Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
S2 Episode 56


__ADS_3

Afsheen POV


Aku kembali kepada diriku yang dulu.Yang lebih suka dipanggil Afsheen,bukan Ave.Meskipun sangat tidak mudah dan bahkan sudah lama.Semua rasa itu masih tergambar jelas di hatiku.


Ku akui,aku bahkan tidak bisa barang sedikitpun melirik laki-laki lain.Bahkan hanya berteman saja sulit bagiku.Hanya mereka-mereka yang memang sudah berteman denganku sejak dulu yang bisa dekat denganku.Itupun hanya sebatas teman,tidak akan lebih.


Aku ingin menghapus semua kenangan yang berhubungan dengan masa laluku sebagai Ave.Dan memperbarui dengan hal baru.


Aku sendiri tidak menyangka jika penantian ku dan kesabaranku selama ini akan berakhir semengenaskan ini.


Ck.Bagai mimpi buruk semua itu.


Tetapi aku tidak bisa meratapi semuanya terus menerus.Aku harus bangkit,melanjutkan hidupku yang sudah kacau karenanya.


Aku pergi ketempat yang bahkan keluargaku pun tidak ada yang tahu.Kecuali satu orang,bang Agra yang semakin hari namanya didunia bisnis semakin melejit.


Tidak mungkin seorang bang Agra tidak bisa menemukanku.Bahkan hanya dengan menjentikkan jarinya juga semua terlaksana.


Dan disinilah aku sekarang.Menghirup udara segar dikota Wonosobo.Jauh dari keluarga.Bersama seseorang yang sudah hampir 3 tahun ini menemaniku disini,menikmati betapa indahnya ciptaan tuhan yang begitu menyejukkan hati.


Tempat yang membuatku selalu lupa akan sebuah rasa sakit dimasa lalu.Sakit yang bahkan aku bayangkan saja tidak pernah.


“Aaaa udara yang sangat gue sukai.”Ucapku sedikit berteriak sambil merentangkan kedua tanganku.


“Dasar bocah katro lo.Lihat ginian aja seneng.”Cibir orang tersebut.


Aku mendengus kesal karena orang tersebut senang sekali mencibirku.


Dia bernama Gala,satu tahun setelah aku memutuskan untuk tugas disini,dia juga mengajukan untuk dipindah kesini.Aku sungguh tidak menyangka jika dia akan seberani itu mengambil keputusan dengan menyusulku kesini.


“Sudah hampir 6 tahun,bahkan gue kagak pernah dengar lo deket sama cowok lain.Belum bisa move on lo dari dia?”Tanya Gala padaku.


Aku tersenyum.Memandang jauh kearah depan.Tak terasa air mata menetes di pipiku.


Selalu sepeeti ini,berakhir menangis setiap membicarakan nasib cintaku yang pada akhirnya kandas.


Ya,kandas.Kandas hubunganku dengan laki-laki yang bahkan sudah melamarku.


Akulah perempuan yang menemaninya dari nol.Dari dia bukan siapa-siapa hingga ia berhasil dengan gelarnya.


Dari ia masih sekolah lalu pendidikan kemudian ikatan dinas pertamanya yang jauh dari Indonesia.


Tapi ya sudahlah,mungkin memang masanya saja dimana aku dan dia cukup sampai disitu.6 tahun yang lalu tepatnya.


Aku bahkan sampai bosan mendengar ceramah mama yang memintaku segera menikah.Mama selalu bilang jika umurku sudah telat untuk seorang perempuan menikah.


Atau mama yang mengataiku ingin jadi perawan tua.Dan masih banyak lagi.


Hais....itu menikah ma,bukan main-main. Tidak bisa asal comot aku mau sama dia.


Ya kalau dia mau sama aku,kalau tidak.Ck ck ck.


“Gue rasa kebersamaan selama 6 tahun bukanlah waktu yang singkat.Dan gue kudu buru-buru buat lupain dia?”Jawabku tanpa memandangnya.


“What?Apao bilang?Buru-buru?Kalau 6 tahun lo bilang buru-buru,lalu yang lama berapa tahun neng?”Tanyanya lagi.

__ADS_1


“Mungkin dia udah bahagia sama yang lain,lah elo.Masih sama kagak bisa move on.”Ledeknya.


Aku tidak merasa sakit hati sedikitpun mendengar ucapannya.Sebab aku tahu niatnya baik.


“Gue ada shift pagi.Bye bye abang sayang.”Ucapku sambil melambaikan tangan kearahnya.


Dan kulihat dia mencebikkan bibirnya.Aku terbahak-bahak melihat ekspresi wajahnya.Tawa yang aku gunakan sebagai topeng agar aku terlihat baik-baik saja.


Biar saja cukup aku yang tahu bagaimana perasaanku sekarang ini.Biar saja yang mereka tahu aku masih baik-baik saja.


Setiap hari rutinitasku selalu begitu-begitu saja.Yang berbeda hanyalah setiap malam minggu aku mengisi waktu senggang ku dengan bernyanyi disebuah cafe yang letaknya tak jauh dari rumah sakit tempatku bekerja.


Sesampainya dirumah sakit aku sudah disambut oleh Tiwi sahabatku yang senantiasa menemaniku meski aku kabur ke Wonosobo.


Berbeda dengan Andien yang sudah bahagia dengan Eshan.Aku sendiri tidak menyangka jika dua manusia itu ternya menikah-menikah diam.


“Tumben pagian?”Tanyanya begitu kami berjalan bersamaan.


“Bosen gue denger ceramah bang Gala.Pengen gue sumpal pake kaos kaki kadang.”Keluhku.Dia tertawa mendengar ucapanku.


“Ck.Lo lupa siapa yang ada buat elo pas elo sakit?”Tanyanya dengan sedikit melirik ke arahku.


“Iya iya dia calon laki lo yang katanya mau nikah setelah yakin kalau gue bahagia.”Jawabku.


Ya,bang Gala adalah kekasih Tiwi.Mereka saling mengenal semenjak bang Gala menyusulku kesini.Dan pada akhirnya mereka saling mencintai.


Pernah bang Gala mengatakan jka ia ingin menikah tetapi setelah dia yakin kalau gue bahagia.


Sedangkan dia juga tahu kebahagiaan gue ada pada orang itu.


'Shakeil'


Hanya menyebutnya aku bahkan tak sanggup.


“Gue keruangan gue dulu.”Pamitku pada Tiwi.


Aku tahu betul dia kesal.Karena aku selalu menggunakan alasan ingin keruanganku setiap aku merasa seperti ini.


Diruangan yang tertata rapi itu aku berdiri didekat jendela.Memandang pemandangan luar rumah sakit.Memandang kendaraan yang hilir mudik kesana kemari.


Kuhembuskan napasku dengan kasar.Aku paling benci setiap berada diposisi seperti ini.


“Bahkan untuk mengatakan gue benci sama elo saja nggak bisa.Menyebut nama lo saja hati gue masih sakit.”Lirihku."Lucu ya?Sebeg*k inikah gue?"


“Apa salah gue?Lo nggak pernah mengatakan apa yang lo rasakan,tapi lo nyakitin gue.”Lanjutku.


“Lalu,sampai sekarang gue bahkan nggak bisa beranjak dari masa lalu buat menyambut masa depan.Padahal sudah 6 tahun.”


“Mungkin lo udah bahagia.Sedangkan gue masih terpenjara dengan perasaan ini.”


”Gue sakit.Sakit banget.”


Air mata mengalir di pipiku.


Kalau boleh jujur aku sangat merindukannya.Hampir 6 tahun tidak pernah sekalipun aku melihat wajahnya.Bahkan hanya sekadar mendengar suaranya ataupun kabarnyapun tidak.

__ADS_1


Lamunanku terhenti saat kudengar ada seseorang yang mengetuk pintu ruanganku.


“Masuk!”Teriakku.Terdengar suara pintu dibuka dari luar.Aku sendiri segera duduk dikursi ku.


“Aunty.”Terdengar suara anak kecil yang memanggilku.


Dan saat kulihat ternyata sikembar yang sekarang sudah besar.Mungki sudah 7 atau 8 tahun.Entahlah.


“Lo kenapa?”Tanya bang Agra.Aku menggeleng.Padahal aku tahu berbohong padanya sama saja zonk.Sebab tidak akan bisa.


“Ck.Gu3 nggak nyangka lo nurunin gen bodohnya mama yang terlalu mencintau seseorang.”Sindirnya.


“Apa bedanya sama situ?”Jawabku smabil melirik abangku itu.


“Ck.Dasar adik durhaka.Bisa banget ngebalikin ucapan gue “Jawabnya.Tanpa disuruh ia duduk disofa yang terletak tak jauh dari kursiku.


“Aunty.”Panggil salah satu dari sikembar yang sangat tampan itu.


“Ya sayang.”Jawabku.


“Kaka kangen aunty.”Ungkapnya.


Aku lantas memeluknya.


“Aunty.”Rengen sikembar yang cantik.”Peluk!”Pintanya dengan suara manja.


Aku lantas memeluk dua keponakan yang sangat aku sayangi itu.


“Dok ada pasien kritis diIGD.Dan belum ada dokter jaga.”Ucap salah seorang suseter tiba-tiba.Aku mengangguk tanda mengerti.Suster tersebut lantas segera kembali ke IGD.


“Keponakan aunty yang cantik dan tampan aunty ada pekerjaan.Disini sama papa dulu ya?”Ucapku.Setelah mereka mengangguk aku langsung berlari menuju IGD.


Entah kenapa aku merasa kali ini harus menyelamatkan orang tersebut.


“Dimana pasiennya?”Tanyaku.Suster tadi mengajakku kesebuah bilik.


Wajah ya dipenuhi darah dan luka sehingga tidak terlalu terlihat seperti wajah aslinya.Tapi aku merasa sangat mengenal orang ini.


“Bersihkan semua darah diwajahnya.Obati lukanya!"Titahku.


Setelah berjuang hampir 2 jam,akhirnya kami selesai menangani korban kecelakaan tersebut.


Aku langsung keluar untuk mengecek identitas korban.


"Dia seorang tentara dok."Ucap suster dibagian administrasi.


"Tentara?"Ulangku.Suster tadi mengangguk.


Aku masih terus memikirkan perihal siapa


orang tadi.


"Boelh saya tahu data-datanya?"


Belum juga mendapat jawaban,aku sudah dipanggil lagi karena sebentar lagi ada jadwal operasi.

__ADS_1


"Hubungi saya kalau pasien tadi sudah dipindah keruang rawat inap"Pintaku.Mereka mengangguk.


__ADS_2