Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 43


__ADS_3

Tiba sudah waktu acara pelantikan Shakeil.


Dan siang ini,keluarga Shakeil beserta Ave akan berangkat ke Magelang.Mereka sengaja tidak memberi tahu kepada Shakeil jika mereka akan menginap.


Mereka menginap disalah satu hotel yang terletak tidak jauh dari tempat pendidikan Shakeil.


Andri dan Amel akan memakai baju batik couple yang membuat keduanya sangat serasi.


Dody,Hana dan putra mereka juga akan memakai baju batik couple satu keluarga,membuat Ave sedikit iri.Bagaimana tidak,hanya dia yang tidak memiliki pasangan disini.


Hingga sampai saat ini Ave masih belum memberi kabar jika ia akan datang.


Terakhir bertukar kabar dengan Shakeil ialah 3 hari yang lalu.Itupun hanya memastikan kabar jika tugas kampusnya menyita seluruh waktunya.


Sehingga ia tidak bisa datang.


Malam ini,saat mereka sedang makan malam,Andri mendapat pesan dari Shakeil yang meminta agar yang menemuinya cukup Dody dulu.


Sedangkan ia dan Amel diminta menemui Soga yang tidak didatangi keluarganya.


Meskipun sedikit bingung,tetapi mereka menuruti apa maunya Shakeil saja.


“Aneh banget sih si Shakeil.”Gumam Andri.


“Kenapa pa?”Tanya Dody.


“Itu si Shakeil besok minta papa sama mama untuk menemui Soga dulu,katanya dia cukup ditemui kamu sama Hana dulu “Jelas Andri.


Dody juga ikut berpikir kenapa Shakeil meminta hal sedemikian.


‘Itu karena bang Soga tidak ada kerabat yang datang.Bahkan keluarganya pun kagak ada yang tahu kalau dia ada disini.Sungguh kasihan sekali dia.Kedua orang tuanya sibuk dnegan kesibukan mereka masing-masing.Hingga melupakan seorang Soga.’Pikir Ave dalam hati.


Tapi tidak mungkin ia utarakan secara langsung,ia takut mereka akan salah paham dengan mengira yang tidak-tidak.


Pada nyatanya,ia hanya menjalin pertemanan dengan Soga.Seperti dengan Theo.Meskipun sedikit lebih akrab dengan Soga.


Dan kebetulan,Soga mau berbagi cerita perihal hal ini.


Keesokan harinya,Ave memakai dress brukat selutut terusan berwarna biru dongker dan lengan ¾.


Lalu ia memakai strappy shoes berwarna senada dengan dresssnya.


Bentuk tubuh Ave yang ramping dan kakinya yang jenjang membuat penampilan Ave terlihat semakin sempurna.Ditambah tas warna hitam yang ia sampirkan dipundak kanannya.


Berharap saja Shakeil tidak akan ngiler karena melihat penampilan Ave.


Acara dimulai saat matahari sudah mulai naik diatas kepala.Entah apa tujuannya,tetapi sumpah suasana sangat panas hari itu.


Ave sudah menyiapkan satu buket bunga untuk Shakeil.Sejak pagi ia sudah senyum-senyum tidak jelas karena ia akan memberi kejutan untuk Shakeil.


“Jangan senyum-senyum nggak jelas gitu.Ntar dikira orang gila ucul sampe sini.”Ledek Dody.Ia tahu betul jika calon adik iparnya ini sangat bahagia bisa menyaksikan keberhasilan adik kandungnya.


Apalagi ia juga menjadi saksi serta menemani seornag Shakeil dari nol hingga berhasil seperti ini.


Mendapat teguran itu Ave langsung emmasang wajah cemberut.Sejak pagi pula Dody terus meledeknya karena Ave menyiapkan penampilannya dengan sangat semangat.


“Bang Dody mah gitu.”Gerutu Ave sbil mengerucutkan bibirnya.


“Anggap aja angin lewat.”Sahut Hana.Ave tersenyum lebar mendengar jika Hana membelanya.


Acara berlangsung lama.Hingga Ave merasa dirinya kering karena menunggu acara selesai.


Dan setelah beberapa jam(maapkeun author yang juga kagak tahu berapa lama acara pelantikan itu) acara selesai.Mereka para taruna dan taruni selesai dilantik dan sudah siap menjalankan tugas mereka.


Seluruh anggota keluarga diperbolehkan untuk menemui para taruna/taruni.


Seperti yang diminta Andri dan Amel menemui Soga.Sedang Dody dan Hana,serta Ave menemui Shakaeil.

__ADS_1


Tak perlu waktu lama,Dody sudah menemukan tempat Shakeil sedang berdiri tegak.


Ia terlihat lebih gagah dari dulu sewaktu masih SMA.Meskipun jujur saja,ia sedikit menghitam.Mungkin karena seringnya berada dibawah terik matahari.


Dody dan Hana langsung memeluk Shakeil.Dody bahkan sampai meneteskan air mata.


Ia tak percaya adik manjanya kini sudah menjadi seorang angkatan.


Seusai Dody,giliran Hana yang memeluk adik iparnya itu.


“Hello boy.”Sapa Shakeil pada bocah berumur kurang dari 3 tahun itu.


Jujur saja,dalam hati Shakeil masih berharap agar Ave datang kesana dan memberinya kejutan.Tetaoi setelah celingukan dia tidak mendapati sosok pujaan hatinya,wajah yang awalnya ceria langsung berubah sendu.


Ia menunduk kebawah.Impiannya untuk sukses disaksikan oleh gadis yang menemaninya sejak nol ternyata tidak pernah kesampaian.


Saat Shakeil sedang menunduk,Ave langsung berdiri didepan Shakeil.Wajahnya ia tutupi dengan sebuket bunga berukuran besar itu.


Dody menepuk pundak Shakeil agar tak memperlihatkan kesedihannya itu.


Tepat saat ia mendongakkan wajahnya,ia disuguhi buket bunga berwarna putih besar itu.


Ia mengernyitkan alis.Bingung.Kenapa bunga itu ada didepannya.


Tak mau berlama-lama Ave mengintip wajah Shakeil dengan menggeser sedikit buket bunga yang menutupi wajahnya itu.


Mata Shakeil membulat sempurna begitu melihat wajah gadis yang sangat ia harapkan itu.


Apalagi senyum seorang Ave yang sungguh luar biasa manisnya.Ditambah Ave yang terlihat berkali-kali lebih cantik dari biasanya,dan terakhir kali mereka bertemu.


Shakeil langsung merebut buket bunga itu dan memeluk Ave.


Sedikit mengangkat tubuh Ave dan mengajaknya berputar-putar.Siapa juga yang melihat kejadian itu pasti tahu jika Shakeil teramat mencintai seorang Ave.Begitu pula sebaliknya.


Disisi lain,Soga sangat bahagia karena kedua orang tua Shakeil menemuinya terlebih dahulu.Bukan Shakeil yang merupakan anak kandung mereka.


Ia bahkan sampai meneteskan air mata karena terharu.


Sehingga ia lebih baik tidak mengundang sekalian.


Ia memeluk kedua orang tua Shakeil erat.Apalagi saat Amel yang memeluknya.Ia sangat bahagia.Ia snagat merindukan pelukan seorang ibu.


Kembali lagi keShakeil dan Ave


Cukup lama Shakeil memeluk Ave.Menyalurkan rasa rindu yang sudah lama ia pendam.


“Cantik banget sih.”Pujinya begitu pelukannya ia lepaskan.Ave tersenyum malu mendengar pujian itu.


“Mentang-mentang udah ada Ave.Papa sama mamanya dilupakan.”Ucap Andri yang sudah berada dibelakang Shakeil.


Shakeil seketika berbalik dan memeluk kedua orang tuanya.Bahkan Shakeil mencium kaki ibunya sebagai rasa terimakasih karena sudah dilahirkan kedunia ini.


Disaat Shakeil sedang mencium kaki ibunya,Theo datang bersama keluarganya.Tak lupa tunangannya yang sekarang sudah bekerja.


Ia juga melihat Soga yang sepertinya usai menangis.Mungkin karena terharu.


"Cie bang Soga yang habis nangis."Ledek Ave.


Soga mendengus kesal karena anak itu suka sekali meledeknya dan tidak peduli tempat.Theo sendiri langsung melihat kearah Soga.Dan benar saja,matanya terlihat merah dan sangat jelas jika itu karena usai menangis.


“Selamat ya bang Theo.”Ucap Ave lalu memeluk sekilas Theo.


“Makasih bocah.”Jawab Theo smabil mengacak rambuk Ave.


Ave buru-buru menepis tangan jahil Theo.Ia memberengut kesal karena dandanannya sedikit berantakan karena ulah Theo.


“Congrats bang Soga yang nggak tampan-tampan amat.”Ucap Ave lagi memberi semangat Meski diakhir kalimat ia masih sempat meledek Soga.

__ADS_1


“Ck.Lo mau ngibullin gue atau ngasih selamet ke gue?”Jawab Soga kesal.


“Dua-duanya lah.Selamet ya bang.”Ucap Ave lagi lalu memeluk sekilas Soga.


Deg


Soga merasakan rasa terlarang itu.Tapi ia segera menyadarkan dari kesalahannya itu.


Ave lantas melihat keluarga Theo dan mengajak mereka bersalaman.


“Ave om tante.Temennya bang Theo.”Ucap Ave memperkenalkan diri.


“Ceh.Teman?Sejak kapan?”Sahut Theo mencoba membuat Ave kesal.Tapi sayang,Ave tidak peduli sama sekali.


“Mbak kok mau sih sama makhluk macam bang Theo.Kasihan mbaknya.Cantik pinter nggak kayak dia.Zonk.”Ucap Ave tak peduli dengan ucapan Theo dan justru mengajak tunangan Theo bersalaman.


"Maaf om tante.Kita becandanya emang sepeti ini."Sahut Siga karena melihat tatapan bingung dari kedua ornag tua Theo.Ave langsung merasa tak enak hati.Ia tersneyum kikuk kearah orang tua Theo.


“Dijodohkan.”Jawabnya lembut.


Untuk sesaat mereka masih diam mencerna jawaban gadis itu.Tapi detik berikutnya Soga dan Ave langsung terbahak mendengar ucapan tunangan Theo.Nyatanya apa yang dikatakan tunangan Theo berbeda dengan apa yang Theo ucapkan.


“Bangun oy.Tidur Lo terlalu nyenyak.”Ucap Ave sambil menepuk pundak Theo berulang kali.


Gadis yang menjadi tunangan Theo mengernyit heran.Bagaimana tidak,mereka tertawa setelah ia mengatakan jika mereka dijodohkan.


“Um...maaf mbak.Soalnya bang Theo bilang mbaknya yang ngejar-ngejar Theo.”Jelas Ave.


Gadis itu seketika menatap tajam kearah Theo.Belum sempat gadis itu menjawab,Shakeil sudah terlebih dulu menyadarkan mereka dari pembicaraan itu.


“Kamu ini suka sekali membuat salah satu dari mereka mati kutu karena sikap kamu.”Tegur Shakeil.


Ave mempoutkan bibirnya karena Shakeil tidak mendukungnya.Dan hak itu membuat Theo langsung terbahak-bahak.


“Sudah-sudah.Acara sepenting ini kenapa jadi seperti acara lawakan?”Tegur papanya Theo.


“Pa,ma aku sama Shakeil sebentar ya?”Pamit Ave.Ia segera menarik Shakeil untuk menjauh dari sana sebentar.


Setelah berpisah dari tiga keluarga itu,Ave langsung memeluk erat Shakeil lagi.


Entahlah,ia sangat merindukan Shakeil akhir-akhir ini.


“Kenapa?Hem?”Tanya Shakeil.


“Aku takut kamu ditugasin jauh-jauh.”Ucap Ave jujur.


Belum diberi tahupun Ave sudah menangis sedemikian.Bagaimana kalau sampai ia tahu jika bulan deoan ia akan dikirim ke Lebanon.


Shakeil sendiri tidak bisa menjawab ucapan Ave.Karena pada nyatanya waktu liburnya hanya satu bulan.Dan setelahnya ia harus ditugaskan keLebanon entah berapa lama.


Memang sejak awal Ave juga sadar jika resiko memiliki kekasih seorang angkatan memanglah sedemikian.


“Kan ada Theo ataupun Soga yang bakal bantuin aku buat jagain kamu.Kalau seandainya aku ditugasin jauh,sudah pasti salah satu dari Theo ataupun Soga akan ikut denganku.Dan yang satunya akan menjagamu.”Jelas Shakeil.


“Sekarang lebih baik kita kembali.Besok lusa kita pulang kerumah bareng-bareng.”Ucap Shakeil menenangkan.


“Aku punya kejutan buat kamu dirumah nanti.”Bisik Shakeil ditelinga Ave.


Keduanya lantas kembali kekeluarga mereka.


Setalah ini,ketiga taruna itu harus kembali keasrama.Dan keluarga dipersilahkan untuk pulang.


“Pak,buk mumpung ada diJawa bagaimana kalau kita ngumpul dirumah saya beberapa hari.Memang cukup jauh,tapi bahkan Theo pernah beberapa kali pulang akrumah kami jika harinlibur mereka hanya beberapa hari saja.”Tawar Andri pada orang tua Theo.


Keduanya mengangguk mengiyakan.


Dan untuk dua hari kedepan mereka akan menginap dihotel.Dan besok lusa mereka akan pergi keBoyolali.

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE,KOMENTAR DAN LIKE YAA


SALAM LOPHES AUTHOR


__ADS_2