Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
25


__ADS_3

DiBandung


Dari bandara sampai dirumah yang disediakan oleh pt untuk Althaf Arka,Arka terus memandang tak percaya akan status baru mereka.


Ia senyum-senyum sendiri mengingat kemarin saat Althaf mengucap ijab kabul.Luar biasa rasanya.


"Kenapa sih,hem?"Tanyanya.Arka menggeleng tetapi masih dengan senyumnya.


"Nggak nyangka lo jadi suami gue."Jawab Arka.Lalu ia tertawa.


"Lah iya ya.Kok gini amat takdir kita."Sahut Althaf tersenyum


"Tetapi lo harus tetap penuhi kewajiban lo sebagai istri buat ngasih hak batin gue."Kata Althaf dengan nada menggoda.


Bug


Arka meninju lengan suaminya cukup keras.


"Ngeres banget lo ogeb pikirannya."Gerutu Arka.


"Haha haha...Haruslah Ar.Gue pengen punya banyak anak.Apalagi kembar.Uluh-uluh."Jawabnya."Kan dibokap ada riwayat kembar."Lanjut Althaf.


"Iya enak dielo tinggal buatnya.Lah gue yang ngandung oy."Sahut Arka pelan.Ia takut sopir taksi itu akan mendengar percakapan tak jelas ini.


Arka sudah tak heran dengan pikiran mesum suaminya.


Karena sudah sampai ia lantas keluar dari taksi dan meninggalkan suaminya yang masih mengkhayal akan anak kembarnya.


"Pak biarin aja rada sedeng dia."Ucap Arka pada sang sopir.


Sopir taksi tersebut hanya mengangguk.Sebenarnya ia sedikit heran dengan pasangan muda ini.Tetapi ia hanya diam saja karena bukan urusannya pula.


"Pak maaf sudah sampai.Barangnya juga sudah diturunkan sama mbaknya."Tegur sang sopir.


"Eh,eh maaf ya pak kelamaan ngelamun saya."Jawabnya malu.


Keduanya masuk kedalam rumah minimalis itu.Cukup luas untuk ditinggali mereka berdua bersama satu atau dua anak mereka.


Hari-hari dijalani keduanya dengan penuh kebahagiaan.Selalu becanda seperti dulu saat mereka masih menjadi sahabat.


Sudah hapal dengan kebiasaan masing-masing membuat keduanya lebih mudah menjalani biduk rumah tangga.


Hari ini adalah hari minggu.Mereka sepakat untuk membersihkan dan menata rumah itu.


Meski sudah hampir satu bulan menikah,keduanya belum melakukan malam pertama.Althaf sebagai sadar jika sang istri kadang mulai tegang jika sudah malam hari tiba dan dirinya tidur dengan memeluk Arka.


Saat ini keduanya tengah istirahat.Arka yang duduk diatas karpet yang terletak didepan tv,dengan Althaf rebahan dan menggunakan paha Arka sebagai bantalnya.


"Arka."Panggilnya.


"Hem."Sahut Arka yang masih sibuk dengan salad buahnya.


"Capek?"Tanyanya basa basi.


"Iyalah dari pagi sampe dzuhur gini hlo.Emang lo nggak capek?"Jawab Arka."Laper juga."Imbuhnya.


"Al pesenin makan donk?"Suruh Arka.Althaf hanya menurut saja.


Usai memesan makanan lewat go-food Althaf melanjutkan pembicaraannya.

__ADS_1


"Ar.Boleh nggak sih gue minta hak gue?"Tanyanya pelan-pelan agar tak membuat Arka terkejut.


Arka diam.Ia terkejut.Sudah sangat jelas itu.


Ia memejamkan matanya,lalu membukanya lagi.


Ia tahu ini bukanlah hal yang mudah untuk Althaf menahan keinginan itu selama sebulan lebih.


"Ar lo inget kan gue ini laki-laki normal dewasa dan sudah menikah?"Tanya Althaf.


"Lah emang gue bilang kalau elo udah belok?"Sahit Arka santai.


"Gue serius Ar.Kita udah nikah sebulan.Dan tiap malem gue harus nahan keinginan itu.Asli Ar nyiksa banget.Ya emang kita berteman udah sejak kecil.Cuma sekarang kan status kita berbeda.Ditambah tiap malem kita tidur bareng ya pasti keinginan itu selalu muncullah Ar."Jelas Althaf lagi.


Arka tertegun.Bahkan ia tak berpikir dampai sejauh itu.yang ia pikirkan hanya ia belum siap untuk memwnuhi kewajibannya sebagai seorang istri sepenuhnya.


Dilihatnya wajah sang suami yang menatapnya dalam.


"Tutup mata!"Katanya.Althaf menuruti.Althaf sudah berada diposisi duduk disamping Arka.Bangun dari posisi tidurnya.


Lalu Arka berlari menuju kamar.Ia masih belum mau membicarakan hal seintim itu.Meskipun itu dengan Althaf.Laki-laki yang notabenenya adalah suaminya dan temannya sejak kecil.


"Ketipu lagi lo.Haha haha."Tawa Arka menggelegar.


"Tidak pernah berubah.Dasar Arkadewi Fajarina."Teriaknya kesal.Ia juga mengusap kasar wajahnya.


Sepanjang hari Arka tidak diajak bicara oleh Althaf.Biar saja dia tau rasa.Kata Althaf dalam hati.


Bahkan hingga malam hari saat keduanya akan tidur.


Hal itu membuatnya sadar jika siang tadi ia sudah membuat kesalahan.


Althafpun masih diam tak bergeming.


Dengan segala keberaniannya ia beranikan diri untuk mendekat kearah Althaf dan memeluknya dari belakang.


"Aku siap."Ucap Arka pelan.Dengan tinggi yang tak jauh beda hembusan napas ditengkuk Althaf membuatnya merasa tegang seketika.


"Tidak.Kita tunggu kamu benar-benar siap."Jawabnya lembut.Sambil mengusap punggung tangan Arka yang melingkar diperutnya dengan lembut.


Althaf membalikjan badannya.Melihat wajah cantik perempuan didepannya yang sudah bmenjadi istrinya.


Dengan segala keberaniannya Arka mendekatkan wajahnya dan mencium lembut bibir sang suami.


Jelas Althaf terkejut akan hal itu.


Merasakan tak mendapat respon Arka ingin melepaskan ciuman sepihaknya.Tetapi tengkuknya ditahan oleh Althaf.


Althaf memberikan ciuman yang tak kalah lembut untuk Arka.Hingga keduanya terbuai akan sentuhan dari lawannya.


♡♡♡♡♡♡♡


Meski sudah pukul 11.00 Arka belum juga beranjak dari tidurnya.


Ia benar-benar dibuat sang suami begadang semalaman.Hingga menjelang subuh ia baru diperbolehkan tidur oleh sang suami.


Ia heran mengapa Althaf masih saja kuat dan mengajaknya melakukan lagi-lagi.


Ia terpaksa bangun karena panggilan telpon yang sedari tadi berbunyi.

__ADS_1


"Hallo."Jawab Arka dengan suara serak khas bangun tidur.


"Sayang kamu belum bangun?"Tanya seseorang diseberang sana sambil senyum-senyum.


"Nggak usah akting lo.Yang bikin gue kayak gini siapa hah?"Teriak Arka begitu mendengar suara suaminya.


"Hahahahha...salah kamu juga bikin ketagihan."Jawabnya asal.


"Anjay.Se*an lo.Amit-amit.Udah gue mau tidur.Ngantuk."Kata Arka lalu mematikan sambungan telponnya.Bahkan ponselnya juga ia matikan.


"Dasar gila.Mesum."Omel Arka.Lalu ia melanjutkan tidurnya.


Dikantor tempat Althaf bekerja ia tertawa terpingkal-pingkal karena kekeselan yang terdengar jelas disambungan telponnya tadi.


"Salah lo sendiri.Lo nagihin sih."Lirih Althaf sangat pelan.


Hingga sore ia masih bergelung dengan selimut diatas kasur.Belum juga beranjak dari tidurnya.


Bahkan hanya untuk sarapan atau makan siang ia tak bangun sama sekali.


Rasanya seluruh tulang dibadannya terasa remuk akibat ulah suaminya.


"Sampai rumah gue bunuh lo Al."Kesal Arka.Ia sudah sangat lemas sekali karena seharian tidak makan apapun.Hanya minum susu buatan Althaf tadi pagi itupun sudah dingin.


Sore hari saat suaminya pulang Arka tak menyambut seperti biasanya.


Suaminyapun segera pergi kekamar untuk melihat keadaan sang istri.


"Hey belum bangun juga?Bau ih."Katanya sambil membuka selimut yang menutupi wajahnya.


"Laper gue."Keluh Arka.


"Bangun mandi dulu lalu kita jalan-jalan."Bujuknya.Dan benar Arka seketika semangat untuk segera mandi.


"Sakit Al.Gendong."Manjanya.


Dengan segenap hati althaf membantu Arka untuk kekamar mandi.Meski ada keinginan untuk melakukan lagi melihat tubuh polos Arka,hal itu ia urungkan.Ia takut jika ia sampai kebablasan seperti malam sebelumnya.


Ba'da Maghrib keduanya lantas keluar untuk sekadar jalan-jalan dan makan.


Arka yang memang sudah kelaparan memilih untuk berhenti disalah satu rumah makan terdekat saja.


Banyak yang ia pesan.Bahkan membuat suaminya geleng-geleng melihat pesanan itu.


"Porsi makan lo masih masya allah ya Ar.Nggak pernah berubah."Ucap Althaf melihat Arka makan.


"Heh seharian gue nggak makan."Jawab Arka.


Setelah lebih dari 90 menit,Arka memilih untuk pulang saja.Ia ingin sekali rebahan sambil menonton tv.


"Ar gue nggak nyangka,elo yang sekarang jadi istri gue."Katanya saat mereka sedang menonton acara talkshow ditv.


"Iya Al.Berasa kek mimpi."Jawab Arka.


JANGAN LUPA TAMBAHIN KE FAVORITE


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA,BIAR AUTHOR SEMANGAT NULIS


JANGAN LUPA VOTE JUGA.BERAPAPUN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR.

__ADS_1


LOPES KALIAN SEMUA


__ADS_2