Dari Sahabat Keakad

Dari Sahabat Keakad
Episode 22


__ADS_3

"Sorry nggak tahu kita."Kata Althaf santai lalu mendorong paksa badan ketiga temannya.


"Jail lo Al."Ucap Asen begitu mereka sampai ditempat tongkrongan.


"Halah.Biasa kita juga gitu."Jawab Althaf santai.


Arka masih diam.Pikirannya berkelana terhadap perempuan yang mereka temui dilobi tadi.


'Siapa dia?Kalau gue kudu bersaing dari dia mah belum mulai gue juga udah kalah.Insecure lah gue.'Gumamnya dalam hati.


‘Tapi mengingat pak Dedy saban hari ngomongnya kek gitu kayaknya dia serius ke gue.Tapi siapa perempuan tadi.’Pikirnya.


Pertanyaan perihal siapa perempuan tadi terus berkelebat dikepala Arka.


"Harusnya tadi kita kasih jalan kebelakang sekolah."Usul Azka.


"Jahat bener lo Ka."Sahut Asen.


"Biasa aja lo Ar.Inget tameng lo playboy pengalaman."Bisik Althaf sambil cengengesan.


Arka hanya bisa menghela nafas.


Dilain sisi,perempuan tadi terlihat kesal akan kelakuan Arka dkk.Sehingga ia harus bertanya lagi pada murid yang lain.Beruntung ia segera diberi tahu.


"Hay Dy."Sapanya begitu Dedy sudah sampai ketempat duduk khusus tamu untuk guru.


"Apa?"Katanya dingin.Bahkan sangat jauh berbeda bila bicara dengan Arka.


Ia terkejut kenapa perempuan ini bisa sampai ditempat ia mengajar.Ia merasa tidak enak hati dengan tatapan para guru terhadapnya.Penampilan Selly memang cantik,tetapi tidak pantas untuk lingkungan sekolah.


"Aku sudah izin kekepala sekolah dan kamu bisa ikut aku pergi."Katanya angkuh.


"Maaf.Tapi mengajar saya lebih penting ketimbang jalan sama kamu Selly."Jawab Dedy."Saya permisi dan kamu bisa pulang!"Katanya setengah mengusir.


"Maka aku akan berteriak yang tidak-tidak.Setidaknya kita bicara diwarung depan sekolah."Bujuk perempuan bernama Selly itu.


Rahang Dedy mengeras menahan amarah.Dengan terpaksa Dedy menuruti.Sepanjang berjalan menuju warung depan sekolah dia terus mencari keberadaan Arka,ia takut jikalau Arka sampai salah paham karena melihatnya berjalan bersama seorang perempuan.Tanpa ia ketahui jika Arka sudah berada diwarung itu.


Setidaknya cinta dan perasaan yang ia rasakan sekarang tulus untuk Arka.Ia juga berniat serius dengan Arka.


"Mau bicara apa kamu?"Tanya Dedy dengan muka yang datar.


Arka yang sebenarnya berada tak jauh dari mereka terkejut mendengar suara Dedy yang terdengar sangat dingin.


‘Itukan suaranya pak Dedy.Sama siapa?’Pikirnya lagi.’Jangan-jangan...”Arka enggan melanjutkan memikirkan hal itu.Ia memilih fokus mendengarar percakapan dua orang ayng duduk dibalik tembok.


"Dy,maafin aku.”Kata Selly.Ia sudah percaya diri jika Dedy akan menerimanya kembali.


Tak ada jawaban dari Dedy.Ia hanya melirik sekilas kearah Selly dengan tatapan sinis.

__ADS_1


“Kita bisakan memulai semua dari awal.Hampir 4 tahun hlo Dy kita bersama.Apa kamu sudah lupa?"Lanjut Selly.


‘Pasti perempuan tadi Pupus sudah harapan gue kalau saingannya macam tu.’Ucapnya dalam hati lagi.


Selly adalah satu-satunya masa lalu Dedy.4 tahun keduanya bersama.Tapi berakhir dengan alasan Selly sudah mendapat laki-laki yang jauh lebih baik dari Dedy.


Api kecemburuan dihati Arka semakin menjadi.


"Cerita kita sudah selesai Sell.Bahkan perasaan itu sudah hilang sejak berakhirnya hubungan kita."Jelas Dedy yang memang sudah tak mempunyai perasaan apapun kepada Selly.


Selly sadar,semua berakhir karena kebodohannya.Tetapi ia masih berharap bisa kembali dengan Dedy.


“Tapi aku sadar Dy,aku masih sangat mencintai kamu.”Serly masih mencoba membujuk Dedy.


Selly menangis sesegukan.Ia beranikan diri menangis dipelukan Dedy.


Karena bel sudah berbunyi sejak beberapa menit yang lalu,jadi suasana tempat itu sudah sepi.


Dedy sendiri tak membalas tetapi juga tidak menolak pelukan dari Selly.Pikirannya berkelana pada masa dimana Selly memutuskannya dan memilih laki-laki lain.


Mood Arka sudah memburuk sejak saat ia bertemu dengan Selly diloby tadi.Dan sekarang ditambah ia harus mendengarkan drama itu.


Srek


Arka berdiri dan memundurkan kursinya asal menggunakan kakinya.


Ia lantas sengaja berjalan disamping Dedy agar sadar akan keberadaannya.


Wajahnya memerah diliputi rasa cemburu karena melihat adegan pelukan itu.Hatinya memanas dan juga sakit.


“Mencintaimu kenapa harus sesakit ini sih?”Gumamnya pelan.


“Katanya sayang sama gue,tapi dipeluk mantan diem bae.”Omel Arka.Tanpa menoleh ia terus berjalan meninggalkan tempat laknat itu.


Mendapati Arka sudah berdiri tak jauh darinya dengan tatapan yang tajam,sontak membuat Dedy mendorong tubuh Selly agar melepaskan pelukannya.


'Mati aku.Bakalan runyam ini ntar.'Ucap Dedy dalam hati.’God kenapa jadi seperti ini sih.’


“Kita sudah berakhir Selly.Jauhi saya!Dan jangan pernah muncul dihadapan saya lagi!Paham!”Ucao Dedy dingin.Ia juga segera masuk ke area sekolah.


Hati dan pikirannya dipenuhi akan adegan dimana Dedy hanya diam saja saat dipeluk perempuan itu.


Marah,kesal,cemburu,takut semua jadi satu.


Ia bahkan tidak peduli akan teguran ketiga temannya.Hati dan pikirannya sudah terlanjur dongkol dengan kejadian diwarung tadi.


Lagi,Arka memilih untuk menjauh dan menghindari Dedy.Ketika pelajaranpun ia tak mau melihat Dedy sama sekali.


Bagi Dedy sendiri itu bukanlah hal yang mudah.Akhir-akhir ini semenjak kedekatan keduanya,Arka rajin dan semangat mengikuti pembelajarana Fisika,tetapi hari ini ia pergi entah kemana.

__ADS_1


Hal ini berlangsung tidak hanya satu atau dua hari.Sudah hampir seminggu ini Arka menghindarinya.Pesan yang ia kirimkan tidak dibaca dan panggilan juga tidak diangkat.Jelas hal itu membuat Dedy harus menyetok sabar ekstra banyak.


Resiko mencintai gadis SMA,emosinya masih labil.


“Ar.”Panggil Asen.Sudah seminggu ini Arka terlihat lebih pendiam.Tidak seberisik biasanya.


“Napa?”Jawab Arka ketus.


“Buset.Ketus amat neng.”Goda Asen lagi.


“Lo pernah rasain muk Lo ditimpuk pake sepatu gue nggak sih Sen?Atau mau coba?”Tanya Arka.


“Coba aja Ar!Gue setuju.”Usul Azka.Ia tertawa terbahak-bahak melihat wajah cengo Asen.


“Lo juga mau Ka!”Kini Azka yang langsung kicep.


Melihat aura buruk dari wajah Arka membuat mereka paham,Arka sedang dalam keadaan tidka baik-baik saja.


“Lo pelajaran pak Dedy bolos Mulu.Udah jelas XII loh.Lo mau semakin ketinggalan pelajaran?Ikut belajar ssabn hari aja nggak ngarti-ngarti,apalagi bolos mulu. Kalau untuk satu ini,gue nggak takut mau lo amuk juga.”Tegur Asen.


Arka menghela napasnya kasar.


“Nggak sendirian gue.Azka dan Althaf otaknya sebelas dua belas sama gue.Nggak takut gue.”Jawab Arka enteng.


“Dasar gila.”Umpat Asen kesal sekali.


“Sekarang gue tanya,Lo belajar dari siang sampe malam,emang ntar pas Lo nyari kerja ditanya,rumus hukum Newton apa?Rumus limit apaan?Rumus Teorema phytagoras apaan?Kagak kan?”Tanya Arka.Asen dan Althaf ikut tertawa mendengar pertanyaan Arka.


(Heheh curhat dikit.Itu mah prinsip author pas sekolah😂😂😂)


“Geblek kalau prinsip lu kek gitu.”Kesal Asen,sedang Arka ia mengecilkan bahu.


“Balik kuy.Bentar lagi bel.Matematikanya Bu Sulis.”Ucap Althaf.


“Nggak ikut ah gue.Males lewat wajahnya.”Jawab Arka santai.


“Buruan kagak usah bolos lagi Lo.”


Asen dan Azka langsung memegang lengan Arka dan membawa paksa Arka kedalam kelas.


“Oy lepas!”Teriak Arka.


“Kagak.”


“Lepas beg*k!”


“Kagak.”


Ketiganya terlibat adu mulut.Dan Arka terus mencoba melepaskan diri dari Asen dan Azka.

__ADS_1


Kejadian itu menjadi tontonan siswa lain.Sebagia ada yang tertawa,sebagian ada yang iri karena Arka seberuntung itu.


LAGI SEMANGAT NGE-REVIIS CERITA ARKA BIAR LWBIH GREGET....


__ADS_2