Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
Flashback


__ADS_3

"Al ntar gue mau cek kandungan.Gue sendiri aja lo jaga anak-anak dirumah."Ucap Arka.


"Gila ya lo.Gue temani.Lo kira gue laki apaan.Bininya hamil gede dibiarin periksa kandungan sendiri."Omel Althaf.


"Lalu anak-anak gimana?"Tanya Arka.


"Diajaklah.Ngajak mbak sekalian.Udah gue putusin buat gue anterin.Ya udah lo ngikut aja."Putus Althaf akhjaklah


Ia terkadang bingung dengan pemikiran Arka yang menurutnya sangat aneh itu.


Siang itu Arka bersama ketiga anak dan baby sitter mereka pergi kedokter kandungan.


Usia kandungannya sudah memasuki bulan ke-8.Menurut hasil USG,anaknya kali ini berjenis kelamin perempuan.Dan itu sangat membahagiakan untuk Althaf.


Usai periksa,mereka mampir kerestauran makan karena waktu sudah menunjukkan jam makan siang.


"Mbak ajak anak-anak masuk dulu ya?Saya mau nunggu bapak dulu."Ucap Arka pada baby sitter anak-anaknya.


"Iya bu.Ayo anak-anak."Ajaknya.


Arka menunggu Althaf untuk memarkirkan mobilnya.Ia berdiri dibawah pohon rindang disekitar restaurant.


Ia menghirup udara dalam-dalam.Ia buka ponselnya lalu ia lihat fotonya bersama Althaf,Asen,dan Azka sewaktu masih sekolah.


Ia tersenyum.Ia sangat merindukan keduanya.


"Hah,gue kangen lo pada."Gumam Arka."Sayang aja semua berjalan harus seperti ini.Apa mungkin sih kita masih bisa bersama?"Lirihnya lagi.


Lalu ia kunci kembali ponselnya.Saat posel sudah berada didalam tas,tiba-tiba ada dua orang laki-laki mengendarai sepeda motor yang berusaha merebut tas itu.


Bukan dompet yang Arka pertahankan sebenarnya,tetapi ponselnya yang penuh dengan kenangan itu.


Ia terus mempertahankan tas itu hingga salah satu penjambret itu menarik secara paksa dan membuat Arka terjungkal.


Posisinya yang tengkurap membuat kehamilannya terbentue dan mengalami pendrbentu yang cukup hebat.


Darah mmwngali diantara dua pahanya.Ia meringis merasakan sakit.Dan tak lama banyak orang yang berkumpul ingin membantu Arka.


Dari dalam Adam yang melihat lantas mengajak pengasuhnya dan adik-adiknya untuk menolong mamanya.


"Mama."Ucapnya begitu sampai didepan sang mama.


"Bertahan ma."Ucapnya menyemangati sang mama.


Tak lama setelah itu Althaf datang.Melihat Arka ia segera mengambil mobil lagi.


Althaf memarkirkan mobilnya asal begitu sampai diUGD.Ia lantas menggendong Arka keUGD.


Ia merasa waktu pemeriksaan terasa begitu lama.Ia merasa sangat khawatir terhadap istri dan calon anaknya itu.


Lalu dokter UGD keluar.Ia mengatakan akibat pendarahan itu,bayi Arka harus segera dilahirkan.Sebab tidak mungkin dipertahankan didalam perut.Meskipun itu prematur,hanya itu pilihannya.Dan jalan satu-satunya ialah operasi caesar.


Althaf mengiyakan petunjuk dokter itu.Baginya yang terpenting anak dan istrinya harus segera selamat.


Siang itu juga Arka kembali bertaruh nyawa diruang oprasi untuk yang ketiga kali.Hanya saja kali ini dalam

__ADS_1


Ya,tiga kali mengandung 3 kali ia harus operasi caesar.


Althaf seakan dejavu dengan keadaan seperi itu.


Lagi,setelah hampir satu jam ia dipanggil suster untuk mengadzani anaknya.


Diruang tunggu operasi ia merasa ada yang aneh dari tubuhnya.


Ini padahal sudah hampir 3 jam pasca operasi.Tetapi kakinya masih belum bisa digerakkan.


"Mbak kok ini kaki saya nggak bisa digerakkin ya?"Tanya Arka.


"Biasa mbak.Itu obat biusnya belum hilang sepenuhnya."Jawab petugas itu.Arka hanya mengangguk.


Tetapi hdtelahmalam hari bagian pinggul kebawah masih tidak bisa digerakkan.


Ia tidak bisa menggerakkan kakinya.Ia tidak bisa merasakan apa-apa.Ia sangat terkejut dan tidak dapat menerima apa yang terjadi. Seolah seluruh dunianya telah runtuh.


Anak-anak sudah dibawa pulang oleh pengasuh.Dan dirumah sakit Althaf yang menemani Arka.


"Al,kaki gue kagak bisa digerakkin."Keluhnya.


"Serius lo?Perlu gue panggilin dokter?"Tanya Althaf.Arka mengangguk.


Tak lama setelah dipanggil dokter datang.Banyak yang dokter itu tanyakan.Dan keputusan final ia harus menjalani beberapa pemeriksaan lagi.


Kalian tahu apa akibatnya jika kita mengalami kegagalan suntik epiduhariYa,akan mengalami komplikasi.


Sungguh hal yang sangat mengerikan dan tak pernah terbayangkan oleh siapapun.


Melalui tes itulah diketahui ada yang tidak beres pada tulang belakang Arka.Ya,ada gumpalan darah titulang belakang Arka.Arka mengalami lumpuh total bagian pinggul kebawah.


Operasi daruratpun segera dilakukan.Nasib buruk menimpanynydan ternyata operasi itu tidak memperbaiki keadaan Arka.


Ia mengalami komplikasi.Dan setelah dilakukan operasi darurat untuk menghilangkan tekanan pada tulang belakangnya,ia tetap saja lumpuh.


Mendapati kenyataan itu,Althaf bagaikan tersambar petir.Cobaan macam apalagi dalam rumah tangganya kali ini.Bagaimana ia nanti harus menjelaskan pada Arka.Bagaimana pula Arka akan menerima semua ini.


Ia marah ia kesal ia benci dengan keadaan ini.Ingin sekali ia menuntut rumah sakit ini.


Yang bisa ia lakukan hanya mendampingi Arka dan selalu menyemangatinya.


Saat Arka bertanya apa yang terjadi,Althaf hanya bisa menangis dan menangis.


Dan pada akhirnya dokter yang menjelaskan.


Saat menerima kenyataan itu Arka hanya diam.Banyak yang berkecamuk dalam pikirannya.


Dan diamnya itulah menyimpan begitu banyak hal yang tak diketahui oleh siapapun.


Bagaimana ia akan menjalani perannya sebagai ibu sedangkan untuk mengurus dirinya sendiri saja ia tak bisa.


Dia bingung hal apa yang harus ia lakukan.Ia ingat betul,kecelakaan itu terjadi karena tekadnya untuk mempertahankan tas itu meskipun akhirnya ia tidak bisa mempertahankan.


Kesedihannya bertambah saat dokter mengatakan jika ia harus tinggal dirumah sakit selama hampir 3 minggu terlebih dahulu untuk penyembuhan pasca oprasi.

__ADS_1


Arka harus tetap di rumah sakit dalam pemulihan dari operasi selama beberapa minggu sebelum dipindahkan ke pusat cedera tulang belakang selama tiga bulan berikutnya.Arka merasa benar-benar hancur tidak dapat memikirkan apa pun kecuali bagaimana nasib anak-anaknya.Hanya satu kalimat yang terus terpikirkan dalam benaknya 'Mengapa ini terjadi padaku?' Tidak ada jawaban untuk menenangkan hatinya. Ia merasa benar-benar terisolasi.Merasa dunianua sudah gelap seketika.


Tetapi ia tidak menyesali akan apa yang sudah menimpanya.Ini semua demi anak bungsunya.Satu-satunya anak perempuannya.


Kesedihannya bertambah saat mengingat betapa mengerikannya  tempat itu di mana pasti tidak ada yang memberinya harapan padanya.Dan semua orang dengan cedera seperti dirinya pasti hanya diberitahu untuk belajar hidup di kursi roda karena ia tidak mungkin berjalan lagi.


Lalu bagaimana ia akan menjadi seorang ibu jika ia saja tidak bisa mengangkat bayinya? Bagaimana ia bisa menjaganya ketika dirinya sendiri bahkan tidak bisa merawat diri sendiri.


 Bagaimana ia mencuci dan pakaian anak dan suaminya,jika dia saja bahkan tidak bisa mencuci ataupun berpakaian sendiri.


Ia berada dalam keadaan putus asa dan panik.Dan yang menjadi penyemangatnya ialah saat ia melihat anak serta suaminya berkunjung kerumah sakit itu.


Dilain sisi,4 bulan lamanya Althaf menjalani peran sebagai ayah dan ibu untuk anak-anaknya.Ia harus pandai-pandai membagi waktu untuk bekerja dan anak-anaknya.


Lelah?Sudah pasti ia rasakan.Tapi apakah ia menyerah?Jelas tidak.Sebab mengapa?Sebab keluarganya adalah hidupnya.


Ia harus menambah satu lagi pengasuh.Untuk hal ini ia harus mengeluarkan banyak uang.Tapi itu bukan masalah.Bukankah ia bekerja selama ini untuk anak dan istrinya?Lalu,jika masih bisa ia lakukan untuk keluarganya mengapa tidak.Bahkan nyawapun sudah pasti akan ia berikan.


Sayangnya Arka hanya membutuhkan kasih sayang,bukan uangnya atau nyawanya.


Selama 4 bulan itu pula,Althaf selalu menanamkan sikap mandiri,tanggung jawab dan tidak boleh merepotkan mamanya.Mengingat keadaan mamanya yang tidak seprti dulu lagi.


Setelah 3 bulan lamanya berpisah dari anak dan suaminya.Hidup dirumah sakit.


Menjalani terapi disana,sedikit banyak Arka sudah mulai menerima dan terbiasa akan kehidupannya dengan kursi roda.


Ia dijwmput oleh althaf dirumah sakit.Althaf benar-benar setia padanya.


Memang Althaf tercipta untuknya.Bukankah mereka sudah bersama semenjak mereka mengenal bangku pendidikan?Itu artinya,mereka akan terus bersama hingga tuhan memanggil salah satu atau keduanya diantara mereka.


Saat sampai dirumah ia disambut oleh ketiga anaknya.Setidaknya ia merasa sedikit kebahagiaan akan semangat anak-anaknya menyambut dirinya.


Sedangkan sibungsu,bahkan belum Althaf kasih nama.


Hari itu juga,Arka memberinya nama Afsheen Meyshyana Orlin.


Dan melihat sibungsu yang sudah sangat aktif bergerak,ia sedih tidak melihat perkembangan anaknya di 4 bulan pertama.Ia merasa sangat kasihan terhadap anak bungsunya,ia besar lebih sering diurus oleh tangan pengasuh dibanding tangan mamanya.


Saat-saat seperti ini,Arka sangat membutuhkan dukungan yang lebih dari banyak orang.


Tetapi ia sangat bersyukur,Althaf masih setia untuk mengurusnya.


Ia bahkan masih berharap,akan ada Asen atau Azka disampingnya disaat-saat seperti ini.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS


JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.


LOPES KALIAN SEMUA


***NB:SEPERTI ITULAH PERJUANGAN MEREKA PARA IBU UNTUK ANAKNYA.BAHKAN NYAWAPUN MEREKA PERTARUHKAN DEMI SANG BUAH HATI.SUDAH SEPANTASNYA KITA MENYAYANGI DAN MWNGHORMATI MEREKA.BAHAGIAKAN MEREKA.JANGAN SAMPAI MEMBUAT MEREKA MERASA SAKIT HATI.

__ADS_1


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡***


__ADS_2