat Frans diam diam menahan tawa.


"Kau itu membuatku kesal saja." Sungutnya.


"Sepertinya kau sangat mencintainya Bi ?" Tanya Frans kemudian yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Bian.


"Sangat mencintainya, bahkan aku begitu menyesal karena sempat melukai hatinya demi menutupi perasaanku yang begitu menginginkan dirinya waktu itu." Ucapnya dengan wajah penuh penyesalan ketika mengingat perlakuannya dulu yang begitu kejam melukai hati Cleo.


"Tapi kan yang penting sekarang kau sudah berubah bukan ?"


"Ya, dan aku bersyukur karena sampai saat ini dia masih kuat bertahan disisiku."


Frans memandang lekat wajah Bian yang nampak memancarkan sinar bahagia saat membicarakan wanitanya.


"Lalu apa kau tidak mempunyai niat untuk berkata jujur padanya ?" Tanya Frans dengan Bibir tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Maksudmu ?" Dahinya berkerut bingung dengan maksud pertanyaan Frans.


"Bi, aku tahu apa yang sudah terjadi padanya selama ini. Tentang masa lalunya, penyakitnya dan juga kakaknya. Apa kau tidak mau mengatakan semua rahasia ini padanya. Aku hanya takut sesuatu akan terjadi, akan lebih mudah urusannya kalau dia mengetahuinya langsung darimu. Jangan sampai orang lain yang memberitahunya. Kau tahu bukan bagaimana rasanya kalau kita dibohongi oleh orang terdekat kita, apalagi kalau orang itu adalah orang yang sangat kita cintai. Jangan sampai dia kembali membencimu Bi." Ucap Frans dengan mimik muka serius.


Bian termenung mendengar perkataan Frans yang menurutnya memang benar. Selama ini dia tidak pernah berpikir sampai kearah sana. Apa yang dikatakan Frans memang benar, bagaimana kalau Cleo sampai membencinya karena memgetahui kalau Bian menyembunyikan rahasia besar ini darinya.


Membayangkannya saja membuatnya sangat takut, apalagi kalau itu semua sampai benar benar terjadi. Bayangan wajah Cleo yang menatapnya dengan sorot mata kebencian saat ini menari nari dikepalanya.


"Kau benar Frans, aku tidak akan sanggup menerima kebenciannya. Aku akan mencari waktu yang tepat untuk mengatakan semua kebenaran ini padanya."


"Itu bagus, dan aku harap secepatnya. Jangan sampai keduluan oleh orang lain Bi." Jawab Frans disertai senyuman tipis. "Baiklah sepertinya urusan kita sudah selesai, aku juga harus kembali kekantor sekarang."


Bian mengangguk lalu keduanya beranjak keluar dari restoran dan masuk kemobil masing masing.


Dilain Tempat


Cleo yang saat ini sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan bersama dengan sahabatnya, Chery. Kedua gadis cantik itu nampak sangat antusias berburu barang barang diskonan. Raut wajah mereka nampak terlihat sumringah walau terlihat sekali gurat kelelahan diwajah keduanya.


Cleo menoleh kesana kemari mencoba mencari sahabatnya yang mendadak menghilang dari sampingnya. Saat ini dia sedang berada disebuah gerai pakaian yang terbilang cukup branded bagi ukuran kantongnya. Karena saking asiknya dia melihat lihat label harga, gadis itu sampai tidak memperhatikan kalau sahabatnya itu sudah berpindah tempat.


Maklum, bagi dia yang termasuk golongan rakyat jelata, melihat diskonan untuk barang barang yang dia inginkan, pasti menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri.


Walau sebenarnya dia mampu untuk membeli pakaian dengan harga yang terbilang cukup wow, tapi rasanya dia tidak rela membuang uang hanya untuk selembar pakaian, pikirnya. Bahkan Cleo bisa saja menggunakan kartu ajaib yang diberikan kekasihnya waktu itu, tapi ya itu balik lagi. Dia bukan tipe gadis yang suka memanfaatkan kesempatan ataupun gadis yang suka menghambur hamburkan uang.


Dia tidak ingin dicap sebagai gadis matre yang hanya mengincar harta Bian saja. Karena tanpa itu semua, dia sudah menerima Bian apa adanya. Bahkan mungkin kalau seandainya pria tampan itu hanyalah seorang gembel sekalipun, rasa cintanya tidak akan pernah berkurang.


Cleo menghela nafas panjang sembari menghentikan langkahnya. Dia sudah terlalu lelah berjalan kesana kemari mencari keberadaan sahabatnya yang saat ini entah berada dimana.


Dia itu sebenarnya manusia bukan sih ? Menghilang cepat sekali.


"Well...coba lihat siapa yang sedang berdiri ditempat yang seharusnya bukan tempatnya ini. Seorang gadis j*****g namun misquinn tapi mencoba menjadi seorang putri cinderella. Ck ck ck."


Suara nyaring seseorang yang terasa agak familiar ditelinganya bergema sangat keras ditempatnya berdiri saat ini. Membuat beberapa tamu dan juga karyawan toko serentak menoleh kearahnya. Cleo pun seketika langsung berbalik kebelakang dimana disana berdiri dua orang yang saat ini menatap padanya dengan sorot mata mencemooh.


"Anda --"


TBC

__ADS_1


Terima kasih yang sudah setia menunggu mam kembali ya..sungguh aku sangat terharu sekali..


__ADS_2