
Chery gadis cantik dengan potongan rambut lurus sebahu itu, kini tengah asik memilah milih barang barang branded yang nampak memilaukan mata, apalagi jika barang tersebut ada label diskonan. Dengan riang dia berjalan kesana kemari dengan mata berbinar, melupakan keberadaan sahabat baiknya yang kini mungkin tengah kebingungan mencarinya.
Entah kenapa shopping adalah salah satu hobi berat gadis berlabel manja tersebut. Bahkan kedua orangtuanya sangat memanjakan dirinya. Belum lagi kedua kakaknya, Bian dan juga Alvian. Walaupun Alvian hanyalah saudara sepupu, tapi pria tampan itu begitu menyayangi adik sepupu perempuannya itu.
Waaaaahhh..hampir semua tas dan sepatu yang aku inginkan lagi diskon besar besaran ini. Aku sampai bingung mau beli yang mana. Apa aku borong saja ya.
Gadis cantik itu nampak berjingkrak jingkrak kegirangan layaknya anak kecil. Wajahnya terus menampilkan raut wajah ceria menatap tas didepannya yang tertempel label diskon.
Aneh tapi nyata, dialah Chery gadis yang hobbynya shopping dan jalan jalan. Apa yang dia inginkan selalu di turuti oleh keluarganya, maklum dia adalah satu satunya princess di keluarga Nugraha maupun Siregar. Maka tidak aneh kalau orangtua dan kedua kakaknya sangat memanjakannya.
Tapi yang lebih aneh adalah walaupun dia terlahir dari keluarga sultan, dia hobby berburu barang barang diskonan. Padahal harta keluarganya tidak bakalan habis sampai 7 turunan kalau dia membeli 10 barang branded sekalipun.
Tapi itulah Chery, satu kelebihan gadis itu adalah dia bukan tipe orang yang gengsi ataupun membeda bedakan status. Semua orang menurutnya sama saja kedudukannya. Bahkan siapa sangka jika putri sultan itu sering sekali makan makanan pinggir jalan dengan duduk lesehan tanpa merasa jijik sekalipun.
Puk
Sebuah tepukan pelan mendarat dipundaknya saat dia tengah asik memilih tas tas yang akan dia beli. Seketika gadis itu menoleh kebelakang dan betapa terkejutnya dia dengan sosok orang yang saat ini berdiri dibelakangnya dengan kedua tangan yang sudah berkacak pinggang.
"Cheryandra Nugraha ! Apa yang sedang kau lakukan disini."
"Ma..ma --" Cengirnya dengan raut wajah tak berdosa.
"Ck, dasar anak nakal." Gerutu wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik diusianya yang sudah tidak muda lagi itu.
Mira Nugraha, mama Chery nampak menggelengkan kepalanya melihat putri cantiknya yang sedang asik berburu barang diskonan.
"Kamu itu..mama bahkan bisa membelikanmu yang aslinya sayang. Kenapa sih harus beli yang diskonan begini, bikin malu aja." Gerutunya.
Melihat mamanya memggerutu dengan cepat gadis itu menghampiri Nyonya Mira dan merangkul lengannya manja.
"Mamaku sayang yang paling cantik sedunia jagat raya ini. Kita itu harus mencintai produk produk Indonesia. Tas ini bagus loh ma, walaupun ga semahal yang aslinya tapi lihatlah kualitasnya pun tidak kalah bagus sama yang aslinya. Udah gitu coraknya yang bikin tas ini mempunyai nilai jual yang sangat tinggi." Ujarnya sembari memperlihatkan ukiran batik khas ibukota yang ada di tas tersebut.
"Ya ya deh, terserah kamu saja yang penting itu tas jangan sampai mubadzir. Ingat cari uang itu susah, diluaran sana masih banyak orang yang kurang beruntung seperti kita."
"Siap bos." Ujarnya sembari memberi hormat dengan menempelkan telapak tangannya di samping kepala.
"Mama kesini ngapain ?" Tanyanya lagi.
__ADS_1
"Mama lagi nemenin papa sama paman kamu sayang."
"Lalu dimana mereka ma ?"
"Masih di ruangan meeting, kamu kan tahu mama paling malas kalau menunggu. Makanya mama berkeliling sebentar, eh ga taunya malah ketemu princess mama yang paling cantik ini."
Chery tersenyum manis mendengar pujian dari sang mama. Dengan cepat dia mencium pipi sang mama dengan kasih sayang.
"Ngomong ngomong kamu sama siapa ?"
"Aku sama cl...astaga Cleo ma." Paniknya saat sadar kalau dia sudah meninggalkan sahabatnya itu.
"Kenapa ? Apa yang terjadi sama calon menantu mama ?" Ikut panik saat melihat wajah panik putrinya.
"Hehe..aku meninggalkan dia di gerai baju sebelah sana ma."
"Astaga, kamu itu benar benar nakal ya. Ayo kita susul dia, pasti calon kakak iparmu itu kebingungan mencarimu saat ini."
Keduanya lalu berjalan menuju gerai pakaian dimana Chery meninggalkan Cleo. Suasana di dalam masih sangat ramai, karena sepertinya ada yang sedikit berbeda. Kali ini orang orang disana nampak ramai seperti sedang mengerubungi sesuatu. Dan itu membuat dua wanita beda usia itu nampak mengernyitkan keningnya bingung.
"Hm, ayo kita lihat."
Bergegas menuju tempat dimana orang orang nampak berkerumun seakan sedang menonton sebuah pertunjukan. Dengan susah payah, akhirnya kedua wanita beda usia itu bisa berhasil mencapai tempat kejadian.
Dan pemandangan yang mereka lihat sukses membuat keduanya membelalak sempurna. Disana nampak seorang wanita cantik tengah terduduk dilantai sembari menangis. Tapi yang membuat mereka terkejut bukan pada sosok wanita yang saat ini sedang terduduk dilantai, melainkan pada sosok gadis lainnya yang tengah berdiri didepan wanita itu dengan ekspresi wajah tenang.
Cleo, bathin Chery.
"Ada apa ini ?"
Suara lembut namun tegas milik Nyonya Nugraha itu mampu membuat semua orang berpaling menatap dirinya, tidak terkecuali Cleo dan dua wanita yang saat ini memojokkannya. Sontak saja pegawai gerai itu langsung menunduk hormat pada istri pemilik pusat perbelanjaan dimana tempat mereka bekerja.
"Ma --"
"Tante Mira." Pekik Sherina memotong ucapan Cleo yang hendak memanggil ibu dari kekasihnya itu.
Sherina langsung bergegas berjalan menghampiri ibu dari Bian, dan ini kesempatan emas yang dia dapatkan. Dan tentu saja dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
__ADS_1
"Katakan padaku ada apa ini ? Kenapa semua orang berkerumun seperti ini. Kalian seperti bukan orang yang berpendidikan saja, apa kalian pikir kejadian seperti ini layak dijadikan tontonan hah." Hardik Nyonya Nugraha dengan sorot mata tajam.
Sungguh di kala sedang serius seperti ini, wanita lembut itu bisa berubah menjadi sosok hewan buas yang siap menerkam mangsanya.
Salah satu pelayan toko bergerak maju menghampiri wanita paruh baya itu dengan kepala tertunduk.
"Maaf Nyonya sudah membuat anda merasa tidak nyaman."
"Bubarkan semua orang dan jangan sampai ada satu orang pun merekam kejadian ini. Kau mengerti."
"B-baik Nyonya." Jawabnya gugup pasalnya saat ini wanita paruh baya didepannya sedang dalam keadaan mode bahaya untuk dilawan.
Dengan segera pelayan tadi yang dibantu dengan salah satu security disana membubarkan kerumunan orang dan tidak lupa memberi peringatan untuk tidak merekam kejadian ditempat tersebut. Tentu saja dengan sebuah ancaman yang tidak main main. Dan orang orang yang disana pun tanpa perlawanan sedikitpun, segera meninggalkan gerai pakaian tersebut daripada nanti mereka ataupun suami mereka yang kena imbasnya.
"Kamu --" Tunjuknya pada Sherina.
"Tante kenalkan saya Sherina, rekan bisnis Bian sekaligus kekasihnya." Jawabnya dengan pede.
Uhuk
Nyonya Nugraha mengerutkan keningnya sembari melirik pada calon menantunya, Cleo. Sementara Chery, gadis itu langsung tersedak minuman yang baru saja masuk ke tenggorokannya.
"Apa kau bilang ? Kau kekasihnya kakakku ?"
Sherina menganggukkan kepalanya dengan mantap sembari tersenyum penuh kemenangan dan ekor matanya melirik sinis pada Cleo.
Lihat saja, aku menang satu langkah didepanmu gadis sialan. Nyonya Nugraha pasti akan merestuiku daripada kau yang hanya seorang gembel.
Sementara yang dilirik hanya mengurai senyum kecil dengan ekspresi wajah tenang. Gadis itu menggelengkan kepalanya ketika melihat Chery yang hendak menghampirinya.
Seakan mengerti dengan isyarat sahabatnya, Chery pun membatalkan niatnya yang hendak menuju kearah sahabatnya itu.
"Apakah yang kau katakan itu adalah benar ? Kau kekasih putraku ?" Tanya Nyonya Nugraha dengan sorot mata yang tajam.
"Tentu saja tante." Jawabnya mantap dengan disertai senyum sinis saat ekor matanya bertubrukan dengan Cleo.
TBC
__ADS_1