
Mendengar penuturan Eshan Arka berlari menuju taman belakang.Tak lama setelahnya Althaf sudah memeluk Arka dari belakang.Ia tahu jika Arka menangis.Ia juga tahu alasan Arka menangis bukan karen masih menyimpan rasa pada Arga,tetapi ia hanya tak percaya saja jika Arga sudah tiada.
Althaf adalah orang yang sangat mengenal Arka.Tidak ada orang yang mengenal Arka melebihi Althaf.Begitupun sebaliknya.
Bagi Althaf lawan terbesar dari bagian masa lalu Arka adalah bayang-bayang Dedy.Tapi ia percaya jika Arka sungguh-sungguh dan tulus mencintainya.
Hanya saja ia memang tidak bisa mengubah letak posisi Dedy dihati Arka.
Althaf membiarkan istrinya menangis.Setelah tangisnya reda,ia menuntun Arka untuk duduk disalah satu kursi taman.
"Gilak,dulu Arga nyakitin elo.Ekh buntut kita malah temenan sama anaknya."Ucap Althaf yang ingin memecah keheningan.
"Huh.Takdir memang luar biasa ya Al."Sahut Arka."Gue kagak bisa bayangin kalau Asen sama Azka tahu tuh bocah sudah end."Lanjut Arka.
Sungguh ia hanya terkejut jika Arga ternyata sudah tiada.Tidak ada maksudt lain.
Dia sudah kembali ke mode biasa.Meski sudah hampir mempunyai cucu,namun gaya bicara diantara 4 sahabat itu memang tidak pernah berubah.
"Mulut lo Ar.Bahasanya end banget gitu loh."Jawab Althaf cekikikan.
"Si Arga menang banyak ya anaknya mirip dia semua.Lah emaknya yang ngandung dia 9 bulan dikasih bagian apanya."Gumam Althaf.
"Dikasih sakitnya."Sahut Arka santai.Althaf cengengesan mendengar jawaban Arka.
Ia tahu betul jika Arka melahirkan keempat anaknya dengan cara operasai cesar.Apalagi Afsheen.Bahakan umur kandungannya belum genap 9 bulan tetapi ia harus dilahirkan.
Althaf memandang wajah cantik Arka.Meski sudah cukup berumur,semenjak menikah,Arka memang lebih pintar merawat kecantikannya.
Althaf tersenyum menikmati wajah Arka.Bahkan sampai saat ini ia masih tidak percaya jika akhir dari masa hidupnya masih saja tetap ada Arka.
Bagaikan sebuah mimpi,ternyata ujung dari persahabatannya ialah pernikahan.
Dulu ia berpikir jika ia ingin mencari pacar seprti Arka,dan tuhan mengabulkan keinginannya.Lebih malahan.Terbukti kini ia menikah dengan Arka.
Ia sendiri tak pernah lelah bersyukur atas nikmat tuhan yang satu ini.Ia diberi keluarga yang memang sangat ia impikan.
4 orang anak-anak yang luar biasa.4 orang anak yang selalu menghiasi hari-harinya.
Inilah impiannya.Memiliki keluarga yang saling menyayangi.
"Kenapa sih?Cantik?Emang.Udah dari dulu."Ucap Arka percaya diri.Althaf tersenyum.Seketika terlintas ide gila dibenaknya.
"Kalau gitu kasih Afsheen adik yuk!"Goda Althaf.
Mata Arka membulat sempurna mendengar ucapan Althaf yang ngawur.
"Bosen tidur seranjang sama gue?"Tanya Arka dengan tatapan tajam."Inget umur Al.Udah tua udah mau punya cucu juga masih mikirin pengen punya anak lagi.Tuh otak perlu direfresh."Lanjut Arka.
"Justru kita harus seranjang biar adiknya Afsheen cepat jadi."Goda Althaf lagi.
"Sayang kau sungguh menggodaku."Kali ini Althaf sudah langsung mencium bibir Arka.
Arka yang memang mudah terlena karena sentuhan Althafpun langsung terbawa suasana dan membalas ciuman Arka.
__ADS_1
Althaf sendiri yang mendapat lampu hijau langsung membopong Arka dengan gaya bridal style menuju kamarnya.Sejujurnya Arka malu jika sampai anak-anaknya ada yang melihatnya saat ini.Sehingga ia menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Althaf.
Althaf terkekeh melihat wajah Arka yang malu-malu.
Althaf segera membawa Arka untuk masuk kekamarnya.Dan saat sudah didalam kamar,Althaf langsung mengunci pintunya.
Sungguh ia tak mau hari ini ia diganggu siapapun.
"Papa Adam nggak mau punya adik ya.Adam udah mau punya baby sendiri."Teriak Adam karena sebenarnya tadi ia melihat Althaf yang menggendong Arka.
Didalam kamar,Althaf tak peduli dengan teriakan Adam.Baginya saat ini ia harus menyelesaikan hal ini.
Keduanya saling berpandangan.Althaf yang memeluk pinggang Arka,dan Arka yang mengalungkan tangannya pada leher Althaf.
Arka mengagumi ketampanan Althaf yang seakan tidak berkurang sedikitpun.
"Aku mencintaimu Al.Sungguh."Ucap Arka.Belum sempat Althaf membalas Arka sudah mencium bibir Althaf.
Keduanya terbuai dengan sentuhan masing-masing.Dan mereka menjalankan hak dan kewajiban sebagai pasangan suami istri.
Arka dan Althaf keluar saat hari sudah usai waktu isya.Entahlah berapa kali Althaf meminta haknya pada Arka.
Arka keluar kamar langsung menuju dapur.Sungguh ia merasa lapar juga haus.Siang tadi saat Eshan datang ia belum sempat makan siang,dan lalu ia diminta Althaf untuk memenuhi keinginannya yang selalu saja menggila.
"Berapa ronde ma?"Goda Adam.Ia sengaja menunggu Arka untuk makan malam.Anak itu kalau makan malam memang senang ditemani mama atau papanya.
"Iya ma.Mama habis kerokan?"Kini giliran Agra yang menggoda mamanya.
Plak
"Papa."Sapa Agam cengengesan.
"Papa hebat ya masih kuat aja."Ucap Adam lagi.
"Kuat ngapain pa?"Sahut Ave yang baru saja datang.
Althaf menajamkan tatapannya pada semua anak-anaknya.Ia tak mau anak bungsunya pikirannya ternoda oleh mulut kakak-kakaknya yang bocor.
"Pa,kuat ngapain?"Tanya Ave lagi.Ave lalu memandang Arka yang menunduk.Melihat bekas merah yang hampir memenuhi leher Arka,Ave jadi tertawa terbahak-bahak.Meski tidak paham detail,tapi ia mengerti maksudt kakak-kakaknya.
"Haduh mama.Ikut Ave bentar yuk."Ave lalu menarik Arka masuk kedalam kamarnya.
"Mama ih,tutupin keles ma bekasnya.Noh pake foundation."Ucap Ave santai.
Justru hal itu membuat Ave menyipitkan matanya.Ia sudah berpikir jika selama pacaran Ave melakukan hal yang tidak-tidak.
"Itu kata teman-teman aku ma.Kalau mama nggak percaya mama bisa tanya pacar aku kok.Boro-boro kek gituan.Pacaran aja selalu dirumah dia.Kalau dirumah dia kagak ada orang kami lebih milih ngobrol diteras rumah sambil pintu dibuka lebar."Jelas Ave seakan mengerti maksud tatapan Arka.
Arka menghela napas lega.Lalu ia mengambil foundation untuk menutupi bekas kerakusan Althaf.
Keduanya lantas keluar dari kamar.
Mereka melanjutkan acara makan malam.
__ADS_1
Saat makan malam belum selesai,ada panggilan dihp Ave.Dan melihat nama yang tetera membuat Ave langsung terlihat bahagia.
Ave :"Hallo sayang." Ucap Ave cepat.Wajahnya dipenuhi raut kebahagiaan.
Shakeil :"Hallo juga Av.Lagi apa?"
Ave :"Lagi makan tapi pikirannya kekamu."Gombal Ave.Agra seketika ingin muntah mendengar gombalan Ave.
"Gombalanmu Av.Bikin perut gue pusing."Sahut punda
"Mual ogeb.Sejak kapan perut jadi pusing?"Sahut Agam.
Shakeil :"Cih.Belajar ngegombalin pacar dari mana?"Tanya Shakeil.
Ave :"Heheheh....Pernah denger abang aku ngomong kek gitu sama salah satu pacarnya mungkin."Jawab ave cengengesan.
Sedangkan abang-abangnya melirik kearh Ave dengan tatapan tajam.
Shakeil :"Lanjut makan aja dulu ya!Nanti disambung lagi.Nggak enak sama mama sama papa."Ucap Shakeil.
Sebenarnya Ave sangat ingin makan ditemani Shakeil meski melalui telpon.Tetapi ia juga harus memikirkan sopan santunnya ketika makan ada keluarganya.
Ave :"It's okay.Nanti video call ya.Love you sayang.Muach.Muach."Ucap Ave tanpa mau peduli dengan tatapan heran abang-abangnya.
Shakeil :"Iya sayang.Makan yang banyak!Love you too."Jawab Shakeil.Ia lalu menutup sambungan telponnya.
"Anjay.Adhek gue alay batt dah kalau udah sama doinya."Sindir Agra.Ave mendelik menatap Agra.
"Ngiri lo bang?"Tanya Ave ketus.
"Tunggu.Diantara kita emang siapa yang pernah ngegombal gak bermutu macam itu.Sumpah gue kagak pernah sekalipun ngegombal macam itu."Sahut Agam.
"Apalagi gue.Jibang banget sama gombalan kayak gitu."Imbuh Agra.
"Bang Adam.Pas ngegombalin mbak Meidina."Ucap Ave santai.Ia lalu menyendokkan nasi kemulutnya lagi.
Uhuk uhuk uhuk
Adam dan Meidina terbatuk bersamaan.Sungguh mereka tak menyangka jika Ave masih saja mengingat gombalan itu.
"Udah-udah.Lanjutin makannya.Setelah itu kita nonton tv bareng-bareng."Ucap Arka.
Semuanya patuh pada ucapan Arka dan melanjutkam makan malam bersama.
Ini author cuma ngasih selingan tentang Arka dan Althaf ya.Fokusnya masih sama anak-anaknya.
JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS
JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.
LOPES KALIAN SEMUA
__ADS_1